
Berita tentang kematian Hurricane membuat panas telinga kerajaan tetangga. Mereka khawatir dengan naiknya Hurria menjadi Raja akan menganggu perdamaian di benua timur.
Beberapa kerajaan seperti kerajaan Sky Blue yang di pimpin Parameswara, kerajaan Iron Heart yang di pimpin Asura telah melakukan rapat darurat untuk mengatasi krisis kerajaan Dragon.
...***...
Rayyan menyelinap di kerumunan masyarakat yang menumpuk di depan gerbang istana. Orang-orang ini sengaja Rayyan kumpulkan untuk membuat keributan agar mereka tak di curigai saat mendekat ke gerbang istana.
Beberapa penjaga gerbang mencoba mengehentikan amukan masa namun mereka tak kuasa karena orang-orang itu memang benar-benar marah kepada Hurria. Sebenarnya tanpa disuruh pun mereka akan melakukan hal itu.
Dari dalam kerumunan itu Rayyan melemparkan Purple kedalam istana. Purple malayang dan mendarat di bagian dalam gerbang.
Tiba di bagian dalam Purple melepas sihir pengecil tubuh dan BOOM ! spontan tubuhnya yang besar menghancurkan bangunan sekita termasuk melumpuhkan penjaga gerbang.
“Semuanya mundur !” teriak Rayyan.
Semua warga mundur, Optik, Miu Miu, Alex, Yeppo dan Cebol ikut bergabung.
Mereka masuk kedalam istana, menerobos penjaga dengan mudah dan mencoba membuat keributan untuk memancing Hurria dan Dark Magic datang.
“Purple mengamuk lah sesukamu, nanti ada indomie porsi besar untukmu,” ucap Rayyan memberi semangat Purple.
“Baik Tuan Wali Kota, akan ku hancurkan istana ini, AAAAA !”
...***...
BOOM ! sebuah ledakan menggema di telinga Hurria.
Devian yang menyadari hal itu langsung bergerak, di ikuti Valina dan yang lain.
Di halaman istana, seekor Monster legendaris, Purple Cobra sedang mengamuk.
“Kau lihat itu Valina, orang yang sudah kita tunggu telah tiba, Menurut Hurria salah satu dari mereka adalah orang yang membuat dunia mulai berubah, Wali Kota Kepulauan Middle.”
Dark Magic bergerak, di lain sisi, Rayyan berlari menuju bagian dalam istana Bersama, Optik, Cebol dan Alex, sedangkan Miu Miu dan Yeppo tetap Bersama Purple.
“Kita harus segera mencari Hurria, sebelum membereskan Dark Magic lebih baik kita membereskan Hurria dahulu,” Rayyan memberi instruksi sembari mereka berlari menyusuri Lorong istana.
__ADS_1
PROK PROK PROK, seseorang bertepuk tangan, spontan Rayyan berhenti dan mendapati Devian, Valina dan Valco menghadang mereka dari arah depan.
“Sial, mereka mengetahui rencana kita,” ucap Rayyan kesal.
“Mereka berjumlah 6 orang, 3 orang lagi, mereka pasti pergi ketempat Yeppo dan yang lain,” Alex mencoba menduga.
“Wali Kota Middle Islands, kami sudah menunggu kau bergerak, kau kira kami tak tahu semua rencanamu, walaupun aku sedikit terkejut kau datang kesini membawa seekor Purple Cobra, tapi itu tak akan merubah apapun,” ucap Devian sombong.
“Karena kau sudah tahu, rencana kami berubah, aku kan membereskan mu terlebih dahulu,” jawab Rayyan dengan nada angkuh.
“Valina, Valco kalian urus tiga orang yang berada di belang Wali Kota, dan Wali Kota sombong itu biar aku dan sihir kegelapan ku yang akan menghabisinya,” titah Devian.
“Siap,” Valina menjawab penuh percaya diri.
WUSH ! mereka bergerak kearah Rayyan secepat kilat. Devian langsung menusuk Rayyan dengan tombak sihir kegelapan namun Rayyan menahannya dengan perisai sihir.
Valina dan Valco menyerang Alex, Optik dan Cebol namun mereka bertiga berhasil menghindar.
“Boleh juga kau Wali Kota, perisai sihir tingkat tinggi, baru kali ini aku melihat ada perisai sihir yang dapat menahan tombak sihir kegelapan, tapi ini tak akan lama.”
Rayyan sedikit kewalahan, ia tak menyangka Devian sangat kuat. Ia terus bertahan sembari mencari celah untuk menyerang balik.
“Sihir angin, TORNADO,” Rayyan mengaktifkan skill sihir angin yang spontan membuat Devian menjauh.
Disisi lain valina terus menyerang Cebol dan Optik dengan benang-benang sihir super tajam miliknya.
“Berhati-hatilah Optik, sekali kau terkana benang itu maka tamat,” ucap cebol berharap Optik akan baik-baik saja.
Di sisi yang lain juga Valco sedang menyerang Alex membabi buta, namun saat Alex mengaktifkan sihir legendaris Thunder Valco tampak kewalahan.
“Devian kau lihat, di sini ada pengguna sihir legendaris seperti mu hahaha,” teriak Valco.
Devian menyadari hal itu, sihir kegelapan Devian adalah salah satu dari 7 sihir legendaris. “Tampaknya di sana ada orang yang lebih kuat darimu Wali Kota.” Teriak Devian meremehkan Rayyan.
Rayyan tak menghiraukan ejekan Devian, ia kemudian membuka toko online dan membeli sebuah pedang sihir yang sangat mahal. Ia tak tahu apa kehebatan pedang itu namun ia yakin pedang yang berharga mahal pasti sengat hebat.
Melihat skill sihir belanja online Rayyan Devian sedikit heran, ia belum pernah melihat sihir seperti itu dan juga pedang yang di pegang Rayyan adalah Pedang Malaikat yang merupakan senjata legendaris dunia sihir.
__ADS_1
“Valco, aku Tarik kata-kata ku tadi, di sini ada orang yang lebih menarik,” ucap Devian tampak bersemangat, “Maju Wali Kota, tunjukan kemampuan mu !”
Rayyan maju, namun sembari ia maju menyerang ia memberi instruksi kepada admin toko untuk membeli skill ilmu pedang tingkat tinggi.
TING TING TING, adu mekanik dengan ilmu pedang terjadi antara Rayyan dan Devian. Pedang sihir kegelapan Devian sangat kuat, selain itu Gerakan Devian juga sangat lincah.
Walaupun Rayyan sudah membeli skill ilmu pedang tetap saja Devian lebih unggul.
Adu mekanik pedang terus berlangsung, Gerakan dan jurus demi jurus mereka keluarkan namun pertarungan sementara ini adalah imbang.
“Boleh juga kau Wali Kota, tapi apa kau bisa meladeni kecepatan ku kali ini.”
Devian mengaktifkan skill sihir kegelapan tingkat lanjut, ia melapisi seluruh tubuhnya dengan sihir kegelapan yang berfungsi sebagai zirah untuk meningkatkan kekuatan fisiknya.
“Sihir 5 elemen, BADAI MANA,” Rayyan mengaktifkan sihir special yang ia miliki.
Devian lagi-lagi sangat terkejut, ia tak mengerti kenapa Rayyan tiba-tiba bisa menggunakan sihir 5 elemen yang hanya bisa di kuasai oleh penyihir agung.
“Kau orang aneh Wali Kota,” ucap Devian heran.
Badai Mana menghantam Devian, bahkan Badai itu menghancurkan seisi istana.
“Aku berhasil,” Rayyan merasa pertarungan telah usai.
“Mana menipis,” suara notifikasi Admin.
Rayyan melihat layar hologram, di sana ada notifikasi jika mana yang ia miliki hanya tersisa 20 %. Namun ia tak khawatir, karena pertarungan telah selesai, Devian sudah di telan oleh badai mana lima elemen.
PROK PROK PROK, seseorang tiba-tiba bertepuk tangan dan itu adalah Devian.
Melihat Devian yang segar bugar tanpa luka sedikitpun membuat Rayyan lemas. Ia tak menduga jika badai mana tak dapat melukainya sedikitpun.
“Kau memang hebat Wali Kota, bahkan aku tak mengerti kekuatan apa yang kau miliki, namun sepertinya kau kurang pengetahuan, sihir kegelapan ku akan menetralkan semua jenis serangan yang di buat dari mana, jadi badai mana sebesar itu tak akan melukai ku.”
Alex melihat Rayyan sudah terpojok, ia ingin menolong Rayyan namun Valco terus menghalanginya.
“Fokus bertarung dengan ku, akan ku ajarkan cara menggunakan sihir legendaris, tampaknya kau belum terlalu menguasainya.”
__ADS_1