Wizard World Begins

Wizard World Begins
Pemburu hutan


__ADS_3

Saat dalam perjalanan kedesa Erenst Viora memperlukan 2 hari untuk sampai kedesa tersebut.


Desa Erenst memang jauh dari hutan virvils, Viora harus melewati hutan lain, sungai dan pengunungan yang ada disana terlebih dahulu untuk sampai disana.


Pada malam harinya


"Hari ini sudah larut aku harus istirahat dulu baru besok melanjutkan perjalanan" kata Viora


Viora pun menepi dan turun dari sapu terbang nya, diinjakkan nya sepatunya dihamparan rumput yang disekitarnya banyak pepohanan.


"Kalau tidak salah aku mendengar suara gemercik air disini" kata Viora


Viora pun menajamkan mendengarannya, dengan sihir anginnya dia bisa mendengar suara yang terbawa angin dari jarak jauh.


"Disebelah sana"kata Viora sambil menunjuk kesisi kanannya


Sambil berjalan-jalan sekitar 3 menit dia pun sampai di sebuah sungai.


"Akhirnya ada sungai, kebetulan sekali ada gua didalam tepi air tersebut" kata Viora senang bukan main


Viora melangkahkan kakinya kesungai untuk mengambil air dan mencuci mukanya disana.


cipratan air pun mengenai muka gadis itu.


"Segarnya air disungai ini" kata Viora sesudah mencuci muka dan duduk ditepi sungai.


Kruyukk..


"Aku lapar kalau dipikir-pikir aku memang belum makan seharian ini "kata Viora sambil tersenyum

__ADS_1


Gadis penyihir tersebut pun melepaskan topi dan mengambil sesuatu dan membaca mantra, setelah itu tasnya membesar dan dia pun


mengambil roti dan buah anggur kesukaannya.


Beberapa menit kemudian sesudah makan, Viora melepas penat dan lelahnya dan tidur digua tersebut.


Beberapa menit kemudian


srekk..sreekk


"hah bunyi apa itu" kata Viora yang agak kesal karna suara itu mengganggu waktu tidurnya.


Dengan perasaan kesal sekaligus penasaran, Viora pun bangun dan melangkah ke suara semak-semak yang menggangu tidurnya.


" Hey hewan bodoh kamu tidak akan bisa lari lagi" kata seseorang pemuda 1


"Haha benar sekali bos, ayo kita bawa hewan ini dia pasti hewan sihir yang menjaga hutan ini" kata seorang pemuda 2


Disebelah mereka tergeletak hewan yang terluka parah sambil menahan sakit, hewan itu berbentuk serigala bersayap burung yang dua kali lipat lebih besar dari biasanya.


"Apa yang mau mereka lakukan dengan hewan sihir tersebut" kata Viora sambil menatap hewan itu dengan sedih


"Tentu saya aku akan mengambil inti sihir hewan ini dan menjualnya dengan harga yang sangat mahal" kata Roy itu sambil tersenyum jahat


"Bagaimana bos kalau sekalian kita jual juga hewan ini biar dia bisa jadi penelitian ilmuan penyihir karna juga termasuk hewan yang langka" saran Sam


"Ide yang bagus sam, kita akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus" kata Ryo dengan tertawa dan diikuti Sam


"Dasar orang gila, hewan penjaga wilayah seperti hutan mana boleh diambil inti sihir atau menjualnya itu melanggar aturan kerajaan" kata Viora dalam hati dengan kesal.

__ADS_1


Sebenarnya jika Viora tidak tau itu hewan menjaga hutan ini dan mungkin dia pikir kedua orang pria itu sedang berburu hewan biasa dia pasti akan membiarkannya.


Tapi tidak dengan ini mereka melanggar peraturan, karna Viora pernah juga menjaga hutan dimana dia tinggal tapi neneknya selalu bilang kalau hewan yang ada dihutan itu milik kerajaan ada yang boleh diambil ada juga yang dijaga disana.


Seperti hewan sihir harus dijaga jika memang ingin memiliki hewan sihir mereka yang tidak mempunyai tuannya atau tidak terikat wilayah jika hewan yang terikat itu sama saja dengan melanggar peraturan.


Saat memikirkan itu tiba lah ide dari gadis penyihir itu, dia pun memasang tudung dari jubah sihir yang dia pakai.


Dengan perlahan Gadis itu memakai sihir nya dan udara disekitar pun menjadi dingin.


"Bos apa hanya perasaan ku saja atau tempat ini tiba-tiba menjadi dinginnya" kata Sam


"Ini memang dingin mungkin karna hari ini sudah larut malam" kata Roy yang nampak bicara santai saja


"Hmm.. mungkin cuma perasaan ku saja" gumam Sam


hyuu... hyuu bunyi suara angin yang tambah kencang


"B-bos anginnya kenapa makin kencang" kata Sam pemuda itu mulai ketakutan


sreekk..sreekkk..sreakk. bunyi semak-semak.


suuuur...suurrr tes..tes..tes bunyi air.


"Tenang Sam aku akan memeriksa disemak itu mungkin ada hanya hewan serangga" kata Roy yang tambah waspada dan melangkah kesana


"Heh b-baik bos tapi jangan lama"kata Sam yang mulai getaran


"Hahh.. kamu laki-laki tapi kok penakutnya"kata suara itu dengan halusnya

__ADS_1


"Hii.. siapa itu" kata Sam yang celingak-celinguk


dan ketika melihat ke atas Tiba-tiba...


__ADS_2