Wali Kota Dunia Lain

Wali Kota Dunia Lain
Luxy VS Gianno


__ADS_3

Ledakan ada di seluruh penjuru kota, suara teriakan warga yang berlari menjadi instrumen mengerikan malam itu.


Tiba di area dermaga, warga berdesakan, mereka berebut ingin masuk kedalam kapal. Mereka ingin meninggalkan kota yang penuh dengan monster-monster ganas.


Namun usaha orang-orang itu sepertinya sia-sia. Salah satu anggota Dark Magic, Bardus tiba di sana. Sihir Bardus adalah sihir tanah tingkat tinggi. Dengan skill sihir nya laki-laki kejam itu membuat tanah menjadi terbelah hingga menenggelamkan kapal.


Dermaga yang tadi sangat megah sekarang hancur bersama orang-orang yang meregang nyawa.


“Hahaha, inilah yang paling aku sukai, darah, aku suka bau darah.“


Di sisi lain, Devian terus memimpin anggota nya menuju istana Nafas Naga. Namun di tengah jalan mereka di hadang oleh pasukan khusus kerajaan Dragon.


Iron, dan Luxy memimpin pasukan itu. Sedang akan Lucas pergi menuju dermaga dimana Bardus mengamuk.


Monster-monster yang di panggil Meria semakin menggila, tentara Dragon yang mencoba mengalahkan monster semua habis seperti kapas yang di bakar.


Devian menghentikan pergerakan nya, mereka sekarang berhadapan dengan jendral terkuat kerajaan Dragon.


“Dasar penghianat!!“ teriak Iron penuh amarah saat ia melihat wajah menjijikan Hurria bersama para penjahat.


“Hahaha aku penghianat katamu, kerajaan inilah yang mengkhianati ku, aku putra pertama Humble, seharusnya aku yang menduduki tahta, tapi kalian menolak dan lebih memilih Hurricane,” jawab Hurria dengan nada kesal.


“Sekarang sudah jelas kenapa anggota kerajaan menolak saat kau akan naik tahta, bajingan kau Hurria,” ucap Iron dengan amarah hampir tak terbendung.


“Teruslah seperti itu, sebentar lagi kau akan mati, Devian bunuh mereka.“


Devian sedikit kesal mendengar teriakan Hurria, “berisik ! Aku bukan bawahan mu bangsat,” kata Devian sembari melotot kearah Hurria.


Devian benci mengakui nya tapi sekarang ia akan mengikuti perintah Hurria.


“Gianno dan Valco maju, aku,Valina dan laki-laki licik ini akan menyerang istana,” titah nya.


“Siap Dev, aku Valco akan membakar orang-orang itu.“


Belum selesai Valco berkomentar Iron dengan kecepatan kilat tiba di hadapan mereka dan langsung menghantam Valco dengan palu andalan nya.


BOOM…seketika debu dari tanah yang hancur di hantam palu Iron melambung ke atas dan memenuhi area sekitar.


“Waw,” Prok prok prok, Valco tepuk tangan.


Serangan dadakan Iron tak mengenai satupun dari mereka.


Valco dengan ajaib berada di atas atap gedung, dia bertepuk tangan namun dengan nada mengejek Iron.


Devian dan yang lain menghilang, di sana hanya ada Gianno dan Valco.


Menyadari hal itu Luxy langsung memerintahkan salah satu prajurit untuk kembali ke istana untuk melaporkan jika para penjahat akan segera tiba di istana.

__ADS_1


“Ayo kita mulai pertarungan ini," Valco sangat bersemangat.


Valco bergerak dengan kecepatan kilat, ia langsung menyerang Iron dengan sihir api nya.


“SIHIR API, TINJU API,” teriak Valco.


Iron menahan serangan Valco dengan mengubah bentuk palu nya menjadi perisai sihir.


Seketika terjadi adu kekuatan antara keduanya. Iron mencoba menahan nya sekuat tenaga namun ia sadar perisai nya mulai retak.


“Kau kira kau bisa menahan serangan salah satu anggota Dark Magic, kau terlalu naif anak muda hahaha,” Valco mulai percaya diri.


“Dark Magic, aku tak mengira akan bertarung dengan penjahat sihir legendaris, aku tak bisa menahan nya lagi,” gumam nya dalam hati.


Semakin lama perisai Iron semakin lemah, saat ia tak mampu menahan nya lagi ia sempat melihat kearah Luxy dan kemudian ia berteriak, “kabur Luxy selamat kan dirimu.“


BOOM……pukulan sihir api Valco masuk dan menghantam Iron. Seketika laki-laki gagah itu tak sadarkan diri dengan luka bakar yang sangat parah.


“Hahaha, dasar anak kemarin sore, kau kira kau bisa menahan tinju legendaris ku,”


Luxy tertegun, tubuh nya gemetar, masih sangat jelas teriakan Iron yang menyuruhnya untuk kabur.


Gianno mendekat, ia mengeluarkan pedang tajam berbentuk bulan sabit.


Luxy tak punya pilihan lain, ia harus melawan.


Gianno tersenyum sinis, “Marksman, memang seperti itulah seharusnya seorang Elf, menjijikan!!“ teriaknya.


Luxy menjaga jarak ia mundur sembari menghujani Gianno dengan panah sihir.


Tapi di luar dugaan, pedang Gianno sangat mengerikan, panah-panah sihir milik Luxy sama sekali tak dapat menyentuh tubuh nya.


Gianno kemudian menyerang dengan tebasan mana jarak jauh.


Tebas itu sangat mengerikan, tanah yang di lalui tebasan mana Gianno semua hancur.


Luxy berhasil menghindar, ia meloncat ke atap gedung dan bersembunyi di balik tembok.


BOOM…tebasan mana Gianno membelah dua sebuah gedung dengan mudah.


“Dimana kau Elf tampan, aku tahu kau pasti di balik tembok ini kan.“


“Bahaya,” Luxy langsung bergerak, sepersekian detik tembok itu hancur lebur.


Gianno menyadari Luxy masih bisa menghindar, ia terus mencoba menyerang namun Luxy tetap konsisten menjaga jarak sembari sesekali menghujani Gian dengan panah sihir.


“Mau sampai kapan kau akan terus lari Elf tampan,” ejek Gianno.

__ADS_1


“Aku tak akan terpengaruh dengan provokasi mu, tunggu saat nya kau akan mati,” jawab Luxy dalam hati.


Aksi kejar-kejaran mereka terus berlanjut, Gianno semakin geram sedangkan Luxy mencari kesempatan untuk melakukan serangan balik.


“Oy Gian, kau terlalu lama, cepat habisi dia,” teriak Valco mulai bosan.


Luxy melihat kearah Valco, di sana ia melihat Valco sedang menginjak-injak kepala Iron.


“Bajingan !!“ teriak Luxy kepada Valco.


Karena tak tahan melihat sahabat nya di perlakukan seperti itu. Ia merubah arah serangan menuju Valco, sebuah serangan mematikan akan ia luncurkan.


“PANAH MANA RAKSASA, FULL DAMAGE MAGIC AAAAAAA….!!! MATI KAU,” Luxy berteriak sekuat tenaga.


BUSH……panah raksasa berwarna merah meluncur ke arah Valco.


PROK PROK PROK, “Waaa coba lihat itu, itu sihir Panah agung Elf, tak kusangka aku bisa melihat nya disini.“ Valco takjub.


Panah melesat dengan kecepatan tinggi namun….


DASH……


Panah itu hancur terkena tebasan mana Gianno.


Luxy tak percaya dengan apa yang ia lihat, namun kenyataan nya musuh lebih tangguh dari apa yang ia kira.


“Apa yang kau lakukan Gian, kau kira aku akan matu terkena panah lemah itu,” Valco protes.


“Diam lah, tubuh mu akan hancur jika aku tak menghancurkan panah tadi, kau cukup menarik Elf tampan.“ jawab Gian semakin geram.


Luxy tak bisa berbuat banyak lagi, ia telah kehabisan mana untuk serangan tadi.


BUSH CING….Gian menghilang dan muncul di hadapan Luxy.


Anak itu tak sempat menghindar, hal hasil ia terkena tebasan di bagian dada hingga ia tumbang tak sadarkan diri.


“Sudah selesai?“ tanya Valco.


“Beres.“


“Kita harus segera menyusul Devian.


...***...


Devian, Hurria, Valina dan Meria tiba di istana Nafas Naga.


Mereka menghancurkan gerbang istana dan membunuh para prajurit dengan kejam.

__ADS_1


Mereka mencoba masuk namun serangan kejutan meluluhlantakan tempat itu.


__ADS_2