Wali Kota Dunia Lain

Wali Kota Dunia Lain
Kemunculan Monster


__ADS_3

Tak terasa matahari sudah tenggelam, bahkan Rayyan tak ikut gabung saat makan siang karena terlalu asik membangun kota.


Ketika matahari mulai memerah, Optik meminta semua orang berkumpul di taman kota yang telah selesai di bangun.


Di Sana Optik mengajak semua menghitung mundur untuk penghidupan cahaya seluruh kota untuk pertama kali.


1,2,3, Semua menghitung bersamaan.


Pada hitungan ke 3 Optik menekan tombol On dan dalam sekejap lampu-lampu yang telah ia pasang di seluruh bangunan kota hidup dan membuat suasana sangat menawan.


Semua berteriak kegirangan, Rayyan yang menyaksikan keindahan itu sempat terharu dan meneteskan air mata. Akhirnya ia berhasil mewujudkan mimpinya untuk membangun sebuah kota.


Kota modern dengan corak bangunan khas eropa benar-benar sangat indah. Gemerlap lampu menambah keindahan kota pada malam itu.


Cebol mendekati Rayyan, “Kapten berhasil, berkat kekuatan toko online kita berhasil membangun sebuah kota besar dan hebat dalam waktu satu hari.”


“Kau benar, jika saja tak ada toko online, sudah barang tentu akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kota sebesar ini, ini juga karena bantuan mu cebol, jika kita tidak menemukan emas di pulau padang pasir, sudah mustahil kita bisa beli semua bangunan ini.”


“O iya mengenai emas di pulau pasir kapten, sebaiknya kita memasang pelindung sihir di pulau itu.”


Rayyan menatap Cebol tak mengerti, “Untuk apa?”


“Melindungi emas yang ada di sana, kita bisa memasang pelindung sihir untuk menyembunyikan keberadaan gunung emas. Suatu saat kota ini akan ramai, aku takut harta itu akan memicu peperangan.”


Rayyan benci mengakuinya tapi apa yang dikatakan Cebol adalah kebenaran. Ia akan memikirkan apa yang disarankan Cebol lain hari.


Pembangunan kota belum 100 persen selesai, jika ingin menghitung skala nyam aka pembangunan kota baru sekitar 80 persen. Dan juga belum semua bangunan dapat di pasang penerangan oleh tim Optik. Mereka membutuhkan waktu untuk memasang penerangan ke seluruh bangunan yang ada.


...***...


Pembangunan tahap berikutnya adalah tentang perumahan permintaan para Dwarf. Cebol mengatakan jika mereka ingin merancang permukiman khusu Dwarf. Rayyan yang menyetujui hal itu membeli bahan material yang mereka butuhkan.


Hari ini para Dwarf akan membuat rumah mereka sendiri.


Optik dan tim masih membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk memasang penerangan ke seluruh kota. Untuk itu mereka berkerja keras.


Para manusia setengah hewan yang dipimpin oleh Miu Miu diberikan waktu beristirahat dan memilih rumah yang ingin mereka tinggal.


Setelah mengadakan rapat akhirnya Miu Miu dan teman-teman nya memilih Kawasan elit di pusat perkotaan sebagai markas mereka.


“Hari ini kita mau apa tuan?” Yeppo bertanya.


“Kita akan membangun dermaga.”


“Dermaga? Apa itu tuan?”


“Kau akan lihat nanti.”


Rayyan berjalan menuju muara sungai yang membelah kota di tengah-tengah nya. Sesampainya di muara ia membuka toko online dan memilih sebuah bangunan dengan harga super mahal, 10 juta koin emas.


Tak lain bangunan super mahal ini adalah sebuah dermaga yang lengkap dengan 2 buah kapal layar.


Tanpa ragu anak itu membelinya dan dalam hitungan detik sebuah portal berukuran sangat besar terbuka dari langit.


Bahan-bahan material dermaga kemudian berjatuhan dan kemudian otomatis Menyusun sendiri untuk menciptakan sebuah dermaga.


Karena bangunan ini berukuran besar, material-material itu butuh waktu sekitar setengah jam untuk selesai.


Di bandingkan dengan Gedung-gedung lain bangunan dermaga ini 10 kali lipat lenih lama memakan waktu dalam proses pembangunan nya.


Dan setelah setengah jam dermaga lengkap dengan fasilitas dan dua buah kapal layar selesai.


“A, apa ini tuan?” Yeppo tak mengerti.


“Ini dermaga.”


“Apa fungsi bangunan ini?”


“Tempat kapal menepi.”


“Ta tapi Tuan, berlayar di laut adalah hal paling bahaya di dunia ini.”


“Akan ku pikirkan cara berlayar di laut tanpa di ketahui oleh para monster,” jawab Rayyan penuh percaya diri.


Yeppo tak melanjutkan percakapan, ia sudah paham betul jika Rayyan telah berkata akan aku pikirkan maka pasti akan ada cara.


...***...


“Waaa apa ini? Tempat apa ya ini?” semua orang berkumpul di dermaga dan sangat kagum sekaligus heran dengan apa yang mereka lihat.

__ADS_1


“Kenapa Kapten membuat bangunan ini? Apa benar beliau mau berlayar ke laut, benar-benar ide gila.” Gumam salah satu Dwarf.


Cebol mencoba memahami isi kepala Rayyan, ia tidak menduga jika anak itu akan membangun fasilitas untuk berlayar ke laut walaupun ia tahu laut adalah tempat paling berbahaya di dunia ini.


“Kapten berlayar itu ide gila, apakah kapten yakin?” Cebol bertanya kepada Rayyan yang sedang berdiri di bibir dermaga.


“Kita tidak bisa terus membangun kota tanpa berhubungan dengan peradaban lain di luar sana,” jawabnya santai.


“Tapi ini gila kapten, kita bisa mati konyol jika berani ke laut, Kapten kira mengapa di pulau ini tidak ada kehidupan bahkan hewan seperti semut pun tak ada.”


“Karena hewan-hewan itu tak bisa bermigrasi ke pulau ini karena tak mampu melewati lautan.”


“Tepat sekali kapten.”


“Aku kan menemukan cara agar kita bisa berlayar tanpa di ganggu oleh para monster, untuk itu aku meminta Optik untuk melakukan penelitian tentang monster laut.”


Cebol tak bisa berkata apapun lagi, walaupun ia tak yakin tapi jika Rayyan telah berkata seperti itu ia hanya bisa menunggu keajaiban apa lagi yang akan terjadi dimasa depan.


...***...


#Pembangunan Hari Berikutnya.


Pembangunan kota sudah sekitar 95%, hanya sedikit sentuhan lagi kota metropolitan akan selesai di bangun.


Optik dan Tim sangat bekerja keras, namun untuk memasang instalasi penerangan di sebuah kota yang luas membutuhkan waktu yang tak sebentar.


Untuk mengatasi hal ini Rayyan menambah personil tim Optik yang beranggotakan para peneliti sihir.


Penambahan anggota ini kemudian membuat pekerjaan Optik dan tim semakin cepat dan ringkas.


Satu minggu kemudian hampir semua bangunan kota terpasang instalasi penerangan, namun permukiman para Dwarf masih membutuhkan waktu yang sangat lama untuk selesai.


Karena mereka membangun permukiman tanpa bantuan toko online maka waktu normal selesai permukiman seperti itu adalah 6 bulan. 5 % sisa kota yang belum selesai adalah permukiman para Dwarf.


...***...


#2 Minggu kemudian.


Kota dinyatakan selesai, sisa 5 % pembangunan permukiman Dwarf tak di anggap sebagai sebuah penghambat.


Hari ini semua orang berkumpul di alun-alun kota yang telah selesai di buat. Di tengah-tengah alun-alun kota terdapat sebuah patung.


Patung itu adalah patung Rayyan yang sedang menggunakan toko online. Sebenarnya anak itu tak merencanakan pembangunan patung yang ia rasa aneh.


Rayyan sedikit tak nyaman karena di anggap sebagai tuhan namun ia juga tak ingin merusak kesenangan para Dwarf yang membuat patung itu dengan sepenuh hati.


Hari ini adalah hari bahagia, namun Rayyan tampak murung sembari melihat kearah orang-orang yang sedang berpesta.


Yeppo kemudian datang mendekat dan duduk di samping Rayyan, “Tuan sedang mikirin apa? Mikirin aku ya, Cieeeeee.”


“Ada sesuatu yang mengganjal pikiran ku,” Jawab Rayyan dengan nada bingung.


“Apa itu Tuan?”


“Kota sudah selesai, tapi masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan, terutama masalah makanan. Selama ini kita makan dengan bahan makanan yang aku beli dari toko online, tapi kita tak bisa selalu bergantung kepada toko online. Kita harus mandiri.”


“Tuan benar, masih banyak yang belum sempurna.”


“Kapten, Kapten dimana kau?” teriak seseorang dari kejauhan tiba-tiba.


Spontan teriakan itu membuat semua orang terhenti dan melihat sumber suara.Ternyata dari kejauhan Optik berlari menuju alun-alun dengan ekspresi wajah yang panik. “Kapten, Kapten kau dimana?” teriaknya lagi.


Melihat Optik yang panik Rayyan pun berlari mendekatinya, “Ada apa, kenapa kau panik seperti ini?”


“Ka kami berhasil Kapten,” jawab nya dengan nafas terengah-engah.


“Berhasil apa?, coba jelaskan.”


“Penelitian yang kapten minta dua minggu yang lalu, kami berhasil membuat nya, ini merupakan terobosan ilmu pengetahuan sihir termutakhir abad ini.”


“Maksud mu tentang cara berlayar tanpa di ganggu oleh monster?”


“Betul kapten, ayo ikut aku.”


Mereka kemudian mengikuti Optik menuju laboratorium penelitian sihir. Sesampainya di sana mereka disambut oleh Tim Optik.


“Ini dia alat yang dapat menghilangkan keberadaan sebuah benda dari indra pencium, penglihatan dan peraba para monster.”


Optik memamerkan sebuah batu berwarna merah yang di ukir dengan bentuk Diamond.

__ADS_1


Semua orang diam sejenak, dari ekspresi mereka semuanya masih merasa tak percaya.


“Apa? Kalian nggak percaya?” Optik sedikit tersinggung dengan reaksi teman-teman nya.


“Gimana cara kerja batu itu?” Cebol bertanya.


“Itu Mudah, cukup kita pasangkan di bagian depan kapal maka Monster tak akan melihat.”


“Emmm ini sulit, kita tidak bisa menguji kekuatan batu ini karena kita tak menemukan monster di laut sekitar pulau ini,” kata Rayyan duduk sembari mencari solusi.


“Itu mudah Tuan, tuan tinggal beli aja monster di toko online,” kata Yeppo tiba-tiba.


“makhluk seperti itu mana ada di toko online.”


“Kalau belum di cari mana kita tahu ada atau nggak.”


Karena Yeppo tampak begitu yakin Rayyan kemudian membuka toko online dan mencoba mencari monster dan -


“Tu kan ada!” Yeppo berteriak.


Semua orang di sana tampak tak percaya, yang paling terkejut saat itu adalah Rayyan, ia tak menyangka jika toko online menyediakan berbagai monster dengan berbagai ukuran di menu Sahabat.


“sebaiknya kita pilih yang mana??” tanya Rayyan terlihat bingung.


“Yang lumayan besar namun tak begitu besar,” Optik mencoba memberi saran.


“Kalau begitu yang ukuran sedang saja, ok yang ini aja.”


“Tunggu kapten!” Cegah Cebol, spontan semua melihat kearahnya


“kenapa? kau tak setuju kalau kami beli monster?”


“Bukan begitu, tapi kalau Kapten beli monster disini maka tempat ini akan hancur.”


“Oooooooo iya iya kami yang salah.” Kata mereka bersamaan.


Mengikuti saran Cebol mereka kemudian pergi ke dermaga. Di bibir dermaga Rayyan berdiri dan siap membeli makhluk berbahaya yang mereka sebut monster.


“Ok ayo kita lakukan.”


Sebuah portal terbuka di langit, portal berukuran besar sesuai dengan apa yang telah mereka beli.


BOOOM….sebuah mahkluk besar jatuh ke air dan membuat semua orang basah karena ombak nya.


“A apakah berhasil?” ucap Optik sembari melepas kacamata nya.


“WUAAAAAA, SIAPA YANG BERANI MEMBANGKITKAN JONI, AKU MONSTER TERKUAT SEJAGAT RAYA,” Teriak si monster menggema di telinga semua orang.


“Apa aku nggak salah dengar, hahahaha muka seram tapi nama Joni hahaha,” Yeppo tertawa terbahak-bahak.


“Siapa yang berani melawan joni WUAAAAAA!!!”


“Tunggu Joni, aku yang membangkitkan mu, sekarang kita adalah teman.”


“Apa? Teman, Joni suka teman, Wuaaaaaaa.”


Joni, Monster berbentuk Beruang bertaring dan berkuku tajam dengan bulu berwarna merah.


“Joni nggak suka air, kenapa Joni disuruh mandi.” Protesnya.


“Maaf Joni, nanti Joni boleh naik ke darat tapi setelah Joni selesai bantu kami, joni mau kan bantu kami,” Rayyan mencoba menjelaskan.


“Joni anak baik Wuaaaa, Joni mau bantu Wuaaaaa.”


“Ok pasang batu nya Optik.” Titah Rayyan.


Optik mengikuti instruksi Kapten, ia dan beberapa kru lain nya memasang batu anti monster di bagian depan kapal.


Para Dwarf kemudian bahu membahu mengembangkan layar agar kapal dapat bergerak.


Setelah beberapa saat layar telah kembang dan mulai berjalan di tiup angin.


“Joni apa kau melihat ada sesuatu yang datang mendekatimu?” Tanya Rayyan.


“Wuaaaa Joni tidak liat apa-apa.”


“Ok, apakah joni mencium sesuatu yang ada di dekat Joni?”


“Wuaaaa Joni nggak cium apa-apa, Joni lapar Tuan Wuaaaa.”

__ADS_1


“Berhasil.”


Semua berteriak girang, Optik bahkan menangis Bahagia. Mereka telah menemukan sebuah penemuan yang sangat dibutuhkan semua orang saat ini.


__ADS_2