
Mila bangun tengah malam. Dia pergi ke dapur untuk mengambil air putih. Dia merasa jadi sekali.
Tiba-tiba terdengar suara orang menangis di dekat dapurnya.
"Siapa? Ada orang?" tanya Mila sambil mencari arah suara tangis itu.
"Siapa diluar sana?" tanya Mila berjalan perlahan mendekati jendela. Tiba-tiba angin berhembus tepat di wajahnya. Dingin dan berbau anyir.
"Tolong, aku ada dibawah jendelamu, keluarkan aku dari sini," suara seorang gadis.
"Aku tidak melihat siapapun," kata Mila setelah melihat keluar jendela.
Suara tangis itu hilang. Mila segera kembali ke kamar Frans mengunci pintu dan langsung memeluk suaminya.
"Ada apa? Kok kamu kayak orang ketakutan begitu?" tanya Frans.
"Aku mendengar suara orang menangis dan minta tolong. Suaranya dari jendela dapur,"
"Ah, itu mungkin hanya perasaan kamu saja. Aku sudah lama tinggal disini dan tidak melihat apa-apa. Tidak ada yang seperti kamu ceritakan itu," sahut Frans tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Mila.
"Benar. Aku mendengar sendiri. Aku tidak berkhayal. Suara itu nyata," sahut Mila.
"Ya sudah, ayo kita lihat sama-sama," ajak Frans.
"Tidak, aku takut," Mila tidak mau kembali ke jendela untuk melihatnya.
"Ya sudah, besok kita lihat," kata Frans.
Mila lalu tidur dengan memeluk Frans sangat erat. Bahkan saat Frans akan keluar sebentar, Mila tidak mau ditinggal. Tidak biasanya dia merasa ketakutan seperti itu.
__ADS_1
Tapi kali ini, dia sangat takut sekali. Dia merasa hantu itu seperti mencari dirinya.
Keesokan paginya. Mila keluar dari kamar. Dia pergi ke kamar Mbah Karti untuk bersih-bersih.
Tanpa sengaja menjatuhkan sebuah figura. Figura itu jatuh terbalik. Dan ada foto seorang gadis dibelakang figura itu.
"Fotoku? Bagaimana mungkin?" Mila memegang Figura itu dan melihat sebuah gambar yang mirip dirinya.
"Apa yang kau lihat?" tanya Frans berdiri di pintu.
"Ini, lihatlah ini," kata Mila sambil menyerahkan figura itu pada suaminya.
"Kau? Ini dirimu?" Frans juga kaget.
"Tapi, mana mungkin. Aku tidak punya anting seperti itu. Ini bukan aku. Lalu siapa dia? Kenapa wajahnya mirip sekali denganku?" tanya Mila kebingungan sambil menatap Frans.
"Misteri. Ada misteri di foto ini," kata Frans tiba-tiba.
"Mungkin ada rahasia di masa lalu yang tidak kita ketahui. Dan wajah yang mirip denganmu, siapa tahu ada hubungannya denganmu," kata Frans.
"Hubungan bagaimana maksudmu?"
"Aku tidak mengerti hubungan seperti apa. Tapi firasat ku mengatakan jika ada hubungannya dengamu,"
"Ayo kita ke gudang!" Ajak Mika menarik tangan Frans.
"Kita cari informasi di gudang. Mungkin kita bisa menemukan sesuatu disana," ujar Mila berjalan dengan cepat ke arah gudang.
"Mana kuncinya?" tanya Frans menoleh pada Mila.
__ADS_1
"Ini," Mila menyerahkan kunci itu pada Frans.
Klek!
Mereka lalu masuk kedalam. Gudang itu penuh dengan debu. Sepertinya sudah puluhan tahun tidak di bersihkan.
"Ini gudang yang lainnya," kata Mila.
"Aku belum pernah masuk kemari seumur hidup ku. Padahal aku sudah tinggal disini bekerja puluhan tahun," kata Mila terkejut.
"Kenapa tidak masuk kemari?"
"Ini larangan. Mereka semua melarangku masuk kemari," kaya Mila.
"Aneh. Apa yang dirahasiakan dari tempat ini?" tanya Frans lalu membuka lemari usang.
"Baju pengantin,"
"Apa?" Mila terperanjat.
"Milik siapa ini? Ini bukan milik Mbah Karti. Mbah Karti memakai foto warna ke emasan di ritual pengantinnya. Dan ini baju jingga, milik siapa ini?"
Kata Mila sambil memegang baju pengantin yang masih apik itu karena di bungkus dengan plastik.
"Lihat itu?" kata Frans menunjuk pada sebuah kotak di bawah baju pengantin yang besar.
"Ayo kita lihat," sahut Mila mengeluarkan kotak itu dari dalam lemari.
"Foto. Didalamnya penuh dengan foto," ucap Mila saat membukanya.
__ADS_1
"Ini kan foto eyang Kakung. Tapi ini bukan eyang putri. Ini gadis difigura itu," kata Frans.
"Iya, kau benar. Wajah mereka sama?" Frans dan Mila saling berpandangan.