
Keesokan harinya setelah sholat subuh berjamaah yang di imami oleh tigres,kak zahra memutuskan untuk bertilawah dikamarnya sambil menunggu tachibana siuman.
"Audzubillahiminassyaythonirrajiiim"-hingga selesai satu lembar.
Tachibana yang ditubuhnya terdapat segel untuk menyegel ingatanpun terlepas,ia merasakan sakit pada kepalanya.
"Argh"teriak tachibana sambil memegangi kepala dengan kedua tangannya yang membuat kak zahra kaget.
"Astagfirullah,kamu kenapa?"tanya kak zahra sembari menyimpan alquran pada lemari dan mendekati tachibana.
Tiba-tiba tachibana memeluk kak zahra.
"Kak,aku sudah ingat kak!"ucap tachibana
"Tachibana,ingat apa?"tanya kak zahra.
"stop kak jangan panggil aku nama dengan nama itu,mendengarnya saja aku sudah jijik"ujar axelle.
"Kamu sudah ingat?"tanya kak zahra.
"Sudah kak,namaku axelle aku dari kecil diurus dan dibesarkan oleh kiyai mujahid dan kakak angkatku chalinda serta aku juga sudah menikah,betul kan kak?"ujarnya yang masih memeluk kakaknya.
"Kak"lirihnya pelan.
"Apa,sayang?".
"Gimana caranya aku ketemu reina kak?".
"Tinggal ketemu,apa susahnya"ucap kak zahra.
"Ih,kakak,liat aku,masa dengan kondisi seperti ini?"ujar axelle sambil memegang kepala kakaknya dan mengarahkannya pada wajah dan tubuhnya.
"Iya,gpp,kan adikku ini sudah cantik"ucap kak zahra.
"Ih,kakak!"ucap axelle sambil menggebungkan pipi entah sudah terbiasa dengan tubuhnya atau mungkin masih ada sihir pada tubuhnya.
"Adikku ini imut banget ya allah!"ucap kak zahra lalu mencubit kedua pipi axelle.
"Lepasin!"ucap axelle yang masih ngambek.
"Udah jangan ngambek nanti kakak cari tahu caranya,oke?"
"Makasih kak!"ucap axelle lalu memeluk kakaknya lagi.
"Ternyata punya adikku besar ya?ucap kak zahra.
__ADS_1
"Besar apa kak?"tanya axelle bingung"besar apanya?"batin axelle.
"Ini dong masa yang dibawah kan kamu udah gak punya itu,hahahaha"ucap kak zahra memencet payuda*a axelle dengan telunjuknya lalu mengarah ke bagian pusaka axelle yang sudah menghilang.
"Au ah"ucap axelle lalu pergi keluar kamar dan menuju kamarnya untuk mandi.
Axelle memutar gagang pintu kamarnya yang ternyata dikunci.
"Hei kamu siapa!"teriak reina yang melihat ada perempuan mencoba masuk kedalam kamar suaminya dan menghampirinya.
"Aku-anu,eee"ucap axelle gagap.
"Siapa!,yang jelas dong"ucap reina marah didalam otaknya ia bertanya tanya siapa perempuan yang ada dihadapanya.
"Anuuu"axelle mencoba menjawab siapa dirinya tapi merasa bingung dan ragu.
"AKATSUKI PUTRI AXELLA!"teriak kak zahra dan berjalan menghampiri axelle yang sedang ditanyai oleh reina.
Axelle dan reina yang mendengar kak zahra berteriak pun terkejut.
Kak zahra menatap axelle dan berbicara melalui batinnya.
"Kamu harus pura pura jadi adikku dulu,oke?"batin kak zahra yang hanya bisa didengar oleh axelle.
Kini axelle menjadi bernama putri.
Putri kini langsung berlari ke arah kakaknya lalu bersembunyi dibelakang kakaknya itu sambil memegang erat tangan kakaknya.
"Siapa dia?"tanya reina.
"Putri axelle"ucap kak zahra yang ingin mengerjai adik iparnya.
"Apa?!!"teriak reina dan putri hanya mengeratkan pegangannya yang terkejut atas jawaban kakaknya.
"Bukan,maksudku dia putri ayah axelle adikku"ujar kak zahra.
"Nama ayahku juga axelle,reina."ujarnya.
"Owh"reina tak tahu harus menjawab apa.
"Salah masuk kamar"ucap putri pelan yang hanya terdengar jelas oleh kakaknya .
"Dia salah kamar"ucap kak zahra.
"Kamu mengunci kamar axelle?"tanya kak zahra.
__ADS_1
"I-ya"ucap reina.
Reina yang melihat putri bersembunyi jadi merasa bersalah.
"Hai,maaf ya udah bentak kamu"ucap reina sambil mengulurkan tangannya.
Putri kemudian mengangguk sambil menjabat tangan reina.
"GPP"ucap putri sambil tersenyum.
Deg jantung reina bergetar melihat keimutan putri.
"Imutnya"ucap reina lalu mencubit kedua pipi putri.
"Jangan pegang!"ucap putri pelan ia marah karena reina menganggapnya seperti boneka.
"Ma-af".
"Heh"putri mengebungkan pipinya.
"Apa adikku ini sudah jadi perempuan beneran ya?"batin kak zahra.
"Kamu mau masuk ke kamar axelle?"tanya reina sambil memberikan kunci kamar axelle yang selalu ia bawa disakunya.
"iya"jawab putri singkat.
"udah jangan ngambek,nanti kakak cubit pipi kamu"ucap kak zahra sambil tsrsenyum manis tapi menurut putri itu adalah senyum yang menakutkan.
"siscon!"ujar putri lalu langsung masuk kamar axelle.
"apa!!!"teriak kak zahra hendak masuk namun pintu kamar itu sudah ditutup oleh putri.
"jedak".
"aduh".
"awas kamu!"teriak kak zahra.
bersambung.
sorry ya baru update soalnya aku besok akan melaksanakan ujian,minta doanya ya supaya dilancarkan.
ditunggu ya update selanjutnya
Terimakasih.
__ADS_1