Warisan Dan Miringnya Batu Nisan

Warisan Dan Miringnya Batu Nisan
Bab 28 Jati diri Mila


__ADS_3

Hari ini, semua warga sudah berkumpul dirumah Mila. Mereka semua kaget mendengar cerita orang-orang tentang hati diri Mila yang asli.


Jika sesungguhnya dia bukanlah sekedar pembantu. Tapi, dia adalah salah satu pewaris harta Mbah karti.


"Ngga nyangka ada cerita seperti ini di kampung kita ya jeng?"


Ibu-ibu yang memasak pun saling bercerita tentang jati diri Mila yang asli.


Sedangkan para bapak-bapak mengadakan selamatan sebelum menggali tanah di bawah jendela dapur rumah mbak karti.


Mereka sekarang mulai menggalinya. Saat beberapa meter, ternyata benar, mereka menemukan tulang-tulang yang masih ada dan menemukan cincin di jari tulang itu.


"Ada cincin," Kata seorang warga lalu menyerahkan cincin itu pada pak Wito.


"Ini ada tulisan Karta dan Maria didalamnya," kata pak Wito setelah mengamati cincin itu.


Mila lalu mengambil cincin itu dan melihatnya sendiri. Dan ternyata benar, ada tulisan Karta dan Maria didalamnya.


"Pak, nanti saya mohon untuk mengubur cincin ini bersama ibu. Dan tolong dikuburkan disamping pak Karta," kata Mila sekarang sudah sangat yakin jika dia adalah anak Pak Karta dan Maria.


Gadis kota yang di bawa oleh Pak Karta dimasa lalu lalu menghilang begitu saja. Ternyata bukan menghilang, tapi meninggal dan dikubur oleh Pak Karta dan Bu Karti dibawah jendela dapur karena takut di hukum dan dituduh melenyapkan dirinya.


Warga lalu memakamkan jenazah itu sebagaimana mestinya. Dan melihat nisan keluarga Mbah Karta yang sudah tegak dan tidak miring lagi membuat mereka yakin, jika mereka sudah tenang disana karena semua rahasianya sudah terjawab.


"Nisannya sudah tidak miring lagi, artinya mereka sudah tenang didalam sana," celetuk seorang warga.


"Kau benar, tidak disangka ada rahasia besar dari keluarganya," timpal yang lainnya setelah selesai menguburkan Maria.


Mila nampak duduk dan berdoa untuk ibu kandungnya.


"Terimakasih Bu, sudah melahirkan Mila. Meskipun Mila tidak kau asuh dan tidak sempat melihat wajahmu dan mengenalimu, namun, Mila bahagia di lahirkan olehmu," kata Mila lalu berdoa untuk ibunya.


Brummmmm!

__ADS_1


Tiba-tiba makam Alex dan Sinta seperti berlubang dan mengeluarkan asap. Para wargapun ketakutan dan saling berpegangan.


"Ayo kita segera pulang, aku takut," kata seorang warga yang melihat kejadian aneh.


"Ya mari kita pulang,"


"Mil, ayo pulang," kata Frans yang juga merasa ada yang janggal,


"Baiklah," kata Mila lalu pulang kerumahnya.


Sampai dirumah, para warga sudah merapikan semua makanan dirumah Mila dan mereka semua juga sudah pulang.


"Apa tadi yang membuat kuburan mereka mengeluarkan asap?" tanya Frans pada Mila.


"Aku juga tidak tahu," sahut Mila.


"Ini aneh sekali," Frans masih memikirkannya.


Tiba-tiba ada suara dari gudang.


"Apa itu Mila? Ayo kita lihat?" Frans mengajak Mila pergi ke gudang.


Dan dia melihat adab yang sama keluar dari gudang.


Ada suara dari bawah tanah di gudang.


"Biar aku lihat, ini sepertinya belum lama diganti. Siapa yang sudah mengganti lantainya?" kata Frans bingung.


"Aku juga tidak tahu," kata Mila.


Lantai di gudang itu, seperti diganti yang baru. Ada empat kotak yang warnanya agak berbeda. Dan selama ini Mila DNA Frans tidak menyadarinya.


"Aku yakin, tadi suara itu dari sini," kata Frans.

__ADS_1


"Apa lagi ini? Kenapa banyak sekali misteri dirumah Mbah Karti?"


"Aku juga merasa apa yang kau rasakan. Rumah ini penuh dengan misteri," kata Frans memeluk Mila yang ketakutan.


"Tidak biasanya aku merasa takut begini," kata Mila.


"Tenanglah, aku disini, bersamamu," kata Frans lalu mengajak Mila kekamar untuk beristirahat.


Saat malam hari, ketika Mila dan Frans tidur, mereka melihat ada bola api di atas atap rumah Mila dan Frans.


Keesokan harinya tetangga itu mengatakan pada tetangga lainnya.


"Jika ada bola api seperti itu, artinya ada roh jahat yang terkurung didalam rumah itu," kata seorang tetangganya.


"Roh jahat? Artinya apa? aku tidak mengerti," sahut tetangganya.


"Mungkin saja dulu pak Alex dan Bu Sinta pernah meminta bantuan dukun atau sejenisnya. Dan mereka mengurung roh jahat didalam rumah mbak Karti," jawab tetangganya.


"Ssssttt, jangan keras-keras. Nanti kedengaran sama Mila dan Frans," kata tetangganya memperingatkan saat mereka membantu di rumah Mila.


Hari ini, Mila akan mengadakan acara amal bagi lansia dan anak yatim. Dia meminta bantuan tetangganya untuk masak prasmanan.


Dan juga menata ruangan yang akan di gunakan untuk acara amal tersebut.


"Semua sudah siap Mil, kamu duduk didepan aja. Menyambut tamu yang datang," kata seorang tetangganya saat Mila bersama mereka di dapur.


"Silakan masuk," kata Mila pada beberapa anak kecil yang dia undang.


Seorang wanita lansia berhenti didepan pintu dan tidak mau masuk kedalam.


"Silakan masuk Mbah,"


"Tidak Mila, Mbah disini saja," kata Mbah itu yang merasakan ada hawa jahat dan roh yang sedang mengintai mangsanya.

__ADS_1


__ADS_2