Ustadz Vampir Dingin

Ustadz Vampir Dingin
Panik gak,panik gak,paniklah masa enggak.


__ADS_3

"Nak ayo ikut abah"ajak kiyai pada calon menantunya.


"baik abah!"jawab Hassan.


"panggil Anak kamu juga"bisik abah tiba-tiba ditelinga Hassan.


Hassan jelas terkejut,kenapa kiyai bisa tau ia mempunyai anak?begitulah isi hatinya bertanya tanya,ia terdiam sejenak bingung apa yang akan ia lakukan sekarang.


"ajak Hussain ikut juga!"ucap abah lalu pergi meninggalkan hassan kerumahnya.


Hassan mengajak hussain ikut dengannya pergi ke rumah kiyai,Hussain entah kenapa merasakan sedikit ketakutan didalam hatinya setelah ayahnya memberitahu bahwa kiyai tahu tentang mereka,berbeda dengan Hassan ia sudah siap menjelaskan siapa dirinya.


"Assalamualaikum"ucap Hassan dan putranya.


"waalaikumsalam warahmatullah,ayo masuk"ucap kiyai lalu menutup pintu.


ternyata disana ada Chalinda yang sedang duduk menggunakan cadar karena disuruh kiyai,mungkin karena mereka akan segera menikah.


"abah buat minum dulu ya"ucap abah.


"biar aku aja bah"ucap chalinda.


"abah gak usah repot repot"ucap Hassan sementara Hussain diam saja karena menahan seseuatu didalam dirinya.


"Duduklah,abah yang akan siapkan minum!"ucap kiyai tegas lalu beranjak menuju dapur


Hussain mencium bau darah yang sangat menggiurkan,karena itu ia berusaha menahannya.


setelah menuangkan cairan merah pada dua gelas kiyai membawanya menuju ruang tamu.


Hassan yang sudah biasa mengendalikan diri agar tidak meminum darah tentu saja terlihat tenang berbeda dengan Hussain yang sedang menahan haus vampirnya itu.


"silahkan diminum nak!"ucap kiyai.


"Tapi abah-"Hassan ragu meminumnya.


"kenapa?"tanya kiyai.


"maaf abah tapi ini haram hukumnya"ucap Hassan yang membuat chalinda terkejut,dari awal ia menyangka mungkin itu hanya jus biasa,ia penasaran dengan isi gelas itu,apakah arak?.


Hussain yang tidak lagi menahan diri langsung berlari keluar rumah tapi ketika membuka pintu,ternyata pintu itu sudah dikunci oleh kiyai.


kiyai yang melihat itu hanya tersenyum.


"kamu tidak akan bisa keluar"ucap Kiyai pelan yang hanya bisa didengar Hassan dan Hussain,tapi tidak dengan chalinda yang seorang manusia biasa.


Hussain sangat panik,taringnya sudah keluar,bagaimana mungkin ia menghadap kiyai dengan keadaan seperti itu.


"Duduklah!"titah kiyai.


Hassan ingin sekali membantu Hussain tapi entah kenapa ia tidak bisa berdiri hanya dengan ditatap oleh kiyai.


"Cepat!"abah mulai mengeluarkan suara tegas dan penuh intimidasi yang membuat Hussain dengan sendirinya membalikan tubuhnya.


tentu saja chalinda kaget,meski ia sudah tahu bahwa Hassan,Hussain dan ali serta Putri adalah vampir,ia baru pertama kali melihat vampir dalam wujud yang mengerikan,taring yang keluar dan mata yang berwarna merah.


"Astagfirullah"ucap chalinda setengah berteriak karena kaget.


"cepat duduk!"titah Kiyai.


Hussain dengan patuh menuruti keinginan kiyai.


"Minumlah dan berdoa pada allah bahwa itu yang terakhir kalinya kalian minum itu!"ucap kiyai.


dengan patuh mereka berdua meminumnya dengan ucapan basmalah terlebih dahulu,mereka meminum dengan tiga kali tegukan masing masing tegukan dibacakan basmalah.


"alhamdulillah"ucap mereka berdua yang sudah habis meminum darrah itu.


"Kalian harus janji ini yang terakhir"ucap kiyai.

__ADS_1


"Iya abah"


"kamu yakin menerima hassan sebagai imam kamu nak?"tanya kiyai pada chalinda.


"insya allah abah"ucap chalinda.


"oke abah merestui hubungan kalian dan besok ijab qabulnya dan untuk walimatul urs abah akan membeli chatering saja"ucap kiyai.


"terimakasih abah"ucap Hassan


"Kalau begitu silahkan kalian kembali kekamar masing masing,ini sudah larut malam"ucap abah.


"Kami permisi dulu abah,Assalamualaikum!"ucap Hassan dan Hussain lalu mencium tangan abah kemudian pergi kekamar dan beristirahat.


Darimana kiyai tahu Mereka adalah vampir?entahlah author juga tidak tahu,mungkin kiyai melakukan sholat istikharah agar allah memberi petunjuk padanya tentang hal hal yang berkaitan dengan calon menantunya.


"abah"ucap chalinda pelan.


"ada apa nak?"tanya kiyai.


"Abah,apakah mereka tidak akan meminum darah lagi?"tanya chalinda ragu.


"insya allah nak,mereka sudah berusaha menahan diri tadi"ucap abah.


"tapi kenapa abah menyuruh mereka minum lagi?"tanya chalinda.


"simple kok jawabannya,agar mereka tidak penasaran lagi pada darah lagi"ucap abah.


"sekarang kamu tidur"ucap kiyai.


"baik abah"ucap chalinda.


Keesokan harinya para santri sangat heboh dengan pernikahan dadakan itu.


"Mungkin kemarin itu persyaratan abah kepada A hassan,dan ia berhasil melaksanakannya"ucap malik.


"mungkin saja,tapi alhamdulillah lah pokoknya ana ikut senang dengarnya"ucap hasbi.


"Gpp A, Hanya ingin saja,kapan jodohku saja"ucap Hussain,padahal yang ia pikirkan adalah adiknya putri yang tidak terlihat.


"ngaji yang bener dulu,insya allah jodoh kamu pasti ada"ucap Malik.


"ngaji aja belom bener udah mikirin jodoh kamu mah,Hahahaha"ucap hasbi,ia teringat Hussain frustasi karena belum bisa baca alquran,ia masih iqra dan itupun terbata-bata.


"ish kamu mah temen lagi galau bukan disemangatin malah diledek"ucap Malik.


"maaf Ya A"ucap hasbi.


"heem ya dimaafin"Hussain.


"udah dong cemberutnya"ucap Malik.


tiba-tiba Hasbi tertawa lagi.


"aahhhaha,kayak Cewek PMS"hasbi tertawa melihat wajah Hussain.


"aku bogem nih lama lama"ucap Hussain.


"ampuuun,putri"teriak hasbi lalu berlari kencang karena Hussain bersiap membogemnya.


"Hihihi,lucu mukanya kaya neng putri,astagfirullah,kok aku ingat dia sih"gumam malik dan terus beristighfar karena bayangan putri tadi pagi cemberut masih ada didalam benaknya.


......


"kenapa ayah gak bilang sama putri kalau ayah akan menikah lagi?"ucap putri pada ayahnya.


mereka berada dikamar kiyai,untuk membicarakan masalah ini tentu saja ada kiyai,kenapa dikamar ya agar para santri tidak tahu siapa mereka sebenarnya.


"Maaf nak tapi ayah takut kamu tidak setuju"ucap Hassan.

__ADS_1


"kenapa ayah?apakah ayah melupakan mendiang ibu?!Hah!!"Putri berteriak sambil menangis.


"tidak nak,tapi ayah juga masih muda,ayah membutuhkan pendamping hidup,tidak mungkin kamu dan Hussain akan terus bersama ayah,kamu juga harus menikah nak!"ucap Hassan sangat lembut.


"tapi kenapa ayah tidak lebih dulu memberi tahu aku,kenapa yah?"Putri meneteskan air matanya.


"nak udah sabar dulu biarkan ayahmu menjelaskannya"ucap kiyai lembut.


"baik abah"putri akhirmya bisa tenang,ia duduk dipinggir kasur.


"Ayah,bingung,ayah takut kamu tidak bisa menerimanya,kalian baru saja bertemu beberapa hari"ucap Hassan.


Chalinda yang mendengar perdebatan itu dari kamarnya memutuskan untuk menemui mereka.


"tok tok tok,assalamualaikum"ucap chalinda.


Hassan tentu saja kaget,takut calon istrinya mendengar dan membatalkan pernikahan mereka.


"waalaikumsalam warahmatullah"ucap kiyai membukakan pintu.


terlihat chalinda yang sudah memakai baju pengantin dan riasan dibaju pengantinnya,ia memakai cadar karena belum waktunya ia melepaskannya.


"Maaf mas,sepertinya pernikahan ki-"ucapan chalinda terputus ia ragu melanjutkannya.


Hassan dan kiyai sangat takut pernikahan itu dibatalkan sedangkan pernikahan mereka sudah diumumkan.


cahlinda menarik nafas dalam-dalam dan melanjutkan perkataannya "pernikahan kita harus diba-"belum sempat menyelesaikan ucapannya,putri angkat suara.


"kenapa dibatalkan?"tanya putri.


"ka-karena tadi kamu-"ucap chalinda terhenti karena putri memotongnya lagi.


"maaf kak aku potong biacaranya,aku bukan enggak setuju hanya saja aku kepikiran Almarhumah ibu dan aku juga kesel pada ayah kenapa gak bilang dulu,Ali juga enggak tahu pernikahan kalian,aku ingin semuanya datang menghadiri pernikahan ayah"ucap Putri


"Astaghfirullah"ucap kiyai tiba-tiba.


"ada apa abah?"tanya Hassan dan chalinda yang terkejut sedangkan putri diam dalam dekapan chalinda.


"Abah lupa,neng zahra kemana"ucap abah.


"astagfirullah ya allah aku lupa"ucap Hassan menepuk keningnya,ia panik takut putrinya marah.


"coba telfon"ucap chalinda ikut panik


TUT....TUT...TUT.


"Assalamualaikum"ucap Hassan.


"waalaikumsalam,Ada apa ayah?"tanya Zahra.


"kamu dimana?" tanya Hassan


"ini lagi dijalan tadi ngecek chatering,alhamdulillah udah jadi".


"hah?Cathering?"tanya Hassan.


"iya chatering ayah ku sayang,kemarin abah suruh aku pesan catering"ucap zahra.


"astagfirullah,abah lupa,hehehe,maaf nak kalian panik"ucap abah.


"iya,gakpp,abah,"ucap Hassan.


"trus kamu setuju?"ucap Hassan.


"ya iya lah ayah ku sayang aku setuju makanya aku pesen chatering"


"maaf ayah lupa".


"Gak pp ayahkan lagi fokus sama calon istri ayah,berarti calon mama anak anak ayah juga"ucap zahra.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2