ya..itulah aku dan semua kekuranganku..

ya..itulah aku dan semua kekuranganku..
kesal


__ADS_3

KARENA ALFHA MASIH KESAL KARENA KEJADIAN VANA DENGAN ZAKI IA MELEPAS GENGGAMAN VANA DI TANGANNYA....


SEKETIKA VANA TERBANGUN DAN SADAR...


.


"Mmm??" sambil membuka Mata perlahan..


"ngapain kesini?!" Ketus Alfha


"Sebentar aku mau beli makanan untukmu" jwb Dingin Vana


"!!??" batin Alfha


VANA LANGSUNG PERGI MENINGGALKAN ALFHA DAN BERNIAT MEMBELIKAN MAKANAN UNTUKNYA...


DI PERJALAN IA TERPIKIRKAN SIKAP ALFHA TERUS MENERUS....


"Dadaku masih benar2 sakit karena malam itu..."


"Vann kenapa kamu gabisa Melawan dia?mm"


"dia sudah beberapa kali menyakitimu,tapi kamu diam saja Van!! kenapa Vannnnnnn!?".


"Dan aku benar benar selalu khawatir Padanya....hiks" Batin Vana..


HINGGA IA SAMPAI DI SEBUAH RESTAURAN .DAN LANGSUNG MEMBELI BEBERAPA MAKANAN..


.


.


.


.


SETELAH MEMBAYAR VANA PUN KEMBALI KE RUMAH SAKIT..DAN MENGAMPIRI ALFHA..


KETIKA VANA TIBA DI DEPAN KAMAR ALFHA ..


"Fyuhhh kamu pasti bisa.." Gumam Vana


Vana pun masuk..


Ia melihat Alfha yg terbaring dan memejamkan Mata...


pelan pelan Vana membangunkannya..


"Ka Alfha ...Bangunlah kau harus makan" ucap dingin Vana dengan menepuk nepuk tangan Alfha..


Seketika mata Alfha langsung membuka...


Ia berusaha bangun namun tidak bisa karena tubuhny yg masih lemah...


"ah.." gumam Alfha pelan


"sini biar aku bantu"


Alfha hanya diam dan membiarkan Vana membantunya..


"kenapa dia!?" Batin Alfha


Vana membuka bungkus makanan satu persatu dan Mulai menyuapi Alfha...


"Aku bisa sendiri.." Ucap Alfha merebut makanan Yg ada di Vana..


Namun ia masih lemah jadi tangannya bergetar hebat saat hendak memakan makananny...


"Biar aku saja" merebut kembali Makanan tersebut..


".........." Alfha diam dan pasrah..,ia melihati Vana sangat Dalam saat Menyuapinya....


"Mengapa Aku merasa bersalah padanyaa?" batin Alfha..


"Apa yg kaka lihat?" tanya Vana..

__ADS_1


"............" Alfha tak menjawab dan pelan pelan kepalanya Ia dekatkan kepada Vana berniat ingin menciumnya..Namun Tiba tiba saat hendak menciumnya....


"Sayaanggggg,Hei apa kau tidak apa apa??" Datang Vanya tiba tiba...


"Tidak" Jwb singkat Alfha


"Syukurlah.."


"ehh sini biar Aku saja yg menyuapinya..kamu keluar saja" ucap tiba tiba Vanya sambil merebut makanan yg ada di tangan Vana


"....." Vana hanya memandangi Wajah Vanya saat ia merebut makanannya...


"Apa lo liat liat!?" ketus Vany..


"tidak apa,baik saya akan keluar permisi" Ucap Vana dengan nada pelan...


"Tunggu..biar dia saja yg menyuapiku" Ucap Alfha pada Vanya...


"ihh sayang biarin aja,dia juga bukan siapa siapa.." Jwb Vanya..


VANA PUN PERGI DENGAN EKSPRESI YG BENAR BENAR SEDIH SAAT ITU.....


ALFHA MELIHATINYA PERGI DENGAN PERASAAN KHAWATIR...


.


.


.


.


Alfha pergi ke sebuah taman kecil yg sepi di dekat Rumah sakit ...


Ia duduk di tepi Sungai yg ada di sana..


Vana hanya bengong dan bengong saat itu hingga pada Akhirnya air matanya menetes perlahan lahan dipipinya...


Ia tak kuasa menahan beban Hidupnya..


hingga pada akhirnya Ia menelpon Ibunya..


tak lama..


"Haloo??" suara Ibu


"Assalamualaikum ibu..Ini Vana.."


" waalaikumsallam Iya ibu sudah tahu sayangku...,Mm Ada apa anakku ?


"Tidak apa...Vana hanya merindukanmu.."


"ohh sayangg,kan ibu sudah bilang minggu depan kau harus kesini..".


"i,iya..."


"eh Anakku apa kau baik baik saja??? mengapa suaramu seperti itu..?"


"ah ti,tidak apa Vana hanya kecapean ibu ."


"ahh benarkah? baik..kamu jangan terlalu sering memaksakan dirimu oke nak?"


"ba,baik.."


"hmm kalau gitu ibu matikan ya nak Jangan lupa minggu kesini. dadahassalamualaikum"..


"Iya..."


*tut*tut*tut*


"hahaha Van...hahaha..."


" kamu benar benar penakut hahaha.."


"mengapa kau tidak suka membuat orang khawatir Vana..??"

__ADS_1


"Vaaannn kenapaa??"


"Kamu membutuhkan perhatian mereka Van!!??"


"Kenapa ini terjadi di hidupkuuuu!!? huhuu hiksss aku tak kuatt berpura pura bahagiaaaaaaa...huhuu hiks hiks" teriak Vana di pinggir Sungai....


IA MENANGIS DAN MENANGIS DISANA HINGGA LANGIT SORE TIBA..


IA PUN MEMUTUSKAN KEMBALI KARENA IA LEGA SUDAH MENGELUARKAN SEMUA BEBAN NYA DENGAN MENANGIS LAMA...


IAPUN MENGHAMPIRI ALFHA KEMBALI..


"Dari mana saja kau!?" tanya Alfha


"Tidak."


"gue mau bilang ke lo..,lo jangan bilang ke Mama kalo gue masuk rumah sakit,gue gamau dia khawatir" seru Alfha..


"baik." singkat Vana..


"Ambilin gue minum!" ucap Alfha


"iya" langsung mengambil air putih dan diberikan ke Alfha .


Vana pun menyodorkan air putih ke Suaminya...


Alfha memperhatikann muka Vana karena menurutnya Muka nya tidak beres..ia pun menari Vana kedalam pelukannya..


"lo dari mana!?, apa lo habis nangis!?" ketus Alfha


"lepaskan Aku ini rumah sakit" berontak Vana dan langsung pergi menjauh dari Alfha....


Alfha menkerutkan dahinya. "gue tanya sekali lagi,lo dari mana!"


"aku hanya berjalan jalan sebentar..." Jwb Vana


Alfha pun melihati tajam Vana...


"cih.."


"kenapa lo nangis!?" tanya Alfha


"tidak Apa.." ucap Vana dengan tersenyum agar Alfha tak curiga


"anakk ini" batin Alfha


"Apa kau tidak ada yg ingin dibicarakan denganku soal tadi malam?" tanya Alfha


"tidak,lagian kita memang benar seperti kata Vanya" sambil tersenyum..


"Maaf." Ucap Alfha


"Tidak perlu...Kau tidak salah..itu memang benar" ucap Vana kembali..


"Aku mau bilang...Ibuku mengundang kita makan makan dirumahnya Hari minggu ..Apa aku boleh minta satu permintaan?" Ucap Vana


"Apa?"..


"Kumohon Bisakah kau ikut dan bersandiwara di depannya? aku tidak mau menyakitinya.." ..


"ya.."


"terimakasih.."..


"Anak ini kenapa sifatnya gini?" batin alfha..


"Kalau gitu Kaka tidur Saja..Aku akan pergi membeli makan malam untukmu"..


"......" tak ada jawaban..


.


.


.

__ADS_1


.


brsmbng🌚


__ADS_2