
Aku hanya lulusan SMP, Tetangga ku menawarkan pekerjaan ini katanya ini rumahnya orang terkaya di kota ini gajinya juga lumayan tinggi, aku mendaftar dan keterima bekerja sampai saat ini, aku sangat senang karena pekerjaan disini tidak merepotkan, selain aku bekerja aku penasaran bagaimana hidupnya orang yang paling atas di kota ini, aku juga bisa mengirimi uang untuk orang tuaku dan bisa membahagiakan mereka. Ucap nirma
Jeni sangat beruntung yah saling mencintai dan menikah dengan Tuan. Ucap nirma
Mendengar hal itu wajah jeni yang dari tersenyum langsung berubah ketika nirma mengatakan saling mencintai? Tapi jeni tidak ingin mengatakan hal apapun mengenai dia dan meyer. Mereka terus berjalan hingga
"Ini rumah paviliun tempat dimana kami para pembantu tinggal" terang nirma
Apa jeni ingin masuk? tanya nya
ya, saya ingin melihat keadaan disana. Jeni yang terkejut paviliun itu sangat luas dan besar.
Apa semua pekerja tinggal disini? tanya jeni
Ya jen, tidak ada yang tinggal se atap dengan tuan muda dan tuan besar. Kami hanya datang bersih bersih tiap pagi dan datang mengatur kerapian rumah di malam hari. Ucap nirma
Jeni pun kaget, dia pikir di dalam rumahnya ada beberapa pekerja disana ternyata semuanya tinggal di paviliun.
Ketika jeni masuk dia melihat para pekerja di rumah yang sedang istirahat di sofa, ada yang sedang bermain kartu dan ada yang sedang ber ghibah. Ketika mereka melihat jeni mereka kaget dan berdiri memberi tundukan kepala untuk menghormati nya.
Lanjutkan aktivitas kalian, saya hanya ingin berkeliling saja, bisa kan? hehehe. Pinta jeni
Para pembantu disitu terkejut dan saling menatap satu sama lain, apakah nona butuh sesuatu? tanya salah satu dari mereka.
__ADS_1
Tidak, saya hanya ingin berkeliling rumah saja. Kalian lanjutkan aktivitas kalian tidak usah menghiraukan saya yang berada disini. Ucap jeni
Baik non, Terimakasih. Mereka melanjutkan aktivitas mereka. Hingga jeni selesai melihat lihat paviliun.
Apa kalian keberatan keberadaan saya disini? tanya jeni pada mereka
Tidak non, kami senang nona datang melihat di tempat ini. Jawab salah satu yang disitu
Apa kalian semua sudah makan? tanya jeni
Sudah nona, sebelum kami bekerja di pagi hari kami lebih dahulu makan. Jawab pembantu
Baiklah, jaga kesehatan kalian ya. Saya permisi. Jeni pergi berkeliling di tempat lain hingga dia melihat taman di depan rumah yang sangat indah. Di rumah ini memiliki 2 taman, yang satu tadi taman belakang rumah yang disiram nirma bunga bunganya. Dan taman di depan rumah yang tempat duduknya mengarah ke paviliun, dan bisa dilihat dari kaca lantai dua rumah meyer.
Duduk disana yuk. Panggil jeni pada nirma sambil menunjuk kursi yang berada di taman itu.
Tapi kenapa?
Di lantai dua itu adalah jendela dari kamar tuan muda. Juga kaca kaca yang di lantai tiga itu, itu adalah tempat gymnya tuan muda, saya takut tuan muda sedang berada di ruangan olahraga nya atau dikamar itu, nanti dia bisa melihat kita berdua jika duduk disitu, pemandangan tempat olahraga tuan adalah taman taman ini dan jalan raya, siapa saja yang di lantai tiga tempat gymnya itu bisa melihat orang-orang yang masuk keluar lewat gerbang depan. Ucap nirma
Jeni yang tidak tahu bahwa lantai tiga itu ada tempat olahraga meyer pun terkejut. Bahkan dia tidak pernah membuka gorden kamarnya, dia tidak tahu itu jendela bagian mana juga. Karena Kamarnya terlalu besar banyak jendela di kiri kanan dan depan dalam kamarnyanya itu.
Baiklah, mungkin taman ini akan menjadi tempat favorit saya disini hehehe. Bercandanya jenii. Trimakasih ya nirma sudah menemani aku berkeliling bahkan kamu kasih tahu poin2 pokok loh hahaha. Tawa jeni
__ADS_1
Sama sama jen. Ucap nirma
Kamu pergi istirahat saja, saya akan masuk ke rumah. Pergilah masuklah duluan, saya akan menjagamu hingga kamu masuk ke paviliun, bagaimana jika aku menghitung sampai 15 kamu sudah di depan paviliun. Ucap jeni.
Satu, Nirma yang melihat jeni mulai menghitung terpaksa harus menuruti nya sepengalaman nirma, tuan lah yang masuk lebih dahulu tapi dia takut karena jeni sudah mulai menghitung, Nirma lari sampai di depan peviliun dia melihat jari jari jeni menunjukan 12, bahwa masih hitungan ke 12.
Prok prok prok. Tepuk tangan jeni juga memberikan jempol untuk nirma.
Jeni masuk dalam rumah, dan tidak tahu ingin melakukan hal apa, dia pergi ke kamar untuk mengambil laptopnya.
Krek. Jeni membuka pintu kamar
Dia tidak melihat meyer disana. Dengan cepat dia mengambil laptopnya dan dia teringat jendela yang mengarah ke taman. Jeni penasaran dan membuka jendela yang di atas ranjang.
Srett. Ternyata jendela itu tidak mengarah ke taman.
Jeni membuka jendela yang di sebelahnya lagi ternyata mengarah ke garasi mobil dan disitu ada balkonnya juga, jeni terkejut karena jendela yang satu ini memiliki balkon untuk duduk.
Dia membuka jendela yang di ruang ganti, karena seingat jeni disitu ada jendela. Ketika dia buka ternyata jendela yang mengarah ke taman dan pagar depan adalah jendela ruangan ganti baju.
Jeni keluar dari kamar itu dengan membawa laptopnya. Dia pergi ke lantai tiga karena penasaran dengan tempat yang di atas itu.
Dia melihat di lantai tiga hanya ada satu ruangan panjang. Dia membuka pintu ruangan itu dan melihat meyer yang tidak mengenakkan baju sedang berolahraga, ruangan itu full pendingin jadi sangat dingin bagi jeni. Rumah meyer dimana mana memiliki pendingin tetapi di ruangan sini paling dingin menurutnya.
__ADS_1
Meyer tidak menyadari bahwa jeni berada disitu. Jeni melihat otot-otot badan meyer yang sangat gagah, ketika dia ingin menutup pintu, cars laptop jeni terjatuh membuat meyer melihat ke arahnya, jeni dengan cepat mengambil cars itu dan
Jeni ma