Wizard World Begins

Wizard World Begins
Menunggu hasil


__ADS_3

Baiklah hanya 80 orang yang berhasil masuk keujian tahap pertama dan kedua. bagi yang tidak masuk atau tidak beruntung boleh masuk tahun depan atau akademi lainnya. kata guru pembimbing itu bernama Aria


Baiklah bagi yang sudah lulus kedua ujian tersebut, akan melanjutkan ujian tahap ketiga


Baik para peserta yang lulus harap keaula. ada dua aula pertama no 1-40 dan aula kedua no 40-80 orang yang mengisi silahkan kalian pergi keaula sesuai urutan no kalian.


"Ayo semuanya, kita harus lulus ujian ini agar masuk akademi" kata Alea memberi semangat


Viora menganguk, Raiven hanya memandang saja. dan Zean nampak semangat karna dukungan Alea.


Mereka berempat pun pergi keaula pertama karna mereka no 21-24 dan disana banyak peserta yang hadir dan menunggu ujian dimulai. mereka duduk dimeja yang panjang sekitar empat orang muat disana mereka duduk bersejajar sisi kanan Alea dan Zean dan disisi kiri Viora dan Raiven.


Guru pembimbing itu atau Bu Aria pun duduk di kursi guru disana dengan setumpuk kertas dimeja, dan disampingnya ada pak guru pembimbing juga namanya pak Erdy.


"Baik bagi peserta semua harap duduk dengan tenang ujian akan dimulai", kata bapak Endy itu langsung menyentikan jarinya dan langsung muncul kertas ujian dan pena sihir disana.


"Baiklah, ujian akan dimulai peraturan nya sama seperti ujian biasa disana ada 40 soal dikertas itu kalian tinggal menjawab nya dan waktu nya satu jam silahkan kalian isi soal nya" kata Bu Aria


Para peserta yang ada disana pun segera memulai ujian nya dengan fokus dan serius, tidak ada yang berbicara hanya ada keheningan.


Sampai setengah jam kemudian ada 6 orang yang telah menyelesaikan ujian termasuk Viora,Raiven,Zean dan Alea dan 2 orang peserta lainnya.


"Ha.. ujiannya lumayan juga" kata Alea


"kau benar" kata Zean


Viora menganguk dia melihat sekeliling masih ada yang sudah selesai ujian, dan ada yang masih menulis dikerta.


setengah jam kemudian


"Baik letakkan pena kalian dan bawa kertas nya kedepan ujian sudah usai" kata bu Aria


"Pengumuman hasilnya akan kami umumkan siang nantik jam 2 kalian boleh istirahat makan siang dikantin atau jalan-jalan diakademi" kata pak Erdy


Semua peserta berhamburan keluar dari sana termasuk mereka berempat.


"Kita makan dikantin, atau ditaman saja" Kata alea

__ADS_1


"Kurasa bagus ditaman didekat pohon itu ada tempat duduk" kata Viora menunjukkan taman disana


"Viora benar, pasti dikantin akan sangat ra-" uh.. aku sakit perut kata Alea terdiam


"Ada apa Alea" kata Zean khawatir


"Pasti tadi karna kau makan banyak sekali pas sarapan tadi" kata Viora


"Hehe..maaf Viora temanin aku ya"kata Alea memohon


"Baiklah, kalian berdua pergi pesan makanan saja yang sama dan tunggu kami ditempat duduk disana" kata Viora menjual taman yang dia katakan tadi


"Baiklah" Zean dan Raiven bersama


Viora dan Alea pun pergi mencari kamar mandi sedangkan Raiven dan Zean kekantin.


Diperjalanan mereka bertemu Bu Aria?? ditangannya ada setempuk buku.


"Permisi buk, kamar mandi diakademi ini dimana" kata Viora karna Alea sakit perut dan susah untuk bicara


"Ah kamar mandi ada disampai kanan sana ada jalan, kalian tinggal lurus dan belok kiri disana ada toilet" kata Bu Aria menjelaskan


"iya, sama-sama" kata buk Aria ntah kenapa dia memerhatikan Viora seperti ada sesuatu digadis itu


Karna Alea yang yang sudah sakit perut mereka bergegas kearah petunjuk dan diberi buk guru tadi. dan saat sudah sampai, Alea bergegas langsung masuk kekamar mandi ditoilet dan Viora menunggu sambil mencuci tangan dan melihat kecermin.


Ada orang yang mengikuti mereka Viora merasakan mendengar langkah kaki dan luar dan ada yang berbisik. Viora segera ketoilet dan berbicara sambil mengetuk sedikit


"Psst..Alea ada mereka kau lakukan saja yang mereka mau biar sisanya aku yang urus"kata Viora menjelaskan rencananya dan Alea yang mendengarnya menganguk


"Alea ada disini kan" kata krista


"Ya, Alea disini?" kata Irina yang termasuk teman krista penyihir berelemen air yang bisa mendengar suara air


"Bagus temannya pasti tidak bersamanya ayo lambrak dia "kata krista tersenyum licik


Irina mengangguk dan terseyum menyeringai

__ADS_1


Mereka sudah merencanakannya menjebak Alea


Saat itu Viora pun keluar dengan sihirnya


menghilang dan dia tiba dipohon didepan kamar mandi dia melihat interaksi mereka, untung krista bukan penyihir mendeteksi dan hanya temannya satu lagi saya yang iya.


Saat Alea keluar dari toilet dan akan keluar kamar mandi krista langsung melabraknya.


"Heh dasar perusak hubungan orang, kenapa kau mendekati Zean hah di akan jadi tunangan ku kau mengerti" kata krista sombong


"Apa masalah mu, dia hanya teman masa kecilku dan Zean tidak pernah bilang kalau dia mempunyai tunangan" kata Alea membalas


"Teman masa kecil jangan mimpi, Zean hanya ada untuk ku dan selamanya selalu begitu kau hanya bangsawan sihir dan tempat yang kumuh dan kotor seperti itu hanya sampah diakademi ini" kata krista mendorong Alea


"Apa yang dikatakan krista benar dasar sampah" kata Irina yang memanaskan suasana


Karna tidak tahan dengan omongan krista Alea menarik rambut krista dan mereka pun bertengkar. krista yang rambutnya kusut pun kesal dia mengkode dengan Irina dan membantu nya dan Viora jatuh kelantai.


"Lakukan Irina" kata krista


Irina pun langsung memakai sihir nya dan menguyur air nya dan Alea yang tidak siap pun basah. memanfaatkan kesempatan mereka keluar dan mengunci Alea didalam mereka membuang kunci kesembarang tempat dan pergi dari sana.


Viora melihat seorang guru membawa makanan yang akan keruang guru, saat akan berpapasan dengan krista yang merapikan rambut nya yang kusut. Viora tersenyum penuh arti


Dia menggunakan sihirnya anginnya mendorong krista dan terjatuh kedepan guru yang membawa makanan dan makanan pun tumpah mengenai dirinya dan guru itu, belum selesai dengan itu Viora menggunakan sihirnya dan kepada Irina yang merentangkan tangan kanannya dan menggunakan sihirnya dan menampar guru yang tersungkur itu.


Guru itu marah, dan memarahi krista dan Irina mereka hanya menunduk saja dan guru itu menyeret mereka berdua keruang guru untuk diberi hukum.


Saat sudah melakukan itu Viora mengambil kunci yang dijatuhkan tadi langsung membuka pintu dan dia melihat Alea mengunakan sihir untuk mengeringkan badan nya.


Viora menarik Alea untuk melihat krista dan Irina dimarahi guru teliga mereka dijewer dan diseret keruang guru.


Alea dan Viora yang tertawa


"Kerja bagus Viora mereka berhak mendapatkannya" kata Alea tertawa puas


"Tentu saja orang sombong seperti mereka berhak mendapatkannya" kata Viora

__ADS_1


Mereka pun bergegas pergi, dan menuju taman karna Zean dan Raiven pasti sudah menunggu lama.


__ADS_2