
Mobil louis dan valerie telah tiba dimansion, sesaat setelah mobilnya berhenti valerie langsung berlari keluar dan itu menarik semua perhatian pekerja dirumah itu dan juga max.
“Apa yang terjadi?” tanya max menghampiri louis
“Martin sengaja memancing, dia tahu jika valerie adalah putrinya.” kata louis lalu berlari masuk kedalam menyusul valerie
Valerie masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu, dia ingin sendiri tanpa ada yang mengganggunya.
Gadis itu masuk kedalam kamar mandi dan menghidupkan sower dan sengaja duduk disana membiarkan air membasahi seluruh tubuhnya.
“Bukan aku yang membunuh mami dan kakak!”
Valerie menangis dibawah guyuran air yang telah membasahinya, dia mengepalkan kedua tangannya, matanya memerah menahan gejolak amarah yang siap untuk meledak kapan saja.
“Aku bukan pembunuh!” teriaknya sembari memukul-mukul kepalanya yang terus membayangkan kejadian yang terjadi 13 tahun yang lalu
“Aaaaaaaaa…”
Dari luar kamar valerie louis dan max terlihat sangat khawatir dengan valerie, mereka kesulitan untuk masuk kedalam kamar itu karena valerie menguncinya.
“Pelayan! ambil kunci cadangannya!” teriak max
Pelayan pun segera berlari mencari kunci cadangan kamar valerie.
“Valerie…”
“Valerie buka pintunya…”
“Biarkan aku masuk, valerie jangan membuat aku khawatir…” louis terus mengedor-gedor pintu kamar valerie berharap pemilik kamar itu mau membukanya
__ADS_1
“Aaaaaaaaa…” (suara teriakan dari dalam kamar valerie)
Louis dan max yang mendengar itu semakin panik dibuatnya “Pelayan mana kuncinya!” teriak louis dengan marah menatap tidak sabar kepada pelayan yang masih berusaha mencari kunci cadagan
Tidak ingin terjadi apa-apa, louis menendang pintu kamar valerie dengan sangat keras, berusaha mendobraknya dan itu membuat max juga ikut membantunya hingga tenaga keduanya berhasil mendobrak pintu kamar valerie
“Valerie…” teriak louis memanggil gadis itu
Matanya mencari-cari tapi dia tidak melihat valerie disetiap sudut kamar itu, dia pun berlari masuk kedalam kamar mandi dan matanya berhasil menangkap valerie
Pria itu segera mematikan air yang terus membasahi tubuh gadis itu, “Kenapa kau melakukan ini?” louis sangat khawatir menangkup wajah valerie yang saat ini seluruh tubuh gadis itu menjadi sangat dingin
“A-ku bukan pembunuh! bukan a-ku ya-ng membunuh mami dan kak valen!”
Matanya memerah dengan air mata yang terus mengalir, dia mengatakan itu dengan suara yang terbata-bata seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya.
Louis memeluknya dengan sangat erat, melihat kondisi valerie saat ini membuatnya sangat menyesal karena mempertemukannya dengan martin!
“Apa saja yang dia katakan sehingga membuat valerie seperti itu?” tanya max yang juga terlihat sangat marah melihat kondisi valerie
“Berita yang beredar 13 tahun lalu, bahwa valerie yang membunuh ibu dan kakaknya.” jawab louis
Max mengepalkan tangannya, dia benar-benar tersulut emosi saat mengetahui hal itu. Dibalik sifat dingin dan cuek max pada valerie, pria itu juga menyayangi valerie seperti adiknya sendiri. Dia sama halnya dengan louis, tidak akan pernah terima siapa pun yang menyakiti gadis itu.
“Bagaimana jika valerie tahu semua fakta itu?” max menatap louis
13 tahun yang lalu kedua pria itu mencari tahu segalanya tentang valerie, mereka tahu jika valerie adalah anak dari Martin De Victor pria yang baru saja louis dan valerie temui malam ini. Mereka juga menggalih secara dalam tentang keluarga valerie saat itu dan mereka menemukan fakta yang cukup mengejutkan yaitu Lee Valen De Victor bukanlah anak kandung dari Martin dan Anne El Georgino ibu valerie. Valen adalah anak yang diadopsi dari panti asuhan oleh kedua orang tua valerie.
Dan pembunuhan yang terjadi malam itu tepatnya 13 tahun yang lalu, hanya untuk membunuh valen karena martin tidak menginginkannya lagi. Valen diadopsi dari panti asuhan sejak berusia 5 bulan, mereka percaya jika mengadopsi seorang anak martin dan anne akan segera mendapatkan keturunan yang sejak lama telah mereka impikan dan benar saja setelah 2 tahun anne akhirnya melahirkan valerie. Tapi sebuah kesalahan terjadi malam itu, saat anak buah martin mengarahkan pistol kepada valen, anne melindunginya dan tertembak dan anne melihat dengan jelas itu adalah Robert tangan kanan martin. Demi mengubur fakta malam itu martin memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi keduanya.
__ADS_1
Setelah 1 bulan kejadian tragis yang menimpah ibu dan kakak valerie, kepolisian madrid mengeluarkan pernyataan bahwa valerie adalah pelaku yang membunuh ibu dan kakaknya sendiri. Dan setelah 7 bulan berlalu tiba-tiba saja martin muncul dihadapan publik dan mengatakan jika dia mengikhlaskan semuanya, dia juga meminta kepada kepolisian dan pengadilan untuk menutup kasus pembunuhan istri dan anaknya dengan membayar mahal mereka semua untuk tidak melanjutkan kasus itu lagi dan tetap menutup mulut. Tidak sampai disitu saja, martin memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari kebaradaan valerie keseluruh sudut spanyol, karena dia yakin jika valerie yang masih berusia 7 tahun tidak akan mungkin bisa pergi juah dari spanyol.
Semua fakta itu tersembunyi dengan rapi dari valerie selama ini karena keputusan louis, menurutnya 13 tahun yang lalu valerie masih terlalu kecil untuk memahami situasi yang terjadi pada keluarganya.
“Aku akan memberitahu segalanya tapi, setelah kondisinya membaik.” ucap louis memijat pangkal hidungnya, saat ini dia benar-benar khawatir dengan keadaan valerie
“Akankah dia bisa menerima fakta ini?” max tidak merasa yakin dengan itu
“Mau tidak mau, dia pasti akan tahu hal ini. Sebelum dia mengetahuinya sendiri, aku akan lebih dulu memberitahunya.” louis berpikir jika ini sudah saatnya dia memberitahu segalanya kepada valerie, dia hanya menunggu waktu yang pas
“Dan apa yang akan kau lakukan sekarang? pria itu…” max menyebutnya saja membuat darahnya mendidih
“Tetap pada rencana awal, minta De Los Zetas mengejar orang-orang itu dan membawanya kehadapan valerie. Aku menginginkan valerie yang menghukumnya sendiri dan untuk martin aku akan menyiapkan hadiah yang sangat besar untuknya.”
Tok
Tok
Tok
Pelayan mengetuk pintu ruangan kerja louis dan segera max membukanya “Ada apa?”
“Nona valerie mengalami deman tinggi tuan.”
Mendengar hal itu membuat louis dan max segera berlari kekamar valerie untuk melihatnya.
Dengan wajah yang panik louis menempelkan telapak tangannya kekening valerie, benar saja gadis itu mengalami demam tinggi, wajahnya menjadi pucat seperti mayat.
“Siapkan mobil max, aku akan membawanya kerumah sakit!” perintah louis dan segera max melakukannya
__ADS_1
Louis menggendong valerie dengan hati-hati, dia berjalan dengan begitu cepat untuk segera membawanya kemobil. Valerie yang berada didalam dekapan louis terus saja berkeringat dengan mata tertutup tapi, terlihat dengan jelas jika gadis itu menutup matanya dengan gelisah.
“Bersabarlah, kita akan segera kerumah sakit!”