Wizard World Begins

Wizard World Begins
Jalan-jalan didesa


__ADS_3

"Maafkan aku, aku minta maaf" Kata gadis itu membungkuk usianya sebaya dengan Viora


"Berdirilah, tidak papa" kata Viora biasa saja


"Ah maaf kan aku ya, aku sedang terburu-buru karna ibuku menyuruhku cepat pulang karna ada urusan dirumah" kata gadis itu yang merasa bersalah karna menabrak Viora yang sedang berjalan


"Tidak papa, silahkan jika kau ingin pulang kalau begitu aku permisi" kata Viora yang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan perkataan gadis itu karna dia juga tidak mengetahui asal gadis didepannya ini


"Baiklah terima kasih, kalau begitu sampai jumpa" kata gadis itu yang tiba-tiba bersemangat dan senang dan berlari menghilang dari pandangan viora


Viora melanjutkan perjalanan didesa


Dia melihat orang yang sedang berdagang, dan ntah kenapa Viora ingin membeli makanan yang ada digerobak disampingnya pasar sederhana yang banyak orang disana.


Gerobak itu menjual makanan seperti sate,roti,minuman dan jajanan lainnya.


Viora mendekati gerobak jajanan itu.


"Paman berapa harga sate daging dan minuman mebry" kata Viora


Mebry minuman rasa buah-buahan


"satenya harganya 20 koin logam nona dan minumannya 10 koin logam" kata paman itu yang nampaknya sudah berkepalang tiga mungkin umurnya 30 tahun


Mata uang


Perak \= 1 perak sama 10 koin logam biasa


Emas\= 1 emas sama 100 perak


"Baiklah aku beli sate daging dan minuman mebry nya" kata Viora


"Baik nona tunggu sebentar" kata paman itu

__ADS_1


Viora menganguk, dilihat yang dilakukan Paman yaitu membakar sate. jujur saja dia merindukan aroma makanan didesa dan tinggal didesa seperti warga desa pada umumnya. Viora yang tinggal dihutan sangat jarang pergi kedesa biasa dipergi 1 atau 2 atau pun menginap disana sesekali saat dia kecil itu karna pekerjaan orang tuanya dia jadi merindukan pemandangan perdesaan.


"apa nona orang baru didesa, karna saya tidak pernah melihat nona" kata paman itu yang mulai pembicaraan dan membakar satenya


Viora menganguk


"Benar paman, saya orang yang dari desa lain berkunjung kesini tapi saya juga telah membuat nama pengenal saja didesa ini" kata Viora


"Oh begitu, orang yang tinggal sementara di desa tapi nona bisa menemui kepala desa jika nona ingin tinggal disini" kata paman itu pemberi informasi


"Baik terima kasih infonya paman" kata Viora


"Ah nona bisa memanggil saya paman Ben" saya kurang nyaman jika tidak dipanggil nama nantik saya dikira orang asing" kata paman itu canda tawa


Viora tersenyum, "Baik paman Ben" kata Viora


"Satenya sudah jadi, aku akan membuat minumannya dulu nona tunggu sebentar ya" kata paman Ben


Beberapa menit kemudian


Viora pun mengambil 10 perak disaku bajunya dan memberikannya pada paman itu.


"Ini terlalu banyak nona" kata paman itu khawatir karna uang yang diberi terlalu banyak


"Tidak papa paman, ambil saja anggap saja itu rezeki paman" kata Viora tersenyum sekilas


"Baiklah nona, semoga anda di beri kemudahan dan rezeki kata paman itu tulus


Viora menganguk, dan pergi dari tempat itu dia pergi ke toko buku membeli beberapa buku. dia gadis itu mencari taman dan duduk disana sambil makan dan minuman sambil membaca buku.


1 jam kemudian hari sudah menjelang sore Viora yang sudah selesai membaca bukunya, pergi mencari penginapan terdekat


Beberapa menit kemudian Viora menemukan penginapan nya, dia membayar uang sewa 1 hari dan pergi kelantai 2 kamarnya no 4.

__ADS_1


Saat Viora akan membuka pintu, dia dikagetkan dengan seorang gadis yang berlari dan akan menabraknya untung dengan gesit Viora menghindar dan dia terjedot dengan dinding penginapan.


"Kenapa kau selalu berlarian itu hampir menabrak ku" kata Viora yang sebenarnya agak kesal tapi dia menahannya didalam hati


Mendengar suara orang yang seperti dia kenali, gadis itu melihat Viora dan ada yang tiba-tiba memanggil nya.


"Nona Lea jangan pergi a-ku merindukan mu, jangan pergi" kata seseorang pemuda yang seperti orang yang sedang mabuk itu.


Gadis itu nampak panik dan langsung menarik tangan Viora masuk dikamar penginapan nya.


"N-nona Lea"kata pemuda itu yang sudah tertidur karna efek mabuknya itu


"Ayo angkat tuan muda kekamar nya" kata seseorang yang seperti nya asisten nya


Viora yang merasa gadis didepannya yang cemas dia berkata "dia sudah pergi, bisakah kau melepaskan tangan mu", kata Viora


Gadis itu yang jadi ngelalapa langsung melepaskan tangan Viora dia pun berbicara


"Maaf aku tidak sengaja, ehm.. dia orang asing oke aku tidak mengenalnya dia tiba-tiba datang kepada ku seperti orang mabuk. tapi sebenarnya aku bisa saja mengajar nya tapi ibuk bilang itu tidak boleh dan akan merusak nama keluarga haha.." kata gadis itu yang tidak mau ada kesalahpahaman antara dia dan viora


"Baiklah" kata Viora yang agak bingung karna gadis didepannya ini


"Ah aku baru sadar kita sering bertemu, kenalkan namaku Alea Azalena" katanya sambil mengangkat tangan nya


"Viora veliana" kata Viora yang merasa kalau namanya marga keluarga nya tidak harus diberitahu kepada orang lain karna itu rahasia


"Nama yang bagus nama mu pelesatan dari nama bunga violet ya aku juga dari bunga Azalea" kata gadis itu atau Alea


"Kau pasti baru didesa ini ayo apa kau mau kuajak jalan ini juga sudah mau malam,malam hari didesa ini sangat bagus" kata Alea terseyum senang


"Baiklah ayo, ntah kenapa Viora merasa senang karna memiliki teman baru yang kelihatannya baik dan dia juga penasaran dengan desa ini


Alea yang senang pun langsung menarik Viora keluar dari kamar dan langsung pergi keluar desa. dia sana mereka makan malam dulu karna hari sudah jam 06.00 dan mereka melanjutkan jalan-jalan nya didesa,pergi ke tempat jajanan, tempat permainan, acara sihir dan lainnya.

__ADS_1


Viora menikmati suasana dan senang karna Alea mengajak nya kesana sini, dia merasa memiliki sahabat saja. Sampai mereka lelah dan selesai bermain sekitar jam 10.00 malam mereka pulang kerumah atau peginapan masing masing dan...


__ADS_2