Vous Me Voyez

Vous Me Voyez
Aku tidak percaya pada siapapun untuk menjagamu


__ADS_3

Louis pergi kesalah satu club malam terbesar miliknya yang berada di tengah kota madrid dengan ditemani oleh max.


“Dimana dia?”


“Dia menunggu diatas.”


Keduanya berjalan menuju lantai 2 tempat dimana para ruangan vip berada. Max menuntun jalan kesalah satu ruangan yang akan dikunjungi oleh louis dengan seseorang yang sudah menunggunya.


“Tuan louis, akhirnya kau datang juga.”


Seperti yang dilihat oleh louis saat ini seseorang telah bersiap menyambut kedatangannya, pria tua yang kini rambutnya sudah mulai memutih dengan perut bunci itu siap menjilat kepada louis.


“Apa yang kau inginkan?” louis langsung pada intinya


“Kau terlalu terburu-buru tuan louis.” katanya sembari menuangkan wine ke dalam gelas yang kosong lalu memberikannya kepada louis


Louis menerimanya “Aku tidak punya banyak waktu!”


“Aku melihat beritamu, sepertinya dia wanita yang beruntung karena bisa bersama denganmu.” pria itu seperti sedang memancing sebuah informasi dengan menyinggung valerie dalam obrolan mereka


“Dia tidak dalam pembahasan ini, kata langsung pada intinya saja tuan durero!” louis menyeringai menatap durero dengan tatapan tajam


“Uhuukk…uhuukk, hmmmm” pria itu pura-pura terbatuk untuk menetralkan dirinya melihat louis


“Aku menginginkan senjata milikmu tuan louis.”


“Kau tahu jika kau tidak akan semudah itu mendapatkannya.” ucap louis


“Apa syarat yang kau inginkan?” tanya durero


“Jalan menuju rusia.”


Louis meminum wine yang diberikan oleh pria bernama durero itu, tatapan matanya menatap durero yang sedang perpikir keras dengan tawarannya.


“Baiklah, aku setuju.” durero menyetujuinya


“Kau akan segera mendapatkannya.” Setelah mengatakan hal itu louis menaruh gelas wine yang dia pegang lalu beranjak pergi meniggalkan durero diruangan itu


“Cari tahu kemana dia akan menyebarkan senjata itu.” perintah louis dan dibalas anggukan oleh max yang mengikutinya


•••


“Valerie?”


“Apa itu kau? jika ya, kau sangat pandai bersembunyi selama ini, hahahaha…”


Disebuah rumah mewah yang terletak diperumahan elit kota madrid, seorang pria yang sekiranya saat ini berusia 40-an itu menyeringai dan tertawa sangat keras didalam kamarnya saat melihat berita tentang louis yang memperkenalkan seorang wanita sebagai tunangannya.


“Cari tahu semua tentang dia, jika perlu aku ingin bertemu secara langsung dengannya.” pria itu memerintahkan asistennya


“Maaf tuan, mungkin itu akan sulit terlebih dia…”


Prangggg…


Pria itu melempar gelas yang dia pegang ke dinding sehingga menimbulkan suara yang nyaring keras, sorot mata yang tajam dengan marah dia mengatakan… “Aku tidak membayarmu bekerja denganku hanya untuk mengatakan hal itu! cari cara apapun untuk aku bisa bertemu wanita itu.”


“B-baik tuan.”

__ADS_1


•••


Kediaman Louis📍


“Tuan louis, kami kembali sesuai dengan perintahmu.” Alex dan pablo baru saja tiba dan segera menemui louis


Louis melemparkan sebuah map coklat diatas meja dan segera alex dan pablo memeriksanya.


“Kami siap menerima perintah!” kata alex dan pablo setelah melihat isi dari map coklat itu


“Tugas kalian menjaga valerie saat tidak bersamaku, jangan sampai kalian lengah dengan valerie.”


“Baik tuan, kami akan menjaga nona valerie dengan mempertaruhkan nyawa kami sendiri.” setelah itu alex dan pablo pamit undur diri dari sana


Dor


Dor


Dor


Louis mendengar suara tembakan yang berasal dari halaman belakang mansion, itu menarik perhatiannya hingga dia berjalan kearah jendela dan kedua sudut bibirnya terangkat tersenyum saat melihat dihalaman belakang sana sedang ada valerie yang berlatih menembak.


“Semua usahamu akan terbayarkan dengan apa yang kau inginkan.” gumamnya


“Louis…” max masuk setelah mengetuk pintu terlebih dahulu


“Ada apa?”


“Perusahaan Fomento Construccion mengirim undangan makan malam untukmu dan valerie, dia juga menyampaikan jika ingin bekerja sama dengan La Affoulos lnc.” jawab max


“Apa menurutmu begitu?” tanya louis


“Katakan jika aku dan valerie akan memenuhi undangannya.”


“Baiklah.” max lalu keluar dari ruangan louis


•••


Malam harinya valerie membuka pintu balkon kamarnya, di sana dia cukup lama berdiam diri dengan pandangan ke alam liar. Mansion milik louis berada jauh dari pusat perkotaan, mansion itu menyatuh dengan alam dan hanya dibatasi oleh tembok tinggi yang besar.


Valerie sangat menyukai suasana seperti ini, dimana dia bisa melakukan apa saja tanpa adanya kebisingan. Di setiap harinya dia hanya akan mendengar berbagai macam suara yang berasal dari alam liar justru membuatnya merasa damai, hatinya merasa nyaman mendengarkannya.


“Mami, kak valen, aku sangat merindukan kalian.”


Gadis cantik itu mengandarkan pandanganya menatap langit yang dipenuhi oleh gerlipan bintang dan bulan yang bersinar terang. Tanpa disadari olehnya air matanya kini telah membasahi wajahnya.


Selama 13 tahun valerie menghabiskan waktunya didalam mansion itu, dia sama sekali tidak berkomunikasi dengan banyak orang selain yang tinggal disana. Semua penghuni dimansion itu menjadi saksi bagaimana valerie menghabiskan waktunya untuk terus berlatih menembak, memanah, beladiri, semua kerja keras yang dia lakukan untuk tujuannya membalas kematian ibu dan saudaranya.


“Aku tidak akan mati sebelum tujuanku tuntas!”


Dia memejamkan matanya membiarkan angin malam menerpa seluruh tubuhnya, rasa sejuk yang dia rasakan membuat dirinya sedikit rilex.


“Kau bisa sakit jika berlama-lama berada disana.”


Valerie membuka matanya setelah mendengar suara yang sangat dia kenal itu berada dibelakangnya saat ini.


“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanyanya setelah valerie berbalik menatapnya

__ADS_1


Valerie hanya menggelengkan kepalanya menatap louis dengan lama tanpa mengatakan apapun.


“Sampai kapan kau akan menatapku seperti itu?” louis memperhatikan valerie


“Bagaimana jika semua yang kita lakukan gagal?” valerie akhirnya membuka mulut


Louis mengeritkan keningnya mendapatkan pertanyaan seperti itu dari valerie “Kau meragukanku?”


“Tidak, hanya saja aku merasa takut jika tujuanku membuat orang yang aku sayang terluka.” ucap valerie menundukkan kepalanya sembari memainkan jemarinya


“Kau tidak akan kehilangan aku, aku juga tidak mudah terluka.” louis berkata dengan penuh percaya diri


Valerie mengangkat kembali kepalanya dan menatap louis “Yang kumaksud bukan dirimu!”


Louis mengangkat kedua bahunya “Maka berhenti untuk memikirkan hal itu, tetaplah pada tujuanmu dan lakukan yang terbaik untuk membalas semua penderitaanmu!”


Valerie berjalan mendekati louis, gadis itu langsung memeluk louis dengan menyandarkan kepalanya ke dada bidang pria itu “Berjanjilah untuk tidak mengorbankan dirimu hanya demi aku, jika kau melakukannya maka aku akan sangat merasa bersalah.”


Louis mengeratkan pelukannya kepada valerie “Aku tidak percaya pada siapapun untuk menjagamu.”


“Aku bisa menjaga diriku sendiri.”


“Entahlah, aku meragukaanmu.” ucapnya dengan tersenyum


“Hah? aku berlatih beladiri setiap hari dan kau bilang meragukanku. Kau benar-benar menyebalkan louis!” valerie melepaskan dirinya dari louis, gadis itu tidak terima saat louis meragukan kemampuannya untuk menjaga dirinya sendiri


Belum sempat louis berbicara valerie sudah lebih dulu mengusirnya keluar dari kamarnya “Keluar dari kamarku, aku ingin tidur!” ucapnya sembari berjalan naik keatas tempat tidurnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut


Louis menarik nafas yang panjang sepertinya dia telah berbicara yang salah pada gadis itu. Dia pun menutup pintu balkon kamar valerie agar angin dingin tidak masuk kedalam kamar itu.


Dan tanpa pikir panjang louis membuka kemeja yang dia kenakan dan meletakkannya asal, lalu berjalan naik keatas tempat tidur dan berbaring disamping valerie.


“Apa yang kau lakukan?” teriak valerie dari balik selimut


“Aku hanya ingin tidur denganmu.” jawab louis dengan menarik selimut yang menutupi valerie hingga terjatuh kelantai


Valerie menatapnya tidak suka “Kau tahu aku sedang marah padamu! aku tidak ingin kau disini.”


“Aku tahu kau tidak akan bisa marah padaku.” bantah louis segera menarik gadis itu kedalam pelukannya sehingga membuatnya sulit untuk bergerak


“Kenapa kau tidak memakai baju?” valerie baru menyadari jika saat ini louis bertelanjang dada


“Kenapa?” louis tersenyum dan balik bertanya


“Ambil selimutnya, kau akan kedinginan.” pinta valerie yang khawatir jika louis akan kedinginan


Louis tersenyum hanya karena perhatian kecil yang dilakukan oleh gadis yang ada didalam dekapannya saat ini.


“Louis…”


“Hmmm.”


“Aku tidak ingin kau sakit!”


“Baiklah.” louis mengalah dan segera mengambil selimut itu dan memakainya hingga menutupi tubuhnya dan valerie


“Tidurlah.” ucap louis kembali menarik valerie kedalam pelukannya

__ADS_1


“Hmmm…”


__ADS_2