
Meyer menatap jeni dan semua orang yang disitu.
"Baiklah, lupakan penjara. Jeni akan membayar semuanya" ucap meyer
Jeni melihat ibunya sangat senang, ayah tirinya juga vanesa kakaknya jeni menatap kasihan pada jeni dan senang terhadap ibu dan ayahnya, jeni yang sakit hati lari ke kamarnya.
"huhuhuhu, kenapa ini terjadi? sakit, sakit sekali rasanya dijual seperti ini. Batin jeni"
Ok, karena anak saya menerima perjodohan ini. Maka besok mereka berdua menikah.
Besok? kaget meyer
iya besok, besok lusa papa harus ke Singapore ngembangin perusahaan disana, jadi jika boleh besok kamu nikah biar kamu ada pasangan yang menjaga kamu" ucap ayahnya meyer
Ibunya jeni : Pak bisakah jangan jeni, dia masih terlalu muda kata kata ibu jeni terpotong.
Meyer : Apa maksud mu saya harus nikahi dia (menunjuk vanesa) saya lebih memilih masukin ayah nya ke sel daripada menikahinya.
Ayah meyer : Tenang saja saya akan melanjutkan sekolahnya jeni, tugas jeni juga hanya bersama dengan meyer menjadi pasangan yang serasi, saya yakin jika 2 insang tingal se atap mereka akan jatuh cinta!
Saya yang akan mengurus pernikahan mereka berdua besok kalian cukup siapkan diri jeni saja, ucap ayah meyer"
Besok harinya ibunya jeni mengetuk pintu kamar jeni, jeni membuka pintunya.
"Jeni, maafin ibu yah" ucap vita ibunya jeni sambil menangis dan memeluk jeni.
Jeni yang sakit hati menangis tersedu-sedu di pelukan ibunya
"Bu jeni takut" ujar jeni
"Jen ini jalan terakhir keluarga kita syg kamu harus menikah sama meyer, kamu jangan Takut yah nak menurut ibu yakin meyer bisa menjadi orang yang lebih baik kok" ucap vita sambil menangis.
"Nikah bu? tanya jeni yang kaget"
" Iya nak kamu jangan tolak yah sayang, jika kamu menolaknya kita benar benar akan di laporkan sekarang juga. Ibu juga berpikir bahwa mungkin ini jalan terbaik buat kita, kamu akan kuliah ketika kamu menikah jen"
ucap ibunya"
"Jeni ga suka bu sama meyer, kita selisih 12 tahun bu, dia udah tua. Kami berbeda pandangan. Jeni tidak sayang, jeni tidak cinta sama dia, jeni hanya ingin menikahi orang yang jeni cintai bu" sambil menangis
"Jen, kamu harus bersiap dari sekarang. Jika jam 1 kita tidak dirumah meyer, polisi lah yang akan kesini, ibu mohon 1 kali ini saja permintaan terakhir dari keluarga ini jen, pls." rayu ibunya jeni"
"Permintaan kalian berlebihan, ini masa depan saya juga bu" ucap jeni yang memikirkan walaupun dia menolak masa depan semua keluarga lah yang hancur.
" Vita merasa bersalahh, tapi dia tidak bisa melakukan apa apa.
__ADS_1
jam 1 pas keluarga jeni tiba di rumah mewah Keluarga Yozafat, selama jeni remaja dia berpikir pernikahan itu pasti akan sangat menyenangkan dimana sangat Ramai, banyak orang, berkumpul keluarga, lebih tepatnya menikah dengan orang yang dia cintai. Tetapi berbeda dengan realita dia menikah dengan orang yang tidak dia cintai pernikahan yang hanya ada keluarga saja sebagai saksi, bersama pendeta. Dan tidak di ketahui orang² termasuk tidak ada kakek neneknya jeni.
"Selamat kalian telah sah menjadi sepasang suami istri, menurut hukum dan agama"
ucap pendeta.
Jeni meneteskan air matanya, karena dia telah menikah dengan orang yang tidak dia cintai.
Turutlah padaku, aku suami juga imam mu sekarang. Ucap meyer
Baiklah acara selesai, kalian sudah bisa balik ke rumah. Jeni tanggungan meyer sekarang. Ucap ayahnya meyer.
Pembantu meyer membawakan koper² baju jeni, jeni terkejut ternyata bajunya bahkan sudah disiapkan keluar:-[
" Ikut aku, aku antar kamu ke kamar" ucap meyer
Jeni menatap keluarganya yang akan balik ke rumah, dia melihat vanesa kakaknya sedang melambaikan tangan ke arah nya. Jeni membalas kecil lambaian nya.
ini kamar kita "ujar meyer
ganti baju dulu aja "ujar meyer
jeni membongkar kopernya dan mencari baju yang akan dia ganti.
"Lainkali kunci pintunya" Ucap jeni kaget melihat meyer keluar tanpa busana bagian atas.
Jeni membuang pandangannya dia tidak ingin menatap tubuh laki laki yg di depannya itu dan langsung masuk ke ruang ganti.
Meyer sangat puas mengerjai jeni.
Bukankah kita sudah sepasang suami istri? tanya meyer.
kenapa kamu mengunci pintu ini jen?
jeni yang kesusahan membuka rets yang sangat keras di belakang dress nya itu menyerah, dia membuka kunci pintu itu
"Bisakah kamu membantuku? tanya jeni
"apa?"
ehm, kamu kenapa tidak memakai baju sih?tanya jeni.
"Ini kamar aku, suka suka aku kan. Apa yang harus kubantu? tanya meyer
" hmmm, retsleting aku keras banget ga bisa turun bantuin dong" pinta jeni
__ADS_1
Dikamar diluar ruang ganti, meyer menuruni rets jeni.
Makasih. Ujar jeni
Tunggu. menahan tangan jeni dari belakang
Meyer memeluk jeni dan mencium badan belakang jeni yang terlihat, jeni tidak terlepas dari ciuman2 brutal di badan belakang jeni.
Jeni, meyer papa mau ngomongin ses, kata kata ayahnya meyer terpotong ketika melihat meyer sedang melakukan hal yang sangat Lakik. Disisi lain meyer dan jeni terkejut hingga jeni lari masuk di ruang ganti, dan meyer memakai bajunya.
Ya ada apa pa? tanya meyer
ada yang mau papa ngomongin sama kalian berdua jika selesai ganti baju kalian langsung ke ruang tamu saja? ujar ayahnya meyer
ok pa"
Diruang tamu jeni, meyer dan ayah meyer bebicara dengan serius
Ayah meyer : Besok papa akan pergi ke Singapore, mungkin agak lama baliknya. Papa harap kalian berdua tidak melakukan hal hal yang membuat papa kecewa. Jeni? Mulai senin kamu masuk kuliah ucapan ayah meyer terpotong
Jeni : Om, bagaimana urusan keluarga saya? apa sudah tidak bermasalah sama om lagi?
Ayah meyer tidak menyukai pertanyaan jeni
Meyer yang mendengar hal itu juga ikut tidak senang.
Om? Panggil aku papa mulai sekarang. Soal ayah kamu itu kamu sudah menggantikannya lewat menikahi meyer "Ujar ayah meyer
Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan sebagai seorang istri. Ujar jeni"
Kamu hanya perlu menuruti perintah aku saja. Jawab meyer
Oh ya jeni, papa memasuki mu dalam jurusan bisnis di kampus merdeka, jika kamu mendapat nilai yang baik di kampus. Papa akan merekrut kamu di Perusahaan papa.
Jeni bingung tapi jika sudah terjadi seperti ini dia hanya perlu menjalaninya saja.
Di hari sabtu ini hari keberangkatan ayah meyer, jeni dan meyer tidak pergi mengantar karena ayah meyer sudah pergi bersama asisten2 nya ketika mereka tidur.
Jeni membuka matanya dan melihat meyer yang masih tertidur di sebelahnya. Dia tidak menyangka bahwa dia sudah menikah, bahkan tidur seranjang dengan pria mulai saat ini.
Dia sangat tenang jIka tidur. Batin jeni"
sambil menatap wajah meyer yang sedang tidur.
Meyer yang merasa ada seseorang di atas wajahnya membuka matanya.
__ADS_1