
“Bibi an, tolong buatkan aku salad buah.”
“Baik nona.” bibi an pun segera membuat salad buah yang diinginkan oleh valerie
Valerie yang asik membaca buku ditangannya sembari menunggu pesanannya pada bibi an, mendengar suara berisik dari luar dan itu berhasil menarik perhatiannya.
“Bibi an, apa kau dengar suara berisik itu?” tanyanya
“Iya nona, sepertinya itu berasal dari halaman belakang.” jawab bibi an
“Aku akan memeriksanya.” kata valerie segera berjalan menuju halaman belakang
Valerie hanya sampai pintu yang terhubung dengan halaman belakang, kini matanya menangkap seseorang yang sedang berteriak kesakitan dengan banyak darah ditubuhnya. Dan dalam sekejab itu menghilang dari pandangannya, sudah dipastikan jika anak buah louis pasti telah membawahnya ke penjara bawah tanah.
“Apa yang non lihat?” tanya bibi an yang tiba-tiba saja berada dibelakangnya
“Sepertinya louis berhasil menangkap 1 tikus lagi.” jawab valerie mengambil salad buah miliknya yang telah jadi dari tangan bibi an dan berjalan kembali kemeja makan
Bibi an mengangguk mengerti dengan apa yang dimaksud oleh gadis itu. Semua orang yang tinggal dimansion itu tahu jika louis bukan hanya sekedar pengusaha tapi juga seorang pemimpin kartel, jadi apapun yang mereka lihat dan dengar, mereka harus menutup mata dan telinga jika ingin tetap hidup.
Sama halnya dengan valerie, dia secara perlahan mengetahui semua tentang louis sejak masuk kedalam mansion ini. Awalnya dia cukup terkejut dan takut melihat hal seperti itu, tapi semakin dia mengenal louis rasa takutnya menjadi hilang. Mengetahui fakta jika louis adalah seorang mafia tidak membuat dirinya takut kepada louis, tapi dia merasa jika louis adalah orang yang baik dan hanya akan memberi hukuman kepada orang yang memang pantas mendapatkannya.
“Oh ya bibi an, bagaimana dengan kabar nyonya helena?” tanya valerie karena sudah seminggu ini dia tidak datang kepenjara bawah tanah
“Nyonya helena terus berteriak meminta untuk dikeluarkan nona.” jawab bibi an
“Sudah lama dia berada disana, aku akan meminta louis untuk melepaskannya.” gumam valerie tapi masih terdengar oleh bibi an
“Tidakkah dia akan melakukan hal lain untuk mencelakaimu nona jika dia keluar…” ucap bibi an
“Dia sudah tua bibi an, kasihan sekali jika dia harus mendekam didalam penjara itu dengan waktu yang lama. Aku juga merasa bosan karena tidak ada yang membuat keributan denganku.” jawab asal valerie, yang dipikirkan oleh bibi an saat ini menangkap maksud ucapan gadis muda itu jika dia merasa bosan karena tidak ada yang membuat masalah dengannya
“Lagi pula siapa yang ingin membuat masalah denganmu nona, jika ada yang melakukan itu sudah dipastikan jika nyawanya akan melayang begitu saja ditangan tuan louis.” pikir bibi an dalam hatinya
•••
Louis baru saja kembali dari luar, dia mencari dan menanyakan kemana valerie dan bibi an memberitahunya jika gadis itu sedang berada dihalaman belakang. Dengan segera pria 33 tahun itu datang menghampiri valerie yang sedang duduk sembari membaca buku di gazebo. Gadis itu memang lebih suka menghabiskan waktunya sendiri disana sebelum menjelang malam, itu adalah hal rutin yang selalu dilakukan oleh valerie.
“Valerie…” panggil louis
Gadis itu berbalik dan melihat louis sedang berjalan kearahnya “Kau sudah kembali.”
“Bagaimana jika kita melakukan sesuatu?”
__ADS_1
“Seperti apa?” tanya valerie kembali sibuk dengan buku ditangannya dan louis yang telah duduk disampingnya
“Makan malam.” jawab louis
“Apa ada hal yang menarik?” tanya valerie lagi
“Fomento Construccion ingin makan malam dengan kita.” jawab louis
Valerie menutup buku yang sejak tadi dia baca, apa yang dikatakan oleh louis berhasil menarik perhatiannya dan kini wajah cantiknya itu menatap louis “Kau serius?”
“Hmmm…”
“Kapan?” tanya valerie
“Besok malam.” louis menjawabnya
“Oke, setuju!”
Tanpa mereka sadari jika max berada dibelakang mereka sejak tadi, pria latin itu kembali bersama louis tapi, louis seakan lupa dengan dirinya.
Valerie melihat kebelakang dan menyadari keberadaan max “Kau akan terus disana?” tanya valerie
Tanpa menjawab max berjalan mendekat dan duduk dihadapan valerie dan louis.
“Tidak.” jawab max singkat
“Kenapa?”
“Aku tidak memiliki alasan.” jawab max lagi
“Lalu, mau aku beri saran?” tanya valerie
Louis yang berada disana lalu berkata pada valerie… “Berhenti mengganggunya.”
“Aku tidak mengganggunya!” tidak ingin mengalah
“Aku tidak membutuhkan saranmu.” jawab max dengan acuh tak acuh
“Tapi kau membutuhkannya, aku akan tetap memberimu saran.” valerie yang tetap kekeh
“Apa?” akhirnya max bertanya saran seperti apa yang akan diberikan oleh gadis yang ada dihadapannya ini
“Kau tidak memiliki kekasih, kau juga mengatakan jika tidak memiliki alasan, tapi kau selalu bersama dengan louis… apa jangan-jangan kau…?” menatap curiga max
__ADS_1
“Apa?”
“Apa kau menyukai louis? apa kalian gay?” tanyanya dengan penuh kecurigaan menatap kedua pria itu
Louis dan juga max tentu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh valerie, bisa-bisanya gadis itu memikirkan hal seperti itu.
“Singkirkan pikiran burukmu itu.” louis mengatakannya dengan menyentil kening valerie
“Auuuu…” mengaduh kesakitaan sembari mengelus keningnya yang tidak sakit sama sekali
“Itu bukan saran sama sekali, tapi itu sama saja kau menuduhku!” kata max memutar bola matanya dengan malas menatap valerie
“Itu bukan tuduhan.” tidak ingin mengakui
“Lalu bagaimana denganmu?” max balik bertanya dengan melipat kedua tangannya kedada
Louis yang berada ditengah-tengah antara valerie dan max itu merasa jengah dengan keduanya yang tidak ingin mengalah, max yang selalu bersikap dingin tapi tidak pernah ingin mengalah dari valerie dan sebaliknya valerie yang selalu mencari cara agar membuat max kesal.
“Bagaimana apanya?” tanya valerie
“Kau saat ini sudah cukup dewasa untuk memiliki kekasih, kapan kau akan mencarinya?” tanya max
“Aku tidak membutuhkannya!” jawabnya dengan menantang
“Kau akan membutuhkannya.”
“Tidak!”
“Iya, kau membutuhkannya!” max tidak ingin mengalah
Valerie menatap max dengan satu alis terangkat, rupanya pria itu tidak ingin mengalah dengannya “Aku punya louis, jadi aku tidak membutuhkannya!”
Valerie menjulurkan lidahnya mengejek kearah max, dengan melingkarkan tangannya ke lengan louis.
“Sampai kapan kau akan disisinya?”
“Selamanya!” jawab valerie dengan tegas
Louis tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh valerie, entahlah rasanya cukup bahagia saat valerie menjawab akan selamanya dengan dirinya.
“Cih! dasar bocah.” kata max lalu beranjak pergi dari sana meninggalkan louis dan valerie yang terus berteriak tidak terima max mengatainya bocah
“Lihat saja aku akan membalasnya!” kesal valerie menatap kepergian max
__ADS_1
“Kau sungguh pendendam valerie.” louis tersenyum saat mengatakan itu, gadis itu benar-benar mengemaskan menurutnya. Sifat ini tidak akan pernah terlihat oleh orang lain, gadis itu hanya akan memperlihatkannya kepada orang yang dia anggap dekat dengannya