
Setelah presentasi Optik yang tak pernah mereka duga. Akhirnya Hurricane dan yang lain Kembali ke kamar.
Esok hari mereka akan pulang dengan membawa segudang hadiah, “Aku jadi tak sabar pulang,” ucap Hurricane dalam hati.
...***...
#Keesokan Harinya
Hari dimana mereka akan pulang tiba, Optik dan 2 orang Dwarf Bernama Kolom dan Bolom, Dwarf kembar yang selalu membantu pekerjaan Cebol sudah siap dengan tas penuh barang. Mereka akan ikut Hurricane menuju kerajaan Dragon.
Namun keberangkatan Hurricane kali ini sedikit berbeda, jika biasa ia pulang dan pergi dengan cara terbang, sekarang ia pulang dengan kapal laut mewah dan besar dengan teknologi anti monster.
Rayyan, Cebol dan Yeppo berdiri di bibir Pelabuhan, Iron dan para jendral telah lebih dulu naik ke atas kapal.
“Yang Mulia, tunggu apa lagi ayo naik ke kapal,” teriak Luxy dari beranda kapal.
“sebentar, ada sesuatu yang ingin ku berikan kepada Wali Kota,” jawab Hurricane.
Pria paruh baya itu mendekati Rayyan, ia kemudian memberikan sebuah kain kepada Rayyan.
“Untuk apa ini Tuan?” Rayyan tak mengerti.
“Itu adalah bendera Kerajaan Dragon, Pasang bendera itu di Pelabuhan ini atau di pusat kota, dengan begini jika ada orang dari Barat tiba disini mereka tak akan mengklaim pulau-pulau ini adalah milik mereka.”
Rayyan tersenyum, ia tak menyangka jika Hurricane yang terkenal angkuh juga memiliki sisi yang baik.
“Siap Tuan, terimakasih,” jawab Rayyan gembira.
“Aku pergi.”
“Hati-hati di jalan.”
Hurricane di ikuti Optik dan yang lain akhirnya naik ke kapal. Tak lama kemudian kapal mengembangkan layar dan mulai bergerak.
Optik berada di ruang kemudi, ia yang akan mengemudikan kapal menuju Kerajaan Dragon yang ada di benua Timur.
Rayyan yang berdiri di bibir Pelabuhan menyaksikan kapal yang mulai menjauh dan kemudian menghilang.
Tak butuh waktu lama, mereka telah menjauh dari area pulau. Pemandangan di sana mulai berbeda.
Laut luas dengan warna biru serta cahaya matahari yang terik menemani perjalanan mereka.
__ADS_1
Setelah berlayar beberapa jam mereka di hadang oleh monster laut berbentuk gurita raksasa. Namun itu bukanlah masalah, kapal tetap melaju tanpa di ganggu oleh monster tersebut.
Hurricane yang berdiri di dek kapal merasa takjub,
“Jika saja tak ada teknologi batu anti monster, aku pasti sudah repot bertarung dengan monster-monster itu” gumamnya dalam hati.
Untuk tiba di kerajaan Dragon mereka memerlukan waktu 2 hari dua malam.
Waktu yang cukup lama karena mereka hanya berlayar dengan memanfaatkan angin. Optik telah memperhitungkan ini, karena itulah ia membuat sebuah mesin yang dapat bergerak untuk mempercepat laju kapal sehingga dapat mempersingkat waktu perjalanan.
Optik kemudian berjalan menuju ruang mesin, di sana ada sebuah mesin raksasa yang ujung dari mesin itu adalah sebuah besi yang mirip dengan Meriam.
Besi itu berukuran cukup besar dengan sambungan nya adalah mesin yang berada di ruang mesin.
Untuk mempersingkat waktu perjalanan mereka Optik mengaktifkan mesin itu dengan memasang 10 batu sihir di dalam sebuah kotak yang memang di buat untuk mengkonversi mana alam menjadi tenaga gerak.
Ia kemudian menekan tombol On, dalam sekejap mesin mulai menyala. Setelah mesin menyala Optik menarik tuas yang berada di samping tombol on.
Setelah tuas ditarik, besi bulat seperti Meriam di bagian belakang kapal mulai bercahaya dan kemudian mengeluarkan sihir angin yang berhembus kencang sehingga mendorong laju kapal lebih cepat.
Hurricane dan yang lain tampak terkejut, mereka pergi ke ruang mesin untuk menyaksikan apa yang telah di lalukan Optik.
Karena semua orang penasaran, Optik kemudian menjelaskan kepada semua orang bahwa kapal di lengkapi dengan teknologi angin pendorong yang di hidupkan dengan tenaga batu sihir.
...***...
sebuah bendera berkibar bersama dengan kabut-kabut pagi hari di bibir laut.
lambang naga yabg tergores indah du bendera itu menunjukkan jika tanah indah itu adalah Kingdom Of Dragon.
Tak lama kemudian sebuah kapal dari kejauhan tampak mulai menepi.
mereka akhirnya tiba di kerajaan Dragon pada pagi hari.
Optik menghentikan laju kapal sekitar 50 meter dari bibir pantai. itu semua karena kerajaan Dragon tak memiliki dermaga. jika tak ada dermaga maka mustahil kapal besar dapat menepi dengan baik.
jadi untuk mengatasi masalah itu mereka menggunakan perahu kecil untuk menuju daratan.
Lucas dan Luxy bertugas untuk mendayung, Hurricane yang tampak antusias dan gak sabar untuk sampai ke daratan.
mereka tiba di tepi, Lucas tampak berkeringat, ia tak mengira jika mendayung adalah olahraga yang cukup membuat otot-otot nya terpacu.
__ADS_1
"Kita sampai, sekarang butuh beberapa kilo lagi untuk sampai ke kota," Ucap Hurricane Spontan.
""Tapi tenang, kita akan terbang kesana," sahut Iron
"Tidak, kita akan jalan kaki," Hurricane tiba-tiba mengubah rencana.
""kenapa jalan tuan?" Iron protes.
"Optik akan menganalisa medan dari sini sampai ke gerbang kota, besok akan di lakukan pembangunan dermaga," jelasnya penuh semangat.
Iron diam mendengar hal tu.
mereka kemudian berjalan melewati hutan yang cukup lebat. kerajaan Dragon benar-benar tak membangun akses ke laut selama ini.
hal ini mereka lakukan agar tak bersinggungan dengan para monster di laut.
butuh berjalan sekitar 2 jam untuk sampai ke gerbang kota.
selama perjalanan Optik mencatat semua detail-detail medan yang ia pikir harus di hindari.
selain itu, Optik juga telah mendesain jalan dan bangunan dermaga yang akan di bangun besok setelah memastikan medan dan keadaan hutan.
mereka terus berjalan, Hurricane tampak sangat senang. Optik yang sibuk mencatat dan pada jendral yang diam-diam menggerutu karena tak setuju mereka harus berjalan di tambah dengan suara kicauan burung yang indah semakin menambah kesan damai saat itu.
beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di gerbang kota.
Optik sesaat diam tak bergeming sembari melihat kearah gerbang.
Sebuah gerbang megah dengan patung naga di sisi kanan dan kiri gerbang membuat gerbang itu sangat indah sekaligus membuat siapa saja takjub melihat nya.
"Selamat datang di ibu Kota Kerajaan Dragon, Ring Fire City," ucap Hurricane memamerkan kerajaannya.
sebuah kerajaan yang sangat hebat, kota Ring Fire adalah ibu kota kerjaan Dragon. selain kota Ring Fire, wilayah kekuasaan Kerajaan Dragon juga sangat luas.
Mencakup pesisir benua Timur hingga menuju tengah benua yang langsung berbatasan dengan kerajaan Raja Iblis Asura.
Beberapa kota-kota besar seperti Stone Town, White Water Town mewarnai wilayah kekuasaan kerajaan Dragon.
Mereka masuk menuju bagian dalam gerbang. di sana beberapa penjaga menghentikan mereka namun penjaga tersebut sangat gugup saat mereka mengetahui sang Raja Naga yang datang.
setelah pemeriksaan di bagian gerbang, mereka berjalan menuju bagian dalam.
__ADS_1
bagian dalam Kota sangat indah, desain bangunan kota sangat indah dan memiliki corak bangunan yang sangat khas.
setiap gedung di kota itu memiliki corak tanduk naga di bagian atap nya. corak-corak itu menambah kesan yang sangat berbeda dari kota-kota yang pernah Optik kunjungi sebelumnya.