
Saat semua orang sudah berada diaula utama dan mendengarkan pidato guru, sedangkan dua pasangan penyihir muda ini tersesat ditaman belakang gedung.
"Zean kita dimana? ini.. bukannya nya ditaman kata Alea melihat kanan kiri keningnya pun menyerit
ia pun bingung karna tadi mereka sempat berlari dan tidak melihat arah kemana mereka pergi.
"Seperti nya.." kata Zean menggantung kalimatnya dengan ekspresi serius
"Apa sih"
"I-tu kita.."
"Bicara tu yang benar-" kata Alea marah dan perkataannya disela
"Tersesat" kata Zean santai dengan ekspresi wajah mengejek Alea
"YAH ITU AKU JUGA TAU" kata Alea kesal dan sedikit berteriak
jujur dalam hatinya dia mengutuk pria disampingnya ini, ntah dari dulu sifat jahilnya tidak berubah apalagi jika bersama dengan nya padahal mereka sedang situasi kesulitan karna tersesat.
Flashback
Saat itu ada seorang gadis cantik dan imut berumur 8 tahun dengan memakai pakaian bangsawan dan rambut di kuncir dua dengan pita hijau senada dengan pakaian nya.
Ya itu adalah "Alea Azalena" saat kecil.
Alea yang masih kecil itu pun sedang belajar tata kerama bangsawan. dengan berjalan kecil membungkukkan kaki dan memegang gaun nya sedikit diangkat dengan anggun.
"Kerja bagus nona Alea.. sudah diduga kemampuan anda mirip dengan ibu anda nyonya Azela" kata guru pengajar itu bernama Mrs.Vivian
"Terima kasih atas pujian nya Mrs.Vivian" kata Alea nada merendah dan anggun nya walau begitu dia tetap imut
Mrs. Vivian pun mengangguk terseyum menurut nona nya ini tetap imut dan cantik saat serius. tapi beberapa menit kemudian..
Tok..Tok..Tok.. suara pintu diketuk.
"Nona Alea ini saya Milya (pelayan pribadi Alea)" Kata seseorang berbicara dipintu yang tak lain adalah Milya
"Masuk" kata Alea
Milya pun membuka pintu dan membungkuk sedikit dengan tangan disamping dada.
"Lapor nona ada tamu yaitu tuan muda Zean ditaman bunga tuan menunggu kedatangan anda ditaman" kata Milya dengan hormat
__ADS_1
"hmm.. Zean ya" kata Alea bicara dalam hati
"Baiklah saya akan kesana sebentar lagi suruh tuan muda Zean untuk menunggu sebentar, oh dan Milya nantik bantu aku merias diri" kata Alea
"Baik nona, kalau begitu saya permisi" kata Milya membungkuk dan pergi
"Baiklah nona besok kita sambung pembelajaran nya, saya juga harus ketempat bangsawan lain" kata Mrs. Vivian membungkuk dan pergi menutup pintu dengan pelan
Dia memang seorang guru pengajar yang baik,disiplin,ramah mangkanya banyak bangsawan memintanya menjadi guru untuk mengajar putra putri mereka tata kerama bangsawan.
Selepas meninggalkan nya Alea pun duduk disofa empuk yang ada disana karna lelah dan beberapa menit kemudian dia pun kembali berdiri dan pergi kekamar nya
Seorang anak kecil dengan rambut dikuncir dua dijalin dengan topi putih dan gaun yang berwarna pink sesuai dengan warna rambutnya. anak kecil itu berjalan dengan pelayan disampingnya dengan gerakan yang anggun.
Sampai ditaman dia melihat seorang ada kecil yang sebaya dengannya dengan pakaian biru dan rambut dan mata berwarna kuning yang tidak lain adalah Zean.
"Baiklah Milya kau boleh pergi aku ingin berbicara pribadi dengan tuan muda Zean" kata Alea
"Baik nona, kalau begitu saya permisi" dan Milya pun meninggalkan mereka
Saat Milya sudah jauh, Alea berjalan dengan biasa dan duduk di kursi disamping nya dengan sedikit membuka sepatu nya.
"Hah melelah kan sekali harus anggun dan sopan itu ya" kata Alea yang menggerutu dan membuka topinya
"Emm.. sepertinya ada yang membicarakan dirinya begitu" kata Alea yang memerhatikan kaki Zean yang diangkat satu
"Soalnya kau lama sekali aku sudah menunggu 20 menit disini" kata Zean yang membalas dengan muka yang cemberut
"Maaf soalnya aku kan perlu berdandan makanya nya lama" kata Alea dan terkekeh
"Yah baiklah tapi sebagai gantinya ayo bermain peta umpet" kata Zean dengan semangat yah walau mereka anak bangsawan yang didik untuk lebih dewasa karna adat yang ada tapi mereka tetap lah anak kecil yang suka bermain
"Ayo" kata Alea yang memasang topinya kembali dan membuka sepatu nya dan langsung berdiri dihamparan rumput yang ada disana
Tamannya dikelilingi hamparan rumput yang kecil dan halus jadi kaki Alea tidak papa dan disana ada bunga beberapa pohon juga semak-semak.
"Baiklah aku yang jaga kau sembunyi" kata Zean dan mulai menghitung angka
Alea menganguk dan langsung mencari tempat bersembunyi disana
Awalnya mereka bermain pada umumnya tapi saat Alea yang berjaga..
"Baiklah aku hitung sampai 10, Zean sembunyilah" kata Alea yang mulai bersiap menghitung
__ADS_1
Zean yang mempunyai ide jahil dipikirkan pun mengambil sepatu Alea yang tergeletak di rumput pun menyembunyikan nya disemak-semak satu dan satunya lagi dibalik pohon.
Beberapa menit kemudian alea yang sudah siap menghitung pun mencari Zean didekat bunga. Zean yang berada dibalik pohon pun tiba-tiba merasa ada yang menepuk pundak nya dan melihat kesamping.
"Tuan muda, ayah anda sudah selesai dengan pekerjaan nya kita akan segera pulang
" Dan tuan muda kenapa di balik pohon begini?" kata pelayan pribadi Zean yang sedikit kebingungan
"Ah tidak papa, kalau begitu ayo kita segera pulang" Kata Zean dengan nama datarnya
"Bagaimana dengan nona Alea, ada anda sudah perpamitan dengannya?" kata pelayan pribadi itu
"Tidak usah, nantik bilang saja kepada pelayan pribadi nya nona Alea sedang sibuk saya tidak mau menggangu nya" kata Zean yang yang berjalan dan tersenyum penuh arti
Pelayan nya menganguk dan mengikuti tuan nya itu.
Alea yang tadi sempat melihat bayangan Zean disana pergi kebelakang pohon itu dan dia tak sengaja menginjak sesuatu.
"Eh sebelah sepatu kanan ku kenapa ada disini" bingung Alea dan dia terdiam dan tiba-tiba dia berlari ke tempat duduk mereka tadi.
"Hah satunya lagi kemana ini pasti.. ZEAN KEMBALIKAN SEBELAH SEPATU KU LAGI" kata Alea berteriak kesal namun tidak ada jawaban
Milya yang sedang berjalan mendengar teriakan nona muda nya pun segera kesana dan melihat nona nya yang mencari disemak-semak.
"Nona ada apa" kata Milya yang agak panik
"Tuan muda Zean mana" kata Alea yang menahan amarah dan rasa kesal nya
"Eh tadi saya melihat tuan muda sudah pulang apa dia tidak memberitau nona" kata Milya yang bingung
"HAH DASAR JAHIL" kata Alea yang menghentakkan kakinya ketanah karna marah dan kesal
Flashback end
Alea yang yang mengigat kejadian itu pun jadi kesal namun tiba-tiba datang seseorang pria yang lumayan yang melihat mereka berdua.
"Kalian kenapa disini nak" kata pria yang ternyata pengurus taman itu yang bernama pak Wen
"Pak kami tersesat dan kami tidak tau wilayah ini bisa antar kan kami ke gedung aula utama" kata Zean ramah
"Ah murid baru disini, baiklah memang jarang ada yang ketaman belakang ini baiklah ayo bapak antar" kata pak Wen dengan ramah
Mereka pun mengikuti arahan pak Wen dan tiba diaula utama dan langsung berbaris walaupun terlambat dan mendapat barisan paling belakang sesuai dengan tebakan Viora dan Raiven sebelum nya.
__ADS_1