Warisan Dan Miringnya Batu Nisan

Warisan Dan Miringnya Batu Nisan
Bab 30 Akhir kisah


__ADS_3

"Ayo kerumahmu," wanita tua itu lalu mengajak Mila dan Frans kembali kerumah.


Saat akan memasuki pelataran rumah, wanita tua itu dihadang oleh makhluk gaib. Matanya merah dan penuh amarah.


"Berhenti! Dia ada disini!" kata wanita tua itu.


"Lalu apa maunya Mbah?"


"Darah! Sinta dan Alex juga menjadi korbannya. Mereka dari gunung Intan. Alex dan Sina membawanya untuk melawan gangguan makhluk saat itu. Namun Alex dan Sinta, salah ucap, hingga harus memberikan tumbal darah pada roh jahat ini,"


"Astaga, mbah tolong kami," Mila ketakutan dan berpegangan erat pada Frans.


Frans sendiri hanya berdiri dibelakang wanita tua itu. Dia juga tidak mengerti hal gaib seperti ini.


Namun kakaknya tiada karena maklum jahat ini, membuatnya marah.


"Usir dia dan kembalikan dia ke tempatnya Mbah. Dia sudah membunuh kakakku," kata Frans.


"Tetap berdiri didalam lingkaran ini. Jangan keluar apapun yang terjadi. Dia makhluk yang berbahaya. Aku akan mengembalikanya ke tempatnya,"


Wanita tua itu lalu membuat lingkaran dengan tongkatnya. Lingkaran itu sudah diberikan mantra. Mila dan Frans ada didalamnya.


"Aku akan membersihkan rumah ini. Banyak sekali makhluk gaib didalamnya," Wanita tua itu sampai menggelengkan kepalanya.


"Ingat pesanku. Makhluk itu bisa berubah wujud. Jangan keluar kecuali jika kau melihat tanda ini," kata wanita tua itu memperlihatkan tanda ditelapak tangannya.


"Iya Mbah,"


Mila dan Frans mengangguk. Mereka melihat wanita tua itu duduk bersemedi di teras rumahnya.


Mulutnya komat kamit dan sebuah keris melayang di udara dan menuju kearahnya.


Tiba-tiba pintu utama rumah Mbak Karti terbuka. Suara tawa terdengar menggema dari dalam.

__ADS_1


"Wanita tua! Untuk apa kau ikut campur urusanku!" Kali ini makhluk gaib itu berwujud manusia. Dan dia mengubah dirinya mirip dengan Mila.


"Astaga, Mila, dia mengubah wujudnya menjadi dirimu?" kata Frans yang melihat dari dalam lingkaran tidak jauh dari tempat wanita tua itu bersemedi.


"Ingat pesan Simbah, makhluk itu bisa berubah wujud. Apapun yang terjadi kita tidak boleh keluar. Hari ini dia akan meminta tumbal," kata Mila pada Frans dan terus memegang tangannya karena takut.


"Pergilah dari rumah ini! Dan kembali ke tempat mu!"


"Hahahaha! Seenaknya saja kau bicara wanita tua!"


Gadis itu matanya mengeluarkan cahaya merah dan siap melukai wanita tua yang sedang memegang keris.


"Jika kau tidak kembali, aku terpaksa memaksamu!" wanita tua itu lalu melawan gadis bermata merah jelmaan makhluk jahat.


Keris yang dipegang wanita tua itu mengeluarkan cahaya biru melawan cahaya merah milik iblis itu.


Duaaarrrr!


Kedua kekuatan itu beradu dan menggelegar menjadi suara petir di angkasa.


"Kurang ajar!" Gadis bermata merah mengumpat. Tidak disangka keris wanita tua begitu sakti. Wajahnya bahkan sudah berubah menjadi aslinya.


Dan ternyata dia adalah hantu tanpa wajah. Karena itulah dia sering menjelma menjadi wajah orang lain.


"Kembali ke tempatmu! Ciaaassshhh!


Keris itu menyerang iblis jahat. Dan seketika, iblis itu terpaksa masuk kedalam Bolot dalam bentuk cahaya merah.


Sekarang dia sudah terperangkap didalam botol milik wanita tua itu. Dia berusaha keluar dan terus berusaha menyerang dari dalam botol.


Namun kekuatannya tidak berfungsi saat dia berada didalam botol. Wanita tua itu menggeleng dan berbicara pada iblis itu.


"Aku akan mengembalikanmu ke asalmu! Kau akan di hukum oleh raja iblis di gunung Intan!" Wanita tua itu terkekeh.

__ADS_1


Dan keris di tangannya menghilang. Tidak disangka dia punya kekuatan yang luar biasa. Padahal badanya sudah renta. Usianya juga diatas seratus tahun, berjalan dengan tongkat. Namun dia sungguh kuat bisa mengalahkan iblis jahat yang hampir saja membuat Mila dan Alex jadi tumbalnya.


Wanita tua lalu datang menghampiri Alex dan Mila.


"Siapa kau?" Mila bertanya karena takut jika dia adalah jelmaan iblis.


"Lihat ini," wanita tua menunjukkan tanda ditanganya. Mila menjadi lega, dia adalah yang asli.


Lingkaran itu langsung hilang setelah wanita tua mengucapkan mantra.


"Sekarang kalian bisa masuk dan istirahat didalam rumah. Besok potonglah kambing tujuh ekor dan sapi satu ekor. Bagikan pada semua warga disini, sekarang aku akan pergi mengembalikan iblis ini ke tempat asalnya,"


Dan setelah berbicara begitu, wanita tua itu menghilang.


"Iya Mbah," jawab Mila dan kaget saat menyadari wanita tua tidak ada dihadapannya dalam sekali kedipan mata.


"Frans, kemana perginya?" tanya Mila terkejut.


"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba, menghilang,"


"Frans, apakah, jangan-jangan Mas Alex membawa iblis itu saat Mbah Karti masih hidup?" Mila lalu menaruh kecurigaan.


"Bisa juga. Kakak suka dengan hal-hal klenik seperti itu..." kata Frans sang adik yang tahu kebiasaan kakaknya sejak muda.


Mila dan Frans lalu kembali kerumah Mbah Karti. Mereka bisa istirahat dengan tenang sekarang. Tidak ada lagi jin atau iblis didalam rumah itu. Wanita tua itu sudah membersihkan rumahnya.


Besok, Mila dan Frans akan mengadakan acara amal yang lebih besar dengan memotong tujuh ekor kambing dan satu ekor sapi untuk para warga.


Seperti yang dikatakan wanita tua itu.


Tamat


Terimakasih teman-teman atas dukungannya 🥰😘

__ADS_1


Yuk lihat Novel lainnya karya "Mona Al"


Salam sayang 😍


__ADS_2