
13 Tahun kemudian
•
•
•
“Nona, tuan sudah kembali.”
“Benarkah?” jawabnya antusias
Gadis cantik itu menghentikan aktivitasnya, dia dengan cepat melepaskan apron yang dia kenakan. Dia dengan cepat berlari keluar untuk menemui seseorang.
Setibanya di pintu utama dia melihat seorang pria baru saja keluar dari mobil sport hitam yang terparkir di halaman depan mansion megah itu. Dia dengan cepat berlari dan memeluknya dengan begitu erat, senyuman manis di wajahnya sangat jelas dia begitu bahagia karena 3 minggu tidak bertemu dengan pria itu
“Aku sangat, sangat merindukanmu!” ucapnya mendongkatkan kepalanya karena pria itu cukup tinggi darinya
“Aku juga merindukanmu, itu sebabnya aku kembali dengan cepat” ucap pria itu dengan sangat lembut dan mencium pucuk kepala gadis cantik itu
“Cepat apanya! kau kembali setelah 3 minggu, itu sangat lama.” ucapnya memanyungkan bibirnya
“Baiklah, kau mau apa sekarang?” tanyanya dengan lembut
“Aku belajar masak hari ini dengan bibi an, apa mau mencobanya?” tanyanya dengan penuh harap
“Tentu, apapun untukmu.” katanya menyetujui, pria itu pun mengandeng tangan gadis cantik itu berjalan masuk kedalam
•••
Gazebo, halaman belakang📍
“Apa saja yang dilakukan wanita itu selama aku tidak ada? apa dia mengganggumu?” tanyanya dengan jarinya yang memainkan ujung rambut gadis cantik dihadapannya itu
Gadis itu menggelengkan kepalanya “Tidak sama sekali, aku bahkan sangat jarang bertemu dengan nyonya helena. Selama kau pergi aku lebih sering menghabiskan waktu berlatih memanah, menembak dan beladiri, saat malam aku akan pergi ke perpustakaan bawah tanah.” jawabnya dengan senyuman yang tidak hilang diwajahnya saat berada didepan pria itu
“Bagus, jika dia berani macam-macam denganmu kau tidak perlu takut untuk melawannya.” ucapnya memperingatkan dan di balas anggukan oleh gadis itu
“Besok adalah hari ulang tahunmu, apa yang kau inginkan?” tanyanya dengan hati-hati
Seketika senyum ceria yang ditunjukkan gadis itu luntur, dia menjadi diam, wajahnya memerah seakan sedang menahan amarahnya, juga tangannya yang gemetar seperti ada suatu ketakutan didalam dirinya, keringat pun mulai bercucuran di dahinya.
Pria itu menangkup wajah gadis itu dengan kedua tangannya, membawa perhatian gadis itu agar menatap matanya… “Tidak akan terjadi apa-apa, sampai kapan kau akan berada disituasi itu? Valerie, lihat aku! aku akan selalu ada bersamamu.”
Ya, gadis itu adalah valerie anak perempuan yang ditolong oleh seorang pria bernama louis 13 tahun yang lalu. Valerie selama ini bersembunyi dibalik perlindungan louis dan kini valerie telah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tepatnya besok usia valerie telah menginjak 20 tahun.
Valerie menatap dalam mata louis dengan mata yang berkaca-kaca, selama 13 tahun valerie bersembunyi dari dunia luar dan berusaha menyembuhkan traumanya… “A-ku belum bisa melupakan hari itu!” ucapnya dengan air mata yang telah menetes membasahi pipinya
__ADS_1
Louis mengusap air matanya dengan lembut “Penderitaan yang kau alami selama ini, aku berjanji akan membalasnya untukmu!” janji louis
“Aku tahu kau akan melakukan itu untukku tapi biarkan aku yang melakukannya, dengan tanganku sendiri yang akan membalas mereka.” pintanya pada louis menatap dengan memohon
Louis menatapnya dalam, dimata valerie terlihat jelas kesedihan, amarah, trauma yang siap meledak kapan saja “Aku akan membiarkanmu, tapi dengan 1 syarat…”
“Apa? akan aku lakukan!”
“Setelah itu tetaplah hidup dan cari kebahagiaanmu.” itulah syarat yang diinginkan oleh louis
Valerie tersenyum menatap louis, “Aku akan berusaha mewujudkannya, aku janji.”
Louis membawah valerie mendekap kedalam pelukannya, menyandarkan kepala gadis itu di dadanya. Valerie pun melingkarkan kedua tanganya kepinggang louis, “Terima kasih…” ucap valerie
“Untuk apa?” tanya louis
“Untuk semuanya, jika kau tidak menolongku malam itu aku tidak akan tahu bagaimana hidupku sekarang. Aku selalu bersyukur karena tuhan mempertemukan aku denganmu, aku tidak akan pernah melupakan semua hal baik yang kau lakukan untukku. Aku sangat menyayangimu! Hanya kau yang aku punya.” ucap valerie dengan tulus
Louis tidak mengatakan apapun, dia hanya mempererat pelukannya kepada valerie. “Mereka semua akan merasakan kepahitan, penderitaan yang kau rasakan selama ini! Dan itu pasti, sehingga mereka akan lebih memilih kematian dari pada hidup didunia yang sama denganmu.” ucap louis dalam hatinya
•••
Malam harinya
“Louis, besok adalah hari ulang tahun valerie yang ke-20. Apa yang akan kau lakukan?” tanya max yang baru saja masuk kedalam ruangan kerja louis
“Apa itu akan berhasil? bagaimana dengan valerie?” tanyanya lagi kepada louis
“Itu yang dia inginkan, mereka akan muncul dengan sendirinya setelah melihat valerie.” jawabnya lagi
“Tapi louis, valerie tidak akan aman setelah semua orang tahu siapa dia dan tidak menutup kemungkinan jika musuh kita juga akan mengejar valerie!” max memperingatkan louis jika rencana yang dia buat itu sangat berisiko dengan keselamatan valerie
“Aku tidak akan menempatkan dia dalam bahaya! kau tenang saja karena aku akan melindunginya dengan nyawaku sendiri! aku tidak akan memberikan celah atau kesempatan pada mereka untuk mencelakai valerie!” ucapnya dengan sorot mata yang tajam dan yakin
“Baiklah, aku akan mempersiapkan semuanya untuk besok.” kata max lalu pergi meninggalkan ruangan kerja louis
“Apa louis sudah kembali?” tanya helena yang melihat max baru saja keluar dari ruangan kerja louis
“Ada perlu apa?” tanya max langsung keintinya
“Biarkan aku bertemu dengannya! ada yang ingin aku tanyakan langsung kepada louis.” kata helena mencoba menerobos masuk kedalam ruangan kerja louis
Max dengan sigap menahannya “Berhentilah melakukan hal-hal yang membuatnya semakin marah padamu nyonya, dia tidak suka berbicara atau bertemu denganmu! kau pasti tahu akan hal itu.”
Helena merasa tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh asisten louis, “Aku ini ibunya! bagaimana bisa dia terus bersikap seperti itu pada ibunya sendiri.” menatap tajam max yang masih menghalanginya
“Ibu kandung tuan louis sudah lama meninggal nyonya, kau bukan siapa-siapa baginya!” max memperingatkannya
__ADS_1
“Tetap pada batasanmu! jika masih tetap ingin tinggal disini.” max kembali memperingatkannya agar tidak melewati batas
Nyali helena menciut dengan peringatan max “Awas saja kau akan mendapakan balasannya dariku!” ucapnya dengan amarah kepada max
“Aku akan menantikannya nyonya helena!”
Mata max beralih kearah pintu kamar valerie yang sedikit terbuka “Sampai kapan kau akan terus disana?”
Valerie pun keluar “Aku tidak berniat menguping, tapi aku juga tidak sengaja mendengarkannya.” ucapnya pada max
Max diam menatapnya “Louis ada diruangan kerjanya.” katanya lalu pergi dari sana
Valerie menatap kepergian max “Padahal aku tidak bertanya apapun”
Valerie pun berjalan menuju lantai 1, dia merasa lapar maka dari itu dia berencana untuk mencari buah-buahan didapur
“Kemana bibi an? aku tidak melihatnya sejak tadi pagi” valerie melihat-lihat sekitar dapur tapi orang yang dia cari tidak juga telihat oleh matanya
“Sampai kapan kau akan tinggal disini?” tanya seseorang yang saat ini sedang berdiri dibelakang valerie
Valerie tahu siapa pemilik suara itu dia pun berbalik menatapnya dengan tersenyum “Kenapa? apa kehadiranku membuatmu terganggu?” tanya valerie
“Apa kau tidak malu? 13 tahun kau menjadi benalu dirumah ini, seperti parasit yang terus menempel pada louis!” ucapnya dengan nada merendahkan valerie
Valerie mengepalkan tangannya mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu padanya, ingin sekali rasanya valerie merobek mulut besarnya itu “Lalu bagaimana denganmu? Kau bukan siapa-siapa louis dan louis pun sama sekali tidak menganggapmu. Lalu apa bedanya kau dan aku?” valerie tersenyum sinis dengan nada mengejek kepada helena
Helena terlihat marah dengan ucapan valerie “Kau sama sekali tidak berhak berkata seperti itu padaku!” menunjuk wajah valerie
Valerie kembali tersenyum menatap helena “Lalu apa hakmu mengatakan aku parasit yang terus menempel pada louis? sepertinya kau belum mengerti nyonya helena. Aku masuk kedalam rumah ini karena louis yang menginginkannya, dia yang membawaku 13 tahun yang lalu.” ucapnya sembari mengambil beberapa buah dari dalam lemari es
“Sudahlah, aku sama halnya dengan louis tidak tertarik berbicara denganmu atau bertatap muka seperti ini! Jadi jangan ganggu aku, permisi.” ucapnya meninggalkan helena yang terlihat sangat marah padanya
Valerie tertawa bangga karena berhasil membuat helena terdiam tidak bisa membalasnya
“Apa yang membuatmu sebahagia itu?”
“Sejak kapan kau disana?” tanya valerie
“Entahlah aku tidak ingat.” jawab louis
“Kau belum menjawabku.”
“Oh, aku baru saja membuang sedikit kekesalanku pada nenek tua.” jawab valerie acuh tak acuh berjalan menuju kamarnya sembari memakan buah anggur yang ada ditanganya
Louis mengelengkan kepalanya, dia tahu siapa nenek tua yang dimaksud oleh valerie.
“Kau mau?” valerie berbalik menyodorkan sebuah anggur kemulut louis
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun louis membuka mulutnya dan valerie menyuapinya anggur.