
keesokkan harinya
jarum jam menunjukkan pukul 04:40,
" masyaallah udah subuh, sebaiknya aku mandi". ucap Gus Ilham
" cantik sekali kau bidadari ku, aku berjanji pada Allah dan semua keluarga mu untuk selalu menjagamu, mencintaimu, menjagamu, terimakasih sudah menerima apa adanya, aku hanyalah seorang lelaki biasa, yang ingin mengejar surga bersamamu, aku harap hanya ada air mata bahagia yang menetes di pipimu, ana uhubbuka fillah istriku". ucap Gus Ilham sambil mengelus pipi dela
cup
dela pun mengecup pipi Gus Ilham,
" astaghfirullah Anisa kau..." belum Gus Ilham menyelesaikan ucapannya, dela sudah menangis bahagia
" hei kenapa menangis, apa karna tadi malam, Kaka minta maaf ya kalo menyakitimu, maafkan Kaka, ku mohon jangan menangis". ucap Gus Ilham sambil mengusap air mata dela
" makasih ka, dela bahagia hidup sama Kaka, makasih untuk semua janji Kaka pada Allah, dela berharap kita bisa sama sama mengejar impian kita yaitu surga Allah". ucap dela, ia pun segera memeluk Gus Ilham, dan menangis di dalam pelukannya
" seharusnya aku yang berterima kasih, terimakasih sudah mau menjadi penyempurna separuh agamaku, terimakasih telah hadir di hidupku, dan terimakasih sudah bersedia sebagai bidadari dua akhirat ku". ucap Gus Ilham sambil mengelus kepala dela
" sudah jangan menangis, ini sudah subuh lebih baik kita mandi dulu". ucap Gus Ilham, sontak dela membulatkan matanya
" maksud Kaka apa". tanya dela
" menurutmu". ucap Gus Ilham lalu tanpa aba aba ia mengangkat dela dan menggendongnya hingga sampai di kamar mandi, ia menyalakan kran air, dan memulai ritual mandi bersama dela, stelah lebih dari satu jam mereka pun selesai dengan ritual mandi mereka,
" Kaka keluar dulu ya, dela mau ganti baju". ucap dela
" hmm, ya udah ya Kaka keluar". ucap Gus Ilham yang di balas anggukan oleh dela
ia pun segera keluar dari kamar
" ustazd ko di depan pintu". ucap Revan
" mm tadi dela min......" belum Gus Ilham menyelesaikan omongannya sudah di potong oleh Revan
" aduh adik iparku ini masa kalah sama istri dih, udah sana masuk". ucap revan sambil mendorong Gus Ilham ke dalam kamar, tiba tiba Gus Ilham melihat pemandangan yang mampu membangunkan adiknya, Ketika Gus Ilham masuk ia melihat dela sedang memakai b*a untung dela sudah menggunakan celana
" astaghfirullah". ucap Gus Ilham, matanya membulat sempurna
" ahhhh". teriak dela yang kaget, reflek ia pun langsung menarik selimut dan melilitkannya di tubuhnya
__ADS_1
" Kaka ngapain masuk lagi, tadi kan dela udah bilang ke luar dulu, dela mau ganti baju, Kaka sengaja ya mau...". dela menggantungkan kata katanya
" tadi Kaka di dorong sama ka Revan Del, Kaka ga berniat sengaja, lagin emangnya kenapa kan Kaka udah tau semuanya". ucap Gus Ilham sambil tersenyum devil
" ah tau Kaka mah, jangan mesum ini masih pagi". ucap dela
" kenapa??". ucap Gus Ilham
" ih Kaka". ucap dela kesal
" iya iya maaf istriku". ucap Gus
setelah melewati perdebatan panjang mereka pun memutuskan untuk turun ke bawah dan menemui keluarga
DI RUANG MAKAN
" ekhm pengantin baru jam segini baru bangun ni". ucap Revan menggoda
" tau lah, dela masij bete sama ka Revan". ucap dela
" lah ko gue, kan Lo di buat nangis sama suamimu ko yang di salahin gue". tanya Revan heran
" Kaka tadi pagi dorong ka ilham masuk kamar kan". ucap dela
" pas ntu dela lagi make baju ka". ucap dela berbisik ia takut jika ada yang mendengarnya pasti malu
" bhahahahhaha". tawa Revan terbahak bahak yang membuat semua orang heran melihat Revan tiba tiba tertawa
" astaghfirullah, Van kau kerasukan hantu apa". tanya ustazd rehan
" bhahhahahah emang enak lu ka di katain kesurupan hahahaha". dela pun tertawa terbahak bahak
" diem lu". ucap Revan
" assalamualaikum". ucap seseorang dari arah pintu, semua orang pun menatap ke arah suara tersebut
" waalaikumsalam". ucap mereka, sebagian dari mereka tidak tahu siapa yang datang, namun tidak dengan dela
" nini,akiiii". ucap dela lalu berhamburan dan memeluk aki dan nininya, yah mereka adalah orang tua dari pa Wijaya, selama ini mereka tinggal di Singapura karna ayah pa Wijaya harus menjalani pengobatan di sana
" dasar bandel kau ini ya, menikah tidak ngabarin aki sama Nini". ucap aki Hamdan sambil menjewer telinga dela
__ADS_1
" awhh,,, aki sakit tau". ucap dela sambil mengerucutkan bibirnya
" apa kabar ni cucu Nini, tambah cantik kamu sayang seperti ibumu waktu muda dulu". ucap Nini fiah, seketika ekspresi dela berubah, tiba tiba saja ia mengingat ibunya, tanpa aba aba sebulir air mata menetes di pipi mulusnya, ia merindukan ibunya
" hei kamu kenapa cantik, ko nangis, apa ada yang salah dengan ucapan Nini, apa telingamu sakit gara gara aki nak, ko nangis". ucap Nini fiah
" ninii mamah NII, dela kangen mamah hiks hiks hiks". ucap dela sambil memeluk nininya
" memangnya ibumu ke mana". tanya Nini fiah
" mamah udah ninggalin dela ni hiks hiks hiks". ucap dela sambil sesegukan
deg
deg
deg
seketika aki dan Nini saling pandang mereka tidak mengerti apa ucap dela
" apa maksudmu nak". tanya aki Hamdan
" aki Nini, perkenalkan saya ilham suaminya dela ni, Ki". ucap Gus Ilham sambil mencium tangan aki dan Nini
" oh jadi ini toh, cucu menantu aki, tampan sekali kau nak". ucap aki Hamdan
" semoga kau bisa menjaga dela ya nak". ucap Nini fiah
" sayang kita ke belakang dulu ya, kamu perlu istirahat". ucap Gus Ilham yang di jawab anggukan oleh dela
" aki Nini, Ilham sama dela pamit dulu ya, assalamualaikum". ucap Gus Ilham
" waalaikumsalam". ucap aki dan Nini
Gus Ilham tau betul perasaan dela saat ini, ia menarik dela pada dekapannya, berusaha menenangkan dela
" sayang Kaka tau sekarang kamu merindukan mamah, tapi kamu harus ingat jika mamah melihatmu terus seperti ini bagaimana perasaan nya, dia nga tenang nis kalo gini terus, Kaka tau kamu masih sedih dengan kepergian mamah, tapi ingat dia akan bahagia ketika kamu bahagia sayang". ucap Gus Ilham sambil mengelus kepala dela
" Del dela hiks hiks hiks, dela kangen mamah kaaa". ucap dela sesegukan di pelukan Gus Ilham
" sayang Kaka tau, ya sudah sekarang menangislah sepuasnya Kaka akan temani kamu di sini". ucap Gus Ilham sambil menghapus air mata dela
__ADS_1
" makasih ya ka". ucap dela
" sudah kewajiban kaka untuk ada saat kamu butuh". ucap Gus Ilham