WISTERIA

WISTERIA
BERTAMU


__ADS_3

Bagian 9 - Wisteria


Bertamu


Tidak ada yang tidak mungkin didunia yang sesempit ini, tentu saja kita bisa bertemu dengan siapapun tanpa pernah kita bayangkan sebelumnya.


*****


Kalian tim mana sih?


Dara Vino


Dara Ryan


Dara Mauza


Yang mana sih yang cocok menurut kalian


Comment ya di bawah


Yuk lanjut aja ceritanya, penasarankan?


1...


2...


3...


****


Vino menceritakan tentang hubungannya dengan Hellen sepanjang perjalanan mengantar Dara pulang. Dara mendengarkan setiap detail kata-kata yang diucapkan oleh Vino tanpa memotong. Entah mengapa setelah bercerita ke Dara, perasaannya menjadi lebih lega, seakan-akan beban yang selama ini ia tanggung perlahan terangkat. Vino tidak percaya ketika Dara menanggapi ceritanya dengan dewasa, mungkin karena Dara pun sudah pernah mengalami bagaimana rasanya dikecewakan oleh orang yang disayangi.


Sesampainya di rumah Dara, ia melihat mobil milik Silvy sudah terparkir di dalam garasi itu berarti Bundanya dan Mas Deni sudah pulang.


"Kak, mau mampir dulu? Ada Bunda sama Mas Deni tapi" tawar Dara sebelum keluar dari mobil.


"Boleh, bentar ya aku parkir dulu " Vino pun memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah Dara. Dara turun dan menunggu Vino memarkiran mobilnya. Lalu Dara berjalan masuk diikuti oleh Vino dibelakangnya.


Dara sudah akan membuka pintu, tapi ternyata keduluan Bunda yang menyambut mereka dengan hangat.


"Assalammu'alaikum Bunda" salam Dara sambil mencium tangan Silvy.


“Wa’alaikumsalam. Anak gadis Bunda akhirnya pulang.” Ucap Bunda tenang.


“Dianter siapa ini?” lanjut Bunda menyadari keberadaan Vino.


"Sore Tante, saya Vino." ucap Vino mengangguk dan mencium tangan Silvy.


“Kakak kelas Dara Bun.” Jelas Dara.


"Oh iya iya. Ayo masuk ngobrolnya di dalem aja" ajak Silvy. Mereka pun duduk di ruang tamu. Berbeda dengan rumah Vino yang luas dan megah, rumah Dara lebih minimalis namun tetap elegan.


“Bun, Dara ke kamar dulu ya mau ganti baju udah ngga enak ini. Kak Vino ngga apa-apa kan ditinggal sebentar?” tanya Dara.


“Ia ngga apa-apa.” Jawab Vino.


“Tenang Nak Vino, Bunda ngga akan ngegigit kok.” Canda Bunda. Vino pun tertawa. “Sekalian tolong panggil Bi Atun ya!” pinta Bunda.


“Siap Buunn” Dara pun segera beranjak dari duduknya.


"Bi Atun, tolong bikinkan minuman untuk Nak Vino sekalian panggil Mas Denny supaya ke sini ya Bi." Pinta Silvy yang segera dilaksanakan oleh Bi Atun dengan sigap.


"Vino kelas berapa?" tanya Silvy kemudian.


"Saya kelas 12 Tante, maaf Dara jadi pulang kemaleman" ucap Vino merasa tidak enak.


"Gak apa-apa. Kan Dara udah ngabarin Tante dulu tadi. Malah Tante yang ngga enak, Dara pasti ngerepotin ya tadi?"


“Hahaha ngga kok Tante, malah adik saya seneng jadi ada temennya.”


“Oh gitu? Hahaha ia, Dara emang dari dulu pengen punya adik cuma ngga kesampean makannya dia seneng banget sama anak kecil. Oh ia, gimana kabar keluarga disana, sehat?"


"Alhamdulillah sehat Tante…" belum selesai Vino berbicara namun keburu dipotong oleh Deni yang berjalan menghampiri mereka.


"Loh Vin, kok elo ada disini?" Tanya Deni heran.

__ADS_1


"Eh Mas, ternyata Mas Deni kakak nya Dara toh" jawab vVno kaget. Mereka pun melakukan high-five dan Deni merangkul Vino.


"Ini Vino temen Deni juga Bun, pas di tempat les musik.” Jelas Deni Ketika melihat raut muka Silvy yang bingung.


“Suara nya bagus banget loh Bun”


“Oh ya? Wah kalau gitu coba nanti sekali-kali duet sama Dara. Gitu-gitu dia juga jago nyanyi loh" ucap Silvy excited.


“Hahaha ia boleh Tante.” Ucap Vino agak malu.


“Ngomongin apa hayoh kok nama aku disebut-sebut?” tanya Dara yang tiba-tiba muncul sambil membawa minuman.


“Ini loh, tanya Vino itu temennya Mas Deni juga di tempat les music. Katanya suara Vino bagus banget. Nanti coba kamu kapan-kapan duet sama Vino Ra.” Jelas Vino.


"Oh ya? Boleh boleh. Ternyata dunia sempit ya." Ucap Dara tak menyangka.


“Ra, Bi Atun mana? Kok elo yang nganter minumnya?” tanya Deni.


“Oh itu Bi Atun tadi lagi motong buat dulu.” Jawab Dara. Tak lama kemudian Bi Atun datang membawa buah apel dan melon kesukaan Dara.


"Ayo ngobrolnya sambil di minum. Buahnya juga abisin loh ya " ucap Silvy.


Mereka pun kembali berbincang ditemani dengan kudapan sehat. Deni menceritakan bagaimana awal bertemu dengan Vino begitu pun dengan dara. Mereka tertawa bersama sampai tidak terasa waktu sudah semakin malam. Setelah Vino berpamitan dengan Silvy dan Deni, Dara pun mengantarnya keluar.


"Oh iya Ra, besok pagi aku jemput, boleh? Kita berangkat ke sekolah bareng" tanya Vino.


“Boleh boleh aja Kak.” Jawab Dara.


“Oke deh, kalau gitu besok aku jemput ya.”


“Oke Kak, besok kabarin aja ya.”


“Siaapp. Aku balik dulu ya. See you tomorrow!”


“Ia, hati-hati Ka!”


Setelah Vino pergi dari rumahnya, Dara segera Kembali masuk ke dalam. Ternyata masih ada Mas Deni yang sejak tadi memperhatikan mereka.


“Yakin, cuma Kakak Kelas?” tanya Deni jahil membuat Dara malu sendiri.


***


“Halo Ra!” ucap Vino begitu teleponnya diangkat.


“Ia Ka?” tanya Dara.


“ Sepuluh menitan lagi aku otw ke sana ya.” Jawab Vino.


“Okey Kak, ini aku lagi siap-siap kok.” Jelas Dara.


“Jangan cantik-cantik Ra!”


“Hah, kenapa Kak?”


“Nanti aku jadi makin banyak saingan”


“Iihh Kak Vino, apaan sih.” Dara tersipu malu dan segera menutup telepon Vino.


Mendapati teleponnya tiba-tiba terputus Vino tersenyum sendiri.


"Pelan-pelan sayang makannya. Nanti keselek loh." ucap Silvy Ketika melihat Dara sarapan dengan tergesa.


“Takut keburu dijemput bebebnya dia Bun, makanya buru-buru.” Goda Deni dan berhasil membuat Dara tersedak.


“Tuh kan apa kata Bunda.” Silvy segera memberikan minum kepada Dara.


Setelah batuknya berhenti Dara melayangkan tatapan tajam ke arah Deni, namun justru hal tersebut membuat Deni tertawa. Tiba-tiba terdengan suara ketukan pintu.


Tok tok tok


Bi Atun yang kebetulan sedang beres-beres di ruang tamu segera membuka pintu.


“Pagi Bi. Dara ada?” tanya Vino sopan.


“Neng Dara? Ada ada. Sebentar ya dipanggil dulu.” Ucap Bi Atun dan segera ke ruang makan.

__ADS_1


“Neng Dara, itu ada temennya yang semalem ke sini udah nunggu di depan.” Kata Bi Atun.


“Wah panjang umur banget si Vino.” Ucap Deni.


“Bun, aku pamit dulu ya.” Dara buru-buru salim ke Bunda.


“Ia, hati-hati ya sayang. Bilang ke Vino jangan ngebut-ngebut.” Nasihat Bunda.


“Siap Bun!” Dara segera berlari ke luar, tapi begitu melewati cermin, ia menyempatkan diri dulu untuk merapihkan penampilannya. Hari ini Dara memutuskan untuk membiarkan rambut panjangnya terurai.


“Buru woy, jangan ngaca kelamaan. Kasian itu Vino nungguin di luar! “ seru Deni memperhatikan tingkat adiknya yang lagi kasmaran itu.


“ Sstt…jangan keras-keras ngomongnya, ntar kalo Vino denger gimana!” panik Dara. Tanpa mereka ketahui, Vino mendengar obrolan mereka dan tersenyum-senyum sendiri.


“Ia sayang, itu kasian loh Vino nya.” Bunda ikut menimpali.


“Ia ia, ini aku beneran berangkat. Assalamu’alaikum!” pamit Dara.


“Wa’alaikumsalam.” Jawab Bunda, Mas Deni, dan Bi Atun.


“Udah siap?” tanya Vino begitu melihat Dara.


“Udah Kak.” Jawab Dara tersenyum lebar.


“Yuk!”


Mereka pun berjalan ke mobil, setelah memastikan Dara sudah mengenakan seatbelt, Vino segera meluncurkan mobilnya ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, Vino mengantar Dara sampai ke kelas. Sejak turun dari mobil Vino dan sepanjang jalan menuju kelas Dara, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Bahkan Vino dan Dara dapat dengan jelas mendengar setiap kata yang dikeluarkan orang-orang.


"Itu kan Kak Vino sama Dara? Emang yah kalau yang ganteng pasti sama yang cantik. Nasib gue yang pas-pasan gimana coba"


"Lo harus tau diri lah, Kak Vino jelas bakal milih Dara "


"Dara beruntung banget ya bisa sama Kak Vino"


"Ya ampun ganteng banget, meskipun ngga jadi pacarnya gue rela jadi tukang ngelap keringetnya"


"Vino jalan sama siapa tuh? Cewek baru nya?"


"Serius Vino udah move on?"


"Yahhh kak vino nya udah punya pacar"


Kurang lebih seperti itu respon dari siwa-siswi SMA 112 yang super kepo. Vino hanya tersenyum saat berjalan dengan Dara, berbanding terbalik dengan Dara yang berjalan menunduk tidak suka menjadi pusat perhatian.


"Kamu kenapa?" Tanya Vino khawatir.


"Aku takut, dari tadi dipelototin sama cewek-cewek fans berat Kakak" jawab Dara polos.


"Hahaha ada-ada aja deh kamu." Ucap sambil mengelus kepala Dara.


"Ra aku langsung ke kelas ya. Nanti pulang kita bareng lagi okey?"


"Eng-engga usah kak"


"Udah ngga apa-apa, nanti aku samperin ke kelas kamu pokoknya. Byee" Vino pun pergi menuju kelasnya meninggalkan Dara terdiam di depan kelas.


Cewek-cewek seangkatan Dara masih memperhatikan Dara dan kepergian Vino. Saat Dara menyadari itu, dia langsung buru-buru masuk ke dalam kelas. Entah apa yang mereka pikirkan sampai menatap Dara seperti itu


*****



Mas deni



Mas deni sama dara


Vino hobby banget ngelus kepala nya dara, jadi mau hehehe


Gimana ceritanya? Serukan ayo vote yaaa jangan lupa


See you

__ADS_1


__ADS_2