
Madrid, Spanyol📍
•
•
•
“Mami, apa valerie akan suka dengan ini?”
“Tentu saja, karena kamu menyiapkannya khusus untuknya”
“Apa papi tidak akan datang?”
Wanita itu sejenak berpikir jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan putrinya “Papi sedang sibuk sayang, jadi kita harus melakukan ini tanpa papi”
“Tapi mami, kenapa papi selalu tidak datang bahkan itu hari spesial aku ataupun mami. Bagaimana jika valerie sedih? ini hari spesialnya” gadis berusia 9 tahun itu terlihat sedih
“Mami akan menjelaskannya pada adikmu, tidak perlu khawatir” wanita itu berusaha meyakinkan putrinya
“Baiklah, mami ini sudah waktunya” ucapnya sembari menunjuk jam yang akan segera pukul 00.00
Wanita berusia 30 tahun itu berjalan dengan hati-hati tanpa suara bersama putrinya yang membawa sebuah kue ulang tahun yang tertulis “Selamat ulang tahun Valerie” dengan angka 7. Perlahan wanita itu membuka pintu kamar putri keduanya dan mereka pun masuk dan,..
“Selamat ulang tahun valerie”
“Selamat ulang tahun valerie”
“Selamat ulang tahun valerie”
Keduanya bernyanyi mengucapkan selamat ulang tahun kepada anak yang baru saja memasuki usia yang ke-7 tahun itu
Valerie, gadis cantik itu mendengar suara ibu dan kakaknya dengan segera bangun dan terlihat jelas senyum bahagia di wajahnya, wajah bahagia yang akan selalu dia tunjukkan kepada ibu dan kakaknya yang selalu memberikan kejutan disetiap ulang tahunnya.
Ibu dan kakaknya naik ke atas tempat tidur valerie dengan duduk berlingkar dengan valerie yang berada ditengah.
“Tiup lilinya, tiup lilinya, tiup lilinnya sekarang juga”
Huuuuuuuhhh
Seruk tepuk tangan setelah lilinya berhasil ditiup oleh valerie.
“Selamat ulang tahun valerie, terima kasih karena kamu telah lahir menjadi adikku. Aku sangat menyayangimu” sang kakak mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan pelukan hangat terhadap adik tercintanya
“Terima kasih kakak, aku juga sangat menyayangi kakak lebih dari apapun” senyum manis yang ditunjukkan valerie kepada kakaknya
“Selamat ulang tahun sayang, semoga valerie selalu jadi anak yang baik, ceria dan selalu bahagia. Maafkan mami karena tidak bisa memberikan apa yang valerie inginkan, tapi valerie harus tahu kalau mami sangat menyayangi valerie” wanita itu mengelus lembut pipi putri keduanya, tanpa sadar dia meneteskan air matanya karena permintaan valerie tidak bisa dia kabulkan
“Tidak apa-apa mami, valerie sangat bahagia karena merayakan ulang tahun bersama kalian. Valerie mengerti jika papi sangat sibuk, mami sudah berusaha dan valerie sudah cukup bahagia” ucap valerie mengangkat tanganya untuk mengusap air mata ibunya
“Kami tidak suka mami menangis!” kakak adik itu secara kompak mengatakan hal itu bersama
“Mami tidak akan menangis lagi” janji wanita itu
“Sekarang valerie cuci muka terlebih dahulu, mami dan kakakmu akan menunggu di bawah untuk memakan kue dan beberapa hadiah yang menantikan valerie” pinta ibunya dan segera dipatuhi oleh valerie
Mami dan kakaknya pun segera keluar dari kamar valerie dan menunggu dilantai bawah, mereka berencana untuk memakan kue dan memberikan beberapa hadiah yang disiapkan untuk valerie.
Dor
Dor
__ADS_1
Dor
Dor
“Pastikan jika mereka tidak bernafas lagi!”
Pria berjumlah 5 orang itu dengan pakaian hitam memakai topi, kembali memastikan dengan cara menikam ibu dan kakak valerie dengan beberapa tusukan dibagian perutnya tanpa ampun
“Mereka sudah mati!”
“Ambil uang ini, besok pagi pastikan jika kalian semua sudah meninggalkan negara ini dan jangan pernah kembali”
“Baik tuan”
Mereka semua pergi meninggalkan tempat itu, membiarkan mayat ibu dan kakak velerie
Valerie berlari turun mendekati ibu dan kakaknya yang sudah berlumuran darah
“Mami, apa mami bisa mendengar valerie?” valerie berusaha membangunkan ibunya dengan menepuk-nepuk pipinya
Tidak ada pergerakan valerie beralih pada kakaknya, hal sama yang dia lakukan tapi kakaknya juga sama tidak ada pergerakan sama sekali.
“Ada apa dengan mami dan kakak?”
“Kenapa banyak darah?”
“Kenapa mereka jahat pada mami dan kakak?”
Valerie menangis melihat kondisi ibu dan kakaknya saat ini, dia merasa sangat sedih karena diantara keduanya tidak ada yang menjawabnya.
“V-valerie,..”
“Mami!”
Ibu valerie menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengatakan itu kepada putrinya.
“Mami! Mami! Mami ayo bangun, jangan seperti ini, valerie takut mami… hikks, hikkss, hiksss”
Suara tangis itu tidak berhenti, valerie duduk sembari menangis didekat mayat ibu dan kakaknya. Valerie memandangi tanganya yang penuh dengan cairan berwarna merah, terdengar dari luar sana jika saat ini petir sedang bergemuru dengan hujan yang begitu deras.
Valerie berdiri dari tempatnya dengan mengusap air matanya dengan tangannya yang penuh dengan darah ibu dan kakaknya, kini wajahnya pun terkena darah itu.
“Mami, kak valen, aku berjanji pada kalian jika aku akan kembali untuk membalas kematian kalian. Aku bersumpah jika aku tidak akan mati sebelum membalas perbuatan mereka!”
Setelah mengatakan hal itu valerie berlari meninggalan rumah itu dengan ibu dan kakaknya yang telah terkapar menjadi mayat.
•••
“Berhenti!”
Seorang pria tiba-tiba saja meminta untuk menghentikan mobil di tengah perjalanan mereka. Itu juga membuat beberapa mobil yang mengikuti mereka dari belakang ikut berhenti dan segera turun menghampiri mobil tuannya.
“Ada apa tuan muda?”
“Lihat ke arah sana” tunjuknya kearah tumpukan sampah “Sepertinya ada seseorang disana, pergi dan periksa dia” perintahnya kepada salah satu anak buahnya
“Baik tuan”
Salah satu anak buah pria itu turun ditengah hujan deras untuk memeriksa seseorang yang telah dilihat oleh tuannya.
Tak lama kemudian anak buahnya itu kembali dan mengatakan “Tuan, ada seorang anak perempuan dia sepertinya tidak sadarkan diri”
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun pria itu turun dari mobilnya, dia mendekati anak perempuan itu yang sedang meringkuk kedinginan tanpa sadar “Buka pintunya” perintahnya kepada anak buahnya, dia dengan segera mengendong anak perempuan itu masuk kedalam mobilnya
“Akan dibawa kemana dia tuan?” asistennya bertanya setelah tuannya kembali masuk kedalam mobil
“Kerumah utama” jawabnya dengan singkat
Pria itu melepaskan jas miliknya dan memberikannya kepada anak perempuan itu berharap agar sedikit mengurangi dinginnya.
“Tuan, apa tidak masalah jika dia bertemu dengan nyonya helena?” tanya asistennya itu karena dia tahu bagaimana sifat wanita paru baya yang dia sebut nyonya helena
“Itu tugasmu, urus dia agar tidak melakukan apapun yang membuat aku kesal!” jawabnya dengan sorot mata yang tajam
Dia pun memperhatikan anak perempuan yang kini bersamanya, ada bercak darah di sekitar tangan dan juga baju yang dia gunakan “Apa yang telah dia lakukan?” gumamnya dengan satu alis terangkat menatap anak perempuan itu
Tidak lama kemudian mobil milik pria itu telah tiba dan segera dia keluar dari mobil dengan mengendong anak perempuan itu kedalam mansion megah miliknya.
“Siapkan kamar yang ada di samping kamarku” perintahnya kepada para pelayan yang menyambutnya di depan pintu utama
“Baik tuan”
“Siapa yang kau bawa?” seorang wanita paru baya menghampirinya dengan rasa penasaran
“Bukan urusanmu!” ucapnya dengan tatapan yang tajam menatap wanita paru baya itu
“Ibu hanya bertanya karena khawatir padamu” ucapnya dengan nada yang terdengar sedih
“Cih!” pria itu pergi meninggalkannya begitu saja karena merasa muak melihatnya
•••
“Max cari tahu siapa dia”
“Baik tuan.”
“Jangan biarkan siapapun masuk kedalam kamar ini tanpa izin dariku, tanpa terkecuali!” ucapnya dengan dingin
“Baik tuan.” asistennya yang bernama max dan para pelayan yang membantu anak perempuan itu mengangguk mengerti
“Keluar!” perintahnya kepada semua orang untuk meninggalkan kamar itu
Setelah semuanya keluar, kini tinggal pria itu dengan anak perempuan yang masih menutup rapat matanya di atas tempat tidur. Pria itu berdiri tidak jauh dari sisi kanan tempat tidur, dia memperhatikan wajah anak perempuan itu dengan seksama.
Tok.tok.tok
“Tuan, dokter fredick sudah tiba” kata max yang masuk kedalam memberitahukannya jika dokter pribadi yang dia minta datang telah sampai dan kini menunggu diluar
“Biarkan dia masuk.” perintahnya
Dokter fredick pun masuk kedalam dan segera max meminta untuk memeriksa anak perempuan yang ada tempat tidur
“Periksa dia dengan teliti!” perintah max
“Baik tuan.”
Setelah beberapa saat dokter fredick telah selesai memeriksanya, dia juga menjelaskan jika anak perempuan itu… “Dia mengalami demam tinggi, juga daya tahan tubuhnya juga melemah. Saya sudah memberikan beberapa obat penurun deman dan juga menginfusnya agar daya tahan tubunya kembali meningkat.”
“Baiklah, kau bisa pergi dari sini!” ucapnya tanpa basa-basi
“Baik tuan.” dokter fredick melangkah keluar meninggalkan kamar itu dan tiba-tiba saja dia kembali berbalik setelah pria itu mengatakan sesuatu padanya…
“Ingat untuk selalu menutup mata dan mulutmu!” pria itu memperingatkan dokter fredick
__ADS_1
“Saya akan selalu mengingatnya tuan.” ucap dokter fredick
“Awasi dia dari wanita itu, jangan sampai wanita itu berbuat ulah yang bisa membuatku membunuhnya!” perintahnya kepada asistennya max