
Seorang siswa yang mendekati kelulusannya di bangku terakhir sekolah. Ialah, Jeni (17th). Jeni sangat lelah setelah kegiatan disekolahnya berakhir. Jeni adalah anak ke 3 (tiga) dari 3 ( tiga) bersaudara. Ayahnya Meninggal Dunia ketika dia duduk di kelas 4 umur 9th, ibunya menikah lagi dengan pekerja tambang ketika dia duduk di bangku kelas 8 SMP menginjak usia 13 tahun. Dia tidak dekat dengan Ayah Tirinya, tetapi sebisa mungkin dia mencoba untuk berkomunikasi dengan Ayah tirinya itu. Sesampainya dirumah jeni mengambil gelas dan menuang air untuk dia minum. Jeni tumben kamu pulang selarut ini? tanya vita yang adalah ibunya Jeni.
Jeni : Iya aku pikirnya hanya sebentar doang tadi bu, ternyata ada rapat penamatan juga jadinya lama. Tadi jeni juga kabarin ibu kalau jeni akan pulang agak telat.
Ibu jeni : kamu udah makan?
Jeni : udah bu, tadi jeni makan di warung pinggir jalan
__ADS_1
.
Ibu jeni : ya udah tidur sana.
Sewaktu ayah jeni meninggal, jeni tinggal bersama keluarga ayah kandungnya. Ibunya sering pergi keluar rumah dan pulang tiga hari sekali. Jeni tumbuh menjadi seorang remaja bersama kakek neneknya, hingga dia SMA dia tinggal bersama keluarga baru dari ibunya. Jeni merasa bahwa ibunya agak sedikit berbeda, selain kondisi uang yang di biayai ayah tirinya vita menjadi orang yang tidak pernah beribadah lagi. Vita selalu mengungkit bahwa tanpa ada ayah tirinya mereka mau makan apa, uang juga pasti tidak punya. Jadi apa yang di perintahkan oleh ayah tirinya jeni harus melakukannya.
Guru kesiswaan : Nilai tertinggi angkatan Tahun ini jatuh kepada (jeda sedikit) Kelas Ipa, atas nama. Jeniwu elyh cramyi.
__ADS_1
Jeni merasa sangat bahagia karena perjuangannya tidak sia - sia, dia merasa bahwa ibunya pasti sangat senang. Dia berdiri di panggung sekolah dan menerima Piagam penghargaan. Jeni berfoto bersama dengan teman teman yang mendapatkan piagam nilai tertinggi di panggung kemudian dia berfoto dengan ibunya. Selang waktu acara telah selesai. Jeni pulang ke rumah dan bercerita dengan ibunya.
jeni : Bu, jeni kan udh lulus. Tanggal berapa nih kita perginya? ( Wajah jeni yang penuh harapan agar bisa ke kota )
ibu jeni : Kamu urus berkas - berkas dulu ya jen, biar kamu ga bolak balik lagi nantinya.
Jeni hanya mengangukan kepalanya sambil mengucapkan satu kata "Oke"
__ADS_1
Alasan jeni yang ingin sekali ke kota adalah dia ingin menghabiskan 17 Tahunnya dengan membantu ibunya yang akan membuka Restoran kecil di tempat dimana Ayah tirinya bekerja juga. Jeni lulus sekolah dengan umur tujuh belas tahun, ibunya belum memiliki cukup uang untuk biaya kuliah jeni. Kakak tertua jeni perempuan dia telah lulus S1, kakak keduanya jeni Laki - laki, dia sudah semester 3 di kuliahnya. Jeni yang sadar diri mungkin orang tua nya tidak mampu jika dia juga kuliah memutuskan untuk membantu ibunya di kota yang baru menyajikan makanan. Kemudian 18 Tahun jeni berencana akan mencari beasiswa.