Vous Me Voyez

Vous Me Voyez
Sudah cukup kau bersembunyi selama ini!


__ADS_3

“Louis, apa kau benar-benar marah denganku?”


“Sejak tadi aku didepan sini, memanggilmu, tapi kau sama sekali tidak menghiraukan aku!”


“Louis, kau sama saja dengan nenek tua menyebalkan!” gumamnya mengumpat louis


Sejak kembali dari menemui helena valerie berada didepan kamar louis, dia terus memanggil louis tapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar louis. Valerie berjongkok didepan kamar louis, dia mengira jika louis benar-benar marah padanya.


“Nona, apa yang anda lakukan disini?” salah satu pelayan datang menghampiri valerie


“Bibi an, kenapa kau disini?” valerie kembali bertanya


“Saya tidak sengaja mendengar nona, itu sebabnya saya kesini.” jawab pelayan bernama bibi an


Valerie terlihat sedih “Bibi an, maafkan aku karna aku kau dan para pelayan lainnya terkena masalah. Aku benar-benar minta maaf.” tiba-tiba saja valerie mengatakan hal itu pada bibi an


Bibi an menggelengkan kepalanya “Nona ini bukan salah nona, jangan pernah meminta maaf pada kami. Ini juga menjadi kesalahan kami karena tidak teliti dengan peraturan yang tuan louis berikan.”


Valerie menundukkan kepalanya, “Tetap saja.” gumam valerie


Bibi an melihat kedatangan tuannya, louis memberikan isyarat pada pelayan itu untuk pergi dari sana.


Louis memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya, menatap valerie yang duduk didepan pintu kamarnya sembari menunduk kebawah.


“Hikkksss, hiksss, menyebalkan! dia benar-benar marah padaku.” gumam valerie tapi masih terdengar oleh louis, dia belum menyadari jika saat ini louis berada disana dan menatapnya


“Bangunlah, kenapa kau duduk disitu.”


Valerie mendongkatkan kepalanya dan melihat louis berada dihadapannya, “Sampai kapan kau akan disitu?” louis mengulurkan tangannya untuk membantu valerie berdiri


Mimik wajah valerie terlihat sedih, buliran air mata membasahi pipinya “Tidak, kau masih marah denganku.”


Louis berjongkok dihadapan valerie dan menangkup wajah kecil valerie dengan kedua tangan besarnya “Aku tidak marah padamu.”


“Bohong! sejak tadi aku memanggilmu, tapi kau sama sekali tidak menghiraukan aku.” ucapnya dengan mata berkaca-kaca menatap louis

__ADS_1


Louis sebenarnya melihat valerie sejak tadi memanggilnya didepan kamarnya, dia juga melihat bagaimana valerie meminta maaf pada pelayan.


“Ayo kita masuk kedalam.” ajak louis membantu valerie berdiri


Mereka berdua masuk kedalam kamar, louis menuntun valerie dan mendudukkannya dia atas tempat tidur miliknya. Louis lalu berjongkok dihadapan valerie dengan memegang kedua tangan gadis itu, “Aku benar-benar tidak marah.” katanya lagi meyakinkan valerie jika dia tidak marah padanya


“Lalu kenapa kau diam saja saat aku memanggilmu?” tanya valerie mengira jika louis berbohong


“Aku dari perpustakaan, aku tidak dikamar.” jawab louis berbohong, dia tidak akan jujur jika dia mengikuti valerie kepenjara bawah tanah untuk menemui helena


Valerie tanpak berpikir sejenak “Lalu sejak tadi dia diluar? pantas saja dia tidak menjawabnya!” gumamnya dalam hati


“Kenapa kau diam?” tanya louis melihat valerie yang tiba-tiba saja diam


Valerie langsung memeluk louis, melingkarkan kedua tangannya keleher louis dan menyembunyikan wajahnya di balik tengkuk louis . “Aku takut kau benar-benar marah.”


Tangan louis mengelus lembut punggung valerie “Tidak, aku tidak akan pernah bisa marah padamu.” ucapnya dengan begitu lembut


“Aku tahu itu.” kata valerie tersenyum menatap louis, lalu kembali mempererat pelukannya


Valerie langsung melepaskan pelukannya dari louis dan sedikit mendorongnya menjauh darinya, “Ada apa?” tanya louis menatap heran


Valerie tampak berpikir sejenak…”Peluk aku sampai tertidur.” Valerie segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur louis, menepuk ruang kosong disampingnya mengisyaratkan kepada louis agar segera naik


Louis pun tersenyum lalu naik keatas tempat tidur, berbaring disamping valerie dan mengambil posisi yang nyaman dengan mendekap erat valerie kedalam pelukannya.


“Tidurlah.” kata louis mencium pucuk kepala valerie


Valerie pun memejamkan matanya, pelukan hangat yang diberikan oleh louis selalu membuat valerie merasa aman dan nyaman.


Louis menatap wajah cantik valerie yang sudah memejamkan matanya, hidung yang mancung dan kecil, bibir kecil bervolume dan juga bulu mata yang lentik benar-benar membuat valerie sangat cantik.


Louis memikirkan semua hal yang terjadi pada valerie, bagaimana bisa gadis yang baik itu mengalami banyak nasib buruk dihidupnya. Sejak kedatangan valerie kemansion miliknya 13 tahun yang lalu, louis selalu melihat bagaimana valerie terus berusaha melawan rasa traumanya selama bertahun-tahun, menarik diri dari dunia luar. Mungkin yang terlihat dari valerie hanyalah gadis manja yang terus menempel pada louis, suka tertawa dan sangat suka menjahili para pekerja dimansion ini, tapi percayalah jika itu adalah caranya menyembunyikan kesedihannya dan melawan rasa traumanya. Hanya louis dan tuhan yang tahu bagaimana valerie setiap malamnya yang terus bermimpi buruk dengan kematian ibu dan kakaknya, tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana tersiksanya valerie.


“Tidak akan ada yang bisa menyakitimu lagi, akan aku pastikan jika semua yang terlibat akan mendapatkan balasannya! Itu adalah janjiku padamu valerie, kau tidak akan terus hidup dalam penderitaan ini.”

__ADS_1


“Tidur yang nyenyak dan bermimpi yang indah.” louis mempererat dekapannya dan mencium pucuk kepala valerie


•••


“Max, bagaimana dengan rencananya?” tanya louis yang menelpon max setelah memastikan valerie tidur


“Aku sudah memberitahu media untuk datang ketempat yang kita rencanakan, mereka semua pasti tidak akan menyianyiakan kesempatan bagus ini untuk meliput berita tentangmu.” jawab max


“Mulai sekarang tambah pengawalan untuk valerie juga minta alex dan pablo untuk kembali ke madrid.” perintah louis


“Aku akan segera meminta mereka kembali.” ucap max “Tapi louis…”


“Ada apa?”


“El asissimos mengirim salah satu anak buahnya menjadi mata-mata untuk De Los Zetas.” kata max memberitahu louis


“Apa masih dengan tujuan yang sama?” tanya louis


“Ya, mereka tidak menyerah untuk mencari tahu siapa pemimpin De Los Zetos.” jawab max


“Biarkan saja, mereka akan segera sadar jika sedang bermain didalam kandang singa yang setiap saat siap untuk membunuhnya!”


Louis selesai berbicara melalui telepon dengan max, kini dia diam menatap keluar jendela sesekali menatap kearah valerie yang sudah tertidur dengan pulas.


Ting.


Ponsel louis berbunyi dengan segera dia membukannya dan sudut bibirnya terangkat setelah melihat 1 pesan yang baru saja dikirim oleh max padanya.


Tak lama kemudian sebuah telepon masuk dan louis segera menjawabnya “Tuan, mereka berada di italia dan juga canada.”


“Terus awasi mereka, karena pancingannya akan segera menarik umpannya.” kata louis tersenyum


Louis kembali melihat pesan yang dikirim max tadi, pesan itu adalah sebuah artikel yang memberitakan salah satu pengusaha yang cukup sukses dimadrid akan kembali besok untuk memperingati hari kematian istri dan anaknya.


“Sudah cukup kau bersembunyi selama ini!”

__ADS_1


__ADS_2