Ustadz My Husband

Ustadz My Husband
zey dan ka ustazd


__ADS_3

di tempat lain


" wi apa maksud dela tadi". tanya Nini fiah


" iya, lalu kemana istrimu". tanya aki Hamdan


" Bu, pa, Ratih sudah meninggal beberapa bulan yang lalu". ucap pa Wijaya menunduk


" astaghfirullah, kenapa kau tidak memberitahuku kalo mantuku sudah meninggal". ucap aki Hamdan kaget


" iya wi, itu udah lama loh tapi kami tidak tau apa apa". ucap Nini fiah


" maafkan aku Bu, pa, aku takut kalian kefikiran soal ini, aku tidak mau kalian hawatir di sana". ucap pa Wijaya


" sudahlah Ndan, kasian anakmu, ini sudah takdir". ucap opa galih


" maafkan putraku ya, jika dia belum jadi suami yang baik". ucap aki Hamdan


" jangan salahkan dia, di sini tidak ada yang bersalah, semuanya sudah takdir, insyaallah kita sudah bisa menerima kepergian Ratih, doakan saja dia di sana". ucap opa galih


" iya Ndan, fiah, kalian doakan saja anak kami". ucap oma Mira


" terimakasih ya, kita paham betul perasaan kalian". ucap Nini fiah


kita pindah ke dela kuyy


" ka aku mau nemuin aki sama Nini". ucap dela, ia sudah merasa tenang karna sudah mengeluarkan semua tangisan yang kini ia tahan


" kamu yakin sayang". tanya Gus Ilham


" iya ka, makasih ya udah nemenin dela di sini". ucap dela

__ADS_1


" kamu itu istriku, sedihmu itu sedihku, bahagiamu juga bahagiaku, jadi stop berterimakasih, ini sudah kewajiban ku". ucap Gus Ilham


" aku beruntung memiliki suami seperti Kaka". ucap dela


" aku juga bahagia memiliki istri seperti mu........ ya udah ayo katanya mau nemuin Nini sama aki". ucap Gus Ilham


" ayo". ucap dela


mereka pun segera kembali dan berkumpul dengan keluarga


" assalamualaikum". ucap Gus Ilham


" waalaikumsalam". jawab semua


" sayang, sabar ya Nini tau perasaan mu". ucap Nini fiah sambil memeluk dela


" iya ni, ga papa ko". ucap dela


" sakit Ki". gerutu dela


" maaf cucuku yang paling cantik dan manis". ucap aki Hamdan merayu


" iya iya dela Maafin". ucap dela


" oh ya, aki kangen sama cucu aki, ini cucu aki yang tampan tampan belum laku juga ha". ucap aki Hamdan,


" ish aki ini, dateng dateng ngatain kita ya ka". ucap Revan


" kita???, kamu kali, Kaka mah udah ada". ucap ustazd rehan dengan santainya, seketika pandangan orang rumah langsung menatapnya dengan penuh selidik


yah ternyata ka ustazd udah ada calonya, iya lah mana mau dia sama orang kaya gue, udah mah bar bar, kaga alim kaya ukhti ukhti, pasti yang di impikannya adalah wanita Sholeha bukan seperti ku. batin zeysha

__ADS_1


" kamu ko nga pernah bilang sama ayah, kalo gitu ayah kan bisa menghitbahnya untuk mu". ucap pa Wijaya


" nanti saja yah, rehan yakin saat ini dia belum siap karna masih harus kuliah". ucap ustazd rehan


" jadi kapan kamu melamarnya Han". tanya opa


" ya kalo dia udah siap lah opa, sekarang rehan hanya meminjam namanya untuk rehan diskusikan dengan Allah di sepertiga malam". ucap ustazd rehan


ya Allah betapa beruntungnya wanita itu, sampai sampai ka ustazd mendoakannya, udahlah zey kamu emang ga pantes buat dia, dia sangat tampan, alim, paham soal agama, sedangkan kamu hanyalah gadis nakal yang masuk pesantren, ilmu agamamu juga cetek, pasti dia adalah seorang ukhti yang sangat cantik dan sangat paham soal agama. batin zeysha


" zey kau kenapa melamun". bisik Nasifa


" ah tidak apa apa ko, aku hanya tidak enak badan". ucap zeysha berbohong


" kau yakin". tanya Nasifa yang di balas anggukan oleh zeysha


" mm semuanya zey pamit ya, soalnya zey lagi nga enak badan". ucap zeysha


" kau tidak apa apa zey". tanya dela, zeysha hanya membalasnya dengan anggukan


" aku pamit ya Del, semua assalamualaikum". ucap zeysha


" waalaikumsalam". jawab semua


si zey kenapa tuh, nga bisanya dia murung kaya gitu. batin dela


" nas si zey kenapa ko tiba tiba berubah sikap kaya gitu". tanya dela


" gue juga nga tau Del, orang dia tiba tiba berubah kaya gitu". ucap Nasifa


kenapa dia, apa aku salah mengatakan hal tadi.batin ustazd rehan

__ADS_1


__ADS_2