Vous Me Voyez

Vous Me Voyez
Undangan makan malam


__ADS_3

Valerie saat ini sedang bersiap-siap dengan dibantu oleh seorang pelayan, dia akan menghadiri udangan makan malam bersama louis.


Gadis cantik itu memilih memakai gaun berwarna hitam, dengan dipadukan oleh heels 7cm dan tas kecil yang dibawa ditangannya. Rambut panjangnya yang lurus dengan sangaja dia gerai, make up yang terlihat natural membuat valerie tampak menawan dan anggun.


“Nona, anda benar-benar cantik.” puji pelayan yang terpesona dengan kecantikan valerie


“Aku tahu, aku tahu…” valerie terkekeh mendengar pujian pelayan yang sedang bersamanya


“Tuan louis pasti sangat menyukainya.” ucap pelayan itu lagi


“Dia memang sangat menyukaiku, aku tahu itu.” valerie selalu menjawabnya dengan penuh percaya diri


“Sudahlah, aku ingin kekamar louis.”


Valerie berjalan keluar kamarnya dan matanya saat ini menangkap ada 2 pria berbadan besar berdiri didepan kamarnya.


“Selamat malam nona.” sapa kedua pria itu


Valerie mengeritkan keningnya menatap keduanya “Aku belum pernah melihat kalian sebelumnya?”


“Saya alex nona.”


“Dan saya pablo, kami yang akan menemani anda kemana pun anda pergi.”


“Menemani aku?” tanya dengan tampak berpikir, louis mempekerjakan mereka menjadi bodyguardnya tanpa mengatakan apapun padanya terlebih dahulu


“Dimana louis?” tanyanya


“Sedang bersama dengan tuan max nona.” jawab alex


Valerie langsung berjalan menuju ruangan kerja louis, dia yakin jika louis berada disana saat ini… “Nona, tuan louis dikamarnya.” ucap pablo membuat valerie menghentikan langkah kakinya, kamar louis telah dia lewati


Dia pun berbalik menatap kedua pria yang mengikutinya itu “A-aku memang ingin kekamarnya!” ucapnya lalu kembali berjalan kearah alex dan pablo


Valerie menunjuk pintu kamar louis yang ada disebelah kanannya “Ini kamar louis.” valerie membuka pintu kamar louis lalu kembali menutupnya dengan sedikit keras


Saat berada didalam kamar louis, saat ini 2 pasang mata sedang menatapnya “Berhenti menatapku seperti itu, aku tahu aku sangat cantik.” dengan penuh percaya diri valerie mengatakan hal itu

__ADS_1


“Cih, percaya diri sekali kau.” max mencibirnya


Lain halnya dengan louis, pria itu diam dan tersenyum menatap valerie yang masuk kedalam kamarnya. Gadis itu benar-benar cantik, louis di buat terpesona “Cantik.” gumamnya tapi tidak terdengar siapapun


“Kau menyewa kedua pria itu untuk mengikuti aku?” tanya valerie yang saat ini berdiri dihadapan louis


“Louis…”


“Louis…”


Pria itu diam saja dan terus menatap valerie, dia sama sekali tidak mendengar apapun yang dikatakan oleh gadis cantik dihadapannya itu seakan dirinya tuli saat ini. Hingga valerie merasa kesal karena louis hanya diam saja, dia pun mencubit lengan louis sedikit keras barulah louis sadar dan mengaduh kesakitaan akibat ulah valerie “Aaaaa…”


“Kenapa kau mencubitku?” tanya louis mengusap-usap lengannya yang dicubit oleh valerie


“Kenapa kau diam? aku bertanya dari tadi.” tanya dengan kesal menatap louis


Louis menatap max yang diam saja disana lalu kembali menatap valerie “Apa yang kau tanyakan?”


“Alex dan pablo, kau menyewa mereka untuk mengikutiku?”


“Aku tidak menyewanya, dia bagian De Los Zetas.” jawabnya


“Itu sudah semestinya.” louis menjawabnya dengan santai malah semakin membuat valerie kesal padanya


“Kau benar-benar meragukan aku?” valerie kembali mengingat ucapan louis semalam yang mengatakan jika dia meragukan kemampuannya untuk menjaga dirinya sendiri


Louis menarik nafas panjang lalu berdiri dan memegang kedua bahu valerie “Kau cantik sekali malam ini.” pujinya dengan tesenyum lembut menatap valerie


“Aku tahu itu….” ucapnya lagi dengan penuh percaya diri


Max mengelengkan kepalanya menatap heran valerie “Aneh sekali.” gumamnya tanpa terdengar siapapun


Itulah uniknya gadis itu, dia akan menjawab dengan penuh percaya diri ketika seseorang memujinya. Tapi tidak bisa dipunkiri, max yang dingin itupun mengakui jika valerie memanglah gadis yang sangat cantik. Tapi bukan max namanya jika dia akan secara terang-terangan mengatakan jika valerie cantik, bisa-bisa itu akan menjadi bahan lelucon bagi valerie untuk mengganggunya dan max sangat menghindari valerie yang menurutnya sangat menyebalkan dan cerewet.



Mobil yang dikendarai oleh louis telah tiba disebuah perumahan elit yang berada di pusat perkotaan madrid, louis keluar dari mobil dengan menggadeng tangan valerie.

__ADS_1


“Apa kau gugup?” tanya louis


“Tidak sama sekali!” menyakinkan dirinya


“Ayo kita masuk.” louis mengandeng tangan valerie


Didepan rumah itu sudah ada tuan rumah dari Fomento Construccion yang menunggu mereka, “Selamat malam tuan louis dan nona valerie, terima kasih karena bersedia datang kerumahku.”


“Salam malam tuan martin, senang bisa bertemu denganmu.” ucap louis


“Silakan masuk.” martin mempersilakan louis dan valerie untuk masuk kedalam rumahnya


Louis dan valerie mengendarkan matanya setelah masuk kedalam rumah mewah itu, terdapat banyak sekali lukisan yang terpajang dan hingga akhirnya valerie menangkap kesatu arah dimana disana banyak sekali foto-foto yang terpajang dengan rapi. Louis mengikuti arah tatapan valerie dan dia pun tahu apa yang saat ini sedang valerie perhatikan.


Makan malam yang disiapkan untuk louis dan valerie berjalan sesuai dengan keinginan martin. Dan sejak dari awal louis memperhatikan martin yang terus saja menatap valerie, itu membuat louis tersenyum tanpa tau apa artinya itu.


“Apa anda tinggal sendiri dirumah sebesar ini tuan?” tanya louis


“Ah iya, sejak istri dan putri pertamaku meninggal aku selalu sendiri.” jawabnya dengan mimik wajah yang terlihat sedih


“Oh tuan martin, maaf karena menyinggungnya.” ucap louis


“Putri pertama? itu berarti anda masih memiliki anak yang lain tuan martin?” valerie membuka suara dan bertanya dengan tatapan datar kepada pria itu


Martin menatapnya dan tersenyum “Kami memiliki cerita yang cukup tragis nona valerie, putri keduaku melarikan diri saat berusia 7 tahun karena membunuh ibu dan kakaknya!”


Valerie menatapnya dengan tatapan yang tajam, kedua tangannya mengepal kuat, berusaha untuk menahan kesabarannya “Sepertinya kau cukup tersiksa dengan itu tuan martin.” ucap valerie menekan kata-katanya


Louis bisa merasakan kemarahan yang ditahan oleh valerie, dia pun memegang tangan valerie dan berusaha membuatnya tetap tenang.


“Awalnya aku tidak percaya akan hal itu, tetapi kepolisian telah mencoba berbagai hal untuk mencari petunjuk dengan kematian mereka hanya tertuju kepada 1 orang saja, dan itu putri keduaku yang menghilang tanpa jejak sampai akhirnya kasus ini ditutup tanpa kejelasan.” martin menceritakannya tanpa mengalihkan tatapannya dari valerie


Valerie berusaha untuk tetap tenang, dia kembali menatap kearah martin dengan senyuman “Aku turut berduka dengan musibah yang menimpa keluargamu tuan martin. Aku yakin suatu hari nanti kau akan bertemu dengan putri keduamu.”


“Aku harap apa yang kau katakan menjadi kenyataan nona valerie!” kata martin dengan tatapan yang sulit diartikan


“Ah maaf, karena kita jadinya membahas keluargaku.” martin meminta maaf kepada louis dan valerie

__ADS_1


“Tidak apa-apa.” ucap louis dengan wajah datarnya tanpa expresi


__ADS_2