Wali Kota Dunia Lain

Wali Kota Dunia Lain
Anti Sihir


__ADS_3

Devian tercengang, ia tak mengira jika Meria dan Gianno akan mati di tangan seorang Elf.


“Kalian semua akan ku bunuh !“ teriaknya penuh amarah.


Devian mengeluarkan semua kekuatannya, skill sihir kegelapan, “FULL BLACK !“


Langitnya tiba-tiba menghitam, angin dingin yang sangat mencekam berhembus membuat dulu tulang siapa pun yang ada di sana.


“Habis lah kalian,” ucap Valco sembari melihat kearah Devian yang di kelilingi kegelapan berwarna hitam pekat.


Rayyan bergerak cepat, ia harus mencegah pengaktifan sihir kegelapan.


“Toko Online On,” Rayyan membuka skill sihir, ia mencari skill sihir yang cocok untuk melawan kegelapan. Namun ia tak menemukan sihir yang lebih kuat dari sihir kegelapan. Di menu toko online sihir terkuat adalah sihir kegelapan.


Rayyan membatin, “apa aku harus memakai sihir kegelapan juga untuk melawannya ? Tidak tidak, aku tak akan menggunakan sihir terlarang seperti itu.“


Sihir FULL BLACK Devian aktif, laki-laki kejam itu berubah wujud menjadi laki-laki berambut panjang dengan zirah kegelapan yang menutupi seluruh tubuhnya. Matanya merah dan menatap tajam kearah Rayyan.


“Apa boleh buat, Toko Online On, beli Mana 1000 kali lipat.“


Rayyan menambah kapasitas mananya, namun kapasitas mana itu malah membuat kepalanya pusing dan seketika ia muntah.


“Hahaha, kau memang bodoh Wali Kota, jika kau menambah mana sebanyak itu sudah jelas kau akan pingsan, tapi aku takjub kau bisa menahannya,” Devian memberi pujian.


“Diam kau, rasakan ini Sihir 5 elemen !“


Rayyan menyerang Devian dengan serangan sihir, api, tanah, air, udara, dan petir namun hal yang sangat buruk terjadi.


Semua sihir itu tak dapat menyentuh tubuh Devian. Tubuh Devian hampa, ia telah menjelma menjadi kegelapan sehingga tubuhnya seperti asap, tak dapat di sentuh dan di hancurkan.


“Kenapa?, ayo serang aku, mau kau serang dengan serangan sihir legendaris pun tak akan ada yang dapat mengalahkan ku,” ucapnya sombong.


“Sial, apa semua akan berakhir ?“


Devian menyerang, ia terbang seperti asap dan menangkap tubuh Rayyan dan mengurungnya di dalam lingkaran kegelapan.


Alex yang menyadari hal itu berniat membantu tapi Valco semakin menggila.


Di dalam lingkaran kegelapan Devian tertawa dengan suara yang mendengung di gendang telinga Rayyan.

__ADS_1


“Kau akhirnya akan kalah, FULL BLACK adalah tingkat tertinggi dari sihir kegelapan, saat aku kabur dari Humble, FULL BLACK belum sempurna sehingga aku tak punya pilihan lain selain kabur. Tapi sekarang berbeda, Humble telah mati, Hurricane telah mati hanya kau sekarang yang perlu aku bereskan.“


Rayyan berpikir keras untuk mencari cara menghancurkan sihir kegelapan Devian. Saat itu ia ingat dengan skill anti sihir yang sempat ingin ia beli namun tidak jadi karena kekurangan koin emas.


“Admin, dimana letak skill anti sihir di toko?“ Rayyan bertanya dengan nada terburu-buru.


“Sudah tidak ada Tuan, skill anti sihir ada event terbatas yang sekarang sudah kadaluarsa, anda bisa kembali ke toko setelah 50 tahun lagi.“


Rayyan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Sekarang ia dalam bahaya besar. Ia merasa bahwa memang tak akan ada lagi kesempatan untuk menang.


“Bagaimana Wali Kota, apakah kau sudah mengakui kekalahan mu.“


Rayyan duduk, ia sudah pasrah, “ayo selesaikan ini, serang aku !“ tantangnya.


“Hahaha, tunggu dulu, aku masih ingin melihat wajah putus asa mu,” suara menggema.


Rayyan berpikir jika itu adalah saat terakhirnya, ia kemudian membeli beberapa Indomie dan memakannya mentah-mentah.


“Kau sudah gila, makan disaat nyawamu sebentar lagi akan ku cabut.“


Telinga Rayyan terasa panas mendengar omelan Devian.


“Setidaknya patut di coba,” gumamnya sendiri.


“Bagaimana?, sekarang giliran aku yang akan menyerang mu,” Devian sangat percaya diri.


Rayyan tertegun, namun kali ini bukan karena ia sudah putus asa. Namun ia sangat terkejut dengan reaksi indomie yang ia lempar ke kepala Devian.


Semua serangan sihir, Api, tanah, air, angin bahkan petir pun tak mempan karena tubuh Devian sudah menjelma seperti asap berwarna hitam pekat. Namun Indomie itu memantul dan mengenai tubuh Devian.


“Aku tak begitu mengerti, tetapi jika dugaan ku benar maka aku akan menang,” gumamnya dalam hati


Rayyan kemudian membuka toko online dan membeli sebuah pedang dari fitur earth, selain sebuah pedang ia juga membeli pistol.


“Silahkan serang dari mana saja, aku akan ******* mu kedalam kegelapan hahahaha,” Devian semakin sombong.


Devian kemudian menyerang, ia terbang seperti asap dan menangkap tubuh Rayyan. Spontan tubuh Rayyan kehilangan kekuatan karena Devian menghisap mana dari dalam tubuhnya.


DUAR ! Ledakan dari pistol menembus kegelapan.

__ADS_1


“Apa yang ter-”


“Bagaimana? Apa itu sakit?“ ucap Rayyan dengar raut wajah sinis.


Devian terluka, sebuah peluru menembus jantungnya.


“Bagaimana mungkin aku bisa terluka, FULL BLACK adalah sihir yang membuat abadi penggunanya kenapa aku bisa-”


“Jika serangan berupa sihir, aku akui kau adalah orang terkuat, tetapi tidak dengan alat yang tidak memiliki unsur sihir, atau dia bukan berasal dari dunia yang menggunakan sihir.“


Full Black menghilang, kegelapan yang mengurung Rayyan sirna. Devian mundur, ia kemudian berniat kabur namun sekali lagi, DUAR ! Timah panas menembus kakinya.


“Ampun, ampuni aku !“ teriak Devian histeris.


Rayyan berjalan mendekat, “setelah semua yabg kau lakukan, apa mungkin aku akan mengampuni mu.“


“Kau orang baik Wali Kota aku mo-”


BUSH ! Sebuah tebasan melayang ke leher Devian.


Kepala laki-laki kejam itu melanting dan seketika ia tamat.


Rayyan tumbang, ia tak menyangka jika ada kebetulan yang sangat kebetulan, jika saja ia tak melempar Indomie ke kepala Devian maka semua pasti sudah tamat.


Valco yang menyadari kekalahan Devian berniat kabur. Alex berusaha mengejar namun Valco sangat lincah dan ia lolos.


Yeppo yang menyaksikan hal itu pun meneteskan air mata. Harga yang mahal untuk mencapai kemenangan.


Rayyan berbaring, ia menatap langit dan sangat bersyukur bisa mengakhiri semuanya.


Di sisi lain Purple mendekati tubuh Optik, ia kemudian menelan tubuh Optik yang telah terpisah beberapa bagian dan kemudian memuntahkannya dalam bentuk yang sudah menyatu.


“Kau adalah pahlawan, mana mungkin kami memakamkan mu dalam keadaan mengenaskan,” ucap Purple menaruh hormat kepada Optik.


Rayyan berusaha bangkit, ia berjalan mendekati Optik dan kemudian mengangkat tubuhnya. Melihat sahabatnya yang tak lagi bernyawa Rayyan sangat emosional, ia menangis sejadi-jadinya.


Namun semua belum usai.


BOOM ! Ledakan besar membuat semua terpental.

__ADS_1


“Kalian belum menang, jangan lupa jika aku masih hidup,” ucap Hurria percaya diri.


Yeppo berusaha mengangkat puing-puing bangunan yang menimpa tubuhnya. Namun ketika ia hampir berhasil, Hurria tiba-tiba berdiri dengan wujud naga di depan bola mata Yeppo.


__ADS_2