
Pohon-pohon mulai terlihat, walaupun sedikit kabur tertutup kabut dahan-dahannya mulai sedikit demi sedikit tampak jelas.
Setelah berlayar selama 8 jam mereka tiba di pesisir Kerajaan Dragon.
Seperti rencana sebelumnya mereka bergerak menuju daratan dengan perahu kecil.
Rayyan, Yeppo dan Cebol satu perahu sedangkan Alex dan Miu Miu dan Optik di perahu yang lain.
Butuh sedikit usaha namun mereka akhirnya menginjak daratan. Hutan lebat dengan akar gantung menyambut langkah mereka.
Alex memimpin perjalanan, tanpa suara mereka memasuki hutan belantara untuk menyusup menuju ibu Kota kerajaan Dragon.
“Kita harus berhati-hati, hutan ini jarang sekali di datangi manusia, aku rasa monster di hutan ini sangat ganas, begitulah rumor hutan ini di kalangan masyarakat kerajaan Dragon,” Alex bercerita sembari memimpin perjalanan.
“Kami percaya pada mu Alex, kau lebih tau medan di sini, kami ikut apapun yang kau perintahkan,” jawab Rayyan memberikan kekuasaan penuh.
Mereka terus berjalan, setelah sekitar 4 jam berjalan mereka talah tiba di pusat hutan dan sekitar 5 jam lagi mereka akan tiba di ibu kota.
Setelah sampai di pusat hutan Alex memutuskan untuk mengajak semua beristirahat.
Yeppo duduk ia tampak lelah, begitupula dengan yang lain.
Mereka butuh makanan, Alex berniat berburu untuk memberi makan semua orang namun Rayyan menghentikan niatnya.
“Kau tidak repot, aku bisa menyiapkan makanan dan minuman dengan mudah,” cegah Rayyan.
Alex tak mengerti namun ia percaya dengan apa yang di katakan Rayyan.
“Toko Online On.“
Alex sama sekali tak mengerti, ia melihat Skill sihir yang sangat aneh sekaligus hebat. Baru pertama kali ia melihat ada orang yang bisa belanja dengan Skill sihir.
Rayyan membeli makanan di Fitur Earth, beberapa bungkus Mie instan ia beli.
Alex semakin tak mengerti, ia tak pernah melihat makanan seperti itu.
Optik membuka tas dimensi dan mengeluarkan satu set kompor bertenaga batu sihir beserta panci dan piring.
Siang itu mereka makan dengan lahap, terutama Alex, ia sangat suka Indomie. Ia belum pernah memakan makanan seenak itu dalam hidupnya.
“Hahaha, Alex kau makan banyak sekali,” Cebol menertawakan Alex.
“Itu reaksi yang wajar, kalian pun sama saat pertama kali memakan ini pasti akan terasa sangat nikmat,” tambah Yeppo.
Aroma Indomie memang tiada duanya, aroma sedap itu tercium oleh monster yang berada tak jauh dari tempat mereka beristirahat.
Monster berbentuk ular kobra raksasa dengan kulit ungu tua bergerak mengikuti aroma sedap yang menggoda selera makannya.
__ADS_1
Di lain sisi Rayyan dan teman-teman tak mengetahui jika bahaya sedang menuju kearah mereka.
“Betapa beruntungnya aku, jadi aroma sedap ini berasal dari kalian hahahaha,” ucap Monster Kobra dengan nada berat.
Spontan semua tersadar dan sangat terkejut saat menyaksikan monster kobra raksasa berada di depan mata mereka.
“Berlindung,” Rayyan memberikan instruksi, “Monster ini tipe Monster cerdas, dia bisa berkomunikasi seperti Joni,” lanjutnya.
“Hahaha betapa beruntungnya aku menemukan manusia di sini, sudah lama aku tak memakan manusia,” ucap Monster Kobra terlihat sangat senang.
Alex gemetar hebat, entah apa yang membuatnya begitu takut namun anak itu pasti punya alasan.
“Kau tak akan memakan kami dengan mudah, kami akan mengalahkan mu,” jawab Yeppo penuh percaya diri.
“Tidak, kita tak akan menang melawan monster itu, itu adalah Monster legendaris PURPLE COBRA,” ucap Alex penuh ketakutan.
Dari penjelasan Alex Rayyan tahu mereka tak bisa gegabah melawan monster tersebut.
“Bersiaplah wahai manusia, SRET ! Wush…”
Purple menyerang dengan kecepatan tinggi monster ganas itu kemudian memecut Rayyan dan teman-temannya dengan ekor miliknya namun beruntung semua dapat menghindar.
Rayyan bergerak cepat ia memasang perisai mana ke seluruh teman-temannya.
Alex terkejut namun setelah ia tahu jika Rayyan melindunginya ia merasa sedikit aman.
Berikutnya Purple menyemburkan cairan berwarna ungu menuju Rayyan dan teman- temannya.
Kali ini semua orang beruntung karena perisai mana yang telah di pasang Rayyan sebelumnya. Namun efek dari cairan itu langsung menghancurkan perisai mana tanpa bersisa dan juga pohon-pohon di sekitar yang terkena cairan itu hangus terbakar.
“Berhati-hati, itu racun,” teriak Miu Miu.
“Aku puji kalian, sudah dua serangan yang kalian hindari, tapi kali ini kalian tak akan bisa kemana-mana, TELEKINESIS PURPLE."
WUNG ! Tiba-tiba mereka tak dapat menggerakkan tubuh.
“Sekarang semua sudah berakhir Hahahaha,” Purple tertawa puas.
Tubuh mereka melayang di udara, Rayyan tak menduga jika ada monster yang bisa menggunakan sihir telekinesis.
Keadaan semakin gawat saat Purple menarik tubuh Rayyan mendekati mulutnya yang penuh racun.
“Tubuh mu tampak penuh dengan mana, aku sangat suka, kau akan makan pertama.“
Melihat Rayyan di ambang kematian semua berteriak namun tak ada gunanya mereka tak bisa bergerak sama sekali.
“Cebol lakukan sesuatu, “ teriak Yeppo histeris.
__ADS_1
Cebol tak dapat melakukan apa-apa, sejujurnya ia sudah pasrah dengan keadaan.
Namun di saat Rayyan di ambang kematian sebuah ledakan besar tiba-tiba memporak-porandakan seisi hutan.
Purple terpental karena ledakan itu, Sihir telekinesis miliknya tak lagi aktif.
Rayyan tertimbun puing-puing pohon, namun situasi tak lagi mencekam.
Cebol, Yeppo dan Miu Miu berhasil lolos dan bersembunyi di balik pepohonan namun mereka tak menemukan keberadaan Alex.
Untuk memastikan semua selamat Cebol mencoba mencari Alex namun ia menemukan hal yang sangat menarik.
Alex melayang di udara dengan tubuh penuh listrik kuning yang menyala-nyala. Setelah melihat hal itu cebol baru mengerti jika ledakan itu adalah ulah Alex.
“Kau akan ku bunuh Purple,” ucap Alex penuh amarah.
Purple yang semakin kesal keluar dari puing-puing pohon.
Secepat kilat monster ganas itu menyerang Alex dengan bola-bola racun namun bola-bola itu semua hancur karena Sambaran petir yang di buat oleh Alex.
“Yep, apakah kau pernah melihat sihir seperti itu,” tanya Optik.
“Sihir legendaris Thunder,” jawab Yeppo tercengang.
Purple semakin geram, ia menyerang membabi buta namun tak satupun serangannya dapat menyentuh tubuh Alex.
“Saatnya mengakhiri semua ini, THUNDER DAMAGE EXPLOSION,” Alek meluncurkan serangan terakhir.
BOOM ! Tubuh Purple di hantam halilintar yang sangat dahsyat hingga membakar seluruh tubuhnya.
“AAAAAAAA, TIDAK MUNGKIN AKU KALAH,” teriak Purple histeris.
Selesai.
...***...
Purple berhasil di kalahkan, Rayyan juga berhasil keluar dari puing-puing pohon.
Mereka berhasil selamat, semua berkat Alex dengan sihir Legendarisnya.
“Terimakasih Alex, semua berkat pertolongan mu,” ucap Rayyan tersenyum kepada Alex.
“Maafkan aku Tuan Wali Kota, sebenarnya aku tak bisa mengendalikan sihir yang baru saja aku miliki,” Alex terlihat pesimis.
“Itu hal wajar, sihir legendaris akan memilih orang yang di nilai cocok, tubuh mu belum terlalu siap menerima kekuatan sebesar itu,” sahut Optik.
Alex berdiri, “apa katamu? Sihir legendaris?“
__ADS_1
“Thunder, adalah salah satu dari 7 sihir legendaris, ku rasa keinginan mu untuk melindungi teman-teman mu membuat sihir legendaris memilih mu sebagai inangnya.“