WISTERIA

WISTERIA
PERGI BERSAMA


__ADS_3

Bagian 6 - Wisteria


Pergi Bersama


Gimana gue mau liat kedepan kalo masa depan gue ada disamping


*****


Selamat membaca wisteria


Jangan bosen-bosen iya biar nulis cerita nya semangat


Jangan lupa di vote juga


Lanjut gak nih?


Siap?


*****


Seisi kelas 10-2 mendadak riuh setelah mendapati pengumuman pulang lebih awal karena guru-guru akan mengadakan rapat internal untuk membahas program tahunan bersama anggota osis, perwakilan kelas juga dengan seluruh ketua masing-masing dari ekstrakulikuler SMA 112.


Dara dan teman-temannya berencana untuk pergi menonton bioskop di salah satu mall yang tak jauh dari sekolah mereka. Dara sangat antusias karena ini kali pertama nya mereka pergi bersama setelah masuk SMA. Namun, saat hendak mereka akan pergi ada seseorang yang datang ingin menemui dara.


"Daraa.. ada yang nyarii!!" teriak Zena sangat kencang hingga menusuk kedalam telinga.


"Biasa aja dong, gak usah pake nge gas segala" balas Viola ketus.


Dara pun meletakkan kembali tasnya yang sudah siap ia pakai ke atas meja dan berjalan memghampiri seseorang yang telah menunggu di depan pintu kelasnya itu.


"Kak vino?" ucap Dara kaget tak percaya "ada apa kak? Oh mau ngambil buku ya? Bentar ya Kak aku ambil dulu." 


“Eh bukan Ra” Vino mencegat Dara yang hendak kembali ke kelasnya. Dara pun kembali menghadap Vino dengan pandangan penuh tanya.


"Ehm pulang ini kamu mau kemana Ra?" Tanya Vino kemudian.


"Rencana nya sih aku mau nonton sama temen-temen, Kak" jawab Dara "Kenapa kak?"


“Oh gitu.” Vino sedikit kecewa “Tadinya aku juga mau ngajakin kamu nonton.” Lanjut Vino. Ia berbohong karna sebenarnya Vino ingin mengajak Dara kerumahnya, Chacha selalu bawel menanyakan Dara terus setiap kali dia pulang.


"Ehm… gimana kalo bareng aja kita aja sekalian Kak? biar seru gitu nontonnya rame-rame" usul Dara. Entah kenapa setiap bertemu Vino hati nya selalu bergetar


"Ngga apa-apa nih kalau aku ikut? Terus kalian perginya mau naik apa?” tanya Vino kemudian.


"Kita palingan naik angkutan umum Kak. Kan deket juga, cuma sekali naik angkot.” Jawab Dara polos.


“Kalau gitu gimaka kalau aku ajak Aduy sama Ryan juga? Jadi nanti kita ke sananya bareng aja, kebetulan aku bawa mobil.” Aduy atau Yuda Pradipta salah satu sahabat setia Vino selain Ryan.


“Aku sih boleh-boleh aja Kak, biar Kak Vino ada temennya juga jadi ngga canggung nanti." jawab Dara. “Tapi aku rundingin dulu sama yang lain yah Kak, ngga apa-apa kan?”


“Iya ngga apa-apa kok, nanti kabarin aja yah.”


“Oke Kak, kalo gitu aku balik masuk ke kelas dulu yah.” Pamit Dara.


“Ra!” panggil Vino sebelum Dara kembali ke kelasnya.


“Ia Kak?” tanya Dara bingung.


“Minta nomor hp kamu, boleh? Supaya nanti gampang ngabarinnya.”


Mendengar permintaan Vino itu Dara terkekeh, merasa bodoh sendiri karna baru menyadari ia tidak punya kontak Vino. 


“Oh ia hehehe, boleh Kak. Nomor aku 0821-xxxxxxxx" Dara menyebutkan nomor telepon miliknya. Tak berapa lama hp nya berdering menandakan ada telepon masuk.


“Itu nomor hp aku, disimpen ya.”


“Oke Kak. Udah kan yah, ngga ada yang kelupaan lagi?” tanya Dara memastikan ia dapat benar-benar kembali ke kelasnya.


“Hahaha ia udah. Ditunggu ya kabarnya.” Ucap Vino kemudian beranjak kembali ke kelasnya.


"Ka vino ngapain Ra?" Tanya Ayu kepo.


"Kalian keberatan gak kalo Kak vino ikut gabung nonton sama kita? Dia juga nawarin supaya bareng aja kesananya, kebetulan dia bawa mobil. Tapi dia gak sendiri, dia bakal ngajakin Kak Ryans sama Kak Aduy juga. Gimana?" jelas Dara yang disimak oleh teman-temannya dengan seksama.


"Kak Ryan tuh yang kemaren ngajak lo kenalan kan yah Ra?" tanya Viola ragu.


"Iyee, cinta pandangan pertama elo!" ledek Meika.


"Iihh apaan sih lo Mey, so tau banget." cemberut Viola.


"Udah deh gak usah ribut ini duo tomcat, keburu kesorean ntar kita nontonnya.” Lerai Ayu tak sabar. “Gue sih oke-oke aja Ra kalau Kak Vino sama temen-temennya ikut, yang lain gimana?"


"Gue juga ngga masalah" jawab Meika. Semua berpaling kepada Viola yang hanya menjawab dengan anggukan kecil dan senyuman manis yang langsung merona dipipinya.


"Lo kenapa Senyum-senyum sendiri gitu? Udah ngeser ya otak nya?" ledek Ayu sambil memegang dahi Viola.


"Iihh apaan sih gue sehat kali. “ Viola menepis tangan Ayu. “Ia, gue juga setuju apalagi kalau Kak Ryan ikut hihi"


"Beuuhhh gini nih kalo anak ayam jatuh cinta, kicik kicik dihhh" ledek Meika yang dibalas dengan tatapan jutek Viola.


“Yaudah kalau semua pada setuju, gue telepon Kak Vinonya dulu ya.” Dara pun segera mengabari Kak Vino.


“Katanya langsung ketemu di parkiran aja guys. Yuk!” ajak Dara setelah memutuskan panggilannya.


Dara bersama yang lain pun segera menuju parkiran. Disana mereka melihat Vino sudah berdiri di depan mobilnya bersama Aduy yang sibuk membenarkan rambutnya di spion mobil milik Vino.


Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak Dara dari belakang.


“Kak Ryan!” seru Dara kaget, membuat teman-temannya ikut menoleh ke belakang.


Ryan tertawa melihat reaksi Dara yang kocak. Mereka pun kembali berjalan menghampiri Vino.

__ADS_1


"Gimana kemarin, udah baikan?" Tanya Ryan yang berjalan di samping Dara.


"U-udah ka. Sekarang  udah lebih lega" jawab Dara sambil tersenyum ke arah Ryan


"Gue bilang juga apa, lo pasti bisa" Ryan membalas senyuman Dara.


"Bisa apaan nih? Yang kemaren bukan sih maksudnya?" Jelas Ayu si Ratu Kepo, yang dijawab Dara dengan sebuah anggukan.. Ayu, Meika dan Viola kemudian ber-Oohh-ria. Dara memang sudah menceritakan kejadian antara dirinya, Mauza dan juga Renata, yang membuat Mereka tidak menyangka bahwa Dara akan melakukan hal itu, memaafkan kesalahan mereka.


Vino menatap heran kedekatan antara Dara dan Ryan. Dia merasa tidak suka, tapi dia juga tidak mau menanyakan langsung perkara tersebut, rasa gengsi nya terlalu tinggi. Pikirnya nanti juga Dara akan menceritakan hal tersebut kepadanya.


“Akhirnya pada dateng juga. Gue sama Vino udah nungguin dari tadi loh.” Ujar Aduy semangat. “Eh ia, kalian belum pada kenal sama gue kan, kenalin nama gue…” belum sempat Aduy selesai memperkenalkan diri sudah dipotong.


“Kak Aduuyy!” seru Dara dan teman-temannya kompak.


“Wah udah pada tau ternyata. Yah wajar sih secara cowo ganteng kaya gue pasti popular dikalangan anak baru.” Ucap Aduy pede.


“Yeee ngga usah ke-geer-an deh Kak!” celutuk Ayu becanda.


“Nih yah, tadi kan Kak Vino bilang kalau mau ngajakin Kak Ryan sama Kak Aduy. Jelas kita udah tau Kak Ryan, jadi meskipun kakak ngga nyebutin nama, kita udah tau kalau kakak itu Kak Aduy.” Jelas Meika panjang lebar.


“Damn man, sakit hati gue Bang. Padahal gue udah seneng kirain mereka tau gue dari popularitas gue, ternyataa…” ucap Aduy sedih sambil memeluk Ryan. Ryan hanya tertawa dam menepuk-nepuk Pundak Aduy.


"Mau lanjut ngobrol atau cabut nih?” tanya Vino masih teringat keakraban Dara dan Ryan tadi. Mendengar  nada kesal dalam suara Vino membuat semuanya menoleh.


“Bentaarrr…Emang cukup mobilnya?” tanya Meika bingung. Pasalnya mereka berjumlah 7orang, sedangkan mobil yang dibawa Vino hanya cukup untuk 5 penumpang, ya bisa 6 lah kalau dipaksakan.


“Oh itu, lo ngga usah bingung, gue sama Aduy pake motor kok ke sanany.” Jawab Ryan.


"Kak Ryan bawa motor?" Tanya Ayu memastikan. Ryan mengangguk menjawab pertanyaan dari Ayu.


“Hemm mending Kak Aduy bareng kita aja di mobil, biar Kak Ryan sama Viola aja yang pake motor. Viola suka mabok soalnya Kak kalo naik mobil.” Ujar Ayu peka, mengedipkan sebelah matanya ke arah Viola penuh arti.


Viola yang diam-diam senang mendengarnya hanya bisa berharap-harap cemas, takut Ryan menolaknya.


“Gue sih ngga masalah.” Jawab Ryan santai. “Yaudah, yuk kita jalan.” Ryan pun beranjak ke motornya yang diikuti oleh Viola yang berjalan sambil memegangi pipinya yang merah merona karna senang.


Vino pun masuk ke mobil, duduk dibalik kemudinya, disusul dengan Aduy yang membuka pintu hendak duduk di samping Vino.


“Eh eh eh Kak Aduy!” seru Ayu tiba-tiba membuat Aduy tak jadi duduk dan kembali keluar menghadap Ayu dengan tatapan bingung.


"Kak Aduy duduk di belakang aja, biar bisa deketan sama Meika. Emang Kak Aduy ngga mau punya cewek?" Goda Ayu. Entah kenapa hari ini Ayu sangat peka terhadap situasi. Vino yang melihat tingkah Ayu tersenyum dan menahan tawanya


"Kok ke gue sih Ay? Kan lo juga jomblo." protes Meika.


"Beda dong, kalo gue jomblo terhormat. Kalo elo jomblo sejak lahir" jelas Ayu "Udah Ra lo buru duduk di depan gih, gue mau comblangin mereka berdua biar hidup si Memey gak selalu tentang buku" Ayu mendorong paksa Dara sehingga dia duduk di samping Vino.


Setelah itu gantian Meika, Aduy, dan Ayu memasuki kursi belakang mobil Vino. Setelah memastikan semuanya duduk dengan nyaman, Vino pun meluncurkan mobilnya ke Mall yang mereka tuju.


Sepanjang perjalanan, Aduy terus menggoda Meika, membuat Ayu tertawa terpingkal pingkal melihat reaksi jutek dari sahabatnya itu. Tak bisa dipungkiri Aduy memang tampan hanya saja Meika tidak terlalu suka cowok yang suka menggombal. Meika lebih suka cowok maskulin, ganteng dan juga kutu buku supaya obrolannya nyambung dengan dunianya.


"Gue mau tanya, lo serius belum pernah pacaran sekali pun?" Tanya Aduy mencondongkan tubuhnya ke Meika


"Jangan jutek-jutek gitu dong, gue jadi makin suka sama lo, apalagi elo pinter." jelas Aduy pantang menyerah.


"Apaan sih, tuh sana liat ke depan." ucap meika sambil mendorong tubuh Aduy agar menjauh darinya.


"Gimana gue mau liat ke depan coba. Kalo masa depan gue ada disamping" gombal Aduy. Meika yang malu mendengar godaan itu langsung memukul punggung Aduy dengan buku yang sedari tadi ia pegang. Semua tertawa menggoda Meika. Mendapat reaksi seperti itu, Aduy bukannya kapok malah terus melemparkan gombalan untuk Meika.


"Kalo elo masih aja ngomong, gue sumpal pake kaos kaki!" ancam Meika dengan tatapan mautnya ke arah Aduy.


"Jangan kaos kaki dong. Mending disumpal pake Hati lo aja, ngga apa-apa gue ikhlas kok" goda Aduy lagi.


"Dihh jijik gue" Meika langsung membuang mukanya mengamati jalanan yang mereka lewati.


Tidak terasa mereka telah sampai di Mall tempat mereka akan nonton. Vino berjalan beriringan dengan Dara, sedangkan Ayu, Meika, dan Aduy berjalan dibelakang mereka. Sebelum ke bioskop, mereka mampir dulu ke lantai 2 tempat Viola dan Ryan menunggu. Dara, Ayu, dan Meika segera menghampir Viola yang sedang melihat-lihat di toko aksesoris, Uday menyusul Ryan yang sedang melihat-lihat alat music di toko sebelahnya, sedangkan Vino memutuskan untuk menunggu mereka semua di luar mengamati lalu lalang orang di lantai bawah sambil bersandar pada penyangga.


Setelah puas melihat-lihat, dara memutuskan untuk membeli boneka bebek lucu yang dibalut kostum pink, kacamata imut berwarna pink, topi kecil berwarna pink dan juga syal berwarna pink. Ketika melihat teman-temannya masih sibuk melihat-lihat, Dara menghampiri Vino yang masih asik mengamati orang-orang.


“Kak!” panggil Dara mengangetkan Vino. “Ini buat Chacha, nitip tolong kasihin ya Kak.” Pinta Dara menyerahkan tas kertas berisi belanjaannya tadi.


“Kenapa engga kamu kasihin langsung aja sendiri?" tanya Vino heran.


"Pengen sih tapi…." Belum sempat Dara menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong oleh Vino.


"Nanti pulangnya, kamu mampir dulu aja ke rumah aku, ngasihin itu ke Chacha. Gimana?"


"Ehm.. boleh deh kalo gitu" Senyum Dara setelah berpikir beberapa saat.


Vino membalasnya dengan senyum lega, sebenarnya dia takut Dara akan menolak ajakannya itu.


Tak berapa lama, semuanya sudah kembali dan mereka pun akhirnya ke bioskop. Saat sedang memilih-milih film yang akan ditonton, Ayu ijin ke toilet dulu.


“Yuk!” ajak Ayu tiba-tiba sekembalinya dari toilet.


“Hayu kemana?” tanya Viola bingung.


“Ia ni orang tiba-tiba menghilang eh dateng-dateng ngajakin hayu aja.” Sewot Meika.


“Yeee biasa kaliiii!” protes Ayu tak terima.


“Udah-udah, kebiasaan deh kalian semua selalu aja ribut.” Lerai Dara.


“Iya daripada ribut mending kita beli tiket.” Usul Vino membantu Dara.


“Nah itu maksud gue, gue udah beli tiketnya. Yuk kita langsung pada masuk ke theaternya.” Jelas Ayu.


“Oohh…bilang dong dari tadi!” ucap Meika.


“Yeaa gimana mau bilang, daritadi kalian pada ngomong” Ayu membela diri.


“Terus kita nonton apa?” tanya Ryan penasaran.

__ADS_1


“Nonton Ratu ilmu hitam!” jawab Ayu antusias.


“Loh kok horror sih, Ay?” protes Viola yang tidak suka film horror.


“Ia nih, tadi kan kita sepakat mau nonton Dilan.” Ujar Meika.


“Alah cinta-cinta mulu, bosen kali. Lagian nih yah, susah kali dapetin tiket Dilan pasti banyak yang nonton, makanya gue milih film yang menantang aja sekalian.” Jelas Ayu.


“Yaudah mana tiketnya? sini biar gue bagiin.” Tanya Aduy. Dia paling senang kalau membagi-bagi sesuatu ke orang-orang, jadi berasa orang dermawan soalnya.


“Ngga usah sama gue aja, biar sekalian dijelasin dulu” tolak Ayu. “Nih berhubung film ini udah penuh, jadi kita duduknya misah-misah ya. Dara sama Kak vino di kursi F, kenapa? Karna kalo Dara duduk sama gue bisa-bisa gue dicakarin mulu.” Ayu menyerahkan dua tiket ke tangan Kak Vino. “Terus nih, Viola sama Kak Ryan di kursi H, kenapa? Karna kalau Viola sama Meika disatuin bisa-bisa seisi theater nya heboh sama mereka berdua yang debat sepanjang film di putar.” Ayu menyerahkan tiketnya ke Kak Ryan. “Dan terakhiirr..gue, Meika, sama Kak Aduy di kursi B.” Ayu menunjukkan tiga tiket yang tersisa.


"Bener-bener nih bocah niat abis, nyampe tempat duduk dia atur juga." ucap Aduy geleng-geleng kepala.


"Udah jangan pada protes lagi yah, nih film bakalan mulai setengah jam lagi jadi mending kita beli popcorn!" ajak Ayu yang langsung gacir sebelum diprotes lagi oleh yang lain.


Setelah selesai membeli camilan untuk teman nonton, mereka memasuki theater 6 yang sudah penuh terisi.


Vino canggung duduk disebelah Dara namun dia harus bersikap biasa aja supaya Dara tidak mencurigainya. Dara sangat tidak menyukai film horror, dia lebih menyukai film romantis dan komedi, makanya sepanjang nonton Dara terus menutupi wajahnya saat ada adegan menyeramkan. Melihat itu, Vino tersenyum sendiri.


"Kamu takut?" Tanya Vino yang dijawab Dara dengan sebuah anggukan.


"Kalo gitu kita keluar aja yuk. Aku juga ngga terlalu suka film horor" ajak vino.


"Tapi kalo ntar Ayu marah gimana Kak?" Dara sebenarnya ingin sekali segera pergi dari sana tapi ia takut Ayu marah.


"Biar nanti aku yang ngomong" ucap Vino tenang dan segera menggenggam tangan Dara yang dingin untuk keluar theater.


Vino mengajak Dara mencari tempat yang enak untuk ngobrol santai sambil menunggu teman-temannya yang lain selesai nonton. Dara sebenarnya merasa tidak enak meninggalkan teman-temannya, tapi dia benar-benar ketakutan menonton film tersebut.


Baru saja duduk dan memesan makanan, ponsel dara berdering menandakan ada pesan masuk.


From : Ayu


Lo kalo mau pulang duluan ngga apa-apa kok Ra. Nanti Meika sama Kak Aduy biar gue yang anterin.


Dara kaget mendapat pesan itu. "Ayu tau kita kabur.”


"Terus gimana? Dia marah ngga?” tanya Vino.


“Ngga marah Kak, malah katanya kalau kita mau pulang duluan ngga apa-apa.” Jawab Dara


“ Ehm kalo gitu, gimana kalo kita langsung ke rumah aku aja? Biar nanti makanannya dibungkus" ajak Vino.


"Boleh deh Kak, aku juga udah kangen banget sama Chacha" jawab Dara gemas sendiri membayangkan pipi gembul Chacha.


Vino senang hari ini dia bisa menghabiskan waktu bersama Dara.


***


Di bioskop…


Ayu melihat Dara dan Vino berjalan keluar theater, tapi dia ngga marah malah dia senang karna tujuannya untuk menyatukan Dara dan Vino agar lebih dekat berhasil. Sesekali dia juga melihat ke arah Viola yang terus tersenyum padahal sedang menonton film horror. Cinta itu ajaib emang bisa buat seseorang berubah. Buktinya Viola yang takut nonton film horror bisa jadi senyam-senyum terus sepanjang film bahkan so-soan acting takut biar bisa menyembunyikan wajahnya dibalik bahu Ryan. Kebalikan dengan orang-orang disebelahnya. Meika yang juga tak suka film horror malah sibuk menghindar dari Aduy yang terus mendekatkan diri ke Meika ketika ada adegan menyeramkan muncul.


"Loh Vino mana yan? Kok gue dari tadi ngga liat dia keluar ya" tanya Aduy heran setelah keluar dari theater.


“Iya, Dara juga ngga keliatan. Kemana ya?” tanya Meika celangak-celinguk mencari sahabatnya itu.


"Kak Vino sama Dara udah balik duluan. Dara nya lagi biduran jadi harus buru-buru pulang"  ucap Ayu asal.


"Biduran? Cewek cantik kaya gitu bisa kaligata? Gak percaya gue, yang ada juga dibawa kabur sama si Vino kali. Eh terus gue balik gimana?" tanya Aduy jadi bingung sendiri.


Meika dan Viola tertawa saat Ayu mengatakan bahwa dara biduran. Sejak kapan Dara seperti itu? Ada-ada aja emang tingkahnya Ayu.


"Lo bisa balik bareng gue, nanti supir gue yang nganterin" jelas Ayu tak ambil pusing.


"Yaudah deh kalo lo maksa, gue ngga akan nolak. Apalagi pulangnya bareng Beb Meika, ia ngga beb?" goda Aduy menyenggol Meika genit.


“Mimpi aja lo, jauh-jauh gih sana!” Meika jadi merinding sendiri mendengarnya.


"Apa? Lo tadi bilang sayang? Ia gue juga sayang sama lo" gombal Aduy.


"Hii…mit amit!" teriak Meika sambil menjauhkan wajah Aduy dengan telunjuknya.


Setelah puas tertawa melihat drama antara Meika dan Aduy, merekapun segera pulang. Viola tentu saja diantar oleh Ryan, sedangkan Ayu mengantar Aduy kembali ke sekolah dulu untuk mengambil motornya, sebelum mengantar Meika yang ternyata hanya berbeda perumahan saja dengannya tapi masih dalam daerah yang sama.


*****


Nih aku kasih foto aduy ya biar gak penasaran


Yuda Pradipta


Dia juga idola cewek-cewek SMA 112, kira-kira aduy naksir siapa iya?


Ganteng juga kan meskipun sifatnya begitu


Kalo kata aduy sih "percuma punya pacar ganteng tapi gak lucu, mendingan kaya aduy biasa-biasa tapi lucu"


Ada ada aja emang sahabat vino yang satu ini, dimana ada aduy pasti perut keram ketawa terus.


Kira-kira chacha suka gak iya sama hadiah dari dara


Setuju gak kalian dara sama vino?


*****


Terimakasih sudah membaca cerita ini


Semoga kalian suka iya


See you

__ADS_1


__ADS_2