
keesokan harinya mereka pun berangkat ke pesantren bersama orang tuanya masing masing, setelah menempu perjalanan selama 3 jam, mereka pun sampai di pesantren Al ikhlas,
sedangkan rehan (kakanya dela). bingung melihat kedatangan orang tuanya, biasanya pak Wijaya ke pesantren sebulan sekali untuk menengok rehan yang lebih memilih menjadi pengajar di sana
itu bukanya ayah sama mamah ya, mereka ngapain ke sini, biasanya sebulan sekali mereka ke sini, ini baru aja dua Minggu lalu ayah ke sini, kayanya ada sesuatu deh. batin rehan
" assalamualaikum ayah mamah". ucap rehan sambil mendekati kedua orang tuanya
" waalaikumsalam, rehan". ucap Bu Ratih dan pa wijaya
" ayah sama mamah ngapain di sini, kan baru aja dua Minggu lalu kalian nengokin rehan". ucap Rehan
" gak papa nak, ayah ke sini nengokin kamu sekalian bawa ademu yang bandel itu". ucap pa Wijaya sambil menatap dela
" Del Kaka lu ganteng banget, apa lagi pake peci pake sarung pake baju Koko, bikin gue terngiang ngiange Del,". ucap zeysha sambil berbisik pada dela
" Kaka gue emang ganteng tapi dingin bat sama cewe, tapi kalo ke gue si kaga ya, soalnya kita kan Kaka beradik". ucap dela
" bodo amat dah mau dia dingin mau kaga, yang jelas gue tertarik sama dia". ucap zeysha, dela pun membulatkan matanya pada zeysha
" eh lu berdua lagi pada apa si". ucap Nasifa
" kita lagi ngomongin orang". ucap dela
" kalian ko ga ngajak ngajak si kalo ngegibah". ucap Nasifa
" ssssstttttt". ucap dela dan zeysha
" dek lu ngapain sampe di kirim ke sini sama ayah". tanya rehan
" masalah kecil ko ka, gue cuma keluar tengah malem". ucap dela
" ralat ucapanmu Del, kau bukan keluar tapi kabur". ucap pa Wijaya
" pantes aja". ucap rehan
" ya udah Han ayah sama mamah duluan ya mau ke rumahnya kyai Farzan". ucap pa Wijaya
" iya yah, apa perlu rehan anter". ucap rehan,
" nga usah, ayah masih hapal ko, lagian kan rumahnya kyai Farzan ga jauh jauh amat". ucap pa Wijaya, rehan pun mengangguk
" Om wirga, om haris, Tante Farah, Tante meli". ucap rehan setelah melihat orang di belakang ayahnya, mereka pun tersenyum
" he elah udah kaya orang ngabsen lu ka, mentang mentang guru". ucap dela
" udah udah, ayo dela, zeysha, Nasifa". ucap pa Wijaya
mereka pun mengikuti pak Wijaya bersama orang tuanya masing masing
" assalamualaikum". ucap pa Wijaya
ceklek
" waalaikumsalam, pa wijaya". ucap kyai Farzan
" maaf pa kalo kita mengegaggu". ucap pa Wijaya
" ah tidak ko, silahkan masuk". ucap pa kyai Farzan
di dalam
" sebelumnya maaf ada apa ya pak". tanya kyai Farzan,
umi Rida pun menyuguhkan kopi yang di buatnya
" maaf pak kyai jika sebelumnya kita menganggu, kami ke sini bermaksud menitipkan anak anak kami pak, ajari dan bimbang mereka ke jalan yang benar, apakah bisa kyai". tanya pa Wijaya
" tentu bisa pa, saya senang jika mereka ingin belajar". ucap pa kyai
" ya sudah umi Abi minta tolong antarkan mereka ke kamarnya". ucap pa kyai
" iya bi, mari nak". ucap umi Rida
di kamar
" nah ini kamar kalian nak, semoga betah ya, oh iya nanti kalian satu kamar dengan neng Fira dan neng zahwa
" assalamualaikum umi". ucap ( Zahwa dan fira)
__ADS_1
" waalaikumsalam nak, oh iya ini anak baru di sini". ucap
" assalamualaikum kenalin aku zahwa". ucap Zahwa sambil menyalami ketiga trio
zeysha
dela
Nasifa panggilan aja Sifa
"assalamualaikum hai aku Fira salam kenal ya, semoga betah". ucap Fira
hai
Nasifa
Zeysha
dela
" ya sudah nak umi duluan ya, assalamualaikum". ucap umi Rida
" waalaikumsalam". (dela, Zahwa, Nasifa, zeysha, Fira)
di tempat lain
" assalamualaikum bi ". ucap
Gus Ilham sambil menghampiri kyai Farzan yang sedang duduk santai
" waalaikumsalam, nak sini duduk". ucap kyai Farzan
" ada apa bi". ucap Gus Ilham
" Abi hanya ingin menyampaikan kalo anak pak Wijaya mulai besok sekolah di sini namanya dela Khairunissa dan ada juga dua temanya, jika kamu mengajarnya Abi minta ajari dia dengan baik, pak Wijaya sudah mempercayakan putrinya untuk bersekolah di sini". ucap kyai Farzan
" baiklah bi". ucap Gus Ilham
keesokan harinya
Allahuakbar Allahuakbar
" eh dela udah bangun". ucap Zahwa
" iya, aku duluan ya ke kamar mandi". ucap dela, Zahwa pun mengangguk
setelah dela selesai mandi ia melihat kedua sahabatnya yang masih tidur nyenyak
" astaghfirullah ni bocah kebo banget si, mana ngorok lagi tidurnya". ucap dela, dela pun membawa gayung bekasnya mandi, ia pun menyiramkan air agar kedua sahabatnya bangun
" zeysha, Sifa bangunnnnnn". ucap dela sambil berterial
" yeuhhh bisa ga si Lo ga usah treak treak del, bisa bisa kuping kita budek gara gara Lo". celoteh zeysha sambil mengucek matanya
" tau sih, Lo udah kaya ibu tiri tau ga Del, abis mandi bawa gayung terus ngetok pala gue sama aer, hoammm". ucap Sifa sambil nguap
" udah cepet mandi terus sholat". ucap zahwa
" iya iya nih kita bangun". ucap Nasifa dan zeysha
setelah mereka melaksanakan shalat subuh di masjid, mereka pun kembali ke asrama untuk bersiap siap sekolah
Zahwa dan Fira sudah mulai panik karna hampir masuk namun trio Kwek itu belum juga masuk kelas, apalagi hari ini ada jamnya Gus Ilham
" fir mereka ke mana ya ko belum pada datang mana bentar lagi Gus Ilham masuk, mereka bakal kena hukuman kalo gini mah". ucap Zahwa mulai khawatir
" aku juga ga tau, semoga saja mereka tidak terlambat ya, kamu kan tau kalo Gus Ilham udah marah kaya gimana, mereka pasti kena hukum". ucap Fira
tak lama Gus Ilham pun datang
" assalamualaikum". ucap Gus Ilham, Fira dan Zahwa sudah saling pangdang,
" waalaikumsalam". (santri/santriwati)
" assalamualaikum". ucap trio Kwek masuk kelas sambil ngos-ngosan
" kalian pasti anak baru, dari mana saja, jam segini baru masuk kelas". ucap Gus Ilham dengan nada datar
" maaf ustazd tadi kita abis dari..." belum juga dela menyelesaikan omongannya
__ADS_1
" ga ada alasan, sekarang berdiri di lapangan jangan berhenti sampe saya bilang hukumanya sudah selesai". ucap Gus Ilham masih dengan nada datar, ketiga trio Kwek pun melongo mendengar ucapan Gus Ilham
" tapi kan ustadz kita telat nga sampe lima menit". ucap dela
" nga ada bantahan sekarang pergi ke lapangan atau saya tambahkan hukuman kalian membersihkan toilet satu pesantren". ucap Gus Ilham, ketiga trio Kwek pun langsung lari ke lapangan
di lapangan
" fyuh tu ustadz savage juga ye, sadis amat bjir dia, kita kan baru telat bentar doang, udah di suruh berdiri kaya gini". keluh nasifa
" ini juga gara gara lu beg*, bukanya cepetan lu malah makeupan, kaya orang mau kondangan aja". gerutu dela
" eh btw dia ganteng juga ya, tapi hati gue tetep buat Abang lu dah Del, dia cool banget, sedang ustazd tadi galaknya ga main main kuyy". ucap zeysha
" saya menyuruh kalian berdiri di sini untuk melatih kedisiplinan kalian bukan buat ngomongin orang lain". ucap Gus Ilham yang tiba tiba datang, mereka pun langsung melonjak kaget,
" Nisa mari ikut saya". ucap Gus Ilham
mereka pun mengenyitkan dahinya,
perasaan gue di sini kaga ada yang namanya Nisa dah, batin dela
" maaf ustadz di sini ga ada yang namanya Nisa". ucap dela
" kamu dela Khairunissa kan". tanya Gus Ilham
" iya saya dela Khairunissa jangan lupakan Wijaya, jadi nama saya dela Khairunissa Wijaya". cerocos dela
si dela berani juga ya cerewet sama nih ustazd savage. batin zeysha
" iya kamu ayo ikut saya". ucap Gus Ilham
" tapi ganti dong stadz nama saya dela bukan Nisa". ucap dela
" terserah saya ingin memanggilmu apa, sekarang ikuti saya". ucap Gus Ilham
" ada apaan si, dan ini kedua temenku gimana". tanya dela
" mereka bukan anak kecil lagi yang harus di jaga kemana mana, cepat ikuti saya, assalamualaikum". ucap Gus Ilham sambil melangkah pergi
...ni orang ganteng ganteng ko galak si, dih lebih galakan ni ustazd dari pada bokap gue. batin dela...
dela pun memasuki ruangan Gus Ilham
" ada apa ustadz". ucap dela
" nih kamu kan tadi di hukum jadi pasti belum sempet nugas, nih tugas buat kalian bertiga". ucap Gus Ilham sambil menyodorkan kertas
whattt ni orang sebenarnya waras kaga si, ah elah, udah ma di hukum, karang malah di kasih tugas, savage bener ni ustazd. batin dela
" telingamu masih berfungsi kan". ucap Gus Ilham, yang sedari tadi melihat dela tidak ada respon
" ya iyalah". ucap dela
" ya sudah ini tugasmu dan teman temanmu". ucap Gus Ilham
" sebanyak ini ustazd". ucap dela
" iya". ucap Gus Ilham datar
" ya udah". ucap dela lalu pergi, namun langkahnya terhenti
" istssss, tunggu dulu". ucap Gus Ilham
" apa lagi si ustazd". ucap dela
" Anisa kalo mau pergi ucap salam dulu". jawab Gus Ilham
" assalamualaikum, ustazd galak". ucap dela pelan, namun masih bisa di dengar oleh Gus Ilham
" kamu bilang apa tadi". ucap Gus Ilham
" ahh tidak mungkin gendang telinga ustazd lagi tidur, assalamualaikum". ucap dela langsung kabur
astaghfirullah ya Allah, ujian apa lagi ini. batin Gus Ilham
nantikan kelanjutannya ya, assalamualaikum
✨ HAPPY READING ✨
__ADS_1