Vous Me Voyez

Vous Me Voyez
13 tahun yang lalu


__ADS_3

Martin menghisap rokok yang ada ditangannya, dia tersenyum penuh kemenangan setelah bertemu dengan louis dan valerie. Tebakannya benar, valerie, gadis itu benar putrinya yang menghilang selama 13 tahun.


“Sejauh apapun kau kabur, aku selalu percaya jika kau akan kembali.”


Martin menatap foto yang ada ditangannya saat ini, disana terdapat foto anne istrinya dan juga valerie saat berusia 4 tahun.


“Jika saja kau mendengarkan aku, kau tidak akan mati sia-sia anne!”


Faktanya martin sangat mencintai istri dan juga anaknya, tetapi keputusan anne yang membuatnya melakukan semua ini.


•13 tahun yang lalu•


1 minggu sebelum kejadian


Martin dan anne mengalami pertengkaran hebat, di saat itu anne secara tiba-tiba saja memutuskan ingin mengubah surat wasiat yang atas namanya jika seluruh harta yang dia miliki termasuk properti dan perusahaan akan dibagi menjadi 2 atas nama kedua putrinya Valen dan Valerie. Martin saat itu tidak terima dengan keputusan yang dilakukan oleh anne istrinya, dia tidak ingin jika anak angkatnya valen mendapatkan bagian yang sama besarnya dengan putri kandungnya.


“Tidak bisa! kau tidak bisa melakukan ini pada putri kita.” martin yang tidak terima


“Valen juga putri kita, aku sangat menyayanginya sama halnya dengan valerie.” tegas anne


“Dia tidak akan mendapatkan apapun! hanya putri kandungku yang boleh mendapatkannya, sadarlah anne valen bukan anak kandung kita!” martin mencoba membujuk anne


Plak


Anne memberikan sebuah tamparan keras diwajah suaminya, dia menatap martin dengan tatapan tajam “Aku akan tetap melakukannya, valen dan valerie sama, dia adalah putriku. Dan kau tidak memiliki hak untuk mengaturku dengan harta milikku!”


“Ingat 1 hal, perusahaan itu bukan milikmu tapi milikku! jika bukan karena aku kau tidak akan merasakan kemewahan itu semua.”


Perkataan anne itu berhasil membuat martin sangat marah, karena itu dia meninggalkan rumah dan tidak kembali sampai hari ulang tahun valerie.


Sampai pada hari dimana martin telah merencanakan semuanya secara matang, dia secara tidak sadar jika hari yang dia pilih untuk membunuh valen adalah hari ulang tahun valerie.

__ADS_1


“Pastikan anak itu mati! jika anne membuat keadaan menjadi sulit, maka aku akan mengizinkanmu untuk menghabisinya juga. Tapi, kau harus ingat 1 hal, jangan pernah menyentuh valerie!” perintahnya kepada robert


“Baik tuan!”


•End•


“Valerie, seharusnya kau tahu jika papi melakukan semua ini untukmu! Hahahaha…”


“Kau yang membuat papi seperti ini, kau harus tahu jika papi sangat menyayangimu!”


“Anne! semua ini salahmu, jika saja kau tidak membela anak itu kita pasti telah hidup bahagia bertiga.”


Sejujurnya martin sangat merindukan putrinya valerie, dia tidak ingin semua ini terjadi pada putrinya. Tapi karena keserakahan dan obsesinya membuat semuanya menjadi seperti ini, martin tidak akan melepaskan apa yang sudah didapatkannya dengan susah payah.


•••


Rumah sakit📍


Louis duduk disisi kanan valerie dengan menggenggam tangannya. Pria itu benar-benar tidak tenang melihat kondisi valerie, walaupun dokter mengatakan jika valerie tidak apa-apa tapi tetap saja dia khawatir.


“Jangan sakiti dirimu lagi, aku akan sangat marah padamu!”


“Jika saja aku tahu ini akan terjadi, aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan pria itu.”


Terlihat jelas penyesalan louis karena membiarkan valerie bertemu dengan ayah kandungnya. Jika saja dia bisa memutar kembali waktu, dia tidak akan menerima undangan makan malam itu agar valerie tidak bertemu dengan martin.


“Ini semua salahku karena membiarkanmu bertemu dengan pria itu, aku berjanji akan membalasnya karena telah membuatmu berada dalam keadaan seperti ini!”


“Louis…” max masuk kedalam ruangan inap valerie


“Ada apa?”

__ADS_1


“Ayo kita berbicara diluar…” ajak max


Louis menurutinya, sebelum keluar meninggalkan valerie louis menatapnya sebentar “Cepatlah bangun, aku merindukanmu.” bisiknya ketelinga gadis itu


“Katakan!” louis berdiri disamping max dengan melipat kedua tangannya kedada


“Antek-antek yang kita kirim untuk mengejar orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan itu berhasil menangkapnya, tapi salah satu dari mereka berhasil lolos.” kata max memberitahu louis


Louis menatap tajam kedepan “Kirim mereka kemansionku dan awasi setiap pergerakan martin dan asistennya karena aku yakin jika pria itu akan menemuinya.” pria yang dia maksud oleh louis adalah salah satu pelaku yang berhasil kabur dari antek-antek De Los Zetas


“Baiklah.”


“Apakah menurutmu membiarkan valerie melakukan semua itu adalah keputusan yang tepat?” tanya louis tiba-tiba


“Itu sudah menjadi keputusannya, lagipula kau tidak akan mungkin membiarkannya dalam bahaya. Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa padanya selama kau berada bersamanya. Jangan lupa jika kau adalah louis, pemimpin De Los Zetas!” ucap max menepuk bahu louis


Entahlah melihat kondisi valerie membuat louis seolah lupa siapa dirinya, pikirannya seakan kalut setiap kali menyangkut valerie.


Louis pun meminta max untuk pulang kemansion, dia akan tetap berada dirumah sakit untuk menjaga valerie.


Pria itu kembali masuk kedalam, tetapi gadis itu masih belum juga membuka matanya. Tangannya terangkat untuk mengelus lembut wajah valerie, louis merasakan jika suhu panas valerie juga telah menurun membuat dirinya merasa lega.


Louis menggenggam tangan kanan valerie dan sesekali menciumnya, “Valerie, kau tahu aku sangat menyayangimu. Aku bukan pria yang baik, banyak orang yang membenciku karena aku adalah pemimpin kartel. Sebelumnya aku tidak memiliki rasa empati, belas kasih, bahkan nurani, tapi sejak kehadiranmu kedalam hidupku membuat aku memiliki batasan untuk semua itu. Kau suka datang ke gereja dan berdoa, setelah itu kau akan menanyakan banyak hal kepada pastor dan dengan hatimu yang baik itu kau akan meminta padaku untuk merenovasi setiap gereja yang menurutmu memerlukan bantuan. Setiap kebaikan yang kau lakukan membuat aku sadar akan banyak hal, kau benar-benar gadis yang baik.”


Louis kembali mengenang setiap moment yang dia lalui bersama dengan valerie selama ini, kebaikan yang selalu valerie buat, dengan hatinya yang begitu lembut.


“Kau bahkan menangis seharian hanya karena seekor kelinci yang terluka.” louis tersenyum mengingat moment dimana valerie menemukan seekor kelinci dihutan yang sedang terluka, valerie dengan semampunya berusaha untuk mengobatinya, tetapi gadis itu tetap saja menangis karena merasa kasihan dengan kelinci itu


“Hal yang sangat aku nantikan adalah dimana aku akan menyaksikannya dengan mataku sendiri bahwa kau telah bahagia.”


Louis menatap lama wajah cantik valerie, dan entah kenapa dirinya seakan mendorongnya untuk mencium kening valerie cukup lama.

__ADS_1


“Cepatlah sembuh.”


__ADS_2