
Pagi hari.
Axelle bangun dari tempat tidurnya meski masih lemas tapi ia memaksakan diri untuk bangun karena bosan,iamenuju ruang tengah.
"eh,Adek"syarva kaget.
""sini sarapan dulu yuk?".
"hmm"
setelah sarapan.
"kak rangga kemana,kak?".
"Kuliah,adek mau sekolah ya?"tanya syarva.
"enggak,kak,kok pagi banget?"ucap axelle.
"mungkin kak rangga nongkrong dulu sama temannya"ucap axelle.
"kakak gak sekolah?"tanya axelle.
"oh ya kakak lupa!"syarva buru buru kembali kekamar dan memakai seragam.
"astagfirullah,aku lupa kan masih ada axel disini,gimana ya?"gumam syarva.
ia pun keluar kamar melihat axelle sedang menatap keluar jendela.
"Ada apa dek?"tanya syarva.
axelle tak menjawab tiba-tiba.
"Assalamualaikum!"ucap seseorang.
"waalaikumsalam"jawab syarva dan buru buru membuka pintu.
"Ada apa ya pak?"tanya syarva.
"saya sedang mencari putra saya,namanya Axelle !"ucap Hassan Hassan.
Syarva bingung dengan keadaan ini,takut orang didepannya itu penculik.
"tunggu dulu ya pak saya panggil axelle nya"jawab syarva.
"hemm".
syarva mencari axelle tapi tidak ada,ia mencari kekamar tapi tetap tidak ada.
tiba tiba Hassan masuk kekamar itu dan langsung kekamar mandi.
"lepas"teriak axelle.
"pak itu-"
"ya ini anak saya,makasih ya,permisi".
"lepas!"teriak axelle kuat-kuat bahkan kedua tangannya lepas,darah mengalir dikedua tangannya.
"Astagfirullah"teriak syarva kaget melihat tangan itu lepas lalu tumbuh kembali.
"Diam kamu,ikut ayah sini!"bentak Hassan.
"gak mau"axelle berlari tapi ditahan Hassan.
"bapak tenang dulu ya,kita bicarakan baik baik "syarva memncoba menenangkan situasi.
__ADS_1
"oke"ia melepas tangan axelle,bocah itu berlari ke arah syarva dan bersembunyi dibelakangnya.
Hassan menceritakan siapa axelle sebenarnya dan kenapa ia bisa berubah menjadi anak kecil.
Syarva terkejut tak percaya tapi karena bukti sudah ia lihat maka ia harus menerima kenyataan itu.
"Kak,kakak tenang ya,istri kakak pasti sedih banget,kakak pulanglah dan bicarakan baik baik dengan keluarga kakak"ucap syarva,ia merubah panggilannya menjadi kakak emang umur axelle diatasnya.
"hmm"axelle menangguk dan akhirnya ikut ayahnya dan mereka mengantar syarva Kesekolah.
"Assalamualaikum"ucap Hassan.
tak lama kemudian.
"waalaikumsalam"Reina membuka pintu.
Hassan menjelaskan bahwa axelle berubah menjadi anak kecil karena kekuatan ditubuhnya tidak stabil,karena sudah lama tidak meminum darah,dan kemarin ia minum darrah vampir yang memiliki kekuatan besar sehingga tubuhnga tidak mampu menstabilkan kekuatan.
Reina dan fatimah langsung memeluk axelle.
"jangan pergi lagi abii,umi takut".
"Mas jangan pergi oke?,aku mencintaimu apa adanya"bisik fatimah.
"maaf sayang"jawab Ali/axelle.
"oke semuanya ayah pulang ya,assalamualaikum"ucap Hassan.
"waalaikumsalam warahmatullah".
"sayang kamu imut ih"reina mencubit pipi suaminya itu.
"ih kak aku juga pengen cubit".
"hehh,kalian gak.ada akhlaq apa cubit pipi suami"ucap Ali.
"maaf ya,abis kamu lucu"jawab mereka reina.
"iya mas kamu jadi lucu".
kedua istri itu bahagia dengan adanya suami bocilnya itu.
Keduanya lalu pergi untuk mengajar dikelas,meninggalkan suami boccilnya dirumah.
pada saat istirahat terlihat ada bocah yang menghampiri santriwati dikantin.
"Halo,boleh saya duduk"ucap Ali.
"boleh dek silahkan"jawab santriwati itu.
"Dek kamu mau pesen apa?".
"gak lapar kok cuma pengen duduk aja melihat bidadari sedang makan"ucap ali mengedipkan matanya pada santriwati itu.
"Dek kamumah masih kecil udah ngegombal"santriwati itu memerah dan salting karena malu.
"Oh ya kenalin nama kakak Vuri,nama kamu?"tanya santriwati itu.
"Rahasia"ucap Ali pelan.
"kok main rahasia-rahasiaan segala sih"ucap Vuri lalu tiba-tiba mencubit pipi tembem bocah itu karena gemes.
"aduh sakit kak"teriak Ali.
"huhuhuhu"Ali pura pura menangis kencang.
__ADS_1
"eh maaf ,udah ya kakak gak sengaja,kamu mau es krim?"bujuk Vuri .
"Mau,huhu..,tapi yang besar oke?".
"oke deal"ucap vuri.
"oke deal!"jawab Ali.
"tunggu dulu ya"
Vuri memesan es krim dan menyerahkannya pada ali.
"Nih".
"makasih".
Keduanya memakan makanannya,Ali memakan es krim sedangkan Vuri memakan seblak.
setelah vuri makan,ia menunggu ali menghabiskan es krimnya.
Setelah es krim tinggal sedikit,Ali dengan jahil mengarahkannya pada hidung Vuri.
"aduh,"
"ah kamu mah usil banget"vuri cemberut.
"wleee"ali lalu mengarahkannya lagi membuat Vuri menutup mata karena terkejut tapi setelah beberapa saat ia membuka mata melihat bocah itu mengejek dirinya menjulurkan lidah dan langsung berlari.
"awas ya kamu"teriak vuri.
"hey vur jangan lari larian nanti jatoh!"teriak temannya.
Duk ali menabrak seseorang.
"aduh,sakit,siapa sih ngalangin jalan!"teriak ali
"Ustadzah"ucap Vuri berhenti dan membantu Reina berdiri.
"Kamu!"ucap reina pada bocah yang memegang bokongnya.
"Eh"Ali terkejut dan akan berlari.
duk ia menabrak orang lagi.
ternyata itu temannya vuri,ia memegang tangan ali.
"ini ustadzah"teman vuri menyerahkan bocah itu pada reina.
"Maaf"ucap ali tapi tak dijawab reina
"kamu kenapa dimuka kamu ada es krim?"tanya reina.
"itu ustdzah karena dia"Vuri menunjuk Ali.
"kamu ya bener bener!"Reina menjewer telinga suami kecilnya itu.
"sakit,ampun umi huhuhuhu"Ali berakting menangis.
"eh,maaf sayang,umi gak sengaja"Reina melepasnya.
"wleee,kena tipu deh umi"Ali berjoget dan berlari menuju rumahnya.
"hahaha,kak udah jangan dikejar"ucap fatimah tertawa pelan.
"Awas kamu Abi!"batin reina.
__ADS_1