
Asap hitam yang membuat langit biru terlihat kotor memenuhi udara saat sebuah kapal mendekati bibir dermaga Kota Cahaya. Kapal itu sudah mengalami kerusakan parah di beberapa bagian yang sudah terbakar dan banyak penumpang kapal yang mengalami luka parah.
“Sebentar lagi, itu pulau Middle. Kita harus bertahan, teman-teman," teriak seorang pemuda berambut pirang dengan gagahnya.
Lambat tapi pasti, kapal penuh asap itu mulai berhenti dan menyebabkan kehebohan di kalangan masyarakat Kota Cahaya. Yeppo dan Miu Miu yang kebetulan berada di dermaga itu segera membantu penumpang. Beberapa warga juga ikut membantu.
Sementara itu, Rayyan sibuk dengan pekerjaannya di kantornya, yang memerlukan tanda tangan pada banyak berkas yang menumpuk di mejanya. Tiba-tiba, Cebol masuk dengan tergesa-gesa, dan memberitahunya tentang kapal yang baru saja tiba di dermaga dalam kondisi terbakar.
Tanpa ragu, Rayyan dan Cebol meloncat keluar dari jendela kantor dan terbang langsung ke dermaga untuk membantu. Tiba di sana, mereka melihat pemandangan yang mengerikan. Ratusan orang terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.
Rayyan mendekati penumpang kapal yang tampak sehat dan bertanya, "Apa yang terjadi?" Penumpang itu melihat ke arah Rayyan, terlihat syok dan sangat bingung. Sebelum ia bisa menjawab, penumpang itu tiba-tiba pingsan.
Yeppo segera menangani penumpang tersebut dan membaringkannya dengan hati-hati di tanah. Rayyan kemudian mendekati Yeppo dan bertanya, "Apa yang dikatakan penumpang tadi?"
Yeppo dengan antusias menceritakan bahwa penumpang tadi berasal dari Kerajaan Dragon, yang diserang oleh kelompok orang yang menggunakan sihir hebat sehingga mereka melarikan diri dengan kapal ke Kota Cahaya. Kapal mereka diserang oleh monster laut yang membara karena tidak dilengkapi dengan batu anti-monster. Rayyan sangat terkejut dan tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi.
__ADS_1
Setelah memberikan perawatan medis kepada para korban, Rayyan langsung memimpin rapat darurat untuk mengevaluasi situasi dan membahas rencana untuk menghadapi ancaman tersebut.
Beberapa warga mencoba memberikan pendapat mereka tetapi Rayyan tampaknya memperhatikan dengan penuh perhatian apa yang dikatakan oleh Optik.
“Hurricane kemungkinan telah tewas,” ucap Cebol dengan gamblang.
Rayyan bertanya-tanya, "Siapa itu Hurricane?" Optik memberitahunya bahwa Hurricane adalah saudara laki-laki dari Hurria, yang sangat ingin merebut tahta Kerajaan Dragon. Optik meyakini bahwa Hurria bisa jadi menyewa para penjahat untuk menyerang kerajaan.
Rayyan berpikir dan memutuskan untuk mengambil tindakan dengan hati-hati karena situasinya sangat kritis dan lawannya mungkin memiliki kekuatan sihir yang sangat kuat. "Berapa banyak orang yang harus kita bawa?" tanyanya pada Optik.
Mereka harus waspada karena orang-orang yang mereka lawan sangat berbahaya. Rayyan memerintahkan Yeppo, Cebol, Optik dan Miu Miu untuk bersiap-siap, dan memutuskan untuk pergi ke ibu kota Ring Fire untuk memberikan balasan.
Tiba-tiba, Alexander Lightning, seorang penyihir yang pemberani, memohon kepada Rayyan untuk ikut dalam perjalanan ke Ring Fire. Rayyan bersedia dan persiapan segera dilakukan untuk berangkat menggunakan kapal khusus Wali Kota yang telah dipersiapkan oleh Optik.
Para warga yang sangat mencintai Rayyan berkumpul di bibir dermaga untuk memberikan doa dan mendoakan keselamatan mereka sebelum berangkat. Rayyan tersenyum dan merasa terhormat. Kapal akhirnya mulai bergerak untuk menjauh dari bibir dermaga dan mereka berlayar dengan penuh semangat dan harapan yang tinggi.
__ADS_1
Beberapa saat setelah kapal menjauh dari area perairan Middle Rayyan, mereka memimpin rapat strategi.
“Kita tidak mungkin berlabuh di dermaga kerajaan Dragon. Alex mengatakan bahwa Hurria dan Dark Magic telah mengendalikan kerajaan. Oleh karena itu, kita akan berlabuh di hutan pesisir Kerajaan Dragon. Nanti, kita akan pergi ke sana menggunakan perahu kecil. Kapal ini akan tetap berada di laut, tentu saja jangkar akan dilemparkan agar kapal tidak terbawa ombak,” jelas Rayyan.
“Rencana yang bagus, Kapten. Dari hutan pesisir, kita akan menyusup dan memastikan keadaan kerajaan. Jika waktunya telah tiba, kita akan menyerang Hurria dan Dark Magic,” tambah Cebol.
“Tepat sekali.”
Rayyan menatap Alex, “Kami mengandalkanmu, Alex. Kamu yang hanya tahu medan hutan pesisir dan arah untuk tiba di ibu kota Ring Fire.“
Alex merasa sangat beruntung bertemu dengan Rayyan dan yang lain. Dia merasa semua akan baik-baik saja. Wali Kota benar-benar dapat diandalkan.
“Siap, tuan. Mohon bantuannya juga. Sebelumnya, aku tidak dapat menggunakan sihir. Aku baru bisa menggunakan sihir saat kami diserang Red Mamba. Aku berhasil membunuhnya, namun aku masih pemula. Mohon bantuanmu," ucap Alex sambil bersujud.
Rayyan sedikit terkejut. Dia berpikir sihir apa yang dimiliki Alex sehingga dia bisa membunuh Red Mamba.
__ADS_1