Wizard World Begins

Wizard World Begins
Sampai Di Desa Erenst


__ADS_3

Uhuk..uhuk..


Kata Viora sambil terbatuk


Beberapa menit kemudian, dia pun sudah merasa lega dan sudah bisa berbicara dengan benar.


Viora melihat pemuda yang memperhatikannya dengan tatap yang agak dingin tapi tersirat rasa khawatir dalam dirinya.


"Ehm.. Terima kasih sudah menyelamatkan ku" kata Viora agak canggup ntah kenapa


Pemuda itu hanya diam sebentar dan menganguk saja menyatakan "iya" katanya.


"Baiklah lah" kata Viora yang menjawab seadanya saja


jujur rasanya, dia belum pernah bicara dengan orang sekitar 5 tahun saat neneknya meninggalkannya, dan tiba-tiba ada pemuda yang menampilkan tampan tapi sikapnya yang dingin berbicara padanya.


Ya memang Viora belum pernah bicara dengan orang lain karna sejak neneknya meninggalkannya dia hanya berbicara dengan hewan sihir dihutan saja.


Melihat Viora yang agak bergetar kedinginan pemuda itu melepas jubah yang dia pakai dan memakainya kepada Viora.


Viora yang tadi sedang melamun terkejut, karna pemuda itu memakaikan jubahnya kepada dirinya. dia menatap pemuda itu dan pemuda itu juga menatap Viora.


Mata mereka bertemu saling menatap satu sama lain beberapa detik,menit berlalu, Viora yang melihat ketampanan pemuda didepan nya merasa enggan untuk mengalihkan pandangan nya dan pemuda itu. tapi saat sadar jika dia terlalu memperhatikan pemuda di depannya.


Merasa salah tingkah, Viora pun melepas jubah yang diberikan pemuda tadi dan akan mengembalikan kannya.

__ADS_1


"M-maaf, tidak papa aku bisa mengeringkan diri ku sendiri" kata Viora yang gugup


Saat Viora akan berdiri pemuda itu memegang tangan nya, dia seperti mengisyaratkan untuk duduk Viora pun duduk lagi.


Pemuda itu memegang bahu Viora dan membaca mantra dan pakaian serta atribut yang Viora pakai menjadi kering.


"Terima kasih" kata Viora yang lupa padahal dia bisa membaca mantra atau menggunakan sihirnya tapi.


Viora melihat pemuda itu dia seperti orang baik, tapi Viora tidak boleh asal memberitahu identitas atau kekuatannya nya kepada orang lain, kecuali jika dia yang bertanya.


"Bagaimana kau bisa masuk kedalam air telaga itu" kata pemuda yang bertanya kepada Viora


"Aku hanya sedang melihat pemandangan dibawah air dan masuk kedalam kupikir disini ada inti air suci dibawah sana" kata Viora yang terpaksa berbohong karna tidak mau apa yang dilakukannya diketahui


"Inti air suci" adalah bola kecil perbentuk mutiara yang berwarna putih yang bersinar didalam air, biasanya digunakan untuk ramuan penyembuh dan bisa menjadi prisai sihir yang hanya bertahan 1 jam saja.


"Baik, apa kau mau pergi kemana" kata pemuda itu


"Desa Erenst" kata Viora


"baik, karna tujuan kita sama apa mau pergi bersama aku juga akan kesana" kata pemuda itu mengajak Viora


"Hmm..boleh, kalau boleh tau namamu siapa karna biar aku tidak susah menyebutkan nya" kata Viora yang sebenarnya agak, segan tapi dia juga tidak mau melupakan Budi pemuda yang menyelamatkannya dan akan membalas nya.


Pemuda itu terdiam sebentar

__ADS_1


"Raiven" kata pemuda itu atau Raiven


"oke Reiven, aku Viora" katanya sambil mengangkat tangan nya untuk bersalaman, dan Reiven membalasnya juga


"Tangannya Hangat" kata Viora dalam hati mereka pun melepas tangannya


"Baik, ayo kita pergi apa kau sudah membawa semua barang" kata Raiven


"Sudah, ayo berangkat" kata Viora mereka pun menaiki sapu terbang nya dan terbang diperjalanan


Diperjalanan tidak ada yang pembicaraan terhadap mereka. Viora hanya memandang punggung Raiven dari belakang dan menikmati suasana dengan diam.


2 jam lamanya perjalanan mereka sampai di gerbang desa Erenst dan dan ada 2 penjaga berjaga disana.


Mereka menurutkan sapu terbangnya dan turun Viora melihat banyak orang masuk dan keluar desa


"Baiklah, sampai disini aku mengantar mu aku punya urusan diwilayah Ervin diwilayah timur desa Erenst berbatasan dengan ibu kota" kata Raiven


"Baiklah terimakasih banyak sudah mau mengantarkan ku kesini" kata Viora tersenyum tulus


Raiven menganguk sambil tersenyum kecil dia pun meninggalkan Viora, setelah Raiven pergi Viora pun masuk kedesa dia ditanya beberapa pengawal dan menjawab apa yang diperlukan


Beberapa menit kemudian, dia pun mempunyai tanda pengenal nya lengkap semua nya. dia pun masuk kedesa dia melihat desa yang hijau dan asri Viora melihat banyak orang yang berdagang dan anak yang bermain kesana kesini dia takjub melihat pemandangan nya.


Saat Viora akan berjalan ada seseorang yang tampak berlari dan menabrak Viora.

__ADS_1


"Maaf kan aku"...?


__ADS_2