
Rayyan terpojok, Alex berusaha menggapai Rayyan namun Valco menghalanginya.
"Mau kemana kau? hahaha kenapa? kau khawatir dengan Wali Kota, tenang saja, sebentar lagi dia akan mati," Valco mencoba memancing amarah Alex.
Devian perlahan maju, dengan zirah sihir kegelapannya ia merasa di atas angin. Rayyan yang tampak lelah tak mampu berbuat apa-apa.
"Kau akan segera bertemu Hurricane di neraka," ancamnya
Wush ! Devian melesat, ia menebas tepat di batang leher Rayyan namun-
BOOM ! serangan mendadak menyelamatkan Rayyan dari kematian.
"Ada apa dengan mu Tuan, ayo semangat, kau pasti bisa mengalahkannya," teriak Optik.
"Sial," Devian semakin kesal.
Optik berhasil menyelamatkan Rayyan dengan serangan Mana Explosion. namun pertahanannya terbuka dan Valina langsung mengunci tubuhnya dengan benang sihir.
"Optik," teriak Cebol khawatir.
"Kalian harus menang, " teriak Optik.
Rayyan melihat kearah Optik dan -
KREK TUS ......
Rayyan menyaksikan tubuh Optik terbelah menjadi 5 bagian dengan darah yang terhambur bagai air hujan.
"Ooop tiiik ! " teriak Cebol Histeris.
"Satu selesai, sekarang tinggal kau Dwarf cebol," Valina menyerang Cebol.
Cebol yang dalam keadaan syok tak dapat berbuat apa-apa, ia juga tertangkap oleh benang sihir Valina.
"Selamat tinggal Dwarf Ce -"
"Tak akan ku biarkan," teriak Alex sembari memutus Benang sihir Valina dengan sihir Thunder miliknya.
Untuk menyadarkan Cebol yang Syok Alex menampar wajah Cebol.
"Sadar, jangan biarkan kematian Optik jadi sia-sia," ucap Alex penuh marah.
Valco kesal, ia lengah sehingga Alex dapat lolos dan menolong Cebol.
Di sisi lain Rayyan tak bergerak, matanya melotot tak berkedip, ia tampak sangat terpukul.
"Bodoh ! aku terlalu sombong sampai-sampai aku lupa jika di atas langit masih ada langit, apa yang harus aku lakukan, Optik sudah, AAAAAA aku bodoh ! " Rayyan menjerit.
...***...
__ADS_1
di sisi lain, meria menyerang Yeppo dan Miu Miu dengan ratusan monster panggilannya.
Gianno menebas Purple dengan tebasan mana miliknya namun Purple hanya tertawa, "hahaha, geli,"ejeknya.
Yeppo menjauh, ia tahu mustahil menyerang meria yang di lindungi ratusan monster. ini adalah pertama kali Yeppo akan bertarung dengan seluruh kemampuannya. selama ini ia selalu menyembunyikan apa sebenarnya kekuatannya.
"PANAH AGUNG ELF, monster-monster mu akan meregang nyawa dengan panah ini," ancamnya.
meria terkejut melihat panah yang di keluarkan Yeppo, "itu panah agung Elf, jadi kau Elf bangsawan rupanya."
Gianno kesal saat melihat Yeppo, terakhir kali ia punya pengalaman buruk saat melawan Elf yang bertipe Marksman.
"Kau urus Elf itu Meria, biar aku yang ******* gadis setengah hewan yang imut itu, jujur telinga kucing mu membuat ku bernafsu."
"Jangan harap kau bisa mengalahkan ku dengan mudah, CAKAR KUCING !" Miu Miu siap menyerang.
"Uuuu imutnya."
Miu Miu berlari dengan kecepatan tinggi, cakar kucing yang telah ia poles dengan mana melesat menuju tubuh Gianno, namun laki-laki berambut gondrong itu dapat menghindar dengan mudah.
Di lain sisi pertarungan Meria dan Yeppo akan berlangsung. Purple bersama Yeppo karena ia harus mengurus monster-monster panggilan Meria.
Purple maju, dan dengan mudah ia melahap semua monster.
Menyadari hal itu meria memanggil salah satu monster terkuatnya yaitu Kraken.
Saat Kraken keluar Purple menyeret Kraken menjauh dari Yeppo, "sisanya aku serahkan padamu Gadis Elf, Kraken biar aku yang urus," ucap Purple.
Yeppo menyiapkan serangan panahbagung Elf dengan 3 anak panah sihir yang bersinar berwarna biru.
WUSH WUSH ! anak panah melesat menghujam kumpulan monster yang melindungi tubuh meria.
"Dugaan ku benar, Perempuan itu tak bisa memakai sihir lain selain sihir Summon, kalau begitu kemenangan sudah di pastikan." gumam Yeppo.dalam.hati.
Anak panah Yeppo menghujani kumpulan monster dan membuat monster-monster itu meregang nyawa.
Di lain sisi Meria mulai panik, Kraken monster terkuatnya sedang di hajar Purple dan anak panah Yeppo begitu kuat dan terus membunuh semua monster.
Yeppo kemudian memanfaatkan kelengahan Meria dan bergerak cepat sembari terus menembak kan anak panah.
Karena serangan Yeppo tanpa henti, akhirnya pertahanan Meria terbuka dan seketika itu juga Yeppo mengaktifkan anak panah raksasa yang merupakan serangan pamungkas panah agung Elf.
BOOM ! ledakan terjadi saat anak panah raksasa menghujam tubuh Meria.
Asap mengepul dan menghalangi pandangan untuk memastikan apakah serangan itu berhasil atau tidak.
kepulan asap itu membuat Yeppo masih waspada, ia belum yakin Meria akan kalah hanya dengan satu serangan dan itu benar.
Meria keluar dari kepulan asap dengan wujud yang berbeda.
__ADS_1
Ia merubah wujudnya menjadi manusia dengan bulu dan taring yang panjang. ia terlihat seperti monyet namun bertarung harimau.
"Kurang ajar kau Elf bangsawan, gara-gara kau aku terpaksa memakai wujud jelek ini !" teriaknya penuh amarah.
Yeppo tak menghiraukan teriakan wanita jelek itu, karena sudah berubah wujud, Yeppo mengganti panah agung dengan sebuah pedang.
Kali ini Yeppo berniat bertarung jarak dekat dengannya, "bersiaplah," Yeppo melesat.
WUSH TAP TAP TAP ! Yeppo bergerak cepat.
Pertarungan jarak dekat pun terjadi, Yeppo menebas namun Meria menangkis semua tebasan itu dengan cakar mana miliknya.
Adu mekanik kekuatan terjadi, Yeppo berhasil melukai Meria namun luka itu tak membuat perempuan ganas itu mundur.
"TEBASAN ELF !" Yeppo mengaktifkan sihir pedang, tebas itu kemudian meluncur menuju batang leher Meria namun lagi-lagi Meria menangkis semuanya.
"Aku sangat bersemangat, akan mu hancurkan wajah cantik mu Elf bangsawan, " ucap Meria dengan nada menakutkan.
"Maju," Yeppo bergerak cepat, melakukan tebasan dan kemudian berhasil menendang dada Meria dengan kaki kirinya.
Meria sedikit mundur, namun Yeppo mengambil kesempatan itu untuk sekali lagi mengaktifkan panah agung raksasa Elf.
BOOM !
ledakan terjadi lagi, dan kali ini Yeppo berhasil. panah itu menancap di bagian dada Meria.
"Kurang Ajar, aku tidak mungkin kalah dari orang sepertimu, awas ka-"
CING SET ! sebuah tebasan memutus kepala Meria.
Meria tewas.
...***...
Menyadari jika Meria telah kalah, Gianno mengamuk, ia mengaktifkan sihir pedang tingkat tinggi miliknya.
tebasan mana berdaya hancur luar biasa terus menghujam Miu Miu, namun dengan kelincahan dan insting kucing miliknya Miu Miu berhasil menghindar.
Yeppo yang sudah selesai dengan Meria kemudian menolong Miu Miu dengan menghujani Gianno dengan anak panah sihir.
tak lama kemudian Purple yang sudah beres dengan Kraken menyerang Gianno dengan tembakan racun. namun laki-laki rambut gondrong itu masih bisa lolos.
""Kau sudah kalah, " Miu Miu mencoba memancing Amara Gianno.
"Jangan senang dulu, aku masih belum mengeluarkan semua kemampuan ku."
Tak menghiraukan ancaman Gianno, Miu Miu maju dengan kecepatan tinggi, Yeppo melindunginya dari belakang.
Gianno terus menebas dengan tebasan mana namun semua serangan itu tak dapat mengenai Miu Miu hingga Miu Miu muncul di dapan matanya.
__ADS_1
SREK ! sebuah cakaran melukai perut Gianno.
"Sialan kau Manusia kucing, akan ku balas kau !" teriaknya kesal.