
Setelah pertarungan berbahaya melawan Purple mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Namun saat mereka hendak pergi Purple kembali menghentikan langkah mereka.
“Tunggu ! jangan pergi, aku ingin membuat kontrak dengan salah satu dari kalian, aku lelah hidup di hutan ini, aku ingin makanan yang enak,” ucap Purple dengan nada memohon.
Mereka terhenti, bukan hanya karena permintaan Purple tapi juga karena mereka tak percaya jika monster itu masih hidup setelah menerima serangan kuat dari salah satu sihir legendaris.
Rayyan berbalik, ia berniat menyerang Purple namun Optik menghentikannya.
“Tuan, coba pikirkan baik-baik,” ucap Optik mencoba mengurungkan niat Rayyan.
Rayyan mereda, ia mencoba berpikir dan apa yang di sarankan Optik adalah benar.
“Bagaimana kalau kau kontrak dengan ku,” Jawab Rayyan lantang.
Purple berusaha berdiri, sesekali ia meringis kesakitan, “Baiklah, kau memang orang yang ku harapkan, tapi aku ada satu syarat.“
“Apa itu?“
“Kau harus menyediakan makanan enak yang kalian makan sebelumnya.“
Rayyan sejenak mengingat apa yang ia makan dan-
“Oooo indomie?“
“Terserah apapun namanya aku rasa makanan itu sangat enak,” jawabnya dengan nada penuh nafsu.
“Baiklah kau ku kontrak.“
Rayyan kemudian berjala. semua orang tak mengerti, ternyata di balik sikap bijaksananya tersimpan kebodohan yang hakiki.
“Kapten tunggu,” panggil Cebol.
Rayyan berbalik dan menatap cebol dengan tatapan malas, “apa lagi? Ayo kita pergi.“
“Tapi Kapten belum menyelesaikan Kontraknya,” Cebol mencoba menjelaskan.
“Hah? Kan tadi udah, sudah ku terima kontraknya,” ngeyel.
“Tapi bukan seperti itu kontrak dengan monster.“
“Lah? Memang harus seperti apa? Harus tukaran tanda tangan, atau peluk kan, Najis.“
“Tuan harus menyatukan darah Tuan dan darahnya, jika itu tidak di lakukan maka kontrak tak akan terjadi,” Optik mencoba menjelaskan.
MBEEK ! Rayyan baru sadar ia telah bersikap konyol.
“Oo kalau begitu ayo, Purple berikan darah mu.“
Purple berjalan mendekat tapi ia terseok-seok, “aku sudah penuh darah, apa kau tidak lihat hah!“ Purple emosi lagi.
__ADS_1
“Kenapa kau yang marah?“ Rayyan ikut emosi.
“Sudah-sudah,” Optik menghentikan pertengkaran mereka, ia kemudian menyayat telapak tangan Rayyan dengan sebilah belati.
“Aw ! Sakit Op-”
“Sudah diam, cepat satukan darah kalian.“ potong Optik.
Rayyan mendekati Purple, ia berdiri di bawah tubuh Purple yang sangat besar. Di bagian bawah tubuhnya Purple terluka cukup parah, Rayyan kemudian menyentuh luka itu dan menyatukan darahnya.
Seketika lingkaran sihir beserta cahaya yang sangat silau muncul mengelilingi tubuh mereka berdua.
Lingkaran sihir itu kemudian masuk kedalam tubuh Purple dan dengan Ajaib semua luka Purple sembuh dan tubuh Purple mengecil.
“Yew kontrak berhasil !“ teriak Optik girang.
“Kemana ular licik itu, dia kabur !“ Rayyan panik karena tak menyadari tubuh Purple mengecil.
“Aku disini Tuan,” teriak Purple.
Rayyan mencari sumber suara dan mendapati Purple menjadi ular kecil seperti ular mainan.
“Kenapa jadi kecil seperti ini? Optik jelaskan,” titahnya
“Aku juga tak tahu Tuan, aku baru kali ini melihat Kontrak manusia dan monster secara langsung,” jawab Optik tampak heran.
“Jadi dari mana kau tahu jika harus menyatukan darah?“
“Dari buku tuan.“
Rayyan Mulai mengerti, “sudah tak usah di pikirkan lagi, ayo Purple ikut kami,” ajak Rayyan.
Purple meloncat ke bahu Rayyan, dan ikut bersama mereka menuju ibu kota kerajaan Dragon Ring Fire.
...***...
Mereka. melanjutkan perjalanan menuju ibu kota Ring fire.
Setelah berjalan selama 5 jam mereka akhirnya tiba di tembok kota yang berada di bagian selatan.
Di sana mereka terhenti, tembok kota sangat tinggi. Rayyan memutuskan terbang dan mendarat di atas tembok.
Dari atas sana ia melihat jika kita Ring Fire porak poranda, belum ada perbaikan, sungguh keadaan yang sangat menyedihkan.
Karena tak mau gegabah, Rayyan turun kembali ke tempat Optik dan yang lain berada.
Mereka kemudian mengadakan rapat kecil untuk mencari cara masuk ke kota namun dengan cara yang tidak mencolok. Karena jika mereka masuk dengan terbang melewati tembok, maka akan sangat mencolok dan bisa-bisa mengundang prajurit Hurria menemukan mereka.
Pertama-tama Rayyan mengusulkan untuk merubah penampilan agar tidak terlalu mencolok.
Untuk merubah penampilan mereka Rayyan menggunakan tok online untuk membeli baju yang sesuai dengan masyarakat kota Ring Fire.
__ADS_1
Masyarakat Ring Fire menggunakan baju seperti baju Koko namun berlengan pendek untuk laki-laki.
Untuk perempuan masyarakat Ring Fire menggunakan Baju gaun seperti gamis namun kembang di bagian bawah.
Semua baju-baju itu Rayyan beli dengan harga murah di toko online.
Setelah masalah pakaian teratasi, Alek menemukan ide untuk masuk tanpa mencolok.
alex pernah mendengar jika di bagian selatan ada pintu rahasia yang memang di buat untuk keadaan genting oleh Hurricane.
Karena Alex sangat yakin jika berita itu benar maka semua sepakat untuk mencarinya.
...***...
Mereka menyusuri setiap bagian tembok, mencoba meraba sesekali mendorong tembok untuk mencari keberadaan pintu rahasia yang dikatakan Alex.
Rayyan mencoba meraba-raba tembok namun tak lama kemudian Miu Miu berteriak.
“Aku menemukannya!“
Spontan semua berlari kearah Miu Miu. Di sana sebuah pintu rahasia telah terbuka.
“Aku benar, disini benar- benar ada pintu rahasia,” ucap alex tampak puas.
Tanpa menunda waktu lagi mereka masuk dan dalam sekejap mereka sudah berada di bagian dalam kota Ring Fire.
Setelah masuk mereka berjalan menuju permukiman rakyat.
Tak lama kemudian mereka menemukan sekelompok orang yang sedang menangis. Spontan hal ini membuat Rayyan bertanya-tanya.
“Ada apa? Kenapa kalian semua menangis?“ tanya Rayyan terlihat sedih.
“Kami belum makan, anak-anak kami sudah banyak yang meninggal karena kelaparan. Raja Hurria tak kunjung memperbaiki kota dan kami tak dapat makanan sama sekali,” jawab salah satu warga.
Karena tak tahan melihat penderitaan mereka, Rayyan membeli makanan dari toko online dan membagikannya kepada semua orang.
Alex sangat kagum melihat kebaikan hati Rayyan, “aku harap Tuan Wali Kota adalah Raja kami yang berikutnya,” gumamnya dalam hati.
“Alex bantu kami,” teriak Rayyan.
“Iya tuan aku datang.“
Hal yang pertama yang Rayyan lakukan sebelum melakukan penyerangan ke istana adalah membantu semua orang.
Rayyan membeli banyak sekali makanan, ia menyuruh beberapa orang warga di bantu dengan Optik dan yang lain untuk membagikan makanan kepada semua orang yang ada di kota.
Namun untuk menjaga kerahasiaan keberadaan mereka Rayyan mengatakan agar pembagian makanan di lakukan secara diam diam.
Dan saat ia sedang sibuk memberikan instruksi tentang pembagian makanan, seorang anak kecil datang memeluknya.
“Paman, terimakasih ya, aku harap Raja kami yang baru baik seperti paman,” ucapnya polos.
__ADS_1
Rayyan tak membalas perkataan anak tersebut, ia hanya membalas dengan senyuman.
Melihat keadaan di kota Ring Fire membuat Rayyan semakin geram dan tak sabar untuk memberi pelajaran kepada Hurria dan Dark Magic.