
Pagi yang sendu
Tidak ada matahari yang menyambut pagi ini.
Langit sedang menangis pilu. Tidak, langit sedang tersenyum menyirami bumi. Memberi sedikit kesejukan dari sore kemarin yang membakar hingga ke tulang punggung Bari.
Bari menyambar handuk putih yang sudah mulai kecoklatan akibat dimakan usia. Tepat di belakang pintu kamar Bari.
Bari beranjak menuju kamar mandi di belakang rumah, Menyiapkan diri untuk menikmati dinginnya air akan menyambar kulitnya yang berwarna sawo matang cerah.
Bari masih ragu dengan tujuannya pagi ini, harus pergi kerja sepagi ini atau akan menunggu Yoona datang melemparkan semua keluh kesahnya pada Bari.
__ADS_1
Ya, Yoona gadis aneh yang ditemui Bari 7 tahun yang lalu di taman dekat kos Bari.
7 tahun yang lalu, mereka adalah mahasiswa lugu yang belum mengerti apa-apa tentang cinta. Bukan, maksudnya tidak sepolos itu dengan cinta. Namun mereka belum saling mencintai pada masa itu.
Bari berpacaran dengan Yoona setelah mereka saling akrab satu sama lain, Lusa adalah tanggal anniversary mereka, tepatnya 1 tahun hubungan mereka resmi pacaran.
Bari tidak tahu pasti kapan perasaannya pada Yoona mulai muncul. Tapi yang pasti, tidak lama setelah pertemuan pertama mereka, Bari sudah sering salah tingkah di hadapan Yoona
Bari memang anak yang ramah, baik, lembut dalam bertutur kata. Bari juga idaman di kampus, dengan tubuhnya yang sempurna jadi manekin xixi, tampan dan sedikit gagah. Tubuh Bari sering jadi incaran mata para gadis di kampus. Layaknya seorang model, Bari berpenampilan rapih dan bersih. Sisiran rambut yang selalu sama setiap harinya, disisir rapih kesamping dengan sedikit gel rambut yang membantu pertahanan gaya rambut ini hingga sore. Layaknya oppa oppa Korea idaman para gadis zaman sekarang.
Berbeda jauh dengan Yoona, gadis pendiam ini selalu jadi sorotan mahasiswa di kampus. Karna dia begitu cantik.
__ADS_1
Bukan, bukan karena kecantikannya, malah sebaliknya.
Yoona sering jadi sorotan karena penampilannya yang acak-acakan. Rambutnya yang lurus terurai panjang hingga pinggangnya. Rambut panjangnya tipis dan kemerah-merahan seperti ekor kuda yang tak pernah disisir rapih oleh sang pemiliknya. Rambut Yoona seperti tak ada pemiliknya yang mengurus.
Baik pagi maupun malam, penampilan Yoona memang seperti ini adanya. Wajahnya berjerawat, dan beberapa jerawatnya sering pecah di wajahnya, mengeluarkan darah karena jemari Yoona yang nakal. Gatal. Begitulah jawaban Yoona kalau ada orang yang menegurnya supaya tidak menyentuh jerawatnya.
Yoona memiliki perawakan yang menyeramkan, bola matanya yang kecoklatan dibalut kelopak matanya yang semakin hari semakin menghitam.
Kulit Yoona tidak hitam, tidak juga putih. Sawo matang tapi kusam seperti berdebu setiap sudut tubuhnya.
Tubuh Yoona yang pendek, diselingi lemak disetiap lekukan tangan, paha, pinggang, leher, lengan, bahkan perutnya juga sering jadi bahan candaan teman-temannya. Tidak termasuk teman sih, hanya orang-orang yang sering bertemu dengan Yoona di beberapa tempat seperti di kelas dan di perpustakaan universitas. Yoona tidak begitu cepat menganggap mereka sebagai teman, bahkan nama dari lima orang inipun tidak Yoona tahu sepenuhnya, dan tidak mau tahu dengan hal itu.
__ADS_1
Yoona tidak memiliki teman sedari dia masuk ke universitas ini, berbanding terbalik dengan Bari yang sudah menabur benih pertemanan di setiap sudut kampus bahkan sebelum dia dikenali wujud aslinya oleh para mahasiswa di kampus. Bari sudah berteman banyak dengan senior dan teman seangkatannya melalui media sosial yang dia gunakan. Jadi Bari dan Yoona sangatlah berbeda.