
Siang hari nya Viora pun bangun dari tidurnya, dia merasakan lapar karna hari sudah menuju makan siang.
Ketika sudah bangun dan bersiap-siap dia kekemar Alea disebelahnya, mengetuk pintu dua kali tidak ada jawaban didalam Viora pun memanggil Alea.
"Alea.. Alea bangun lah apa kau tidak ikut makan siang" kata viora
Mendengar kata makan siang Alea langsung bangun dari tidurnya dan membuka pintu.
"Makan.. kebetulan sekali aku lapar ayo Vi-" ucapan Alea terpotong karna Viora berbicara
"Cuci muka dan bersihkan diri mu dulu Alea baru kita turun kebawah" kata Viora mengeleng melihat Alea yang memang hobi makan terutama cemilan seperti kue.
"Hehe.. baiklah" cengir Alea
Beberapa menit kemudian
Alea sudah keluar kamar, kedua gadis itu pun turun kelantai bawah restoran nya berada disana. mereka memesan makanan yang ada disana yaitu sapi bakar yang diberi saus margil dan minuman juika seperti jus dan beberapa makanan penutup yang dibeli Alea tentunya.
Sambil makan dengan tenang tidak ada pembicaraan diantara kedua nya hanya ada dering sendok dan garpu saja. selesai makan makanan berat dilanjut dengan beberapa kue ringan dan teh daun miren yang cocok untuk minum santai.
"Viora katanya diakademi disana ada asrama dan disana keperluan siswa sudah disiapkan bagi yang masuk kesana"Kata Alea yang memotong kue didepannya
"Ya kau benar tapi pertama-tama kita harus lulus dulu untuk masuk kesana" kata Viora dan mengesap tehnya sedikit
"Eumm.. iya kau benar, ayo kita bersemangat untuk ujian masuk itu agak lulus diakademi sihir" kata Alea yang jadi bersemangat tiba-tiba dan melahap habis kue di piringnya
"iya kau benar" kata Viora yang terseyum karna semangat Alea
Pada hari berikutnya mereka hanya menghabis kan waktu untuk belajar dan jalan-jalan diwilayah akademi ketika malam hari. hari H sudah tiba mereka membawa barang nya dan langsung ketempat akademi tersebut.
Didalam sana banyak penyihir muda yang mendaftar diakademi sihir Magis effrincle mungkin ada beribu orang yang masuk untuk ujian seleksi dia akademi.
Viora melihat sekeliling, dalam pikirannya banyak sekali orang disana. Alea menunjukan gerakan yang cemas disana dan Viora memperhatikannya.
Tiba-tiba ada seorang gadis berambut cokelat dan bermata hijau mendekati mereka. gadis itu menatap Alea dengan remeh.
"Hehh.. apa seorang bangsawan dari daerah terpencil didesa itu masuk keakademi favorit disini" kata gadis itu
Alea diam dan berkata
"Itu bukan urusan mu krista terserah aku mau masuk ke akademi manapun dan lain itu tumben kau tidak dengan temanmu atau orang yang mengikuti mu itu" kata Alea yang mengenal gadis didepannya dengan nama krista
"Hah Irina tentu saja disana menunggu ku dengan barang kami, lihat saja Alea akan akan membuat status mu buruk dan tidak bisa masuk akademi ini" kata Krista sombong, dia melirik Viora yang tatapannya datar dan dingin dan ntah kenapa dia merinding dan berlalu pergi meninggalkan Alea dan Viora disana
__ADS_1
Dan tiba-tiba datang dua orang pemuda kearah mereka. dan seorang pemuda merangkul pundak Alea begitu saja
"Hey apa gadis yang dulu nya cengeng itu sudah mulai beranjak remaja mulai sekarang" kata pemuda itu bercanda
"Hey Zean aku sudah besar jangan melakukan ku seperti anak kecil lagi" kata Alea yang melepas rangkulan pemuda yang bernama Zean itu dan perbicangan dengannya
Viora memperhatikannya interaksi kedua nya dia melihat pemuda yang dia lihat beberapa hari yang lalu "Raiven" kata nya dalam hati.
Raiven melirik Viora, Viora yang ditatap pun menjawab
"Sudah lama tidak bertemu" kata Viora yang berbincang sebentar agar tidak ada kecanggupan
"Iya", kata Raiven yang menjawab seperti biasa dingin
"Hey sangat jarang melihat mu berbicara dengan wanita Raiven" kata pemuda yang berbicara dengan Alea
"Perkenalkan nama ku Zean Xeoline kau bisa memanggilku ku "Zean" aku adalah teman masa kecil Alea" kata pemuda itu atau Zean
"Salam kenal, nama ku Viora viliana panggil saja Viora" kata Viora
Disana ada dua orang gadis melihat mereka dengan tatapan kesal yang tak lain adalah krista dan Irina "Awas saja kalian" kata mereka.
Mereka pun memberbincang satu sama lain dan mereka pun mendengar suara. dan mereka memilih duduk di kursi yang disediakan kan untuk mendengar pengumuman.
"Selamat pagi semuanya kenalkan aku kepala akademi ini namaku Herviro, selamat datang diakademi sihir Magis effrincle ini" kata seseorang atau tak lain adalah kepala akademi
"Baiklah selamat pagi peserta yang hadir hari ini dalam rangka kami akan memulai ujian seleksi murid yang akan masuk ke akademi ini" kata seorang guru yang pembimbing disana yang berdiri disampingnya kelapa akademi
"Baik saya tidak ingin berbasa-basi jadi mari langsung kita mulai ujian masuknya, disini ada 3 tahap dalam ujian masuk
Yaitu
1.menentuan sihir kalian dan tingkat yang minimal menengah
2.Menentukan mana sihir dari bunga sihir untuk wanita dan batu arterfak untuk pria
3.dan terakhir ujian seleksi tertulis tentang seberapa pemahaman kalian tentang sihir".
"Baiklah untuk pertama ujian menentukan tingkat sihir dan bagi yang berhasil langsung keujian kedua yaitu menentukan mana dalam diri kalian "kata guru itu diatas aula panggung
Beberapa orang pun dipanggil disana ada orang yang masuk seleksi dan ada juga yang gagal dan nama no 20 pun yaitu krista Kristiana maju kedepan.
Gadis sombong itu atau krista pun kedepan dia pun menguji sihirnya dengan meletakkan tangannya dibola sihir dan gadis itu pun mengeluarkan mana bunga warna hijau ditangannya.
__ADS_1
"Tingkat sihir menengah, mana bunga krisan lumayan termasuk kategori penyihir daun dan penyembuh, krista Kristiana dinyatakan lulus dan masuk keseleksi berikut nya".
kata juri
no 21 Alea Azalena disilahkan maju kedepan
"Doakan aku berhasil Viora" kata Alea
"Tentu kau pasti berhasil semangat Alea" kata Viora memberi semangat
"Kau pasti berhasil" kata Zean tersenyum
Alea pun maju ke atas panggung dan menguji sihirnya dibola sihir, dan mengeluarkan mana bunganya.
"Tingkat sihir menengah ke atas, mana bunga Azalea termasuk langka Kategori penyihir Penyembuh, tanaman dan serbuk bunga Alea Azalena dinyatakan lulus" kata juri
Alea pun senang mendengar nya dan duduk disebelah Viora dan berbicara dengan tentang lulusnya dia dengan Viora.
Viora mengganguk mengiyakan saja
no 22 Viora viliana maju kedepan
"Semangat Viora" kata Alea menyemangati
"iya" kata Viora dan langsung naik ke panggung
Viora pun meletakkan tangannya dibola sihir dan mengeluarkan mana bunga nya ditangan. juri merasa ada suatu digadis itu dan berbicara kepada kepala akademi untuk menunggu giliran selanjutnya.
Karna juri bingung cara menentukan nya mereka memangil no 23 dan Viora disuruh menunggu diatas panggung
no 23 Raiven Grean pun meletakan tangannya dibola sihir dan memanggil arterfak mana batu nya
Juri terkejut dengan bunga violet Viora dan batu ruby Raiven mereka berdiskusi dengan guru pembimbing disana dan.. dan kepala akademi pun setuju merahasiakan ini dari peserta. Viora viliana dan Raiven Grean dinyatakan lulus karna mereka mendapatkan prestasi istimewa.
"Viora dan Raiven bagaimana" kata Zean Alea kompak
"Kami lulus hanya mendapat prestasi istimewa" kata Viora dan Raiven menjawab
no 24 Zean Xeoline maju
"Semangat Zean" kata Alea menyemangat
Zean menganguk dan meletakkan tangannya dibola sihir dan mengeluarkan mana arterfak batu pipih kuning.
__ADS_1
"Tingkat sihir menengah ke atas, batu berbentuk pipih langka penyihir cahaya atau silauan Zean Xeoline dinyatakan lulus" kata juri tersebut
Bersaingan terus berlanjut semua merasa semangat,gugup,takut,senang dan saat semua peserta telah habis hanya 80 peserta yang lulus ujian tahap pertama dan kedua.