WISTERIA

WISTERIA
PERASAAN INI


__ADS_3

Bagian 10 – Wisteria


Perasaan ini


Setau gue sih kalo orang dewasa itu menyatakan perasaannya ngga harus bilang "gue cinta sama lo" tapi ngalir gitu aja


****


Maaf yaa telat update karena weekend waktu nya me time sama keluarga hihi


Lanjut aja yuks sekarang


****


Seperti biasa, pagi ini Dara dijembut Vino untuk berangkat ke sekolah bersama. Mereka masih menjadi pusat perhatian dan bahan perbincangan SMA 112, bahkan sekarang tak sedikit siswi-siswi hits mulai tak suka dan merasa tersaingi oleh Dara. Gimana mereka ngga merasa tersaingi, pasalnya selama ini mereka mencoba untuk mengambil hati Vino, segala cara sudah dilakukan bahkan mereka sudah berusaha selama 3 tahun! Tapi emang dasar Vino cuek alhasil usaha apapun ngga akan mempan untuk memenangkan hati Vino yang sedingin es itu. Tapi tiba-tiba ada anak baru yang dengan mudahnya menaklukkan gunung es hati Vino!


Vino mempunyai prinsip kalau suatu saat dia mencintai seseorang, maka dia akan mengejarnya. Dia ngga suka dikejar, karna menurutnya Karena laki-laki itu memperjuangkan bukan diperjuangkan. Vino merasa nyaman Ketika bersama Dara, makanya dia selalu berada di dekat Dara. Seperti saat ini, Dara berjalan disampingnya dan Vino menggoda Dara. Vino suka melihat reaksi imut Dara Ketika tersipu.


Tiba-tiba tatapan Dara beralih ke seseorang yang sedang berdiri di sebrang sana. Dara tau Kakak kelasnya itu salah satu fans berat Vino -Kak Evelyn, tapi Dara ngga tau kenapa Evelyn menatapnya dengan tajam dan penuh rasa tidak suka. Dara berusaha untuk tidak terganggu dan tidak mau ambil pusing karena belum tentu tatapan itu untuknya.


“Ra, kenapa?” Tanya Vino ketika Dara tiba-tiba terdiam.


“Hah, ngga. Ngga kenapa-napa kok, Kak” jawab Dara Kembali menatap Vino dengan senyuman manisnya.


“Kalo gitu aku duluan ke kelas ya. Bentar lagi bel masuk. Bye” pamit Vino.


Dara pun mengiyakan dan langsung masuk ke dalam kelasnya. Ia melihat teman-temannya sedang asik berbincang. Saat hendak duduk di bangkunya, Dara langsung diserbu pertanyaan oleh Ayu yang nyerocos tanpa jeda.


“Lo tuh sebenernya udah jadian belum sih sama Kak Vino?” tanya Ayu penasaran.


“Sejauh ini sih Kak Vino belum pernah nyatain perasaannya ke gue, berarti belum kan” jawab Dara sambil meletakan tas nya dan duduk dikursi miliknya.


““Emang lo ngga baper? Udah deket lama juga. Terus lo ngga nanyain gitu sama Kak Vino sebenernya kalian itu statusnya apa?” Pertanyaan ayu yang panjang lebar itu.


“Satu-satu kali Ay, nanya nya jangan maruk gitu. Kan kasian Dara baru juga dateng udah diinterogasi gitu” timpa Meika sambil menghabiskan sarapannya, seperti biasa.


“Ia Ay, lagian Dara nya juga fine-fine aja ko sama hubungan nya. Santuy aja kali Ay” Viola itu menimpali


Dara menatap penuh terima kasih ke Meika dan Viola yang telah membantunya.


“Tapi gue ngga bisa santuy guuyyss. Gemes liat mereka kemana mana bareng tapi ngga jadian-jadian” ucap Ayu membela diri.


“Ehm setau gue sih kalo orang dewasa itu menyatakan perasaannya ngga harus bilang ‘gue cinta sama lo’ tapi ngalir gitu aja, mereka saling perhatian, ada untuk satu sama lain, itu tanda nya mereka udah jadian” ucap Viola sok dewasa.


“Terus menurut lo Dara sama Kak Vino udah cukup dewasa gitu?” tanya Ayu gemas. “Ohh ternyata ini alesan mantan lo mutusin tanpa sebab hahahaha” Ayu tertawa sangat keras sampai-sampai murid seisi kelas beralih memandanginya.


“Sialan emang dia, kalo ngomong suka bener” timpa Viola. Mereka ber empat pun tertawa sampai tak mendengar bel tanda masuk berbunyi.


“Selamat pagi murid-murid” ucap Bu Rose wali kelas 10-2 dengan disusul oleh siswa yang berjalan dibelakangnya


“Pagi bu” jawab kompak seluruh murid dan langsung memperhatikan siswa baru dengan penuh rasa ingin tau.


“Hari ini kita kedatangan siswa baru pindahan dari Jakarta.” Kata Bu Rose sambil menunjuk seorang laki-laki yang sudah berdiri disampingnya. “Ayo nak perkenalkan diri kamu”


“Hai semuanya, kenalin nama gue Dirgantara Pahlevi, biasa dipanggil Dirga. Gue harap kita bisa berteman baik. ”ucap  laki-laki yang tinggi nya sekitar 170cm kulitnya kuning langsat dan sangat manis itu.

__ADS_1


“Baik Dirga kamu bisa duduk disamping Zacky “ ujar Bu Rose menunjuk meja didepan kursi Dara dan Ayu.


Dirga pun berjalan ke meja yang ditunjuk Bu Rose tadi. Dara dan Ayu tersenyum ke arah Dirga namun tidak dibalas olehnya.


Belagu amat tuh anak baru. Pikir Ayu kesal.


Setelah berhasil mengontrol keributan siswa-siswi yang segera menanyai Dirga, Bu Rose melanjutkan belajar hingga sekolah berakhir. Ayu memutuskan untuk mengajak Dara menyelesaikan tugasnya di sekolah karena ada beberapa pertanyaan yang membuat Ayu bingung. Viola dan Meika juga ikut menemani Ayu menyelesaikan tugasnya.


“Laper niihh. Gue pengen ke kantin, ada yang mau ikut gak?” Tanya Ayu merasa kalorinya sudah habis untuk dipakai berpikir.


“Gue nitip aja deh, mager kemana-mana” jawab Meika yang sedang asik membaca web-novel di handphone nya.


“Sama gue aja Ay! Gue butuh penyegaran sebelum lanjut ngajarin lo belajar lagi” ujar Dara sambil terkekeh melihat ekspresi Ayu yang cemberut. Mereka berjalan menuju kantin yang berada di samping masjid sekolahnya. Saat hendak menuju kantin tiba-tiba Dara ditabrak dengan sengaja oleh seseorang


Brukkkk


Dara tidak hanya terjatuh tapi pinggangnya juga mengenai pinggir meja kantin yang sangat lancip itu


“Aaww!!” Dara meringis.


“Makanya lo kalo jalan pake mata!” Bentak orang yang menyenggolnya tadi. Ternyata dia cewek yang tadi pagi menatap Dara disebrang lapangan.


“Evelyn Anjani kelas XII IPS 3” ucap Dara dalam hati. Evelyn adalah ketua cheerleaders SMA 112, cewek cantik dan sangat populer. Bukan rahasia umum kalau dia sangat menyukai Vino.


Tapi sayangnya, Vino sama sekali tidak menyukai Evelyn. Vino tau kalau Evelyn memiliki paras cantik tetapi sifat dan sikap Evelyn yang sangat ambisius membuat Vino ilfeel, terlebih lagi Evelyn wanita yang sangat agresif ketika mengejar cintanya kepada Vino.


“Harusnya kakak yang liat-liat kalo jalan. Jelas-jelas kakak yang nabrak kita berdua” sentak Ayu kepada Evelyn sambil membantu Dara berdiri. Dara menahan lengan Ayu sambil menggelengkan kepalanya, karena jika harus menanggapi seniornya itu pasti panjang urusannya.


“Lo jadi junior ngga ada hormat-hormatnya banget ya sama senior” balas Evelyn dan teman-temannya. Evelyn selalu beramai-ramai untuk melabrak adik kelasnya. Mungkin untuk menimbulkan kesan intimidasi dan rasa takut.


“Berani ya lo sama gue. Lo gak tau siapa gue? Hah?” Evelyn dan teman-temannya berjalan kea rah Ayu dan Dara membuat mereka tersudut.


“Harus banget emang gue tau siapa lo? Senior gila hormat---“ belum sempat Ayu menyelesaikan kalimatnya Dara langsung membungkam mulut Ayu dengan kedua tangannya.


Dara segera membawa Ayu pergi menjauh dari Evelyn dan geng nya.


“Apaan sih Ra? Gue masih kesel nih sama kakak kelas itu!” protes Ayu tangannya masih ditarik oleh Dara hingga mereka sampai depan kelas.


“Gue ngga mau kita ribut sama siapapun. Apalagi sama gengnya Kak Evelyn. Gue masih mau tenang belajar di sekolah ini Ay” jawab Dara “ Gue tau lo orangnya berani tapi lo tetep bakalan kalah kalo harus berurusan sama Kak Evelyn. Gue pernah denger cerita waktu itu dia ngelabrak Jessica cuman gara-gara pake jaket yang sama kaya dia” jelas Dara yang ngga mau kalau sahabatnya itu sampai kenapa-napa.


“Nah itu lo tau kalau gue berani Ra, apalagi sama orang yang kaya gitu, gue mana ada takut-takutnya Ra”


“Lo ngga takut tapi gue takut, Ay. Please ngertiin gue, kay?” ucap Dara sambil merinding. Ayu pun mengalah dan mengangguk mengerti.


Mereka kembali masuk ke dalam kelas. Disana terlihat Viola dan Meika sedang berbincang dengan Dirga yang duduk di kursinya. Ayu dengan hebohnya menceritakan kejadian di kantin tadi, dia masih tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Evelyn.


Belum selesai bercerita, Evelyn datang menghampiri Dara dan Ayu dikelasnya.


“Kok kabur sih? Takut sama gue?” Tanya Evelyn menyindir. Sontak semua yang ada di dalam kelas melihat ke arah sumber suara.


“Ohiya, lo kok bisa-bisanya jalan sama cowok orang sih?” tanya Tania, teman satu geng Evelyn sambil mendekatkan wajahnya ke Dara.


“Hah maksud kakak?” Tanya Dara tak mengerti.


“Ngga usah pura-pura **** deh, emang lo deket sama berapa cowok sampe lupa gitu?” Evelyn duduk dipinggir Dara dan memainkan rambut Dara yang terurai panjang. “Lo tau kan Vino itu cuman milik gue? Gue ngga suka lo deket-deket sama dia!”

__ADS_1


Dara tersentak kaget dengan pernyataan Evelyn, dia langsung mengerti kenapa Vino tidak juga menyatakan perasaannya kepada Dara. Dara merasa ciut dan hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam.


“Ngarang aja nih boneka santet. Pake ngaku-ngaku jadi pacar Kak Vino segala lagi” ucap Ayu sambil terkekeh. Viola dan Meika melotot tak percaya dengan ucapan Ayu. Namun mereka segera menutup mulutnya menahan tawa.


“Emang apa buktinya kalo kakak cewek nya Kak Vino?”


Evelyn melirik tajam ke Ayu dan tak menghiraukan pertanyaan Ayu tersebut.


“Gue minta baik-baik sama lo untuk jauhin Vino dari sekarang! Kalo engga lo—“ ucap Evelyn mengancam Dara dengan tangan yang terbuka siap menampar Dara.


“Kalo engga apa?” timpa Vino tiba-tiba sambil berjalan ke arah Evelyn juga Dara. Mata Evelyn membulat kaget akan kedatangan Vino yang tak terduga itu.


“Kalo Dara ngga ngejauhin gue terus apa? Jawab!” ucap Vino meninggi. Evelyn segera menurunkan tangannya.


“Lo gak berubah ya masih kaya gini? Masalah lo kan cuman sama gue, kenapa lo bawa-bawa orang lain? Harus berapa kali sih gue bilang sama lo, ngga usah ganggu kehidupan pribadi gue lagi. Ini yang gue ngga suka dari lo, karena lo terlalu ambisius, tau?” ucapan Vino membuat Evelyn tertampar, dia sangat malu


“Lo bisa kejar siapapun buat jadi pacar lo, tapi itu bukan gue. Gue ngga suka sama lo! Perlu gue tekanin berapa kali lagi supaya lo paham?”jelas Vino.


“Lo jahat, Vin! Ngga pernah ngertiin perasaan gue sekali pun!” ucap Evelyn meninggalkan kelas Dara yang diikuti oleh teman-temannya.


Dirga yang mendapat kejadian tak terduga dihari pertamanya masuk merasa kaget, tapi dia ngga mau ambil pusing dan segera meninggalkan kelas.


Setelah kelas Kembali tenang, akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang dan menyelesaikan tugasnya di rumah masing-masing. Ayu mengantar Viola dan Meika sedangan Dara seperti biasa diantar oleh Vino. Sepanjang jalan, Vino menjelaskan hubungannya dengan Evelyn kepada Dara. Ini bukan kali pertama Evelyn bertingkah seperti itu. Hellena juga dulu pernah didatangi juga oleh Evelyn and the genk. Dara mendengarkan penjelasan Vino meskipun pikirannya sedang bercabang. Dara hanya terdiam bingung akan perasaannya. Sebenarnya hubungannya dengan Vino saat ini, itu seperti apa? Dara hanya ingin memastikan saja, namun tidak berani menanyakan langsung kepada Vino.


“Ra, kamu kenapa?” tanya Vino yang sadar Dara daritadi hanya diam saja, tidak seperti biasanya.


“Hah? Apa Kak? Aku ngga kenapa-napa kok” jawab Dara bohong.


Dia kenapa? Ko tiba-toba diem gini? Apa gue ada salah ngomong?  Tanya Vino dalam hati.


Tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Dara.


“Kak aku langsung masuk ya. Makasih udah nganterin.” ucap Dara tak semangat.


“Kamu sakit?” Tanya Vino khawatir


“Ngga kak cuman ngerasa kurang enak badan aja kok” jawab Dara sekenanya.


Sebenarnya Dara ngga kenapa-napa. Hanya saja perasaannya entah kenapa jadi aneh. Dara bingung akan hubungannya dengan Vino itu seperti apa. Sudah 4 bulan mereka dekat tapi belum juga ada kejelasan dalam hubungan mereka.


“Yaudah kamu istirahat ya. Cepet sembuh Cantik” ucap Vino membelai lembut puncak kepala Dara.


Dara menganggukkan kepalanya, tersenyum kecil lalu turun dari mobil. Setelah Dara masuk ke rumah, Vino melajukan kendaraannya pulang ke rumah.


Dara diam-diam memperhatikan kepergian mobil Vino dari jendela depan rumahnya. Dara merasa takut untuk menanyakan tentang hubungan mereka. Dia takut jika jawaban yang keluar dari mulut Vino bukanlah seperti apa yang dibayangkannya. Tapi Dara juga merasa bahwa ia memiliki hak untuk mengetahui bagaimana perasaan Vino kepadanya, untuk menjelaskan hubungan mereka. Sejauh ini dara menyukai Vino, Dara nyaman berada di dekat Vino. Vino bisa memposisikan dirinya sebagai teman curhat, sahabat yang perhatian, atau kakak yang selalu setia mendukung dan selalu ada untuknya, dan hal itu tidak Dara temukan di siapapun yang pernah dekat dengannya. Menurut Dara hubungan mereka saat ini sangat rapuh, tanpa adanya status dan kejelasan. Entah Dara yang terlalu menuntut atau karena Vino yang belum juga menegaskan perasaannya.


*****


Bukan nya hal wajar kalo seorang wanita meminta status yang jelas kepada seseorang yang selama ini dekat dengannya, karena wanita butuh kepastian


Laki-laki pun berfikir jika dia mencintai seseorang bukan berarti mereka harus bersama. Yang terpenting komitmen dan percaya saja.


Tapi kembali lagi kepada sikap masing-masing, ada yang bisa terima adapula yang tidak.


Jadi menurut kalian vino dan dara hubungannya seperti apa iya?

__ADS_1


*****


__ADS_2