ya..itulah aku dan semua kekuranganku..

ya..itulah aku dan semua kekuranganku..
......


__ADS_3

VANA PUN PERGI TANPA PAMIT KEPADA ALFHA SAAT HENDAK MEMBELI GARAM..


ALFHA TURUN KEBAWAH TAPI TIDAK MELIHAT ADA VANA IA MENCOBA MENCARI DAN MENGELILINGI SEKITAR RUMAH..


"cih dimana Anak itu?" Gumam Alfha.


TAK LAMA KEMUDIAN ADA YG MEMBUNYIKAN BEL RUMAH..


*tinggg*tungg*


"ah itu pasti Anak itu,akan ku marahi dia keluar tanpa pamit hum" Ketus Alfha.


Alfha pun pergi membuka pintu..


*Cekklekk*


"hai sayyangg..aku datangg..aku merindukanu sayangku"


Alfha terdiam ketika melihat orang yg datang bukanlah Vana melainkan Vanya..


"Ngapain kau kesini" ucap dingin Alfha


"ishh aku kan merindukannmu"


"Darimana kau tau rumahku disisi?"


"aku bertanya pada Faris sayangg"


"......" tak ada jawaban dari Alfha.


ALFHA PUN MEMPERSILAHKAN VANYA MASUK DAN MEMBIARKANNYA DUDUK DI SOFA..


"sayang apa kau sendiri disini?" tanya Vanya..


"........" Alfha tak bisa menjwab peryanyaan tersebut..


"tidak" jwb Alfha..


"kamu dengan siapa disini?


TAK LAMA VANA KEMBALI...


*ceklekk*


VANA KAGET MELIHAT VANYA SEDANG BERBINCANG BINCANG DENGAN ALFHA DI SITU SONTAK IA INGIM BERGEGAS PERGI MENINGGALKAN MEREKA BERDUA


NAMUN VANYA MELIHATNYA..


"ehh tungguuu" Vanya


"kamuu bukannya si cupu itu ya haha"


"mengapa kau masuk ke sini" ketus Vanya


Alfha yg mendengar itu langsung hendak menjawab


"dia adalah is..."

__ADS_1


"Aku adalah pembantu dirumah ini" jwb Vana yg memotong kata Alfha..


VANA BERBICARA SEPERTI ITU KARENA IA TIDAK INGIN MEMPERMALUKAN SUAMINYA KARENA IA ADALAH ISTRINYA..


"ohh haha itu pekerjaan yg pantas untukmu" Ucp Vanya.


"Jaga mulutmu!" sahut Alfha..


"ihh sayang kan kenyataannya"


"maaf mengganggu" ucap Vana sambil menundukkan kepala..


Alfha hanya memandangi istrinya tersebut...


"apa yg ia lakukan." gumam Alfha


Vana pergi ke dapur dan berniat kembali memasak masakannya tadi..


saat memasak Vana mendengar obrolan obrolan suaminya yg tampak mesra bersama Vanya ketimbang bersama dirinya..


Vana tampak sedih mendengar itu


"Aku adalah istrinya...tapi mengapa ia tak pernah memperlakukanku seperti itu.." gumam Vana sambil memandangi mereka berdua..


Karena tak Fokus Vana menyenggol piring dan..


*pranggg* (bunyi piring pecah)


"awww" desis Vana


Alfha dan Vanya sontak langsung menoleh ke arah Vana..


Alfha langsung berlari menuju Vana


"hei lo gaapa?"


"......."


"kenapa bisa pecah sih? liat tanganlo berdarah,sini ikut gw" Sambil menarik Vana .


"biarin aja sayang dia kan bisa sendiri" ketus Vanya


"bisa diem gak!"


mendengar itu Vanya langsung terdiam


.


.


.


"Maaf tuan tidak perlu,saya bisa sendiri" Ucap Vana yg berpura pura menjadi pembantu disana


"permisi tuan,saya izin kekamar saya sebentar untuk mengobati luka.."


'........." Alfha hanya diam dan tak bisa berkata..

__ADS_1


VANA PUN KEMBALI KE KAMAR NYA..


.


.


.


ALFHA MENYURUH VANYA PULANG..


"Kamu gak pulang?,aku habis ini mau ada urusan mending kamu pulang!" Perintah Alfha


"yahh sayang padahal aku mau ngajak kamj shooping,baju aku sudah jelek semua"


"aku masih ada urusan!" ketus Alfha


"aah yasudah aku pulang dulu deh,bye bye sayangg"


"........"


SETELAH ALFHA MENGANTAR VANYA DI GERBANG ALFHA LANGSUNG BERGEGAS MENUJU KE KAMAR VANA..


IA MELIBAT ISTRINYA SEDANG MENGOBATI LUKA GORESAN AKIBAT TERKENA PECAHAN PIRING..


IAPUN MENGHAMPIRI VANA


"sini biar gw benahin" ucap Alfha


"tidak usah biar aku sendiri,,mending kamu temenin Vanya kasian ia menunggumu"


"cih anak iniii"gumam Alfha dalam hati


"Kalo lo berontak liat aja lo!sini biar gw benahin!" ketus Alfha


.


.


"aww sakit" desis Vana


"Gausah manja!"


"Lo tadi ngapain pake bilang kalo lo pembantu?lo gamalu apa ha? otak lu dimana si?" ketus Alfha


".........." Vana tak menjwb ia Hanya menundukkan kepalanya.


"jwb gak!"


"Aku melakukan itu demi kamu...a-aku tak ingin mempermalukannmu ka-karena a-aku adalah istrimu" jwb Vana lirih..


.


.


.


.

__ADS_1


.


brsmbng🙇🌈


__ADS_2