
Meyer membuka matanya dan melihat jeni yang sedang menatap dia tidur.
Apa aku setampan itu, hingga kamu tidak melepas tatapanmu? tanya meyer PD
Jeni yang kaget karena meyer mengetahui hal itu langsung beranjak bangun dari tempat tidur nya itu.
Tidak, hanya saja ketika kamu tidur kamu sangat tenang berbeda dengan kamu bangun, sebaiknya kamu tidur terus ga usah bangun2.
Ujar jeni
Oh apa kamu menyumpahi aku mati? tanya meyer. Sambil duduk di ranjangnya melihat jeni.
Jeni langsung lari pergi ke toilet, dia mencuci wajah dan menyikat giginya.
Aku sangat tampan juga hahaha, batin meyer. Sambil mengatur rambutnya di cermin.
Jeni keluar dari toilet dan bergantian dengan meyer masuk ke toilet.
Jeni keluar kamar dan melihat bahwa banyak sekali pembantu di rumah itu yang sedang bersih bersih.
Non, langsung ke meja makan saja sambil nunggu tuan turun sarapan. Kata salah satu pembantu disitu"
Jeni, kamu bisa memanggil aku jeni saja. Siapa nama kamu? tanya jeni pada pembantu itu.
__ADS_1
Maaf non kami tidak berhak berkenalan dengan Tuan di rumah sini. Ujar pembantu itu"
Apa saya salah bertanya ya? saya tidak memiliki teman disini, mungkin kalian bisa menjadi teman saya, ujar jeni.
Meyer melihat jeni yang sedang mengobrol dengan salah satu pembantu disitu. Pembantu itu menundukan kepalanya ketika ia melihat tuan nya turun dari tangga.
Siapa nama kamu? tanya meyer pada pembantu itu dan menghampiri mereka.
Nirma tuan. Jawab nirma pembantu itu
Jeni yang melihat nirma ketakutan pada meyer bingung. Apa dia sering memarahi orang' yang bekerja dengannya. Batin jeni.
Berapa lama kamu bekerja dengan saya? tanya meyer pada nirma.
Saya tidak pernah melihat para pekerja disini mengobrol seperti itu. Kata meyer
Oh itu tadi aku yang ngajak dia ngobrol kok. Dia menyuruh aku sarapan aja, aku melihatnya seumuran denganku jadi aku mengajak nya berkenalan. Ujar jeni
Meyer pergi begitu saja memasuki dapur untuk sarapan.
Jangan takut nirma aku temen kamu sekarang. Sebentar selesai makan minta tolong yah kamu bawa aku berkeliling rumah ini. Ujar jeni
Meyer menunggu jeni di meja makan dia menyalakan tabletnya dan melihat permasalahan perusahaan nya, dia akan mulai menjalankan pekerjaan di kantornya karena ayah nya pergi mengurus perusahaan yang di Singapore. Dia melihat data Statistik pemegang saham. Tapi kegiatannya terhenti ketika jeni mengambil makanan di meja.
__ADS_1
Apa kamu tidak makan? tanya jeni
Kamu sangat lama, aku menunggu kamu. jawab meyer sambil menuangkan segelas air.
Soal nirma tadi aku memintanya untuk membawaku berkeliling di rumah ini, bolehkah? tanya jeni.
Pergi saja, asalkan kamu tidak keluar rumah tanpa sepengetahuan aku. Kamu bebas ngelakuin apa saja dirumah. Ujar meyer.
Mereka sarapan bersama. Jeni tidak biasa makan dengan keadaan tenang seperti ini, biasanya dia makan sambil bercanda dengan ibu nya.
Jen. Panggil meyer dengan halus
Jeni meresponnya dengan mengangkat setengah keningnya dan bersuara dengan pelan "hm?
Mulai sekarang panggil aku sayang. Ujar meyer
Jeni yang kaget, batuk tiba tiba hingga mengeluarkan sedikit makanan yang sedang dikunyah nya itu.
Bukankah kita suami istri sekarang? walaupun kita tidak mencintai tapi aku tidak ingin menjadi omongan orang, bagaimana jika orang lain mendengar kita memangil saya, anda, kamu? Ujar meyer
Jeni tidak menjawab dan hanya merespon kata kata meyer "walaupun kita tidak mencintai" Dipikirannya jika orang yang saling mencintailah yang sering memanggil sayang.
" Sayang " panggil meyer
__ADS_1