
Saat Viora dan Raiven sedang berjalan mereka merasakan ada seseorang yang akan menghampiri dibelakang mereka.
"Viora kau kemana saja! aku sudah mencari mu diseliling aula tapi tidak menemukan mu dan malah tersesat saat akan keaula tadi bersama Zean" kata gadis itu dan menepuk pundak Viora
"Ehmm.. emang tadi siapa yang pergi disaat kerumunan diasrama tadi dan meninggalkan ku dengan Raiven ya" kata Viora dengan senyum penuh arti
"Ehh.. iya maaf tapi itu tadi.." kata Alea terkantung dia pun mengingatkan kejadian tadi, dimana dia dipegangan Zean dan mata mereka saling bertemu diapun melepaskan pundak Viora dan memalingkan wajah nya yang sudah seperti semerah tomat
"Tadi apa.. kalian tidak melakukan sesuatu yang aneh kan" kata Viora dengan canda dan menggoda mereka lalu dibawa serius oleh mereka
"kam-mi tidak melakukan apa apa Viora ihh.." kata Alea dan menepuk pundak Viora agak keras
"Iya, Auh bercanda al-" belum selesai viora menyelesaikan perkataannya dan tiba-tiba disela oleh Zean
"Kami tidak melakukan apa pun aku bersumpah sihir tidak melakukan hal yang buruk terhadap Alea kami hanya tersesat saja saat keaula dan aku sudah bertanggung jawab atas kejadian digedung asrama tadi" kata Zean dengan wajah serius dan meletakkan tangannya di dada
Viora yang melihat itu tersenyum tipis dia melihat kesungguhan dari mata Zean dan tidak ada kebohongan didalam perkataannya Viora mengganguk pertanda mengiyakan perkataan tulus Zean.
"Ternyata yang dikatakan Raiven benar dia sangat bertanggung jawab" kata Viora dalam hati
Disela itu Alea yang mendengarnya tersenyum "kau tidak berubah Zean itu yang aku suka" kata Alea
__ADS_1
Saat mereka berjalan di koridor gedung dikelas hanya hening yang ada dan saat tiba didepan kelas.
"Ini pasti kelasnya ada tulisan magiA ayo kita masuk" kata Raiven yang sedari tadi hanya diam dan membuka suaranya dengan nada datangnya
"Baiklah ayo" kata Viora menggantikan dua pasangan yang biasanya selalu ceria itu tengah ada kecanggung diantara mereka
Saat itu mereka melihat kelas yang masih sedikit orang yang datang dan mencari tempat duduk sesuai tempat mereka masing-masing.
Kelas nya lumayan besar dan luas terdiri dari 21 meja dan kursi juga beberapa lemari belajar dan buku disamping dalam depan kelas.
Viora duduk di kursi nomor dua didekat jendela dan Alea disamping dikursi nomor dua juga, sedangkan Raiven dan Zean dikursi nomor pertama lebih tepat nya didepan mereka.
Alea yang mendengarnya menoleh dan melihat gadis berambut putih biru keunguan dengan ikatan kesamping dengan pita biru, dan matanya berwarna biru dengan rambutnya tersenyum kearahnya.
Gadis tersebut yang melihat Alea terdiam pun berkata lagi
"Apakah kalian pasangan soalnya dari tadi aku melihat kalian berempat bersama saat diaula asrama maupun dikelas" kata gadis itu antusias dan rasa penasarannya
"Hey Alia itu tidak sopan kau harusnya memperkenalkan dirimu dulu" kata seorang gadis yang duduk dibelakang Viora dengan rambut berwarna hitam dan mata yang berwarna hitam keunguan
__ADS_1
Viora yang merasa ada seseorang yang berbicara dibelakang nya menoleh dan melihat gadis itu dia merasakan seperti pernah mengenalnya.
"Ah iya.. iya aku lupa maafkan aku namaku Alia Merliane salam kenal maaf aku lupa memperkenalkan diri hehe" kata gadis bernama Alia itu
Alea yang merasa tidak merasa canggung lagi dan melihat sifat Alia yang kebetulan mirip dengannya pun merasa akrab dan berkata
"Alea Azalena salam kenal nama kita kebetulan mirip ya Alea dan Alia" kata Alea yang berbicara dengan Alia
"Haha iya ya salam kenal" kata Alia mereka pun langsung mengobrol bersama
"Ah maaf kenapa kau melihat ku seperti itu" kata seorang gadis yang menegur Alia tadi
Viora yang ketahuan melihat gadis itu pun meminta maaf
"Maaf aku hanya seperti mengenal mu" kata Viora dengan membetulkan poninya yang sedikit berantakan itu dan dengan nada datarnya
Gadis itu yang merasa mengenal tinggah Viora melihat ada sesuatu dikeningnya pun langsung terkejut.
"Ka-kau tidak mengenalku Viora" kata gadis itu dengan nada terkejut
__ADS_1