ya..itulah aku dan semua kekuranganku..

ya..itulah aku dan semua kekuranganku..
keluar rumah sakit


__ADS_3

KURANG LEBIH 4 HARI ALFHA OPNAME DI RUMAH SAKIT IA AKHIRNYA DIPERBOLEHKAN UNTUK PULANG...


"Mari kak..pelan pelan.." Sambil memegang Tangan Alfha..(memapahnya)


"Gak usah aku bisa jalan sendiri!" ketus Jahat Alfha


"Ma,maaf" Melepaskan tangannya dan pergi menjauh..


".........." Melihati Vana yg murung di sebelahny...


"Hei kau!" teriak Alfha


"hmm?" cuek Vana


"Kau bawa saja ini!" sambil melempar sebuah tas ke Vana


"Aww.." desis Vana karena tas nya mengenai wajahnya..


"Gausah manja!" ketus Alfha..


MEREKA PUN KELUAR RUMAH SAKIT DAN MEMANGGIL TAXI...


SETELAH MUNGKIN 3 MENIT,TAXI PUN DATANG...


"Hati hati..." sambil memapah lembut Alfha


"Cih gausah" mengebas kasar tangan Vana,Vana pun tampak sedih karena merasa tak dihargai...


MEREKA PUN MASUK...


VANA MASIH TANPA EKPRESI DI DALAM MOBIL...IA BERSANDAR DI JENDELA SAMBIL BENGONG MELIHATI JALAN...


Alfha menoleh ke arah Vana yg ada di sampingnya..


"hei!" teriak Alfha


"hei! kau tidak punya telinga ya!"


"hei!" Vana tak menggubris panggilan itu...Alfha pun menarik pundak Vana...


"hei kau tidak punya te..." Melihat Vana yg ternyata tertidur pulas di taxi...


"mmmm..."


"Cih" Sambil menarik pelan kepala Vana dan menyandarkan di Bahunya...


Alfha reflek mengelus elus lembut kepala Vana ...


Hingga Akhirnya tiba dirumah...


"Pak sudah sampai" Ucap Supir taxi


"Oh" jwb singkat Alfha..


"Pak??" Pak supir tampak bingung karena Alfha tak kunjung turun..


"Saya akan membayar lebih...Tunggu sampai Wanita ini bangun Baru saya turun." Ucap Alfha


"Ohh iya pak baik"


"Benar benar pasangan yg Romantis" Gumam Pak supir di depan..


Mereka berdua pun menunggu Vana Bangun...


Hingga kurang lebih 30 menit Vana pun terbangun..

__ADS_1


"Hoamm ahh..Apa aku ketiduran?" kget Vana


"gak" Alfha


"Apa aku tertidur lama?,Dari kapan kita sudah sampai?" tanya Vana


"ohh neng tadi sudah hampir tig..." tiba tiba di potong oleh Alfha


"hampir 2 menit an,gausah banyak tanya cepat Keluar" ketus Alfha


"oh Ah baik" Langsung keluar dan mengambil barang barang...


Sedangkan di mobil


"ini pak Ambil uangny..maaf merepotkan" Ucap Alfha


"ah ini terlalu banyak Pak" jwb sang supir.


"Tidak Apa ini pantas untuk bapak" Alfha


"Ah baiklah terima kasih banyak...Anda memang suami yg baik.." ucap sang supir dengan Tersenyum...


"........"


tiba tiba Vana membuka pintu..


"Mari kak" ucap Vana.Tanpa menggubris Alfha langsung turun dan masuk rumah..


"Terima kasih pak" ucap Vana pada pak supir


"Iya neng" pak supir pun melajukan mobilny dan Vana masuk rumah...


VANA MASUK KE KAMARNYA DAN LANGSUNG MANDI..


SEDANGKAN ALFHA IA MASIH DUDUK DUDUK MEMINUM KOPI..


(Karena bi siti masih diliburkan oleh Vana hingga besok)


MAKANAN PUN TERSAJI DI MEJA MAKAN..


SEPERTI BIASA IA MEMANGGIL SUAMINYA..


ALFHA PUN TURUN DAN DUDUK...


VANA MENYAJIKAN MAKANAN..


SETELAH ITU MEREKA PUN MENYANTAP MAKANANNYA HINGGA HABIS..


KETIKA SUDAH HABIS ALFHA LANGSUNG HENDAK BERANJAK MENINGGALKAN VANA..


"Ah kak..tunggu!" Teriak Vana


"ApA!?" ketus Alfha


"i itu dokter menyuruhku untuk memberimu obat ini...Mari diminum " sambil menyodorkan Obat


"gak" ketus Alfha dan langsung berpaling meninggalkan Vana kembali..


Namun Vana mengejarnya dengan membawa obat dan sebuah gelas berisi air putih..


"Tunggu ini ka Alfha kumohon minumlah, ini untuk kesehatanmu" Ucap Vana ingin menghentikan hentakan Kaki Alfha


"Apa sih!?,gue udah sehat!" Ketus Alfha..


"Ta,tapi kak kumohon" Vana

__ADS_1


"Pergi sana!!!" sambil menghempas kasar Vana hingga Vana terjatuh dan Gelasnya terjatuh hingga pecah..


*pyarr* gelas Jatuh mengenai kaki Vana...


Vana terdiam ...


sedih...Ia langsung jongkok dan menunduk membersihkan serpihan serpihan kaca..


Vana tampak menangis Pelan dengan membersihkan Kaca..


"Apa sih Manja banget,jijik tau gak" ketus Alfha..


"..........." Vana tak menjawab Dan tetap melanjutkan membersihkan Kaca..


"cih" dengan meninggalkan Vana.


namun Saat beberapa langkah menjauh dari Vana Alfha berhenti dan menoleh ke Vana...


ia melihat Tangan Vana yg bercucuran darah karna membawa serpihan2 kecil kaca..


Alfha lngsung bergegas kembali dan menarik tangan Vana


"Udahlah lo gausah bersihin ini!"..namun Vana tetap melanjutkan dengan menundukkan kepala


"jangan keras kepala lo!" Alfha


"........" Vana tak menggubris dan tetap melanjutkan..


"kauu!!" Langsung menarik Vana berdiri,namun Vana tetap menundukkan kepalanya..


"Lo tu kenapa si!." Sambil mendongakkan Kepala Vana kasar..


"A,apa di nangis?" Batin Alfha..matanya langsung membulat melihat Vana menangis..


"cepet ikut gue!" langsung menarik tangan Vana..


Alfha menarik Vana ke kamarny dan mendudukannya di kasur...Vana masih terlihat matanya mengeluarkan Tangis perlahan...


Alfha membukai satu persatu lemari kecil untuk mencari kotak P3K Dan Akhirnya ketemu..


"sini tangan lo" dengan menarik tangan Vana.


Alfha mulai membersihkan dan mengobati Tangan Vana..


Vana Hanya diam tak berkutip..


"kau ceroboh sekali!" Alfha


Luka Vana pun tertutup oleh perban yg dibalutkan oleh Alfha..


"dahlah kembalilah ke kamarmu!" ketus Alfha.


Vana pun beranjak dan berniat menuju ke kamarnya..


"ka..Ku mohon minumlah obatnya..." ucap lirih pelan Vana yg masih mengkhawatirkan Alfha...,iapun pergi keluar kamar Alfha


Mata Alfha membulat mendengarnya...


Alfha langsung berlari dan langsung memeluk tubuh Vana dari Belakang..


"Kau tidurlah denganku malam ini.." Sembari memeluk Vana.Namun Vana hanya diam.


"Kau tidak boleh menolak! ingatlah!" ucap Alfha..


"Kau tidur saja di kasurku!Aku akan meminum obatnya.Alfha langsung turun meminum obatnya..

__ADS_1


Vana masuk kembali dan langsung tidur..karena ia tak mau berurusan lagi dengan Alfha..


brsmbng🌚


__ADS_2