Ustadz Vampir Dingin

Ustadz Vampir Dingin
Bocah


__ADS_3

Tujuh hari kemudian Ali beserta kedua istrinya telah sampai dibandara Soekarno-Hatta karena urusannya dijepang sudah selesai  ,Ali membawa dua robot penjaga untuk ia tempatkan dipesantren,robot itu dibawa oleh anak buahnya menggunakan truk besar dan dijaga oleh beberapa TNI agar sampai di pesantren.


Ali membawa kedua istrinya untuk jalan jalan diibukota terlebih dahulu untuk membeli oleh-oleh untuk para santri,mereka memborong peci untuk para santri dan kerudung serta cadar untuk santri putri serta selimut untuk semua santri baik laki laki maupun perempuan,tentu saja dibawa oleh truk yang berukuran sedang untuk membawa oleh oleh itu,setelah truk membawa barang barang itu,mereka bertiga jalan jalan ditaman ibu kota.


"Ke resto dulu abi,umi lapar,fatimah juga pasti lapar ya?"ucap reina dan fatimah hanya mengangguk,ia belum berani meminta sesuatu pada suaminya itu.


"Oke"jawab Ali lalu menuju restoran terdekat.


Setelah mengisi perut mereka menuju pesantren.


Reina sudah terlelap dikursi belakang tapi tidak dengan fatimah yang merasa gelisah didalam hatinya.


"Mas"ucap fatimah ragu.


"Ya?"


"Mas istirahat aja pasti cape biar aku yang nyetir"ucap fatimah.


"Gak kok,kamu kok enggak tidur?"ucap ali.


"Gak bisa tidur mas"ucap fatimah.


"Loh,kenapa?"ucap Ali sambil melirik sebentar ke arah fatimah lalu kembali fokus menyetir.


"Gak tau,perasaan aku gak enak"ucap fatimah pelan tapi bisa terdengar oleh Ali.


"Kamu berdoa aja ya biar tenang"ucap ali.


"Ya mas"


Setelah beberapa saat fatimah kembali merasa ketakutan


"Mas,aku takut"gumamnya sambil waspada melihat keluar mobil.


Ali melewati hutan makanya fatimah yang tidak tidur merasa takut.


Ckiiit.


Ali mendadak nge rem,ia melihat sekelompok pemuda yang sedang dihadang beberapa harimau.


"Astagfirullah"teriak fatimah terkejut yang membuat reina terbangun dari tidurnya.


"Ada apa dek?"ucap reina sambil mengucek ucek matanya.


"I-itu kak"ucap fatimah menunjuk ke arah harimau yang siap memangsa kelompok pemuda itu.


"Astagfirullah"


Tiba tiba Ali keluar mobil.


"Mas kemana?"teriak fatimah.


"Diam disana dan jangan keluar apa pun yang terjadi"ucap Ali tegas.


"Jangan abi"teriak Reina namun ali tetap berlari kearah harimau itu.


"Diam disana!,jangan lari!"teriak ali pada kelompok remaja itu.


Teriakan ali didengar oleh ketiga harimau itu,ketiganya langsung berlari siap untuk menerjang ali.


Jalanan yang sedikit terang dengan diterangi bulan membuat kelompok pemuda itu bisa melihat ali.


Ketika hampir dekat dengan ali ketiga harimau itu mengaum yang membuat orang yang mendengarnya ketakutan.


Ketiganya melompat ke arah Gus ali.


Ternyata tidak semudah itu ferguso,Gus ali langsung menghindar dengan cepat.


"Apa-apaan itu tadi?"gumam salah satu pemuda itu terkejut.


Ketiga harimau itu berusaha menggigit Ali tapi ternyata malah mereka yang hampir mati karena di hajar habis habisan oleh ali.


"Wow hebat"ucap satu pemuda itu kagum,ia bersuara lumayan keras,jalanan yang sepi membuat ketiga harimau menoleh ke arah pemuda tadi.


Merasa tidak sanggup melawan Ali,satu harimau berlari menuju arah kelompok pemuda tersebut,sedangkan ali masih melawan kedua harimau.


Melihat satu harimau berlari menuju kelompok para pemuda gus ali juga ikut berlari mengejar satu harimau yang hampir dekat dengan mereka tanpa memedulikan kedua harimau yang ikut mengejarnya.


Dug


Ali menendang samping harimau itu sampai terpental dengan nafas ngos ngosan,semenjak ia bangkit kembali ia merasa sebagian kekuatannya menghilang atau berkurang.


Greb,krek dua harimau yang dibelakang ali berhasil menggigit pundak dan kaki gus ali.


"Allahu akbar"teriak Gus ali.


"Abii"


"Mas ali!"teriak kedua istrinya.


Dengan sisa tenaganya gus ali mencengkram leher kedua  harimau itu,keduanya hampir mati.


Satu pemuda yang melihat harimau satunya lagi berlari ke arah ali,ia pun dengan sigap berlari dan menendang harimau itu.


"Kadieu manneh"ucap temannya,pemuda tadipun berlari ke arah teman temannya tapi ternyata harimau tadi mengejar mereka.


"La haula wala quwwata illa billah"teriak gus ali yang membuat melempar kedua harimau itu.


Ali mengejar harimau yang masih hidup itu dan juga melemparkannya ke arah jurang bersama kedua harimau itu yang tadi ia lemparkan ke arah jurang.


Setelah berhasil melempar ketiga harimau itu kejurang,Ali merasa lega karena kelompok pemuda itu tidak ada yang tewas.


"Alhamdulillah"gumamnya lalu terjatuh karena kehabisan tenaga.


"Innalilahi,ayo tolong!"ucap satu pemuda pada teman temannya mereka berlari mendekati ali.


"Abii!"teriak Reina dan memeluk suaminya.


Ali melihat ke arah para pemuda.


"Kalian tidak terluka?"tanya Ali.


"Diam mas,sekarang kamu pikirkan diri kamu sendiri!"ucap fatimah.


DEG


Jantung mereka seakan copot melihat Ali menutup matanya.


"Abi,bangun,Abi!"teriak reina.


Fatimah menangis melihat suaminya menutup mata.


Satu pemuda memberanikan diri memeriksa denyut nadi Ali.


"Maaf kak ayo kita bawa mas nya ke pesantren Al mujahid disana mungkin ada klinik,mas nya masih hidup kak!"ucap pemuda itu.


"Apa benar yang kau ucap kan?"tanya fatimah,ia terlihat syok.


"Benar kak ayo!"


"Bantu gue lu mah malam diem!"ucap pemuda itu.


Lalu kedua pemuda itu pun membawa tubuh ali kedalam mobil dan di kemudikan oleh reina dengan sangat kencang,sementara itu para pemuda langsung menaiki motornya masing masing menuju pesantren al mujahid.


Ternyata dipesantren mobil yang membawa robot dan hadiah sudah sampai.


Para asatidz juga kebagian,para santri terlihat bahagia mendapat hadiah terutama selimut yang mahal,mereka juga senang bisa melihat robot penjaga.


"Kapan ya Gus ali sama ustadzah sampai?"tanya santri.


"Gak tau,mudah mudahan mereka selamat sampai sini"jawab temannya.


"AAMIIN"ucap mereka.


"Mas kamu kenapa?"tanya chalinda pada suaminya yang terlihat gelisan sampai sampai ia mengeluarkan keringat.


"Gak tau tapi hatiku sakit baget ini".


"Ayo kerumah dulu yu mas mungkin  banyak pikiran dan kecapean'ucap chalinda.


"Ayo".


"Semuanya kita pamit dulu ya,nanti kalo Gus ali sudah sampai tolong kabari yah,Assalamulaikum"ucap reina.


"Waalaikumsalam warahmatullah"jawab mereka.


Para santri masih setia menunggu kepulangan Gus ali bersama kedua istrinya,para santri dijaga oleh asatidz dan juga kudua robot yang sudah diaktifkan.


Selang beberapa lama mereka sudah menguap.

__ADS_1


"Antum semua istirahat aja biar abah dan para asatidz yang menunggu Gus ali"ucap Kiyai yang baru selesai membaca dimasjid.


Terlihat para santri tidak mau meninggalkan gerbang itu.


"Kak,Axelle mana kak"ucap putri yang masih memanggil Ali dengan Axelle.


"Tunggu ya bentar lagi"


"Itu mobil gus Ali !"teriak salah satu santri lalu mereka tidak jadi pergi ke asrama,mereka kangen dengan gus ali yang dianggap oleh mereka sebagai kakak,karena Gus Ali selama beberapa hari mengajar sangat perhatian kepada para santri membuat mereka nyaman dan mereka juga kadang curhat kepada Gus ali.


Mobil berhenti lalu para pemuda yang mengikuti dari belakang turun,dua orang dari mereka masuk mobil.


"Hey siapa kalian!"ucap satu santri namun kedua pemuda itu tetap masuk.


"Ayo angkat"ucap pemuda itu pada temannya,mereka berdua mengangkat tubuh Ali dan membawanya keluar,bersama kedua istri Ali juga ikut keluar.


DEG


Kiyai,asatidz serta para santri terkejut.


"Ali"Hussain mendekati tubuh penuh darah itu dan membantu mengangkatnya menuju klinik pesantren.


"Ayo"ucap Hussain pada dua pemuda itu.


Kiyai dan asatidzah mendekati kedua istri Ali.


"Ustdzah apa yang terjadi?"tanya Asatidzah.


Reina dan fatimah hanya diam dengan tatapan kosong dan tubuh yang gemeteran


"Kalian bawa mereka berdua masuk dan bantu tenangkan mereka"ucap kiyai pada asatidzah.


Mereka membawa kedua istri gus ali itu ke rumah kiyai.


Putri dan zahra langsung syok.


"Astagfirullah"ucap mereka berdua.


"Ayah dek,gimana kita ngomongnya"ucap zahra.


Putri langsung menangis dan  berlari menuju rumah ayahnya disebelah rumah kiyai.


"Ayah"teriak putri


"Dek jangan"teriak Zahra.


"Mas itu -"suara chalinda terpotong karena mendengar pintu dibuka dengan keras.


"Ayah!"teriak putri sambil berlari memeluk ayahnya.


"Ada apa nak?"tanya hassan.


"It-itu"


"Tenang dulu"ucap chalinda.


"Gimana aku tenang,axelle mah"


"Ayah sebaiknya ayah ikut ke klinik"ucap zahra.


"Ya,ayo "


Mereka berempat menuju klinik pesantren.


"Sebaiknya kalian kembali ke kamar dan tidur"ucap kiyai.


"Baik abah"mereka patuh kali ini


"Abah kami pamit dulu,assalamualaikum"ucap para assatidz.


"Waalaikumsalam"jawab abah.


Para santri dan asatidz masuk kemarnya masing masing,banyak diantara mereka yang menangis karena sudah akrab dengan Gus ali,Gus favorit serta Gus kesayangan mereka.


Kiyai melihat ke ke sebelas pemuda itu ternyata mereka mengalami luka lebam diwajah akibat tawwurran.


"Dok,obati luka mereka"ucap kiyai.


"Gak perlu kiyai kami gak apa apa"ucap pemuda bernama Rangga pemimpin para pemuda tadi.


"Kalian gak pulang?"tanya kiyai.


"Kami gak punya rumah kiyai,motor kita juga itu sebenarnya pinjam dari teman"ucap Rangga berbohong,padahal motor itu mereka dapatkan dari balap liar dan tadi mereka diserang musuh mereka,mereka tinggal disebuah markas lebih tepatnya rumah kosong.


"Gak usah kiyai,kami gak mau merepotkan"ucap rangga.


"Baiklah".


"Kiyai kami permisi dulu "ucap rangga.


"Kemana bukannya kalian gak punya rumah?"


"Cari makanan kiyai laper"


"Oh,ya udah"


"Assalamualaikum kiyai"


"Waalaikumsalam warahmatullah"jawab kiyai.


Beberapa saat kemudian pintu klinik terbuka.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam warahmatullah"


"Abah bagaimana keadaan ali bah?"tanya chalinda.


"Udah ditangani sama dokter tadi"


"Abah sebenarnya ada cara agar Ali cepat pulih tapii aku takut abah melarang"ucap Hassan


"Apa caranya Yah?"tanya Reina antusias.


"Dia harus minum darah"ucap Hassan pelan,takut kiyai marah".


"Cepat lakukan ayah,aku siap memberikan darah !"ucap reina.


Hassan melihat kiyai,kiyai hanya mengangguk tanda setuju


"Jangan kamu,kamu lagi hamil"ucap kiyai.


"Aku aja Bah"ucap Hussain.


Hussain pun menggores telapak tangannya dengan kuku tajamnya,tentu saja fatimah terkejut.


Hussain meminumkan darahnya pada Ali,seketika luka ditubuh ali langsung menutup dan ia langsung membuka mata dengan mata merah dan taring yang panjang lalu dengan cepat menarik kakaknya dan menggigit lehernya.


"Arggh"teriak Hussain.


"Astagfirullah"teriak fatimah


Terlihat Hussain sangan pucat dengan tubub lemas.


"Lepaskan kakakmu!"teriak kiyai membuat Ali kembali sadar dan melepas taringnya.


Hussain hampir ambruk untungnya ditahan oleh Hassan


"Astagfirullah"ucap Ali dan melihat pada kedua istrinya.


"Astagfirullah"teriak fatimah merasa takut dan memeluk reina.


"Maaf"ucap Ali menunduk dan meneteskan air matanya.


Fatimah yang melihat itu merasa bersalah.


"Mas"panggilnya pelan.


Ali tetap menunduk dan langsung berubah menjadi sosok kelelawar tapi imut banget kaya boneka,iapun terbang keluar melewati semua orang,pada saat melewati kedua istrinya ia melihat pada mereka berdua dan meneteskan air mata.


"Mas kamu kemana"teriak Fatimah.


"Abi jangan pergi abi"ucap reina.


Mereka berdua hendak mengejarnya tapi dilarang kiyai.


"Biarkan dia,nanti juga kembali,dia hanya ingin menenangkan diri"ucap kiyai.


................

__ADS_1


 


.


.


"Ayo kembali"ucap rangga pada anak buah sekaligus temannya.


"Baik,ayo ketua"ucap mereka sambil menaiki motornya.


Diperjalanan mereka dihadang beberapa mobil hitam tanpa plat nomor.


"Berhenti"teriak seseorang didalam mobil.


Mereka sebelas menghentikan motornya.


Dari dalam mobil keluar lima belas orang berpakaian serba hitam sambil membawa senjata tajam.


 


"Ikut kami"ucap pemimpin mereka.


Tiba-tiba


Duk dak duk krak


Seseorang menyerang mereka memukul,menendang dan mematahkan leher mereka dengan cepat.


Tentu saja kesebelas pemuda itu terkejut karena kedatangan bocah imut enam tahun yang tiba tiba ditambah lima belas orang tadi sudah meninggoy.


Setelah membunuh lima belas orang tadi,Ali melirik ke sebelas pemuda itu.


"Hai"ucap Ali melambaikan tangannya ke arah mereka.


"Bocah buggil?"gumam Rangga tapi masih bisa didengar oleh bocah itu.


"Buggil?"gumam Bocah itu lalu melihat pada tubuhnya.


"Astaga gua "teriak Bocah itu ternyata ia adalah Ali yang berubah wujud dari kelelawar dan menjadi bocah.


"Hahhaha"Rangga dan kawan kawannya tertawa melihat bocah itu terkejut.


"Diam!"ucap ali lalu buru buru mencari bajunya yang membuat mereka menjadi diam dan berusaha menahan tawanya.


"Untung gak jauh"gumam Ali lalu memakai bajunya untuk menutupi badannya,dengan baju kebesaran.


Tiba-tiba Ali naik menuju motor rangga.


"Cepat jalan"ucap Ali.


"Dek,kamu mau kemana?"tanya rangga.


"Markas kalian"ucap Ali yang membuat mereka terkejut.


"Cepat gua lelah!"ucap Ali melototi Rangga.


"Oke"ucap rangga menuruti pahlawannya itu.


Mereka menuju markasnya.


"Nama kamu siapa dek?"ucap Rangga.


"Axelle"jawabnya singkat.


"Oh".karena Ali tidak menanyakan namanya rangga pun tidak memberitahu namanya.


Sesampainya di markas mereka tepatnya rumah kosong namun masih layak dihuni,rumah itu terletak dipinggir hutan.


"Gendong"ucap Ali pada rangga.


"Jalan sendiri ah cape!"ucap rangga.


"Gendong!"teriak Ali.


"Iya,iya"rangga pasrah lalu menggendong Ali menuju kamarnya sedangnya anak buahnya tidur dikamar sebelah.


Ali yang sudah kelelahan langsung tertidur pulas sedangkan rangga sedang mandi untuk membersihkan dirinya.


"Siapa bocah ini?"Gumam rangga.


"Tau ah mending tidur"gumamnya lagi.


Rangga mulai tertidur disamping Bocah itu.


Subuh tiba.


Rangga hendak memangunkan Ali karena ia merasa tubuh bocah itu panas.


"Hey"ucap rangga menggoyangkan tubuh kecil itu.


"Gimana nih?"gumamnya.


Lalu ia mengompres Ali(axelle)dengan kain yang sudah dicelupkan pada air dingin lalu membangunkan teman temannya untuk melaksanakan sholat subuh.


"Astagfirullah,aku kesiangan"gumam Axelle lalu ia menarus kain kompres itu pada gayung berisi air dingin,dengan tubuh lemas ia berjalan kekamar mandi dan mengambil wudhu.


 Ia keluar kamar dan ternyata Rangga DKK sedang melaksanakan sholat subuh,iapun ikut berjamaah.


Setalah rangga dkk selesai mereka melihat Axelle yang masih berdiri melaksanakan rakaat terakhir karena ketinggalan.


Rangga Dkk semakin takjub pada bocah itu yang sudah melaksanakan sholat.


Sesudah mengucapkan salam,axelle benar-benar tidak kuat lagi,akhirnya ia pingsan.


"Astagfirullah"ucap rangga lalu membawa bocah itu kekamarnya dan mengompresnya lagi.


"Ga,dia kenapa?"tanya Bayu temannya.


"Demam nih,maaf nih tolong beli obat penurun demam buat anak kecil ya"ucap Rangga.


"Siap!"jawabnya lalu segera membeli obat.


"Kak emang kakak akan merawatnya sampai kapan?"tanya adik perempuannya yang hanya beda satu tahun saja bernama Syarva.


"Gak tau,kalo emang dia gak punya keluarga kakak akan rawat dia,kamu gak keberatan kan?"tanya rangga.


"Enggak kak,cuma aku penasaran aja,ini bocah kok bisa kuat banget ya?"tanya Syarva.


"Gak tau mungkin ini karamahnya,dia yang masih kecil aja udah taat beribadah,dan baik pula mau nolong kita padahal kan keadaanya kemarin pasti ia sangat lemas ya?"Rangga mengusap kepala bocah itu.


"Semoga aja dia cepet sehat kak,kita beli baju buat dia kasian pake baju kegedean"ucap syarva.


"Aamiin dek".


Tak lama kemudian Bayu datang membawa obat pada rangga.


"Nih"


"Thanks bro".


"You are welcome Ga,gua tidur lagi ya ngantuk"ucap bayu.


"Sok atuh"jawab Angga.


"Dek bangun,minum obat dulu!"ucap Rangga.


Axelle membuka matanya.


"Dek tolong ambilin air".


"Ya kak"


Setelah air minum dan obat ada Axelle memakan obat itu.


"Bismillahirahmanirrahiim"axelle memakan obat itu dan meminum airnya.


"Makasih kak"ucap Axelle,tak mungkin ia memanggil namanya dengan keadaan seperti itu.


"Dek maaf sebelumnya kakak mau tanya boleh ya?"tanya syarva.


"Boleh"jawab axelle singkat.


"Adek tinggal dimana?"tanya syarva.


"Aku gak punya tempat tinggal kak"ucap Axelle berbohong ia menunjukan wajah sedih,tak mungkin ia menyebutkan ia tinggal diPonpes,karena pasti mereka akan mengirimnya kesana.


"Maaf dek,udah buat kamu sedih"ucap syarva.


"Gpp kak"

__ADS_1


"Tidur lagi ya?"ucap syarva sambil menyelimutinya.


"Makasih kak"ucap axelle lalu tertidur lagi


__ADS_2