
Cebol menciptakan tanah berbentuk bulat untuk berlindung dari serangan bola api, namun bola-bola api itu terlalu kuat sehingga menghancurkan tanah milik nya dan seketika bola-bola itu meledakkan dirinya hingga ia terpental jauh dan meringis kesakitan.
“Sangat lemah, apakah kau benar-benar jendral kota ini.”
Cebol tersenyum, “Apakah kau pernah mendengar cerita se ekor Kura-kura yang mengalahkan kelinci dalam lomba lari?”
“Peduli apa aku dengan cerita itu, BOLA API RAKSASA, BALL EXPLOSION !"
Lucas menciptakan bola api raksasa yang hampir seperti matahari, ia berniat menghancurkan Cebol dalam satu serangan.
Dalam keadaan genting seperti itu cebol tetap tersenyum.
“LOCK,” teriak cebol.
Tiba-tiba bola api raksasa Lucas menghilang, ia tak dapat bergerak dan tak dapat menggunakan sihir nya.
“Apa yang sedang terjadi?” tanya Hurricane tak mengerti.
“Lucas terkana segel sihir, anak itu benar-benar ceroboh,” jelas Luxy.
“Apan yang telah kau lakukan Dwarf gila, kenapa aku nggak bisa bergerak,” Lucas berteriak karena mulai panik.
“Aku telah menyegel sihir dan tubuh mu, selagi kau menyerang ku membabi buta, aku menyiapkan sihir segel di bawah kaki mu, sekarang kau tak akan bisa pergi keman-mana.”
“Tidak, aku tidak mungkin kalah dari mu.”
Cebol menggunakan sihir tanah dan melapisi tangan nya dengan tanah yang keras, ia Berniat memukul lucas sebagai serangan terakhir.
“Kau kalah.”
Cebol melesat dan menghantam wajah Lucas dengan tinju tanah hingga tubuh Lucas terpental menghantam Gedung yang ada dibelakang nya.
Lucas terluka parah, ia berdarah dan tak sadarkan diri, pertarungan kedua di menangkan oleh Cebol.
“Kau hebat Cebol, kami bangga padamu,” Teriak Rayyan.
“Hahaha siapa dulu, Cebol.”
Melihat kekalahan salah satu jendral nya, Hurricane merasa malu, ia semakin geram dan penuh amarah.
“Luxy hancurkan mereka,” titah nya dengan nada berat penuh amarah.
Luxy berikutnya maju, sebagai seorang marksman ia mengeluarkan senjata panah Elf milik nya.
Yeppo yang sedikit tersipu malu pun maju untuk meladeni amarah Luxy yang sudah memuncak.
“Sebenarnya aku tak ingin melukai seorang Wanita, apalagi seorang Elf, tapi ini demi kerajaan, wajah cantik mu akan tergores oleh panah ku hari ini.”
__ADS_1
“Aku urungkan niat ku jatuh cinta kepadamu, kau memang tampan tapi kau tak cocok dengan ku.”
Luxy semakin geram, “Siapa juga yang suka padamu!! Kau berkata seakan-akan aku menyukai gadis busuk,” bentaknya.
Tak ingin meladeni sikap bodoh Yeppo Luxy langsung menyerang dengan anak panah sihir yang melesat seperti kilat berwarna biru.
“Mati kau.”
CING ! Yeppo menghilang secepat kilat dan tiba-tiba muncul di depan wajah Luxy.
“Apa? kenapa dia bisa bergerak secepat ini,” gumam Luxy dalam hati.
Luxy mencoba menjauh namun Yeppo menarik jubah milik nya dan mencegah laki-laki tampan itu untuk membuat jarak.
“Lepaskan,” teriak Luxy.
Yeppo menarik juba Luxy hingga membuat anak itu semakin merekat ke tubuhnya dan kemudian memeluknya dengan erat.
“Apa yang akan kau lakukan Hah?” teriak Luxy mulai panik.
“Apa kau tidak merasakan buah dada ku yang kenyal, apa kau tidak jatuh cinta kepadaku setelah kita sedekat ini?” ucap nya dengan nada menggoda.
“Perempuan gila.”
“Kalau begitu baik kita meledak Bersama.”
Karena tak tahan, ia kemudian bergerak untuk mencegah kekalahan Luxy namun secepat kilat Rayyan sudah berada di depan bola mata nya dengan tatapan tajam dan geram. “Apa yang sedang kau lakukan Raja yang agung, apakah kau berniat untuk menganggu jalanya duel suci ini? Dimana sikap kesatria mu.”
“Peduli setan,” jawab Hurricane kasar.
“Kenapa bawa-bawa setan si, emang setan salah apa?”
Hurricane tambah geram, “Orang di kota ini semua nya aneh, minggir atau aku akan menghancurkan mu.”
“Cobalah jika kau bisa.”
Hurricane mencoba menekan sihir Rayyan dengan mana milik nya, ia berharap Rayyan akan mundur atau pingsan dengan tekanan mana miliknya, namun di luar dugaan. Rayyan menahan tekanan itu dengan mana yang seimbang dengan nya.
Perang mana dan saling tatap pun terjadi, tanah di sekitar mereka retak dan kemudian mengambang ke udara. Tekanan mana yang sangat kuat membuat Cebol dan yang lain bertekuk lutut karena tak kuat menerima tekanan yang sedang terjadi.
Yeppo yang menyadari Rayyan sedang menahan Hurricane sekuat tenaga berniat mengakhiri semua nya.
“Kita akan mati Bersama sayang, PELUKAN CINTA, LEDAKAN CINTA.”
BOOM ! Yeppo meledakan diri bersamaan dengan Luxy di pelukannya.
Menyadari hal itu, Hurricane semakin menggila, ia tak menyangka jika ia bisa di tahan oleh seorang manusia.
__ADS_1
Ia menambah kapasitas mana, namun Rayyan tetap menahan dengan menambah kapasitas mana yang sama.
“Kenapa Raja, kau terkejut aku bisa menahan tekanan mana mu?, kalau begitu kau yang akan bertekuk lutut,” Rayyan mencoba memprovokasi.
Hurricane semakin menggila , “Akan ku bunuh kau manusia sombong, AAAAAAAA”
Tekanan mana semakin gila, area sekitar mulai hancur, puing-puing bangunan terangkat ke udara, Iron,Luxy dan Cebol tak mampu berdiri, bahkan mereka hampir tak sadarkan diri karena tekanan mana yang sangat besar.
“Apa yang terjadi, kenapa manusia ini tetap bisa mengimbangi sihir ku, sekuat apa sebenarnya dia,” gumam Hurricane dalam hati.
“Kau pasti merasa heran kenapa aku bisa menahan mu, tapi asal kau tahu, aku belum sampai disini.”
“Tidak mungkin ada manusia yang lebih kuat dari pada Naga,” teriak nya histeris.
“Kalau tidak ada, maka aku akan jadi orang pertama yang akan mengalahkan Naga.”
“FULL MANA AAAAAAAAA ! ” Hurricane semakin menggila.
“MANA Cool Down.”
BOOM, seketika perang mana berhenti, Hurricane hanya diam, ia tak mengerti kenapa tiba-tiba aliran mana yang ia keluarkan berhenti tiba-tiba.
“Kau kalah, TEKANAN MANA.”
BOOM ! Rayyan menekan Hurricane dengan mana yang sangat kuat sampai-sampai ia tersungkur dan kemudian pingsan.
“Selesai.”
...***...
Iron mengangkat tubuh Luxy yang tak sadarkan diri dengan luka bakar yang cukup parah.
Di lain sisi Lucas yang terluka mencoba menopang tubuh Hurricane yang juga tak sadarkan diri.
“Kami kalah, sesuai dengan janji Raja, kalian boleh memiliki pulau-pulau disini,” kata Iron sembari berjalan menjauh.
“Kalian mau kemana?” cegah Rayyan.
Iron terhenti, dan kemudian berbalik menatap Rayyan dengan tatapan sedih, “Kami akan pulang.”
“Dalam keadaan seperti itu kalian tak akan bisa pulang, kami akan merawat teman mu, tenang saja, kami bukanlah orang jahat.”
Iron tak punya pilihan lain, mereka terluka parah dan tak mungkin bisa pulang, jika tak menerima tawaran Rayyan maka sama saja baginya bunuh diri.
“Kau memang Raja yang bijak sana, katakana siapa namamu wahai Raja?”
“Aku bukan Raja, aku Wali Kota, nama ku Rayyan.”
__ADS_1