
Bagian 11 – Wisteria
Lanjutan kisah dari bagian 10
Menyatakan Cinta
***
Dara bingung dengan perasaannya sendiri, dia merasa bersalah atas sikapnya tadi ke Vino. Sebenarnya Dara tidak ingin ambil pusing dengan hubungan yang saat ini dijalani bersama Vino. Tapi dengan kejadian tadi, Dara tiba-tiba merasa lelah harus terus berhadapan dengan fans-fans Vino yang selalu mengganggunya.
Tanpa Vino tau, sebenarnya Dara selalu diteror lewat pesan ataupun social media oleh fans-fans Vino. Dara tidak menceritakan hal itu ke Vino karena merasa hal itu wajar mengingat Vino adalah lelaki baik yang sangat menghargai wanita. Tapi sampai kapan Dara harus makan batin seperti ini terus? Dara merasa butuh teman cerita untuk sedikit mengangkat kepenatannya itu. Dara pun memutuskan untuk menelepon Ayu.
“Ay, lo lagi apa?” Tanya Dara dengan nada lesu.
“Gue lagi rebahan aja, ngga ada kerjaan. Tumben lo nelpon gue, kenapa Ra?” jawab Ayu khawatir menyadari suara lemah Dara.
Dara pun menceritakan keresahaannya saat ini termasuk kejadian tadi di mobil saat Dara bersikap dingin ke vino. Ayu mendengarkan dengan seksama setiap detail yang diucapkan oleh Dara hingga dia mengerti apa yang Dara rasakan.
“Menurut gue nih Ra, sikap dingin lo ke Kak Vino tadi nunjukin banget kalau lo ada rasa sama dia. Itu kalau Kak Vino peka yah. Tapi kalau ngga, itu cuma bakal bikin lo malu sendiri.” Ucap Ayu ketika Dara selesai bercerita.
“Maka dari itu gue nelpon lo Ay, gue bingung harus gimana sekarang?”
“Kata gue sih mendingan sekarang lo biasa aja ke Kak Vino. Jangan terlalu nunjukin kalau lo baper sama dia.”
“Tapi dia tuh baik banget Ay, gimana gue ngga baper coba?”
“Ia tapi sabar Ra. Feeling gue nih yah, Kak vino cuman lagi nuggu moment yang pas buat ngungkapin perasaannya ke elo”
“Tuh kaann, jangan bikin gue baper lagi dong Ay” Dara senyum-senyum sendiri mengdengar perkataan Ayu barusan.
Tiba tiba ada notifikasi pesan masuk di hp Dara.
From vino:
Kok handphone nya sibuk? Lagi nelepon siapa?
Dara menyerngitkan dahinya dan tersenyum melihat isi pesan yang dikirimkan oleh Vino.
“Dar? Dara? “ panggil Ayu Ketika sahabatnya itu tiba-tiba diam tak bersuara. “Lo masih idup kan Ra?”
“Hah, ia Ay masih kok” jawab Dara sekenanya. “Ay, udah ya teleponnya. Makasih loh udah dengerin cerita gue. See tomorrow at school Ay. Byee!”
Belum sempat Ayu merespon, telepon sudah diputus oleh Dara.
“Yee kesambet kali ya nih anak? Tadi pas nelepon sedih gitu kaya yang lagi galau. Eehh tiba-tiba nutup nelepon kaya kesenengan gitu.” Ucap Ayu tak habis pikir dengan tingkah Dara yang naik-turun tak karuan.
Dara masih senyum-senyum sendiri melihat pesan dari Vino. Tiba-tiba ada pesan masuk lagi.
From vino:
Tidur udah malem besok kan sekolah
Sampai ketemu besok pagi Dara cantik
Dara tidak membalas pesan itu, dia kembali tersenyum bahagia dan langsung menutup ponselnya lalu tertidur dengan pulas.
***
Pagi itu seperti biasa Vino menjemput Dara dirumahnya, tapi kali ini Vino tidak menggunakan mobilnya melainkan motornya ninjanya. Dara sudah memakai jaket dan helm yang disodorkan oleh Vino tadi, tapi ia masih berdiri mematung belum juga duduk di atas motor Vino. Dara menatap bingung Vino yang tidak mengenakan seragam seperti dirinya, tapi malah mengenakan Kaos putih yang dibalut Kemeja Biru dan celana jeans.
“Kok masih berdiri?” Tanya Vino heran “ ngga suka ya kalau naik motor?”
“Bu-bukan itu Kak. Aku malahan seneng naik motor bisa kena angin bikin seger. Cuma aku heran, kok Kak Vino engga pake seragam?”
"Oh ini, kan anak-anak basket ada pertandingan di Gor Buana. Jadi hari ini aku ada dispen dari sekolah buat jadi coach mereka" jelas Vino.
Dara ingat bahwa Vino sudah tidak lagi menjadi anggota aktif basket, bahkan dia sudah menyerahkan jabatan ketua nya kepada penerus setelah. Mengingat bahwa Vino saat ini sudah menjadi siswa kelas 12 dan harus fokus belajar untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi nanti.
“Tau gitu Kak Vino ngga perlu repot-repot jemput aku. Kan Gor Buana beda arah sama sekolah Kak.”
“Aku pengen ngeliat wajah cantik kamu dulu, buat penyemangat.”
“Apaan sih Kak!” ucap Dara sambil memukul pelan lengan Vino.
Vino tertawa melihat Dara yang tersipu malu.
“Udah yuk, cepet naik. Ntar keburu telat ke sekolahnya. Mau disuruh jalan bebek sama Pak Supratman?”
“Ngga Kak.”
Dara pun segera menaiki motor tinggi Vino, dan duduk di belakang Vino. Mereka berdua pun segera pergi menuju sekolah.
Di lapangan Dara melihat banyak anggota basket yang tengah bersiap-siap menyiapkan peralatannya untuk pergi bertanding.
"Ra, doain semoga menang ya. “ pinta Vino setelah sampai di depan kelas Dara.
__ADS_1
“Ia Kak.”
“Oh ia, nanti aku jemput. Jangan pulang duluan ya sebelum aku samperin" pinta Vino lagi.
Meskipun bingung, Dara tetap menganggukkan kepalanya.
“Kabarin aja Kak.”
"Oke. Kalau gitu aku pamit ya.” Tak lupa Vino pun mengelus pucuk kepala Dara sebelum pergi menghampiri adik kelasnya yang tengah bersiap-siap.
Dara terus memperhatikan kepergian Vino hingga bel tanda dimulainya kegiatan belajar-mengajar berbunyi. Dara mencoba untuk fokus memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi di depan kelas. Tapi pikirannya bercabang, ia ingin kegiatan belajar-mengajar ini segera berakhir.
Bel pulang pun berbunyi dengan sangat keras. Beberapa siswa-siswi segera berhamburan keluar kelas karna mendengar kebisingan yang terjadi di tengah lapang. Tapi ada juga yang tidak peduli dan memilih untuk tetap berada di dalam kelas, merapihkan barang-barang nya agar tidak ada tertinggal di sekolah.
Saat Dara hendak berdiri, tiba-tiba penglihatannya berubah menjadi gelap. Ayu menutup mata Dara dengan kain hitam.
“Aduh, apa-apa ini? Gue mau diapain?” panik Dara.
“Udah lo ikut kita aja.” Kata Meika yang dibantu Viola berusaha untuk menuntun Dara.
“Gimana mau percaya? Lo semua kan pada bejat pikirannya.” Berontak Dara.
“Lo diem aja deh Ra. Tenang aja, kita ngga bakalan ngejerumusin lo ke hal yang baik ko.” Jelas Ayu.
Meika dan Viola yang mendengarnya cekikikan.
“Ia Ra, kalau lo ngga percaya sama Ayu atau Meika, lo bisa percaya sama gue kok. Ini juga buat kebahagiaan elo.” Kata Viola.
Diantara mereka berempat, Viola emang termasuk orang yang ngga suka mencari masalah. Akhirnya Dara memutuskan untuk menuruti teman-temannya itu.
Dara bisa mendengar keributan yang terjadi ketika mereka tiba-tiba berhenti berjalan. Dara tau ada orang yang menyuruh kerumunan itu untuk diam. Setelah suasana Kembali tenang, tiba-tiba Dara mendengar alunan suara yang sedang menyanyikan sebuah lagu sambil diiringi oleh gitar.
Be my lady
Since I've known you babe
You brought a light for me
But taste of ur sincerity
Build me a world to believe
Ayu melepaskan kain hitam yang menutupi mata Dara. Perlahan Dara membuka kedua matanya. Dara langsung memperhatikan sekelilingnya dan menyadari kalau dia saat ini tengah berdiri tepat ditengah-tengah lingkaran orang-orang yang saling berpegangan tangan satu sama lain. Tiba-tiba orang-orang disekelilingnya berhenti bernyanyi menyisakan sesosok laki-laki bernyanyi seorang diri. Betapa terkejutnya Dara begitu melihat Vino sedang berjalan menghampirinya sambil memainkan gitar dan terus melanjutkan nyanyiannya.
In you for loving me
Though deep down inside
U'll see what's me
Vino semakin dekat dengan Dara, dia terus bernyanyi sambil memandangi wajah cantik Dara yang terlihat bingung.
Be my lady
Be the one
And good….
Lingkaran itu juga semakin mendekati Dara dan Vino, hingga hanya menyisakan sedikit ruang gerak bagi mereka berdua. Aduy membawakan balon dan sebuket bunga dan menyerahkannya ke Vino. Sebelum mengambilnya, Vino menyerahkan gitar yang sedang dipegangnya ke Aduy.
Tiba-tiba Vino meraih tangan Dara.
"Aku harap ini ngga terlalu cepat dan mengejutkanmu. Saat ini aku ingin mengungkapkan perasaan yang paling dalam kepadamu.” Vino menatap dalam mata Dara, membuat jantung Dara berdetak tak karuan.
“Setelah sekian lama bersama, aku menyadari perasaanku. Aku ingin kita bukan hanya sekedar teman. Aku ingin kita menjadi sepasang kekasih. Mau kah kau menerimaku ?" ucap Vino.
Dara terkejut dan hanya bisa menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang sedang dilakukan oleh Vino.
“Terima! Terima! Terima!” seru orang-orang disekeliling Dara.
Vino menaikkan kedua alisnya, menunggu jawaban dari Dara.
Dara kemudian mengangguk, tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun kepada Vino.
"Sooo?" Tanya Vino "Kamu mau jadi pacar Aku?”
"Iya, Aku mau Kak." jawab Dara malu-malu sambil menerima buket bunga yang disodorkan oleh Vino.
Mendengar jawaban Dara itu, hati Vino menjadi lega. Refleks ia melompat dan berteriak “Yeess!!”
Tak urung, hal tersebut membuat Vino diteriaki oleh para team basket yang tadi membantunya. Suasana menjadi sangat riuh. Siswa-siswi yang menonton itu menjadi tersentuh hati nya ikut merasa baper.
Vino memang sudah mempunyai rencana untuk melanjutkan hubungannya dengan Dara menjadi lebih serius, tapi dia ragu Dara akan menerimanya. Tapi melihat sikap Dara yang kemarin tiba-tiba menjadi dingin membuat Vino sadar, ia lebih takut kehilangan Dara dibanding penolakan Dara.
Makanya seusai dari pertandingan, Vino meminta bantuan Aduy dan Ryan untuk memanggil siswa-siswa berkumpul ditengah lapang sepulang sekolah. Tak lupa, Aduy yang memiliki jiwa romantic membantu Vino untuk menyiapkan balon dan bunga untuk mendukung aksinya tersebut. Vino juga meminta bantuna Ayu untuk mengiring Dara ke lapang. Tentu saja Ayu dengan senang hati membantu Vino.
__ADS_1
Begitu lah, hari ini menjadi hari special bagi Dara dan Vino. Banyak yang mengucapkan selamat kepada mereka berdua dan berharap hubungan mereka dapat bertahan lama. Tak lupa, orang-orang meminta Vino untuk mentraktir mereka atas kabar bahagia tersebut. Vino tak punya pilihan lain selain mengabulkan permintaan mereka, karena atas bantuan mereka lah ia berhasil menyatakan perasaannya ke Dara. Merekapun segera menuju kantin untuk makan.
“Cie cie cieee…..yang seneng akhirnya kegalauannya ilaanngg” ledek Ayu ketika mereka sedang menunggu makanan datang.
“Apaan sih Ay.” Dara jadi malu sendiri.
“Jadi nih ya Kak, kemarin tuh ada yang tiba-tiba nelepon Ayu terus cerita kalau dia….”mulut Ayu tiba-tiba dibungkam oleh kedua tangan Dara.
“Aayy!! Diem dong!” bisik Dara.
Meika, Viola, Vino, Aduy, dan Ryan tertawa melihat Dara salah tingkah.
“Cerita apa Ay? “ tanya Aduy penasaran.
“Cerita kalau lagi galauin Kak Vino ya?” usil Meika.
Mereka pun Kembali tertawa.
“Udah ah, nih buru makan ntar keburu dingin lagi.” Ucap Dara kesal namun tetap membagikan pesanan mereka yang baru saja dateng.
“Ay, ngambek tuh.” Ucap Viola.
“Ia, udah. Jangan ngambek gitu dong.” Pinta Vino sambil mencubit gemas pipi Dara yang memerah akibat godaan teman-temannya.
Dara jadi tersenyum malu.
Melihat perubahan mood Dara itu, mereka kembali tertawa.
Setelah puas menggoda Dara, mereka mulai melahap makanannya. Berhubung hari sudah berganti menjadi sore, mereka memutuskan untuk langsung pulang.
“Makasih Kak.” Ucap Dara menyerahkan helmnya ke Vino begitu mereka sampai di depan rumahnya.
“Ia, sama-sama.” Jawab Vino.
“Ehm Kak!” seru Dara tiba-tiba.
“Ia?”
“Aku boleh nanya?”
“Boleh, mau nanya apa?” Vino Kembali memperhatikan Dara.
“Kak Vino kok tiba-tiba nyatain perasaannya ke aku? “ tanya Dara penasaran.
“Sebenernya sih ngga tiba-tiba Ra. Aku emang udah ada niatan buat nyatain perasaan ke kamu, Cuma belum nemu moment yang pas. “ jelas Vino sesuai dengan dugaan Ayu kemarin. “Terus, kemarin pas ngeliat kamu dilabrak sama Evelyn dan kamu tiba-tiba jadi dingin, aku mutusin buat segera nyatai perasaan aku ke kamu. Supaya ngga ada lagi orang yang berani ngegangguin kamu. Aku tau kok pasti kamu dapet banyak pesan bully dari orang-orang kan?”
“Kok Kak Vino tau?”
“Apa sih yang ngga aku tau tentang kamu.” Gombal Vino. Sebenarnya Vino tau hal tersebut karna Hellen juga dulu mengalami hal yang serupa. Tapi Vino ngga mau mengungkit-ungkit nama mantannya itu di depan Dara, karena ia tau hal itu hanya akan menyakitkan hati Dara.
“Mulai sekarang, kalau ada yang gangguin, kamu ceritanya ya sama aku. Supaya aku bisa ngelindungin kamu.” Pinta Vino.
Dara mengangguk tersenyum.
“Kalau gitu aku pamit pulang dulu ya.”
“Ia, hati-hati Kak. Jangan ngebut-ngebut. Aku ngga mau pacar aku yang ganteng ini jadi luka-luka” gantian Dara yang gombal ke Vino.
Mendengar hal yang tak terduga seperti itu membuat Vino tertawa.
“Tenang aja, pangeran kamu ini pasti bakal kembali menjemput “ ucap Vino sambil mengacak-acak rambut Dara.
“Sampai besok pagi, sayang.”
Vino pun meninggalkan Dara yang masih berdiri mematung tak percaya mendengar kata sayang keluar dari mulut Vino. Setelah beberapa saat, Dara akhirnya sadarkan diri dan segera berlari menuju kamarnya. Rasanya ia ingin melompat ke Kasur dan membenamkan wajahnya dibantal lalu berteriak sekencang-kencangnya saking senangnya.
Tapi kita harus ingat akan pepatah yang bilang, jangan terlalu senang karna nantinya kita akan menghadapi kesedihan yang mendalam juga.
****
Gimana kalian baper gak kalo jadi dara?
Kira-kira vino bakal jadi cowok romantis atau engga ya?
Kita doain aja semoga dara dan vino langgeng terus ya
****

Ini difotoin aduy
Cocok kan mereka
Apa yaa cerita selanjutnya
__ADS_1