
Dan jeni melihat tatapan meyer yang dingin itu dengan polosnya bertanya " Apa aku membuat kesalahan?" Meyer benar benar sangat lelah menghadapi jeni ini.
Kamu benar benar sangat polos, dasar bocah. Ujar meyer"
Aku bukan bocah kok, kamu nya yang ketuaan. Lancang jeni.
meyer memutar badan nya ke arah jeni tangan kanannya dia lenggangkan di stir mobil dan mulai tertawa licik sambil melihat jeni. Kamu benar benar berani banget yah? Keluarga di ujung tombak kamu berani banget ngomong kayak gitu di hadapan aku?
Jeni yang tidak bisa berkata apa apa, jika meyer bercerita mengenai hal keluarga dia hanya bisa diam.
Kenapa ga ngomong lagi? tadi berani banget ngatain aku tua? dasar bocah. Ujar meyer yang sedang membenarkan tempat duduknya.
Meyer menatap ke arah jeni dan badannya mulai mendekatinya jeni yang kaget mendorong dengan kuat dadanya meyer yang di dekatnya itu. Meyer yang kaget menatap wajah jeni dari dekat "Kamu pikir apa yang akan saya lakukan?" meyer memasangkan seat belt jeni, dan menatapnya kembali dari dekat " Jangan berpikir hal yang aneh² kamu masih kecil " sambil mengusap kepala jeni.
Jeni sangat malu dan takut dia mengira bahwa meyer akan melakukan hal yang orang dewasa lakukan pada umumnya. Diperjalanan meyer dan jeni tidak mengobrol apapun. (hening)
__ADS_1
Meyer mulai merokok kembali di perjalanan.
rokok tidak sehat untuk kesehatan. ujar jeni sambil melihat jalanan di jendela kirinya.
Kesehatan aku apa perduli nya kamu? Ayah bahkan tidak melarang aku merokok, siapa kamu melarang aku?
Jeni hanya diam tidak menjawab perkataan meyer. (Di keheningan hp jeni berbunyi)
Jeni melihat panggilan masuk dari kakaknya
" Halo kak "
" Lagi di perjalanan kak, ini kayaknya dah mau pulang"
"kamu baik² aja jen?. Dia tidak macam macam sama kamu kan jen?" tanya vanesa
__ADS_1
Meyer mendengar percakapan itu diam saja dan hanya merokok.
"Nggak kok" jawab jeni sambil menatap meyer.
"kamu ga di ajak ngelakuin hal hal kotor kan sama dia dek?"tanya vanesa takut.
"aku sama dia beneran jalan2 doang kok kak"
"disini ada ibu, syukurlah ibu senang kamu ga di apa apain" ujar vanesa
Jeni masih sakit hati pada ibunya ia langsung mematikan teleponnya. Di mobil jeni menghela nafas panjang dan membuangnya.
Meyer mendengar semua obrolan tadi dia hanya mengacuhkannya berpura2 tidak mendengarnya. Jeni hanya bermain game di android nya. Hingga selesai bermain jeni membuka pesan WhatsApp nya, meyer melihat bahwa jeni sedang ber balas balasan pesan dengan kontak bernama Faell, jeni dan fael sangat dekat pikir meyer, mereka saling membalas pesan dengan sangat cepat.
" Berikan nomor WhtsApp mu" kata meyer, sambil mengeluarkan hpnya.
__ADS_1
Kenapa? tanya jeni"
Meyer kesal dengan jawaban jeni yang selalu kenapa, kenapa dan kenapa. Meyer mulai ke kiri dan menghentikan mobilnya di jalanan. Dia menatap jeni kesal dan mencium bibir jeni tiba - tiba. Jeni yang kaget mendorong tubuh meyer tetapi tangan meyer memegang kursi jeni sehingga meyer tidak tergeser, meyer melahap bibir mungil yang tidak bisa diam dari tadi itu. Itu ciuman pertama mereka berdua. Biasanya meyer tidak pernah terangsang dia bahkan sering dibilang tidak normal karena tidak pernah ingin berciuman, entah kenapa disaat bersama jeni, dia selalu kesal dan ingin memakannya habis-habis. Jeni jarang melihat adegan berciuman, dia tidak tahu sama sekali. Hingga dia sulit bernafas ketika...