
masih dengan dela dan Gus Ilham, perjalanan mereka di selimuti hening
" oh iya Gus, maaf jika saya lancang, apa Gus tidak ada niatan untuk menikah". ucap pa Agus memecahkan keheningan, Gus ilham pun tersenyum
" untuk sekarang saya hanya ingin fokus kepada pesantren dulu pak, kalo sudah ada calonya insyaallah saya segerakan". ucap Gus Ilham
" kalo neng dela". ucap pa Agus
" saya mang". ucap dela sambil menunjuk dirinya, pak Agus pun mengangguk
" kalo dela kan masih kecil, lulus aja belum mang". ucap dela
" tapi kan sebulan lagi neng dela lulus". ucap pa Agus
" hehe nga tau lah mang, dela liat ntar aja". ucap dela, pa Agus pun tersenyum
" saya rasa kalian cocok". ucap pa Agus yang membuat dela dan Gus Ilham saling pandang
idih ogah banget gue sama dia, galak kek begitu, yang ada tiap hari gue naik darah. batin dela
" maksud bapa apa". ucap Gus Ilham
" yah jodoh kan ga ada yang tau Gus, siapa tau kalian bisa berjodoh, kayanya cocok, Gus yang pendiam sama neng dela yang aga bawel". ucap pa Agus yang membuat Gus Ilham dan dela salah tingkah
masa si jodohku seperti dia, yang ada tiap hari aku harus beristighfar karna ulahnya. batin Gus Ilham
" kenapa pada diem neng, Gus, ada yang salah sama omongan mamang". tanya pa Agus
" nga ada yang salah mang, jodoh di tangan Allah, Ilham hanya peru berusaha". ucap Gus Ilham
giliran ngomong sama orang lain aja lembutnya minta ampun, kalo ngomong sama gue udah kek orang mau makan orang, ajaib si ni ustazd. batin dela
mereka pun sampai di tempat studi, Nasifa, zeysha, zahwa, dan Fira pun segera berhamburan ke dela
" delaaaa Lo ga papa kann". ucap zeysha sambil memeluk dela,
dela pun merasa engap di peluk keempat temanya
" woiii kalo meluk satu satu, kalian mau ngebunuh gue apa, gue engap beg*". ucap dela sambil berusaha merenggangkan pelukannya sahabat sahabatnya
" hehe maaf kita kan khawatir sama Lo, lagian Lo ngapain si segala ketinggalan". ucap zeysha
" gue lagi cari mukena, terus waktu gue keluar mobilnya udah ga ada, lagian katanya kalian nungguin di mobil, ko gue di tinggal". ucap dela
" kalo aku sama Zahwa si duduk di belakang Del jadi kita ga tau, kita kira kamu sama zeysha dan Nasifa". ucap Fira
" hehe maaf del, gue sama Nasifa ketiduran jadi ga tau kalo Lo belum naik bus". ucap zeysha sambil cengengesan
" tau tuh zeysha". ucap Nasifa seakan akan mengalahkan zeysha
" enak aja gue, lu juga ikut ketiduran beg*". ucap zeysha
__ADS_1
" udah udah". ucap dela
setelah mereka melewati beberapa acara, kini mereka berkumpul di lapangan untuk santai santai
" oke untuk memeriahkan acara, kita adakan salawatan yang akan di pimpin oleh Zahwa dan nasifa". ucap ustazd firman selaku panitia, Nasifa pun kaget
buset kenapa musti gue si, tau sendiri suara gue kek kodok kecekek. batin Nasifa
Nasifa pun terpaksa maju dan bersalawat, ia masih malu takut suaranya tidak merdu
shalawat Nasifa dan zahwa
Shalaatullaah Salaamullaah 'Alaa Thaaha Rasuulillaah
Shalaatullaah Salaamullaah 'Alaa Yaa Siin Habiibillaah
Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah
Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah
Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii'a Adziyyatin Wahrif
Makaa idal 'idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
llaahi Naffisil Kurbaa Minal'Ashiina Wal'Athbaa
Fakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat
Wakam Min Ni'matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah
Wakam Aghnaita Dzal 'Umri Wakam Autaita D'Zal Faqri
Wakam'Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah
suaranya menyejukkan sekali. batin ustazd firman
" baiklah mari kita ucapkan terimakasih pada Nasifa dan dek Zahwa
" ustad ustad". panggil dini
" iya Din ada apa". ucap ustazd firman
" kita pengen denger lagu yang lagi nge hitz ustazd, dan yang bawainya dela, kayanya suaranya bagus ustazd". ucap dini yang sengaja ingin mempermalukan dela,
tu bocah tengil ngapain lagi si, segala nyebut nyebut nama gue lagi. batin dela
setuju setuju, teriak para santri dan santriwati
__ADS_1
mampus Lo, makanya jangan main main sama gue, mati kan Lo sekarang. batin dini
Gus Ilham yang melihatnya pun khawatir, ia menghampiri dela
" Nisa apa kau bisa". tanya Gus Ilham
" insyaallah ustazd". ucap dela, ia pun langsung beranjak ke depan dan mengambil gitar, ia pun mulai memainkannya dengan anggun
" saya persembahkan lagu untuk kalian, tegar". ucap dela, semua santri dan santriwati pun bersorak senang
*Tergoda aku 'tuk berfikir
Dia yang tercinta
*Mengapa t'lah lama tak nampak
Dirimu di sini
Jangankan ingin ku tersenyum
Tak ada gairah
Kuingin s'lalu bersamamu
Kini ku resah
Diriku lemah tanpamu
Oh...
*Gapai semua jemariku
Rangkul aku dalam bahagiamu
Ku ingin bersama berdua selamanya
Jika kubuka mata ini
Ku ingin s'lalu ada dirimu
Dalam kelemahan hati ini
Bersamamu aku tegar.......
dela menyanyikan lagu tegar bersama iringan gitar, dengan anggun ia mempersembahkanya
masyaallah suaranya lembut sekali. batin Gus Ilham
" gimana apa bagus". tanya ustazd firman
" bagussssss". ucap sahabat dela (Nasifa, zeysha, Fira , dan zahwa)
__ADS_1
" merdu banget masyaallah ka, nanti ajarin aku ya". sorak sala satu santriwati, dela pun mengangguk tersenyum
ah ko jadi di puji si, gagal gue buat dia malu depan Gus Ilham. batin dini