
Jeni melihat meyer yang duduk merokok, jeni tidak menyukai perokok. Karena bagi jeni, asap rokok adalah polusi yang tidak sehat untuk dihirup. Jeni menatap meyer dan ayahnya meyer kemudian membuang tatapannya, sedangkan meyer melihat langit yang sangat cerah. Ayah meyer menyuruh keluarga jeni untuk duduk di tempat yang berdekatan dengan mereka. Kemudian pemilik tambang itu mengatakan satu kata yang membuat jeni, vanesa dan meyer terkejut. Baguslah kamu membawa 2 anak perempuanmu kesini, meyer pilihlah salah satu dari mereka!. Kata pemilik tambang yang adalah ayahnya meyer itu. Meyer bingung kemudian bertanya kembali, apakah ini perjodohan lagi? sudah kuduga setelah melihat 2 wanita disni aku sudah berpikir mungkin ini permainan kamu lagi. Meyer mengetahui bahwa Ayah jeni memiliki hutang besar pada mereka yang membuat ayahnya rugi besar.
"Apakah saya harus memacari kalian berdua? kata meyer"
Jeni yang mengontrol emosinya karena mengetahui bahwa ternyata ibu dan ayahnya akan menjual dia dan kakaknya demi menutup hutang ayah tirinya, sedangkan. Vanesa dia terkejut karena mengetahui hal tersebut. Meyer berdiri berjalan mendekati vanesa kemudian bertanya berapa umurmu?. Vanesa yang kaget dan senang karena dia merasa bahwa meyer adalah tipenya dia juga berpikir disuruh menikah sama meyer juga ia tidak masalah. Vanesa menjawab dua puluh empat (24) tahun, kamu? Meyer mengangkat satu keningnya kemudian menjawab apakah kamu barusan bertanya balik? Kamu tidak punya hak untuk berbicara selain pertanyaan yang saya berikan, Mengerti?. Vanesa kaget dan takut karena jawaban meyer menusuk hatinya. Keluarga jeni disitu melihat hal itu tentunya kaget karena anaknya pemilik tambang selain tidak bisa memiliki keturunan ternyata sangatlah kejam, sedangkan ayah meyer hanya merokok dan melihat saja bagi dia meyer sudah biasa melakukan hal itu, dia bahkan mengetes para perempuan yang hanya mendekatinya karena uang. Di tengah keheningan meyer membuang satu kalimat yang membuat orang orang semakin kaget. "kamu agak tua, saya ingin wanita muda". Bagaimana kalau kamu saja Ucap meyer sambil berjalan ke arah jeni. Jeni melihat meyer dengan raut wajah yang marah karena dia mengatakan bahwa kakaknya ketuaan, padahal menurut jeni meyerlah yang sudah terlihat tua. Jeni merasa bahwa meyer pasti berumur 30 lebih.
Ayo kita pergi jalan - jalan (Sambil mengulurkan tangannya), ucap meyer pada jeni.
__ADS_1
Ga mau, kata jeni yang spontan langsung keluar dari mulutnya begitu saja.
Oh hahaha jenii kamu di panggil jalan jangan gitu dong. Kata ibu jeni sambil mencubit cubit lengan jeni.
Meyer yang marah dengan jawaban jeni langsung pergi ke ayahnya dan berkata "telfon polisi sekarang juga pa, saya tidak suka dengan 2 wanita ini, mereka sangat sombong. Ibu jeni yang takut langsung menatap jeni dan membuat tatapan memohon untuk pergi dengan meyer.
Meyer yang menoleh ke belakang melihat vanesa berbicara, langsung mengatakan apakah saya menyuruhmu berbicara?. Jeni yang melihat hal itu langsung mengatakan hal yang mungkin ingin meyer dengar, baiklah ayo kita pergi. Kata jeni" Meyer membalik tatapannya pada jeni dan berkata jika saya tidak menyuruh kamu bicara jangan bicara, saya benci orang yang banyak bicara. Tapi kamulah orang yang paling banyak bicara disini (dalam hati jeni)
__ADS_1
dengan langkah yang panjang meyer pergi dan menarik tangan jeni pergi dari sana
Meyer Yozafat
__ADS_1
Jeni